Bendungan Batu Tegi adalah sebuah bendungan yang dibangun di Tanggamus, Lampung untuk membendung anak Sungai Sekampung. Waduk Batu Tegi yang berada di zona hulu DAS Sekampung tersebut memiliki luas daerah tangkapan air (DTA) mencapai 424 km2 (164 sq mi) dengan luas genangan sekitar 1.700 ha (17 km2).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Bendungan Batu Tegi | |
|---|---|
| Negara | Indonesia |
| Lokasi | Batu Tegi, Air Naningan, Tanggamus, Lampung |
| Kegunaan | Serbaguna |
| Status | Beroperasi |
| Mulai dibangun | 1995 |
| Mulai dioperasikan | 2000 |
| Biaya konstruksi | US$ 224,6 juta |
| Pemilik | Kementerian Pekerjaan Umum |
| Perancang | PRC Engineering, Sinotech, dan Kadenus |
| Bendungan dan saluran pelimpah | |
| Tipe bendungan | Urugan |
| Tinggi | 120 m |
| Panjang | 690 m |
| Lebar puncak | 12 m[1] |
| Volume bendungan | 9.000.000 m3 |
| Ketinggian di puncak | 283 mdpl |
| Membendung | Sungai Sekampung |
| Jumlah pelimpah | 1 |
| Tipe pelimpah | Ogee tanpa pintu |
| Kapasitas pelimpah | 2.300 m3 / detik |
| Waduk | |
| Nama | Waduk Batu Tegi |
| Kapasitas normal | 500.000.000 m3 |
| Kapasitas aktif | 490.000.000 m3 |
| Kapasitas nonaktif | 10.000.000 m3 |
| Luas tangkapan | 424 km2 |
| Luas genangan | 1.700 hektar |
| PLTA Batu Tegi | |
| Jenis | Konvensional |
| Jumlah turbin | 2 |
| Kapasitas terpasang | 25 MW |
| Produksi tahunan | 125.200 MWh |
Bendungan Batu Tegi adalah sebuah bendungan yang dibangun di Tanggamus, Lampung untuk membendung anak Sungai Sekampung. Waduk Batu Tegi yang berada di zona hulu DAS Sekampung tersebut memiliki luas daerah tangkapan air (DTA) mencapai 424 km2 (164 sq mi) dengan luas genangan sekitar 1.700 ha (17 km2).
Sejak akhir tahun 1970, Lampung telah mengalami krisis air bersih, sehingga kemudian muncul gagasan untuk membangun bendungan ini. Pada tahun 1978, studi kelayakan pun mulai dilakukan oleh Humprey, dan kemudian disusul oleh penyusunan DED oleh PRC-ECI dan Sinotech lima tahun kemudian.[2]
Pada tahun 1995, terowongan pengelak mulai dibangun untuk mengalihkan aliran Sungai Sekampung selama proses pembangunan bendungan ini. Pada tahun 1996, bendungan ini mulai dibangun, dan akhirnya dapat diselesaikan empat tahun kemudian. Pada tahun 2003, Presiden Megawati Soekarnoputri pun meresmikan bendungan ini.[2]
Bendungan ini terutama berfungsi untuk memasok air ke PLTA dan mengairi lahan pertanian di hilirnya. Saat ini, bendungan ini juga menjadi salah satu objek wisata lokal masyarakat Lampung dan sekitarnya.[3]