Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiMulian Menyelamatkan Ibunya
Artikel Wikipedia

Mulian Menyelamatkan Ibunya

Mulian Menyelamatkan Ibunya, atau Mulian Menyelematkan Ibunya Dari Neraka adalah sebuah cerita Buddhis Tionghoa populer yang berasal dari abad ketiga Era Umum, terinspirasi oleh cerita dari India mengenai Maudgalyayana, yang diberi nama Mulian dalam cerita-cerita Tionghoa. Mulian, seorang bhikkhu yang saleh, mencari bantuan Sang Buddha untuk menyelamatkan ibunya, yang telah jatuh ke alam nerakan yang paling rendah dan paling menyakitkan sebagai buah karma atas kesalahan-kesalahannya. Mulian tidak dapat menyelamatkannya dengan upaya pribadinya, tetapi sebaliknya diinstruksikan oleh Sang Buddha untuk mempersembahkan makanan dan dana kepada para bhikkhu dan biara pada hari kelima belas bulan ketujuh Imlek, yang memelopori Ulambana. Bakti bhikkhu tersebut kepada ibunya meyakinkan orang Tionghoa bahwa Buddhisme tidak merusak nilai Konfusius mengenai bakti dan membantu membuat Buddhisme menjadi sebuah agama orang Tionghoa.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mulian Menyelamatkan Ibunya
Untuk versi kanonis Theravāda yang memiliki perbedaan mendasar terkait alam kelahiran ibunya Sāriputta (alam hantu, alih-alih alam neraka) dari kisah adaptasi ini, lihat Petavatthu. Untuk versi kanonis Mahāyāna, lihat Sutra Ullambana.
Mulian di Neraka (ilustrasi kontemporer) [1]

Mulian Menyelamatkan Ibunya (Hanzi: 目連救母; Pinyin: Mùlián jiù mǔ), atau Mulian Menyelematkan Ibunya Dari Neraka adalah sebuah cerita Buddhis Tionghoa populer yang berasal dari abad ketiga Era Umum, terinspirasi oleh cerita dari India mengenai Maudgalyayana, yang diberi nama Mulian dalam cerita-cerita Tionghoa. Mulian, seorang bhikkhu yang saleh, mencari bantuan Sang Buddha untuk menyelamatkan ibunya, yang telah jatuh ke alam nerakan yang paling rendah dan paling menyakitkan sebagai buah karma atas kesalahan-kesalahannya. Mulian tidak dapat menyelamatkannya dengan upaya pribadinya, tetapi sebaliknya diinstruksikan oleh Sang Buddha untuk mempersembahkan makanan dan dana kepada para bhikkhu dan biara pada hari kelima belas bulan ketujuh Imlek, yang memelopori Ulambana (Hanzi: 鬼節; Pinyin: guijie). Bakti bhikkhu tersebut kepada ibunya meyakinkan orang Tionghoa bahwa Buddhisme tidak merusak nilai Konfusius mengenai bakti dan membantu membuat Buddhisme menjadi sebuah agama orang Tionghoa.

Cerita ini berkembang dalam banyak variasi dan muncul dalam berbagai bentuk. Naskah-naskah Dinasti Tang yang ditemukan di awal abad kedua puluh di Dunhuang di Gansu mengungkapkan cerita-cerita yang beraneka ragam dalam bentuk chuanqi ("transmisi aneh") atau bianwen ("kisah transformasi"). Mulian dan ibunya tampil di atas panggung dalam opera, terutama opera rakyat, dan telah menjadi subjek film dan serial televisi. Cerita ini menjadi bagian standar layanan pemakaman Buddhis, terutama di pedesaan, sampai akhir abad ke-20. Legenda ini menyebar dengan cepat ke bagian Asia Timur lainnya, dan merupakan salah satu cerita yang paling awal yang ditulis dalam Sastra Korea, Vietnam, dan Jepang.[2]

Sebuah versi dari legenda ini yang mengganti Mulian (Pali: [Moggallāna] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) dengan temannya, Sāriputta, tercata dalam Petavatthu Theravāda dan merupakan dasar kebiasaan mempersembahkan makanan kepada hantu kelaparan dan Ulambana dalam budaya Kamboja, Sri Lanka, Thailand, dan Laos.[3] [4]

Terjemahan

  • Mair, Victor, ed. (2011), "A local drama from Shaoxing", The Columbia Anthology of Chinese Folk and Popular Literature, diterjemahkan oleh Berezkin, Rostislav, New York: Columbia University Press, hlm. 303–9[pranala nonaktif permanen]
  • Ma, Y. W.; Lau, Joseph, ed. (1985), "Maudgalyayana Rescues His Mother From Hell" (PDF), Traditional Chinese Stories, Dunhuang Bianwen Manuscript P2319, diterjemahkan oleh Eoyang, Eugene (Edisi reprinted, illustrated and annoted as Minford, John; Joseph S. M. Lau (2000). "The Quest of Mulian". From Antiquity to the Tang Dynasty. Classical Chinese Literature: An Anthology of Translations. Vol. I. New York; Hong Kong: Columbia University Press; Chinese University Press. ISBN 0-231-09676-3. ), Columbia University Press, ISBN 0-231-04058-X ;
  • Mair, Victor H., ed. (1983), "Maudgalyāyana: Transformation Text on Mahamaudgalyāyana Rescuing His Mother from the Underworld", Tun-Huang Popular Narratives, Cambridge; New York: Cambridge University Press, hlm. 87–122, ISBN 0-521-24761-6
  • Waley, Arthur (1960), "Mu Lien Rescues His Mother from Hell", Ballads and Stories from Tun-Huang, diterjemahkan oleh Waley, Arthur, London: Allen and unwin, hlm. 216–235 Translation of "Maudgalyāyana: Transformation Text on Mahamaudgalyāyana Rescuing His Mother from the Underworld, With Pictures, One Scroll, WIth Preface."
  • Johnson, David (2000), "Mulian Rescues His Mother", dalam DeBary, Wm. Theodore (ed.), From 1600 through the Twentieth Century, Sources of Chinese Tradition, vol. II, New York: Columbia University Press, hlm. 93–104, ISBN 0-231-51799-8 Excerpts.
  • Whitfield, Susan (1999). "The Nun's Tale". Life Along the Silk Road. Berkeley: University of California Press. hlm. 155–73. ISBN 978-0-520-23214-3. A popularized retelling of the Mulian story by an imagined Tang dynasty nun.

Referensi

  1. ↑ Chinese Buddhist Encyclopedia
  2. ↑ Teiser (1988), hlm. 8–9.
  3. ↑ How Did Moggallana and Sariputta Rescue their Mothers from the Hungry Ghost Realm?
  4. ↑ Ladwig (2012), hlm. passim.

Bacaan lebih lanjut

  • Cole, Alan (2013), "The Passion of Mulian's Mother: Narrative Blood and Maternal Sacrifices in Chinese Buddhism]", dalam Wilson, Liz (ed.), Family in Buddhism, Albany: SUNY Press, hlm. 119-, ISBN 1-4384-4753-1
  • Cole, Alan (1998). Mothers and Sons in Chinese Buddhism, Stanford University Press
  • Grant, Beata; Idema, W. L. (2011). Escape from Blood Pond Hell: The Tales of Mulian and Woman Huang. Seattle: University of Washington Press. ISBN 978-0-295-99119-1.
  • Guo, Qitao (2005). Ritual Opera and Mercantile Lineage: The Confucian Transformation of Popular Culture in Late Imperial Huizhou. Stanford, California: Stanford University Press. ISBN 0-8047-5032-7.
  • Johnson, David G.; Grant, Beata (1989). Ritual Opera, Operatic Ritual : "Mu-Lien Rescues His Mother" in Chinese Popular Culture. Chinese Popular Culture Project. Berkeley, CA: University of California, distributed by IEAS Publications. ISBN 0-9624327-0-9.
  • Ladwig, Patrice (2012), "Feeding the dead: ghosts, materiality and merit", dalam Williams, Paul; Ladwig, Patrice (ed.), Buddhist funeral cultures of Southeast Asia and China, Cambridge: Cambridge University Press, ISBN 1-107-00388-1
  • Mair, Victor H. (1989). T'ang Transformation Texts: A Study of the Buddhist Contribution to the Rise of Vernacular Fiction and Drama in China. Cambridge, MA: Council on East Asian Studies, distributed by Harvard University Press. ISBN 0-674-86815-3.
  • Teiser, Stephen F. (1988). The Ghost Festival in Medieval China. Princeton, N.J.: Princeton University Press. ISBN 0-691-05525-4.

Pranala luar

  • Mulian saves his mother Series of images, with extensive links to other images of Tang dynasty scroll paintings of hells and purgatories in the series Narratives Informing Chinese Notions of Hell at Reed College.
  • 蒙古文绘本 "目连救母经" (Mongolian Depictions of Mulian Rescues His Mother).
  • Mulian Saves His Mother (YouTube 4 min 40 seconds) East Asia gallery interactive of the [www.acm.org.sg Asian Civilisations Museum] Singapore. Worship and opera performances in Singapore.
  • Mu Lian Jiu Mu 目连救母 (YouTube 6 min 4 seconds) Singapore Opera recorded February 27, 2013. The scene in which Mulian meets his mother.
  • Mulian Saves His Mother (YouTube 1 min 53 seconds). Nanyin performance by Siong Leng Musical Association at the Poh Ern Shih Temple, Singapore. Mulian fights demons.
  • iconPortal Tiongkok
  • iconPortal Agama Buddha
  • l
  • b
  • s
   Topik Buddhisme   
  • Outline Garis besar
  • Daftar istilah
  • Indeks
  • Sejarah
  • Penyebaran
  • Garis waktu
  • Sidang Buddhis
  • Jalur Sutra
  • Anak benua India
Buddhisme awal
  • Prasektarian
  • Aliran awal
    • Mahāsāṁghika
    • Sthaviravāda
  • Kitab awal
    • Nikāya
    • Āgama
Benua
  • Asia Tenggara
  • Asia Timur
  • Asia Tengah
  • Timur Tengah
  • Dunia Barat
  • Australia
  • Oseania
  • Amerika
  • Eropa
  • Afrika
Populasi signifikan
  • Tiongkok
  • Thailand
  • Jepang
  • Myanmar
  • Sri Lanka
  • Vietnam
  • Kamboja
  • Korea
  • Taiwan
  • India
  • Malaysia
  • Laos
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Singapura
  • Aliran
  • Tradisi
  • Konsensus pemersatu
Aliran arus utama
  • Theravāda
  • Mahāyāna
  • Vajrayāna
Sinkretis
  • Buddhayana
  • Tridharma
  • Aliran Maitreya
    • Yīguàndào
    • Mílèdàdào
  • Dhammakāya
  • Siwa-Buddha
  • Tripitaka
  • Kitab
Theravāda
  • Tripitaka Pali
  • Komentar
  • Subkomentar
  • Sastra Pali
  • Paritta
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Tripitaka Tionghoa
    • Tripitaka Taishō
  • Tripitaka Tibet
    • Kangyur
    • Tengyur
  • Dhāraṇī
Kitab daring
  • SuttaCentral
  • Chaṭṭha Saṅgāyana Tipiṭaka
  • dhammatalks.org
  • 84000
  • NTI Reader - Taishō
  • Buddha
  • Bodhisatwa
Buddha saat ini dan keluarga
  • Gotama
  • Mukjizat
  • Klan
  • Keluarga
    • Śuddhodana
    • Māyā
    • Pajāpatī Gotamī
    • Yasodharā
    • Rāhula
4 tempat suci utama
  • Lumbinī
  • Buddhagayā
  • Isipatana
  • Kusinārā
Buddha penting sebelumnya
  • Dīpaṅkara
  • Vipassī
  • Sikhī
  • Vessabhū
  • Kakusandha
  • Koṇāgamana
  • Kassapa
Buddha selanjutnya
  • Metteyya
Bawahan
  • Dewa
  • Brahma
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Buddha terkenal:
  • Lima Buddha Kebijaksanaan
    • Amitābha
    • Vairocana
    • Akṣobhya
    • Ratnasaṁbhava
    • Amoghasiddhi
  • Padmasaṁbhava
  • Bhaiṣajyaguru
  • Bodhisatwa terkenal:
  • Daftar Bodhisatwa
  • Mañjuśrī
  • Kṣitigarbha
  • Avalokiteśvara
  • Samantabhadra
  • Vajrapāṇi
  • Dhamma
  • Ajaran
  • Empat Kebenaran Mulia
  • Jalan Mulia Berunsur Delapan
  • Trilaksana
    • Ketidakkekalan
    • Penderitaan
    • Tanpa atma
  • Pandangan
  • Titthiya
  • Ketuhanan
  • Niyāma
  • Keyakinan
  • Triratna
  • Pancasila
  • Māra
  • Karma
  • Nirwana
  • Kemunculan Bersebab
  • Gugusan
    • Materi
    • Kesadaran
    • Persepsi
    • Perasaan
    • Saṅkhāra
  • Unsur
  • Landasan indra
  • Loka
  • Punarbawa
  • Samsara
  • Bodhi
  • Abhiññā
  • Cetasika
  • Pengotor batin
  • Noda batin
  • Belenggu
  • Rintangan
  • Kekuatan
  • Hasrat
  • Nafsu (Keserakahan)
  • Kebencian
  • Moha
    • Ketidaktahuan
  • Kemelekatan
  • Perhatian penuh
  • Bodhipakkhiyā
  • Kebajikan
  • Paramita
  • Malu
  • Takut
  • Dana
  • Sila
  • Meditasi
    • Samatha-vipassanā
    • Ānāpānasati
    • Satipaṭṭhāna
    • Kammaṭṭhāna
  • Pelepasan
  • Kebijaksanaan
  • Energi
  • Kesabaran
  • Kebenaran
  • Tekad
  • Brahmavihāra
    • Cinta kasih
    • Karuna
    • Simpati
    • Ketenangan
    • Keseimbangan batin
  • Astasila
  • Bakti
    • Puja
    • Namaskara
    • Pradaksina
    • Pindapata
    • Pelimpahan jasa
    • Ziarah
  • Sādhu
  • Sangha
  • Majelis
  • Sāriputta
  • Moggallāna
  • 10 murid utama Buddha Gotama
  • Vinaya
  • Pabbajjā
  • Upasampadā
Jenis penganut
  • Sāvaka
  • Upasaka-upasika
  • Kappiya
  • Aṭṭhasīlanī
  • Sayalay
  • Samanera-samaneri
  • Biksu
  • Biksuni
  • Kalyāṇamitta
4 tingkat kemuliaan
  • Sotapana
  • Sakadagami
  • Anagami
  • Arahat
Tempat ibadah
  • Wihara
    • Wat
    • Kyaung
  • Sima
  • Kuti
  • Cetiya
    • Stupa
    • Pagoda
    • Candi
  • Hari raya
  • Peringatan
  • Waisak
  • Asalha
  • Magha
  • Kathina
  • Hari Abhidhamma
  • Uposatha
  • Budaya
  • Masyarakat
  • Aborsi
  • Agama-agama Timur
  • Anikonisme
  • Arsitektur
  • Atomisme
  • Baháʼí
  • Bendera Buddhis
  • Buddhisme Terjun Aktif
  • Bunuh diri
  • Demokrasi
  • Darmacakra
  • Dunia Romawi
  • Ekonomi
  • Filsafat
  • Filsafat Barat
  • Gnostisisme
  • Helenistik
  • Hidangan
  • Hinduisme
  • Humanisme
  • Ilmu pengetahuan
  • Jainisme
  • Kalender
  • Kasta
  • Kecerdasan buatan
  • Kekerasan
  • Kekristenan
    • Pengaruh
    • Perbandingan
  • Masturbasi
  • Modernisme
  • Musik
  • Navayāna
  • Orientasi seksual
  • Penindasan
  • Perempuan
  • Psikologi
  • Relik Buddha
  • Rupang Buddha
  • Seksualitas
  • Sekularisme
  • Seni rupa
  • Sosialisme
  • Teosofi
  • Vegetarisme
  • Yahudi
  • Category Kategori
  •  Portal Agama
  •  Portal Buddhisme

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Terjemahan
  2. Referensi
  3. Bacaan lebih lanjut
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Menghancurkan Gerbang Neraka

berasal dari mitologi rakyat tentang kisah Mulian menyelamatkan ibunya. Mulian, seorang arhat, melihat ibunya menderita di neraka, lalu memohon bantuan

Petavatthu

menjadi legenda atau cerita rakyat Tiongkok yang dikenal sebagai "Mulian Menyelamatkan Ibunya". Namun, alih-alih terlahir di alam hantu kelaparan (peta) sebelum

Daftar kunjungan kerja Joko Widodo

daftar kunjungan kerja yang dilakukan oleh Joko Widodo, saat ia menjabat sebagai Presiden Indonesia ke-7 sejak 20 Oktober 2014 sampai 20 Oktober 2024.

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026