Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Madurai Viran

Madurai Viran, atau disebut Viran saja, adalah nama salah satu dewa dalam kepercayaan Hindu Tamil, yang mendominasi India Selatan. Namanya secara harfiah berarti "kesatria dari Madurai". Dia berasal dari figur sejarah dan legenda Tamil, yang kemudian didewakan untuk mengenang perjuangan dan jasanya terhadap masyarakat Tamil.

pahlawan dan dewa lokal Tamil
Diperbarui 26 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Madurai Viran
Madurai Viran
Dewa kesatria dari Madurai
Arca Madurai Viran yang diapit oleh para permaisurinya, dibuat pada abad ke-16.
Nama lainViran (Veeran)
Genderpria
AfiliasiGramadewata
PustakaMaduraiveeraswamikathai
Senjatapedang atau aruval
Wahanakuda putih
Pemujaan
KepercayaanHindu Tamil
Etnissuku Tamil
DaerahMadurai, India Selatan

Madurai Viran (bahasa Tamil: மதுரை வீரன்code: ta is deprecated ), atau disebut Viran saja (bahasa Tamil: வீரன்code: ta is deprecated ), adalah nama salah satu dewa dalam kepercayaan Hindu Tamil, yang mendominasi India Selatan. Namanya secara harfiah berarti "kesatria dari Madurai". Dia berasal dari figur sejarah dan legenda Tamil, yang kemudian didewakan untuk mengenang perjuangan dan jasanya terhadap masyarakat Tamil.

Legenda

Menurut pusataka Maduraiveeraswamikathai dalam bahasa Tamil, Viran lahir sebagai anak kesatria yang dibuang oleh orang tuanya, lalu diasuh oleh pasangan suami-istri dari masyarakat Arunthathiyar (kasta rendah). Setelah dewasa, dia bekerja sebagai prajurit istana Raja Bommanna Nayakan. Dia jatuh cinta kepada Bommi, putri sang raja, lalu mereka berdua memutuskan kawin lari. Dalam pelarian, Bommanna Nayakan dan pasukannya mengejar Viran, tetapi mereka kalah dan Bommanna gugur di tangan Viran. Akhirnya Viran dan Bommi sampai di Tiruchirappalli. Di sana, Viran menumpas kelompok penjahat yang meneror kota sehingga mengharumkan namanya.

Ketenarannya sampai ke Madurai yang saat itu dipimpin Raja Thirumala Nayakar. Sang raja meminta bantuannya untuk mengamankan Madurai dari teror kelompok penjahat. Di sana Viran bertemu penari bernama Vellaiyammal. Sang penari jatuh hati kepadanya dan memintanya untuk mengajar Natya Shastra ("Ilmu tentang Tari"). Sang raja—yang menaruh hati kepada Vellaiyammal—merasa cemburu terhadap keakraban mereka. Beberapa panglima—yang tidak suka akan kedekatan Viran dengan sang raja—akhirnya memanfaatkan momen tersebut untuk menghasut raja. Mereka berkata bahwa Viran menunda pemberantasan kelompok penjahat karena dia sendiri bersekongkol dengan para penjahat. Sang raja terhasut, lalu segera menyatakan Viran sebagai pengkhianat dan menjatuhkan hukuman mati kepadanya, dengan cara pemotongan tangan dan kaki (marukkal marukkai). Usai eksekusi, Bommi dan Vellaiyammal menuju jenazah Viran, lalu mengutuk sang raja yang dianggap berbuat jahat.[1]

Menurut versi lain dari kisah tersebut, sebelum dieksekusi, Viran dan Velaiyammal mencoba kawin lari tetapi tertangkap oleh pasukan raja. Viran dijatuhi hukuman mutilasi. Bommi dan Velaiyammal berdoa kepada Dewi Minakshi agar tubuh Viran utuh dan hidup kembali, lalu doa itu pun dikabulkan. Namun setelah hidup kembali, Viran yakin bahwa dia seharusnya mati sesuai takdir yang ditetapkan sang dewi, sehingga dia pun memenggal kepalanya sendiri dengan pedangnya. Saat Viran dikremasi, Bommi dan Vellaiyammal melompat ke api kremasi (sati). Sang raja berduka setelah mengetahui identitas asli Viran. Kemudian Viran terlahir kembali sebagai orang berkasta rendah, memberi mimpi buruk bagi sang raja, dan berbagai masalah pun muncul di dunia nyata. Ketika sang raja meminta petunjuk Dewa Siwa dan Dewi Minakshi, mereka mengatakan bahwa hal itu terjadi karena kematian Madurai Viran tidak dihormati dengan benar.[2]

Referensi

  1. ↑ Chakraborty, Kaustav (2019-07-02). The Politics of Belonging in Contemporary India: Anxiety and Intimacy (dalam bahasa Inggris). Taylor & Francis. ISBN 978-1-000-02430-2.
  2. ↑ Anand, Shilpaa (2019-07-02), "Disability and intimacy in the making of Madurai Veeran", The Politics of Belonging in Contemporary India, Routledge India, hlm. 126–141, doi:10.4324/9780429295980-9, ISBN 978-0-429-29598-0, S2CID 201407419, diakses tanggal 2020-12-01

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Madurai Viran.
  • Maduraiveeran temple at Anumanthapuram Chennai
  • Madurai Veeran altar at the New York Mari-Amman Koil
  • Blog post on origin of Madurai Veeran
  • l
  • b
  • s
Dewa-dewi Hindu
Konsep
  • Acintya
  • Awatara
  • Batara
  • Begawan
  • Dewa
  • Dewata
  • Dewi
  • Gramadewata
  • Istadewata
  • Iswara
  • Iswari
  • Kuladewata
  • Pitara
  • Sakti
Hindu omkaar
Dewa
individual
  • Balarama
  • Darmaraja
  • Citragupta
  • Dyaus
  • Ganesa (Ganapati)
  • Hanoman
  • Harihara
  • Himawan
  • Jwara
  • Kala
  • Kamajaya (Kamadewa)
  • Kartikeya (Skanda)
  • Manibadra
  • Nalakubara
  • Parjanya
  • Rewanta
  • Sakra
  • Sasta
  • Wiswakarma
  • Wiswaksena
  • selengkapnya …
Dewi
individual
  • Adisakti
  • Aditi
  • Alaksmi
  • Ambika
  • Aranyani
  • Badrakali
  • Baruni
  • Bramari
  • Bumi
  • Candi
  • Caya
  • Dewasena
  • Durga
    • Bawani
    • Yogeswari
  • Gangga
  • Gayatri
  • Jwala
  • Jyesta
  • Kamakya
  • Laksmi
    • Astalaksmi
  • Mahadewi
  • Mahakali
  • Manasa
  • Niladewi
  • Parwati
    • Anapurna
    • Gauri
    • Uma
  • Pertiwi
  • Radha
  • Ratih
  • Ratri
  • Saci
  • Sakambari
  • Saranya
  • Saraswati
  • Sasti
  • Siniwali
  • Sitala
  • Swaha
  • Tapati
  • Tulasi
  • Usas
  • Winayaki
  • Yami (Yamuna)
  • Yogamaya
  • selengkapnya …
Kelompok
  • 11 Rudra
  • 33 dewa
  • Abaswara
  • Aswin
  • Lokapala
  • Maharajika
  • Maruta
  • Prajapati
  • Rebu
  • Sadya
  • Tridewi
  • Tusita
  • Wasu
  • Wiswedewa
Aditya
  • Angsuman
  • Aryaman
  • Baga
  • Baruna
  • Data
  • Indra
  • Martanda
  • Mitra
  • Pusan
  • Sawitar
  • Twasta
  • Upendra (Wisnu)
  • Wiwaswat
Dasawatara
  • Matsya
  • Kurma
  • Waraha
  • Narasinga
  • Wamana
  • Parasurama
  • Rama
  • Kresna
  • Buddha
  • Kalki
Dikpala
  • Agni
  • Baruna
  • Bayu
  • Indra (Sakra)
  • Isana
  • Kuwera (Waisrawana)
  • Nirrti
  • Yama (Darmaraja)
Mahawidya
  • Bagalamuki
  • Bairawi
  • Buwaneswari
  • Cinamasta
  • Dumawati
  • Kamalatmika
  • Kali
  • Matanggi
  • Tara
  • Tripurasundari
Matrika
  • Brahmani
  • Camunda
  • Indrani
  • Kaumari
  • Maheswari
  • Pratyanggira (Narasingi)
  • Waisnawi
  • Warahi
Nawadewata
  • Brahma
  • Iswara
  • Mahadewa
  • Maheswara
  • Rudra
  • Sambu
  • Sangkara
  • Siwa
  • Wisnu
Nawadurga
  • Brahmacarini
  • Candraganta
  • Kalaratri
  • Katyayani
  • Kusmanda
  • Mahagauri
  • Sailaputri
  • Sididatri
  • Skandamata
Nawagraha
  • Anggaraka
  • Budha
  • Candra (Soma)
  • Ketu
  • Rahu
  • Sani
  • Sukra
  • Surya (Raditya)
  • Wrehaspati (Guru)
Trimurti
Brahma
Adiprajapati
Wisnu
  • Adimurti
  • Garbodaksayiwisnu
  • Jagatnata
  • Ksirodaksayiwisnu
  • Laksminarayana
  • Mahawisnu
  • Narayana
  • Purusotama
  • Wiswarupa
Siwa
  • Astamurti
  • Bairawa
    • Astabairawa
  • Isana
  • Mahadewa
  • Mahakala
  • Pasupati
  • Rawananugraha
  • Sadasiwa
  • Sambu
  • Yogeswara
Pancawingsatimurti (25 wujud Siwa)
  • Ardanariswara
  • Biksatana
  • Cakraprasada
  • Candesanugraha
  • Candrasekara
  • Daksinamurti
  • Ekapada
  • Gajasurasanghara
  • Harihara
  • Jalandarari
  • Kirata (Pasupatamurti)
  • Kalantaka
  • Kalyanasundara (Waiwahya)
  • Kamari
  • Kangkalamurti
  • Linggodbawa
  • Nataraja (Nirtarupaka)
  • Nilakanta
  • Somaskanda
  • Sukasana
  • Tripurantaka
  • Umamaheswara
  • Wignaprasada (Wignesanugraha)
  • Wirabadra
  • Wresaruda
Dewa-dewi regional (lokal)
Dewa
  • Barbarika (Khatu Shyam)
  • Betal
  • Bhaironji
  • Dharmathakur
  • Gogaji
  • Hattanath
  • Jhulelal
  • Kathivanur Viran
  • Khandoba
  • Muthappan
  • Potaraju
  • Ravalnath
  • Vachharadada
  • Venkateswara
  • Vettakkorumakan
  • Vithoba
Dewi
  • Akilandeswari
  • Ammawaru
  • Asanbibi
  • Ashapura
  • Bahuchara
  • Banai
  • Bonbibi
  • Jholabibi
  • Kadangot Makkam
  • Karni
  • Kecaikhati
  • Khodiyar
  • Kubjika
  • Maisamma
  • Meldi
  • Mhalsa
  • Mogal Ma
  • Momai
  • Nagnechya
  • Nukalamma
  • Oladevi
  • Poleramma
  • Rakteswari
  • Santoshi
  • Suswani
  • Vasurimala
Dewa-dewi Hindu Tamil
Dewa
  • Aiyanar
  • Ayyappan
  • Karuppuswami
  • Murugan
  • Kathavarayan
  • Madurai Viran
  • Muniandi
  • Muniswaran
  • Pavadairayan
  • Pillaiyar
  • Sudalai Madan
  • Tirumal
  • Virabahu
Dewi
  • Alamelu (Alarmel Mangai)
  • Angala Paramesvari
  • Deivayanai
  • Isakki
  • Kannaki Amman
  • Karumariamman
  • Kateri Amman
  • Korravai
  • Mariamman
  • Masani Amman
  • Minakshi
  • Nappinnai
  • Periyaci
  • Pidari
  • Ranganayaki
  • Valli
Dewa-dewi Hindu Bali
  • Batara Guru
  • Dewi Danu
  • Dewi Sri
  • Ida Bhatari Lingsir
  • Ratu Ayu Mas Penyarikan
  • Ratu Ayu Mekulem
  • Ratu Gede Dalam Dasar
  • Ratu Sakti Meduwe Ujung Sari
  • Ratu Sakti Pancering Jagat
Artikel terkait: Brahman · Tuhan dalam agama Hindu
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Legenda
  2. Referensi
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Sasta

Dewa Ayyanar (Nattarayan atau Sattan) di Tamil Nadu, sebagai Dewa Ayyanayake di kalangan suku Sinhala, dan Dewa Ayyappan di Kerala. Tugas utamanya sebagai

Vithoba

Viṭṭhala), dan Pandurangga (IAST: Pāṇḍuraṅga), adalah sesosok dewa Hindu yang utamanya dipuja di negara bagian India, yakni Maharashtra dan Karnataka.

Kerajaan Chola

kerajaan di Asia Selatan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026