Kekerasan struktural adalah sebuah bentuk kekerasan kala beberapa struktur sosial atau institusi sosial mencederai masyarakat dengan menghalangi mereka untuk mendapatkan hak atau kebutuhan dasar mereka.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sosiologi |
|---|
| Portal |
| Teori dan Sejarah |
| Metode penelitian |
| Topik dan Cabang |
|
agama ·
budaya ·
demografi |
Kekerasan struktural adalah sebuah bentuk kekerasan kala beberapa struktur sosial atau institusi sosial mencederai masyarakat dengan menghalangi mereka untuk mendapatkan hak atau kebutuhan dasar mereka.
Istilah tersebut dicetuskan oleh sosiolog Norwegia Johan Galtung, yang memperkenalkannya dalam artikel tahun 1969 "Violence, Peace, and Peace Research".[1] Beberapa contoh kekerasan struktural sebagaimana yang dicetuskan oleh Galtung meliputi rasisme, seksisme dan klasisme terinstitusionalisasi, dan lainnya.[2][3] Kekeraan struktural dan kekerasan langsung sangat berkegantungan, yang meliputi kekerasan keluarga, kekerasan gender, kejahatan kebencian, kekerasan rasial, kekerasan polisi, kekerasan negara, terorisme, dan perang.[4] Ini sangat berhubungan dengan ketidakadilan sosial sejauh hal tersebut berdampak orang berbeda dalam berbagai struktur sosial.[5]
Structural violence is ... the main cause of behavioral violence on a socially and epidemiologically significant scale (from homicide and suicide to war and genocide). The question as to which of the two forms of violence—structural or behavioral—is more important, dangerous, or lethal is moot, for they are inextricably related to each other, as cause to effect.