Sosiologi politik mempelajari hubungan antara negara dan masyarakat. Disiplin ilmu ini menggunakan sejarah komparatif untuk menganalisis tren sosio-politik yang sedang terjadi. Pertanyaan penelitian yang biasa dilontarkan dalam bidang ini adalah: "Mengapa sedikit sekali warga Amerika Serikat yang memberikan suara mereka?" Bidang ini berkembang dari karya Max Weber, Barrington Moore, Jr., dan Moisey Ostrogorsky. Sosiologi politik juga memberikan penekanan terhadap pendekatan fungsional struktural yaitu dalam hal perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem politik dan keberlangsungan suatu sistem politik untuk tetap hidup yang prosesnya berlangsung dalam lembaga-lembaga politik. Sosiologi politik mencakup pemeriksaan mengenai lingkungan kultural, lingkungan politik dan lingkungan sosial dari masyarakat individu yang bersangkutan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sosiologi |
|---|
| Portal |
| Teori dan Sejarah |
| Metode penelitian |
| Topik dan Cabang |
|
agama ·
budaya ·
demografi |
Sosiologi politik mempelajari hubungan antara negara dan masyarakat.[1] Disiplin ilmu ini menggunakan sejarah komparatif untuk menganalisis tren sosio-politik yang sedang terjadi. Pertanyaan penelitian yang biasa dilontarkan dalam bidang ini adalah: "Mengapa sedikit sekali warga Amerika Serikat yang memberikan suara mereka?"[2] Bidang ini berkembang dari karya Max Weber, Barrington Moore, Jr., dan Moisey Ostrogorsky.[3] Sosiologi politik juga memberikan penekanan terhadap pendekatan fungsional struktural yaitu dalam hal perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem politik dan keberlangsungan suatu sistem politik untuk tetap hidup yang prosesnya berlangsung dalam lembaga-lembaga politik.[4] Sosiologi politik mencakup pemeriksaan mengenai lingkungan kultural, lingkungan politik dan lingkungan sosial dari masyarakat individu yang bersangkutan.[5]
Berikut merupakan definisi sosiologi politik menurut para ahli: