Dalam studi sejarah, agama, dan khususnya ilmu politik, pembersihan adalah tindakan untuk menyingkirkan atau mengeksekusi orang-orang yang dianggap tidak diinginkan oleh pemerintah, orang-lain, pemimpin, atau masyarakat secara keseluruhan. Pembersihan dapat dilakukan tanpa kekerasan maupun dengan kekerasan (seperti pemenjaraan, pengasingan, atau pembunuhan terhadap orang yang dibersihkan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Dalam studi sejarah, agama, dan khususnya ilmu politik, pembersihan (bahasa Inggris: purge) adalah tindakan untuk menyingkirkan atau mengeksekusi orang-orang yang dianggap tidak diinginkan oleh pemerintah, orang-lain, pemimpin, atau masyarakat secara keseluruhan. Pembersihan dapat dilakukan tanpa kekerasan (seperti pencopotan jabatan) maupun dengan kekerasan (seperti pemenjaraan, pengasingan, atau pembunuhan terhadap orang yang dibersihkan.[1]
Istilah "purge" pada awalnya digunakan untuk menyebut praktik medis untuk membersihkan saluran pencernaan dari zat-zat berbahaya menggunakan laksatif. Istilah ini baru muncul sebagai istilah politis pada saat Perang Saudara Inggris, ketika upaya penyingkiran anggota parlemen yang mendukung Raja Charles I oleh Kolonel Thomas Pride dikenal sebagai "Pembersihan Pride" (bahasa Inggris: Pride's Purge).[2] Upaya pembersihan ini juga umumnya diterapkan pada berbagai rezim yang dipimpin oleh otokrat untuk menyingkirkan lawan politiknya, seperti pada saat Pembersihan Besar-besaran oleh Joseph Stalin dan Malam Pisau Panjang oleh Adolf Hitler.