Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kamajaya

Kamajaya atau Kamadewa adalah salah satu dewa dalam kepercayaan Hindu yang bergelar sebagai dewa cinta, asmara, hasrat atau gairah seksual, kenikmatan ragawi, dan keindahan. Ia juga merupakan personifikasi dari konsep ajaran Hindu yang disebut kāma. Dalam ikonografi, ia biasa digambarkan sebagai pemuda tampan dengan aneka bunga dan perhiasan, dipersenjatai dengan busur yang terbuat dari batang tebu, serta anak panah yang berbunga-bunga. Ia sering digambarkan berdampingan dengan pasangan sekaligus lawan mainnya, Dewi Ratih.

Wikipedia article
Diperbarui 2 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kamajaya
Kamajaya
Dewa Cinta, Asmara, Hasrat, dan Keindahan
Nama lainManmata, Madana, Anangga
Dewanagariकामदेव
IASTKāmadeva
Genderpria
AfiliasiDewa
KediamanKamaloka
PustakaAtharwaweda, Ramayana, Mahabharata, Harivamsha, Puranas
Mantraकामcode: sa is deprecated (kāma)[1]
SimbolMakara
Senjatabusur tebu dan panah berbunga
Wahanaburung bayan atau betet
Keluarga
Orang tuaBrahma (ayah)[a]
IstriRatih[b]
AnakHarsa dan Yasa (putra)
Padanan
RomawiKupido
YunaniEros[3]

Kamajaya atau Kamadewa (Dewanagari: कामदेव; ,IAST: Kāmadeva,; juga dikenal sebagai Kama, Manmata, dan Madana) adalah salah satu dewa dalam kepercayaan Hindu yang bergelar sebagai dewa cinta, asmara, hasrat atau gairah seksual, kenikmatan ragawi, dan keindahan. Ia juga merupakan personifikasi dari konsep ajaran Hindu yang disebut kāma. Dalam ikonografi, ia biasa digambarkan sebagai pemuda tampan dengan aneka bunga dan perhiasan, dipersenjatai dengan busur yang terbuat dari batang tebu, serta anak panah yang berbunga-bunga. Ia sering digambarkan berdampingan dengan pasangan sekaligus lawan mainnya, Dewi Ratih.[4]

Asal mula Kamajaya dapat ditelusuri dari sloka-sloka dalam Regweda dan Atharwaweda, meskipun ia lebih terkenal sebagai tokoh dalam kisah-kisah Purana. Kitab Atharwaweda memuliakannya sebagai dewa yang mahakuasa, pemegang kuasa pengadaan di alam semesta, dan juga menyatakan bahwa ialah yang terlahir paling pertama, tiada dewa maupun leluhur yang sebaya dengannya.[5]

Dalam kitab-kitab Purana, Kamajaya umumnya disebut sebagai manasaputra (putra yang terlahir dari pikiran) sang dewa pencipta, Brahma. Mitosnya yang terkenal mengisahkan pembakaran dirinya oleh api kemarahan dari mata ketiga Dewa Siwa, serta kelahirannya ke dunia manusia sebagai Pradyumna, putra sulung dari pasangan Kresna dan Rukmini.[6]

Memanah Siwa

Lihat pula: Kamarimurti dan Kakawin Smaradahana

Menurut mitologi Hindu, seorang asura bernama Taraka (Tarakasura) memperoleh anugerah kekuatan digdaya. Menurut prasyarat anugerah yang diterima Taraka, hanya putra Dewa Siwa yang dapat membunuhnya. Namun saat itu Siwa sedang menarik diri dari kesibukan dunia dan melakukan meditasi setelah kematian istrinya, Sati (Daksayani). Di bawah kepemimpinan Indra, para dewa mengutus Kamajaya (Kama) untuk membangkitkan gairah Siwa dan membuatnya jatuh cinta kepada Parwati, putri dewa gunung Himawan, yang merupakan reinkarnasi dari Sati.[7] Kisah Kama terurai dalam kitab Matsyapurana (sloka 227–255).[8][9] Dalam versi ini, Kamajaya pada mulanya menolak sebab berisiko tinggi dan berpotensi untuk membangkitkan kemarahan Siwa. Namun Indra terus meyakinkan dirinya bahwa tugas yang ia emban merupakan harapan demi kedamaian dunia.[7] Kamajaya pun akhirnya berangkat dengan ditemani Dewi Ratih (dewi kenikmatan) dan dewa musim semi (Madhu atau Wasanta).[10]

Kamadewa mengatur agar lebah beterbangan, bunga bermekaran, dan angin sepoi-sepoi mengganggu meditasi Siwa.[11] Setelah upaya pemecahan konsentrasi Siwa dianggap berhasil, Kamajaya meluncurkan anak panah Mohana (khayalan dan nafsu birahi), membuat Siwa berpikir sesaat tentang sosok Parwati. Namun, Siwa segera sadar bahwa meditasinya sedang diganggu. Dia pun membuka mata ketiganya, menyemburkan api yang segera membakar Kamajaya sampai menjadi abu.[12] Ratih memohon agar suaminya dihidupkan kembali. Dengan prihatin, Siwa menyatakan bahwa Kamajaya akan hidup kembali tetapi tanpa tubuh. Dia akan dikenal sebagai Anangga ("Yang tidak memiliki tubuh"), senantiasa ada tetapi tidak terlihat.[13][14]

Kitab Wamanapurana memberikan versi bahwa Siwa lebih rentan terhadap serangan panah cinta Kamajaya. Dalam versi ini, Siwa sedang meratapi kematian istri pertamanya, Sati (Daksayani). Dalam perundungan hasrat dan dukacita, Siwa kabur ke tengah hutan agar terhindar dari pengaruh Kamajaya. Namun, dengan melarikan diri ke sana, ia menyebabkan para istri brahmana di hutan menjadi tergila-gila padanya, menggambarkan sifat hasrat yang tidak terkendali, bahkan bagi para dewa.[15]

Dalam budaya Jawa

Sebagai kebudayaan yang mendapatkan pengaruh dari agama Hindu, tradisi pewayangan di Jawa juga memiliki kisah Kamajaya yang berbeda dengan cerita aslinya di India. Dalam pewayangan, Batara Kamajaya atau Sang Hyang Kamajaya adalah anak Semar (Sang Hyang Ismaya) dan Dewi Senggani. Ia berparas elok sekali. Kamajaya beristrikan Dewi Kamaratih, putri Sang Hyang Resi Soma. Dewi ini sebangsa bidadari yang sangat cantik. Dikisahkan bahwa Kamajaya dan Kamaratih tidak pernah berpisah, senantiasa menjaga keselamatan umat manusia di dunia, terutama keluarga Pandawa.

Batara Kamajaya bertempat tinggal di Kahyangan Cakrakembang. Ia memiliki senjata pamungkas berupa panah sakti bernama Kyai Pancawisaya. Dalam lakon pewayangan yang mengadaptasi kisah Mahabharata dari Hindu-India, dikisahkan bahwa Batara Kamajaya pernah ditugaskan oleh Sang Hyang Manikmaya untuk menurunkan Wahyu Cakraningrat kepada Raden Abimanyu alias Angkawijaya, putra Arjuna dengan Subadra, sebagai pasangan bagi Wahyu Hidayat yang diturunkan oleh Dewi Ratih kepada Utari, putri Prabu Matswapati, raja negara Wirata.

Lihat pula

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kamadeva.
  • Kama
  • Ratih
  • Kamaratih
  • Kakawin Smaradahana

Catatan

  1. ↑ Kama is mentioned as one of Brahma's mind born sons in the Puranas. In the Harivamsha, he is the son of the prajapati Dharma and his wife Lakshmi. Some traditions consider Kama (as Pradyumna) as the son of the god Vishnu (as Krishna) and his wife Lakshmi (as Rukmini).[2]
  2. ↑ In some scriptures, Kama has a second consort named Priti.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Kāṇe, Pāṇḍuraṅga Vāmana; Institute, Bhandarkar Oriental Research (1958). History of Dharmaśāstra.
  2. 1 2 Chandra, Suresh (November 7, 1998). Encyclopaedia of Hindu Gods and Goddesses. Sarup & Sons. ISBN 978-81-7625-039-9 – via Google Books.
  3. ↑ James Lochtefeld (2002), The Illustrated Encyclopedia of Hinduism, Volume 1, Rosen Publishing, New York, ISBN 0-8239-2287-1, page 340
  4. ↑ Sanford, A.W. (2005). "Shifting the Center: Yakṣas on the Margins of Contemporary Practice". Journal of the American Academy of Religion. 73 (1): 89–110. doi:10.1093/jaarel/lfi005.
  5. ↑ Webster, David (2004-12-31). The Philosophy of Desire in the Buddhist Pali Canon (dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm. 56. ISBN 978-1-134-27941-8.
  6. ↑ Hudson, D. Dennis (2008-09-25). The Body of God: An Emperor's Palace for Krishna in Eighth-Century Kanchipuram (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press, USA. hlm. 417. ISBN 978-0-19-536922-9.
  7. 1 2 Benton 2006, hlm. 40.
  8. ↑ Daniel Ingalls (1968). Sanskrit poetry, from Vidyākara's "Treasury". Harvard University Press. ISBN 978-0-674-78865-7., p.58
  9. ↑ Benton 2006, hlm. 39.
  10. ↑ Benton 2006, hlm. 41.
  11. ↑ Benton 2006, hlm. 45–46.
  12. ↑ Benton 2006, hlm. 46–47.
  13. ↑ Benton 2006, hlm. 49–50.
  14. ↑ Wendy Doniger O'Flaherty, (1975) Hindu Myths: A Sourcebook Translated from the Sanskrit. London: Penguin Books, p.157-159
  15. ↑ Benton 2006, hlm. 54-55.

Daftar pustaka

  • Benton, Catherine (2006). God of desire: tales of Kamadeva in Sanskrit story literature. Albany, New York: State University of New York Press. ISBN 978-0-7914-6565-3.
  • l
  • b
  • s
Dewa-dewi Hindu
Konsep
  • Acintya
  • Awatara
  • Batara
  • Begawan
  • Dewa
  • Dewata
  • Dewi
  • Gramadewata
  • Istadewata
  • Iswara
  • Iswari
  • Kuladewata
  • Pitara
  • Sakti
Hindu omkaar
Dewa
individual
  • Balarama
  • Darmaraja
  • Citragupta
  • Dyaus
  • Ganesa (Ganapati)
  • Hanoman
  • Harihara
  • Himawan
  • Jwara
  • Kala
  • Kamajaya (Kamadewa)
  • Kartikeya (Skanda)
  • Manibadra
  • Nalakubara
  • Parjanya
  • Rewanta
  • Sakra
  • Sasta
  • Wiswakarma
  • Wiswaksena
  • selengkapnya …
Dewi
individual
  • Adisakti
  • Aditi
  • Alaksmi
  • Ambika
  • Aranyani
  • Badrakali
  • Baruni
  • Bramari
  • Bumi
  • Candi
  • Caya
  • Dewasena
  • Durga
    • Bawani
    • Yogeswari
  • Gangga
  • Gayatri
  • Jwala
  • Jyesta
  • Kamakya
  • Laksmi
    • Astalaksmi
  • Mahadewi
  • Mahakali
  • Manasa
  • Niladewi
  • Parwati
    • Anapurna
    • Gauri
    • Uma
  • Pertiwi
  • Radha
  • Ratih
  • Ratri
  • Saci
  • Sakambari
  • Saranya
  • Saraswati
  • Sasti
  • Siniwali
  • Sitala
  • Swaha
  • Tapati
  • Tulasi
  • Usas
  • Winayaki
  • Yami (Yamuna)
  • Yogamaya
  • selengkapnya …
Kelompok
  • 11 Rudra
  • 33 dewa
  • Abaswara
  • Aswin
  • Lokapala
  • Maharajika
  • Maruta
  • Prajapati
  • Rebu
  • Sadya
  • Tridewi
  • Tusita
  • Wasu
  • Wiswedewa
Aditya
  • Angsuman
  • Aryaman
  • Baga
  • Baruna
  • Data
  • Indra
  • Martanda
  • Mitra
  • Pusan
  • Sawitar
  • Twasta
  • Upendra (Wisnu)
  • Wiwaswat
Dasawatara
  • Matsya
  • Kurma
  • Waraha
  • Narasinga
  • Wamana
  • Parasurama
  • Rama
  • Kresna
  • Buddha
  • Kalki
Dikpala
  • Agni
  • Baruna
  • Bayu
  • Indra (Sakra)
  • Isana
  • Kuwera (Waisrawana)
  • Nirrti
  • Yama (Darmaraja)
Mahawidya
  • Bagalamuki
  • Bairawi
  • Buwaneswari
  • Cinamasta
  • Dumawati
  • Kamalatmika
  • Kali
  • Matanggi
  • Tara
  • Tripurasundari
Matrika
  • Brahmani
  • Camunda
  • Indrani
  • Kaumari
  • Maheswari
  • Pratyanggira (Narasingi)
  • Waisnawi
  • Warahi
Nawadewata
  • Brahma
  • Iswara
  • Mahadewa
  • Maheswara
  • Rudra
  • Sambu
  • Sangkara
  • Siwa
  • Wisnu
Nawadurga
  • Brahmacarini
  • Candraganta
  • Kalaratri
  • Katyayani
  • Kusmanda
  • Mahagauri
  • Sailaputri
  • Sididatri
  • Skandamata
Nawagraha
  • Anggaraka
  • Budha
  • Candra (Soma)
  • Ketu
  • Rahu
  • Sani
  • Sukra
  • Surya (Raditya)
  • Wrehaspati (Guru)
Trimurti
Brahma
Adiprajapati
Wisnu
  • Adimurti
  • Garbodaksayiwisnu
  • Jagatnata
  • Ksirodaksayiwisnu
  • Laksminarayana
  • Mahawisnu
  • Narayana
  • Purusotama
  • Wiswarupa
Siwa
  • Astamurti
  • Bairawa
    • Astabairawa
  • Isana
  • Mahadewa
  • Mahakala
  • Pasupati
  • Rawananugraha
  • Sadasiwa
  • Sambu
  • Yogeswara
Pancawingsatimurti (25 wujud Siwa)
  • Ardanariswara
  • Biksatana
  • Cakraprasada
  • Candesanugraha
  • Candrasekara
  • Daksinamurti
  • Ekapada
  • Gajasurasanghara
  • Harihara
  • Jalandarari
  • Kirata (Pasupatamurti)
  • Kalantaka
  • Kalyanasundara (Waiwahya)
  • Kamari
  • Kangkalamurti
  • Linggodbawa
  • Nataraja (Nirtarupaka)
  • Nilakanta
  • Somaskanda
  • Sukasana
  • Tripurantaka
  • Umamaheswara
  • Wignaprasada (Wignesanugraha)
  • Wirabadra
  • Wresaruda
Dewa-dewi regional (lokal)
Dewa
  • Barbarika (Khatu Shyam)
  • Betal
  • Bhaironji
  • Dharmathakur
  • Gogaji
  • Hattanath
  • Jhulelal
  • Kathivanur Viran
  • Khandoba
  • Muthappan
  • Potaraju
  • Ravalnath
  • Vachharadada
  • Venkateswara
  • Vettakkorumakan
  • Vithoba
Dewi
  • Akilandeswari
  • Ammawaru
  • Asanbibi
  • Ashapura
  • Bahuchara
  • Banai
  • Bonbibi
  • Jholabibi
  • Kadangot Makkam
  • Karni
  • Kecaikhati
  • Khodiyar
  • Kubjika
  • Maisamma
  • Meldi
  • Mhalsa
  • Mogal Ma
  • Momai
  • Nagnechya
  • Nukalamma
  • Oladevi
  • Poleramma
  • Rakteswari
  • Santoshi
  • Suswani
  • Vasurimala
Dewa-dewi Hindu Tamil
Dewa
  • Aiyanar
  • Ayyappan
  • Karuppuswami
  • Murugan
  • Kathavarayan
  • Madurai Viran
  • Muniandi
  • Muniswaran
  • Pavadairayan
  • Pillaiyar
  • Sudalai Madan
  • Tirumal
  • Virabahu
Dewi
  • Alamelu (Alarmel Mangai)
  • Angala Paramesvari
  • Deivayanai
  • Isakki
  • Kannaki Amman
  • Karumariamman
  • Kateri Amman
  • Korravai
  • Mariamman
  • Masani Amman
  • Minakshi
  • Nappinnai
  • Periyaci
  • Pidari
  • Ranganayaki
  • Valli
Dewa-dewi Hindu Bali
  • Batara Guru
  • Dewi Danu
  • Dewi Sri
  • Ida Bhatari Lingsir
  • Ratu Ayu Mas Penyarikan
  • Ratu Ayu Mekulem
  • Ratu Gede Dalam Dasar
  • Ratu Sakti Meduwe Ujung Sari
  • Ratu Sakti Pancering Jagat
Artikel terkait: Brahman · Tuhan dalam agama Hindu
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • VIAF
  • GND

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Memanah Siwa
  2. Dalam budaya Jawa
  3. Lihat pula
  4. Catatan
  5. Catatan kaki
  6. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Pahlawan nasional Indonesia

Gelar penghargaan resmi tingkat tertinggi di Indonesia

Kamaratih

Dewi bulan menurut mitologi Hindu Nusantara

Daftar tokoh wayang

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026