Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiJalur kereta api Jakarta–Cikampek–Padalarang
Artikel Wikipedia

Jalur kereta api Jakarta–Cikampek–Padalarang

Jalur kereta api Jakarta–Cikampek–Padalarang adalah jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Jakarta Kota dengan Stasiun Cikampek kemudian dilanjut ke Stasiun Padalarang. Jalur ini melintasi dua provinsi, yaitu Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat dengan dua kabupaten/kota yang dilayani jalur ini berada di wilayah metropolitan Jabodetabek dan satu kabupaten berada di wilayah metropolitan Bandung Raya. Jalur ini merupakan salah satu jalur kereta api antarkota yang terpadat di Indonesia menghubungkan DKI Jakarta beserta wilayah penyanggannya dengan Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur serta sejak 1920-an merupakan jalur ganda dan pada segmen Jatinegara–Bekasi telah dielektrifikasi sejak tahun 1992.

jalur kereta api di Indonesia
Diperbarui 5 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jalur kereta api Jakarta–Cikampek–Padalarang
Jalur kereta api Jakarta–Cikampek–Padalarang
Jembatan Kedunggedeh di atas Ci Tarum
Ikhtisar
Nama asliKrawanglijn (hanya Batavia–Karawang)
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
TerminusJakarta Kota
Padalarang
Stasiun47
Operasi
Dibuka1898–1906
PemilikDirektorat Jenderal Perkeretaapian
Operator
  • PT Kereta Api Indonesia
  • Daerah Operasi I Jakarta (Jakarta–Cikampek)
  • Daerah Operasi II Bandung (Cikampek–Padalarang)
  • KAI Commuter
Karakteristik lintasLintas datar (Jakarta–Cikampek)
Lintas pegunungan (Cikampek–Padalarang)
Depo
  • Daerah Operasi I Jakarta
    • Cipinang (Jakarta Kota–Cikampek)
    • Bandung (Cibungur–Padalarang)
  • KAI Commuter
    • Bukit Duri dan Depok (Jakarta Kota–Cikarang)
    • Bandung (Cikarang–Padalarang)
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in) Lebar sepur Cape
Elektrifikasi1.500 V DC listrik aliran atas (KAI Commuter (Jakarta Kota–Cikarang))
Kecepatan operasi
  • 40–70 km/h (25–43 mph) (Jakarta Kota–Jatinegara)
  • 70–115 km/h (43–71 mph) (Jatinegara–Cikarang)
  • 90–120 km/h (56–75 mph) (Cikarang–Cikampek)
  • 80–100 km/h (50–62 mph) (Cikampek–Purwakarta)
  • 40–60 km/h (25–37 mph) (Purwakarta–Padalarang)
Titik tertinggi+695 m (Padalarang)
Peta rute
Legenda


km
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

0+000
Jakarta Kota
+4 M
Left arrow JAK–BOO
Right arrow MER–THB–KPB
1+364
Kampung Bandan
+3 M
ke Ancol
(JAK–TPK Right arrow)
ke Ancol
(TPK–KMO Right arrow)
2+808
Rajawali
+5 M
4+709
Kemayoran
+4 M
6+145
Pasar Senen
+4,7 M
7+712
Gang Sentiong
+7 M
8+685
Kramat
+10 M
10+514
Pondok Jati
+14 M
Left arrow THB–MRI–JNG
jalur lama
Left arrow THB–MRI–JNG
jalur baru
11+750
Jatinegara
+16 M
Tol
Jalan Tol Lingkar
Dalam Jakarta
13+381
Depo Lokomotif
Cipinang
15+145
Klender
+10 M
18+245
Buaran
+11 M
19+550
Klender Baru
+11 M
Kanal Banjir Timur
20+935
Cakung
+18 M
DKI Jakarta
Jawa Barat
Tol
Jalan Tol
Lingkar Luar Jakarta
22+390
Rawabebek
Nasional 1 di Jawa Tengah Jl. Sultan Agung
24+032
Kranji
+18 M
Depo KRL Bekasi
26+403
Bekasi
+19 M
28+920
Bekasi Timur
+19 M
33+359
Tambun
+19 M
36+800
Cibitung
+19 M
Tol
Jalan Tol Lingkar
Luar Jakarta 2
39+600
Metland
Telagamurni
+18 M
43+400
Cikarang
+18 M
awal elektrifikasi
Nasional 1 di Jawa Tengah
Jl. R.E. Martadinata
 
Cikarang Dry Port
47+628
Lemahabang
+16 M
52+948
Rengasbandung
56+623
Kedunggedeh
+14 M
BH-221
Ci Tarum
200 m
62+869
Karawang
+16 M
Nasional 1 di Jawa Tengah
Jl. Raya Klari
 
68+864
Klari
+23 M
73+774
Kosambi
+28 M
80+745
Dawuan
+31 M
84+007
Cikampek
+46 M
CKP–CN–KYA Right arrow
Nasional 1
Jl. Ahmad Yani
 
Tol
Jalan Tol
Cipali
Daop 1 JAK
Daop 2 BD
91+643
Cibungur
+77 M
Cibening
97+778
Sadang
+94 M
Nasional 4
Jl. Veteran
 
102+173
Pasar Jumahat
103+070
Purwakarta
+84 M
Nasional 4
Jl.Raya Ciganea
 
Tol
Jalan Tol
Cipularang
109+635
Ciganea
+141 M
116+871
Sukatani
+226 M
120+941
Plered
+257 M
127+164
Cisomang
+338 M
BH 445
Jembatan Cisomang
243 m
132+869
Cikadongdong
+408 M
135+946
Rendeh
+447 M
140+066
Maswati
+499 M
BH-503
Terowongan Sasaksaat
949 m
144+711
Sasaksaat
+541 M
Nasional 4
Jl. Raya Purwakarta
 
Tol
Jalan Tol
Cipularang
BH-513
Jembatan Cikubang
300 m
151+767
Cilame
+633 M
BH-
Jembatan Cibisoro
Tol
Jalan Tol
Cipularang
ke Cianjur
Up arrow BOO–PDL–KH
159+072
Padalarang
Whoosh
+695 M
ke Bandung
Down arrow BOO–PDL–KH

km


 
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Jalur kereta api Jakarta–Cikampek–Padalarang adalah jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Jakarta Kota dengan Stasiun Cikampek kemudian dilanjut ke Stasiun Padalarang. Jalur ini melintasi dua provinsi, yaitu Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat (Kabupaten/Kota Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Bandung Barat) dengan dua kabupaten/kota yang dilayani jalur ini berada di wilayah metropolitan Jabodetabek dan satu kabupaten berada di wilayah metropolitan Bandung Raya. Jalur ini merupakan salah satu jalur kereta api antarkota yang terpadat di Indonesia menghubungkan DKI Jakarta beserta wilayah penyanggannya dengan Jawa Barat (kecuali wilayah Bodebek), Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur serta sejak 1920-an merupakan jalur ganda dan pada segmen Jatinegara–Bekasi telah dielektrifikasi sejak tahun 1992.[1]

Pada masa kolonial, segmen Batavia–Cikampek umumnya dirujuk sebagai Krawanglijn (bahasa Belanda dari lin Karawang) serta merupakan bagian dari lintas utara Jawa; sementara Cikampek–Padalarang merupakan jalur kereta api penghubung antara lintas selatan dan utara Jawa. Jalur ini dibina oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta pada segmen Jakarta–Cikampek dan Bandung pada segmen Cikampek–Padalarang.[2]

Karena meningkatnya frekuensi perjalanan kereta api, segmen Cikarang–Jatinegara dibangun menjadi jalur dwiganda. Jalur akan memiliki empat jalur dengan sepasang jalur untuk kereta api antarkota dan sepasang lainnya untuk kereta api komuter. Saat ini, jalur dwiganda telah beroperasi dari Stasiun Jatinegara hingga Stasiun Bekasi dan direncanakan ini akan sampai Stasiun Cikarang.

Terdapat dua jembatan yang melintasi dua sungai bersejarah: Kali Bekasi (di dekat Stasiun Bekasi) dan Ci Tarum (di dekat Stasiun Kedunggedeh). Sementara itu, pada segmen Cikampek–Padalarang, jalur ini mengubah dari lintas datar menjadi lintas pegunungan. Segmen ini juga memiliki banyak jembatan; dua yang terkenal adalah Jembatan Cikubang yang memiliki panjang kurang lebih 300 meter serta Jembatan Cisomang yang ketinggian dari dasar lembah sekitar 100 meter dan merupakan jembatan tertinggi di Pulau Jawa bahkan Asia Tenggara. Selain itu di jalur ini juga menjadi terowongan kereta api konvensional terpanjang di Jawa yang aktif, yaitu Terowongan Sasaksaat dengan panjang 949 meter.

Sejarah

Awal pembangunan segmen Batavia–Karawang (1880–1898)

Pengoperasian jalur ini dilakukan secara bertahap. Awalnya, jalur kereta api segmen pertama, yaitu Batavia–Karawang, dibangun dan dioperasikan oleh Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij (BOS). Proposal konsesi jalur ini diajukan pada Juli 1880, kemudian dikabulkan dalam keputusan tanggal 4 Januari 1882, kepada pemegang saham pengendali H.J. Meertens dan firma Tiedeman dan Van Kerchem. Proposal ini sudah termasuk jalur-jalur cabang yang akan dibangun. Namun, trase jalur ini sempat ditangguhkan konsesinya oleh Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) menurut keputusan 11 Oktober 1883 No. 34, karena banyak terjadi revisi trase jalur.[3]: 40  Sementara itu, proposal untuk memperpanjang jalur sampai Cirebon tidak disetujui. Bahkan perusahaan ini bersaing dengan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), mengenai siapa yang berhak untuk mengoperasikan Pelabuhan Tanjung Priok. Hal ini dikarenakan pada masa itu, Pemerintah Kolonial memutuskan bahwa eksploitasi kereta api jalur Priok juga mewajibkan eksploitasi atas pelabuhan tersebut. Menanggapi persaingan yang masih terus bergulir, Pemerintah Kolonial menugasi Staatsspoorwegen, perusahaan yang dibentuk oleh Pemerintah Kolonial, untuk mengoperasikan jalur tersebut mulai 2 November 1885.[4]

Dengan keputusan No. 1a tanggal 19 Februari 1884, ditetapkan bahwa jalur kereta api dari Batavia–Pasar Senen–Meester Cornelis–Bekasi akhirnya disepakati dan pembangunan akhirnya dilaksanakan. Pada tanggal 31 Maret 1887 jalur Batavia–Bekasi yang dibangun oleh BOS, sudah siap untuk lalu lintas umum.[3]: 40  Selanjutnya, pada tanggal 14 Agustus 1890, jalurnya dipanjangkan sampai Cikarang, kemudian ke Kedunggedeh pada 21 Juni 1891, dan terakhir ke Karawang pada 20 Maret 1898.[3]: 116 

Pembangunan segmen Karawang–Bandung (1898–1906)

Karena semakin banyak yang ingin cepat sampai ke Bandung, muncul upaya untuk memperpanjang jalur BOS dan mengarahkannya ke Preangerlijn (jalur kereta api Bogor–Padalarang–Kasugihan). Muncul proposal konsesi yang diterima oleh Menteri Urusan Jajahan Hindia Belanda kala itu, J. T. Cremer. Kala itu, Cremer juga telah menandatangani kesepakatan akuisisi jalur Batavia–Karawang dari BOS, sekaligus melunasi tagihan utang kepada Serikat Pekerja Umum. Akuisisi tersebut disahkan dalam Staatsblad No. 222 pada tanggal 9 Juni 1898. Dengan harga beli sebesar ƒ3.900.000, Negara Hindia Belanda menjadi pemilik prasarana yang akan diperpanjang sampai Padalarang. Akuisisi ini akhirnya rampung pada 4 Agustus 1898.[3]: 59, 116  Setelah akuisisi rampung, SS mengembangkan jalur ini. Dibangun dua jalur baru, yakni dari Stasiun Batavia BOS ke Tanjung Priok, serta jalur menuju Anyer Kidul, sehingga Batavia BOS tidak lagi dianggap terminus..[5] Kelanjutan jalurnya sendiri diteruskan oleh SS menuju Cikampek dan Purwakarta dan diresmikan pada tanggal 27 Desember 1902, kemudian dilanjut menerjang pegunungan hingga akhirnya sampai di Padalarang pada tanggal 2 Mei 1906. Kelanjutan jalur tersebut dibangun untuk memangkas waktu tempuh perjalanan kereta api Jakarta–Bandung.[3]: 59 

Setelah perpanjangan jalur menuju Purwakarta, pada 1 Maret 1904 juga sudah rampung jalur Kemayoran–Ancol–Tanjung Priok.[5] Selanjutnya, jalur ini kemudian disambungkan menuju Meester Cornelis, sehingga jalur ini sudah dipandang mirip jalur ganda, tetapi sebenarnya adalah sepasang jalur tunggal yang tugasnya untuk memisahkan kereta api yang menuju Batavia dan yang menuju Tanjung Priok.[6] SS juga membangun kembali Stasiun Pasar Senen dan Kemayoran, dan proyek-proyek ini menggelontorkan dana sebesar ƒ350.000,00.[7]

Pembangunan jalur ganda dan elektrifikasi Jakarta–Jatinegara 1920-an

Jalur ganda pada lintas ini mulai diinisiasi pada 1922. Pada 24 Juni 1922, koran de Preangerbode melaporkan progres proyek jalur ganda yang saat itu masih dalam pembuatan jembatan kembar. Jembatan Kedunggedeh, di atas aliran Ci Tarum, dibuat menggunakan kerangka baja yang diimpor dari pabrik baja di Jerman, dan bahkan pembuatannya di lapangan pun melibatkan gabungan insinyur Belanda dan Jerman.[8] Pada awal Oktober 1923, SS telah mengumumkan perubahan grafik perjalanan kereta api terbaru, sehubungan dengan pengoperasian jalur ganda Kemayoran hingga Cikampek.[9]

Elektrifikasi juga di waktu itu juga berlangsung. Pada 6 April 1925, dua bangunan baru Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tanjung Priok mulai dibuka sebagai bagian dari peringatan ulang tahun ke-50 SS, sekaligus meresmikan kereta api komuter Batavia–Meester Cornelis. Namun, operasional jalur ganda dan elektrifikasi baru selesai dituntaskan setelah Stasiun Jakarta Kota diresmikan pada 8 Oktober 1929. Pada 1930, seluruh jalur ganda kereta api yang ada di lintas Batavia telah rampung.[10]

Pada tanggal 28 Oktober 1930, bangunan baru Stasiun Karawang akhirnya dioperasikan, menggantikan stasiun lama.[11]

Elektrifikasi 1992 dan 2017

Sehubungan dengan rencana perluasan KRL Jabotabek, PJKA dan Departemen Perhubungan memulai melaksanakan elektrifikasi. Pada 13 Mei 1988 saja, di Stasiun Bekasi, pembebasan lahan saja masih belum dituntaskan. Lahan tersebut digunakan untuk membangun Depo KRL Bekasi sekaligus perluasan emplasemen stasiun.[12] Hingga 1992, progres proyek pun akhirnya sampai dengan pembangunan fasilitas sarana kelistrikan untuk KRL Jabotabek yang akan diperpanjang hingga Bekasi. Elektrifikasi yang digunakan adalah 1.500 V DC listrik aliran atas. Bangunan stasiun baru juga ditambah dan dibuat sebagai stasiun KA komuter, termasuk membangun Stasiun Buaran, Klender Baru, dan Rawabebek.[13] Proses elektrifikasi jalur ini pun rampung saat gardu LAA di Kranji dinyalakan 8 September dan 8 Oktober 1992, Jatinegara pada 23 September 1992, dan Jakarta Kota pada 27 November 1992.[14]

Berikutnya, antara tahun 2014 hingga 2017, dilakukan perpanjangan elektrifikasi menuju Stasiun Cikarang. Proyek perpanjangan elektrifikasi ini menelan biaya sebesar Rp2,3 triliun dan beroperasi mulai 8 Oktober 2017.[15]

Pembangunan ganda Cikampek–Padalarang

Proyek jalur ganda ini merupakan bagian dari peningkatan kapasitas lintas di rute Cikampek–Bandung. Sampai saat ini, ruas-ruas di jalur ini yang sudah menjadi jalur ganda adalah ruas Cikampek–Purwakarta, Ciganea–Sukatani, dan Plered–Cikadongdong.[16][17] Karena merupakan jalur pegunungan, jalur ganda Ciganea–Sukatani juga mengepras perbukitan rawan longsor di daerah Ciganea dari jalur kereta api yang tadinya berkelak-kelok mengikuti kontur bukit menjadi lebih lurus dan melewati jembatan baru yang terbuat dari beton. Jembatan ini sekarang dikenal sebagai Jembatan Cisuren.[18] Pada 3 Desember 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan Jembatan Cisomang.[19]

Pembangunan jalur dwiganda Manggarai–Cikarang

Di lintas Manggarai–Cikarang sedang dibangun jalur dwiganda atau disebut juga quadruple track untuk segmen Manggarai–Jatinegara–Cikarang sepanjang 34 kilometer; menghubungkan Stasiun Manggarai sampai Stasiun Cikarang, dan dipakarsai oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian.[20] Proyek ini bertujuan untuk memisahkan jalur utama untuk kereta api antarkota dan jalur kereta komuter sehingga menghilangkan keterlambatan Commuter Line Jabodetabek dan juga sekaligus menambah kapasitas penumpang yang semula 850 ribu penumpang menjadi 1,2 juta penumpang per harinya.[20] Proyek ini dimulai sejak tahun 2013 dan diharapkan selesai pada 2019.[21]

Proyek ini menggunakan sistem pembiayaan paket,yang dibagi menjadi paket A, paket B1, dan paket B21.[21] Paket A senilai Rp2,5 triliun dengan menggunakan sukuk negara, Paket B1 senilai 3 triliun berasal dari pinjaman Jepang, dan Paket B21 sebesar 1 triliun dari APBN.[21]

Untuk mempersiapkan proyek ini, beberapa stasiun ada yang direnovasi dengan menambahkan bangunan baru dan ada yang ditambahkan. Selain itu, dibangun dua stasiun baru yang dikhususkan untuk KRL, yaitu Stasiun Telaga Murni dan Stasiun Bekasi Timur.[22][23] Pengoperasian jalur dwiganda telah dilakukan di segmen Stasiun Jatinegara sampai Stasiun Cakung mulai 14 April 2019[24] dan kemudian hingga Stasiun Bekasi mulai 17 Desember 2022.

Jalur terhubung

Lintas aktif

  • Jakarta–Bogor
  • Merak–Tanah Abang–Kampung Bandan
  • Cikampek–Cirebon–Kroya
  • Bogor–Padalarang–Kasugihan
  • Lintas Jakarta – Jakarta Kota–Tanjung Priok
  • Lintas Jakarta – Tanjung Priok–Kemayoran
  • Lintas Jakarta – Tanah Abang–Manggarai–Jatinegara
  • Kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh)

Lintas nonaktif

  • Trem Karawang
  • Lemahabang–Jonggol (rel dogong milik N.V. Michiels–Arnold)

Layanan kereta api

Penumpang

Antarkota

Lintas selatan Jawa
Nama kereta api Relasi perjalanan
Eksekutif-Ekonomi
Papandayan Gambir–Bandung–Garut
Pangandaran Gambir–Bandung–Banjar
Ekonomi
Cikuray Pasar Senen–Bandung–Garut
Serayu Pasar Senen–Kiaracondong–Purwokerto
Lintas tengah Jawa
Nama kereta api Relasi perjalanan
Eksekutif
Purwojaya Gambir–Purwokerto–Cilacap
Taksaka Gambir–Purwokerto–Yogyakarta
Argo Lawu Gambir–Purwokerto–Solo Balapan
Argo Dwipangga
Manahan
Argo Semeru Gambir–Purwokerto–Surabaya Gubeng
Bima
Brawijaya Gambir–Semarang Tawang–Malang
Gajayana Gambir–Purwokerto–Malang
Eksekutif-Ekonomi
Parahyangan Gambir–Bandung
Cakrabuana Gambir–Cirebon–Purwokerto
Sawunggalih Pasar Senen–Purwokerto–Kutoarjo
Kutojaya Utara
Ciremai Bandung–Cirebon–Semarang Tawang
Fajar dan Senja Utama Yogyakarta Pasar Senen–Purwokerto–Yogyakarta
Bogowonto Pasar Senen–Purwokerto–Lempuyangan
Gajahwong
Fajar dan Senja Utama Solo Pasar Senen–Purwokerto–Solo Balapan
Mataram
Batavia Gambir–Purwokerto–Solo Balapan
Madiun Jaya Pasar Senen–Purwokerto–Madiun
Bangunkarta Pasar Senen–Purwokerto–Jombang
Brantas Pasar Senen–Semarang Tawang–Blitar
Harina Bandung–Cirebon–Surabaya Pasarturi
Gaya Baru Malam Selatan Pasar Senen–Purwokerto–Surabaya Gubeng
Singasari Pasar Senen–Purwokerto–Blitar
Ekonomi
Progo Pasar Senen–Purwokerto–Lempuyangan
Bengawan Pasar Senen–Purwokerto–Purwosari
Jaka Tingkir Pasar Senen–Purwokerto–Solo Balapan
Jayakarta Pasar Senen–Purwokerto–Surabaya Gubeng
Majapahit Pasar Senen–Semarang Tawang–Malang
Matarmaja Pasar Senen–Semarang Poncol–Malang
Lintas utara Jawa
Nama kereta api Relasi perjalanan
Eksekutif
Argo Sindoro Gambir–Semarang Tawang
Argo Muria
Argo Merbabu
Argo Bromo Anggrek Gambir–Surabaya Pasarturi
Sembrani
Argo Anjasmoro
Pandalungan Gambir–Surabaya Pasarturi–Jember
Eksekutif-Ekonomi
Cheribon Gambir–Cirebon
Tegal Bahari Pasar Senen–Tegal
Tawang Jaya Pasar Senen–Semarang Tawang
Menoreh
Gunung Jati Gambir–Cirebon–Semarang Tawang
Gumarang Pasar Senen–Surabaya Pasarturi
Dharmawangsa
Jayabaya Pasar Senen–Surabaya Pasarturi–Malang
Blambangan Ekspres Pasar Senen–Surabaya Pasarturi–Ketapang
Ekonomi
Tawang Jaya Pasar Senen–Semarang Poncol
Kertajaya Pasar Senen–Surabaya Pasarturi
Airlangga

Komuter (Commuter Line)

Nama kereta api Relasi
Commuter Line Cikarang Kampung Bandan [a] Cikarang
Bekasi
Tambun (sebagian jadwal)
LW Commuter Line Walahar Cikarang Purwakarta
LW Commuter Line Jatiluhur Cikampek

Barang

Nama kereta api Relasi perjalanan
Angkutan peti kemas Tanjung Priuk Lemahabang
Lintas tengah Jawa
Angkutan semen Sinar Tambang Arthalestari Klari Kretek
Angkutan logistik ONS Parcel Tengah Kampung Bandan Malang
Lintas utara Jawa
Angkutan peti kemas Klari Kalimas
Kampung Bandan
Tanjung Priuk Kalimas
Benteng
Angkutan peti kemas baja coil Krakatau Steel Krenceng Kalimas
Angkutan logistik ONS Parcel Utara Kampung Bandan Surabaya Pasarturi
Angkutan Semen Indonesia Babat
Angkutan semen Indocement Nambo Brambanan


Daftar stasiun

Jalur lama

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Batavia BOS–Jatinegara–Cikampek
Segmen Batavia–Bekasi
Diresmikan pada tanggal 31 Maret 1887
oleh Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta
Batavia BOS Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Baratkm 0+000 (pusat utama)Tidak beroperasi
0461 Goenoengsarie GNSkm 2+200Tidak beroperasi
Jalur seterusnya lihat #Segmen aktif

Segmen aktif

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Batavia BOS–Cikampek–Padalarang
Segmen Jakarta Kota–Kampung Bandan
Diresmikan pada tanggal 8 Oktober 1929
oleh Staatsspoorwegen
0420Jakarta KotaJAKKJalan Stasiun Kota No. 1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Baratkm 0+000+4 mBeroperasi
0486Kampung BandanKPBAncol, Pademangan, Jakarta Utarakm -(0+363) lintas Kampung Bandan–Angke
km 1+364 lintas Jakarta Kota–Jatinegara–Cikampek
km 1+364 lintas Jakarta Kota–Tanjung Priok
+3 mBeroperasi
Segmen Batavia–Bekasi
Diresmikan pada tanggal 31 Maret 1887
oleh Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij
0461 Gunung Sahari GNSkm 2+200Tidak beroperasi
0459Rajawali
d.h. Pisangbatu
RJWJalan Industri No. 1, Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusatkm 2+808+5 mBeroperasi
0462KemayoranKMOJalan Garuda, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusatkm 4+709+4 mBeroperasi
0470Pasar SenenPSEJalan Stasiun Senen No. 14, Senen, Senen, Jakarta Pusatkm 6+145+4,7 mBeroperasi
0471Gang Sentiong
d.h. Kebon Melati
GSTJohar Baru, Johar Baru, Jakarta Pusatkm 7+712+7 mBeroperasi
0473KramatKMTJalan Percetakan Negara III, Paseban, Senen, Jakarta Pusatkm 8+685+10 mBeroperasi
0474Pondok Jati
d.h. Gang Solitude
POKPal Meriam, Matraman, Jakarta Timurkm 10+514+14 mBeroperasi
0450JatinegaraJNGJalan Bekasi Barat Raya, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timurkm 11+750 lintas Jakarta Kota-Cikampek-Cirebon Prujakan-Purwokerto-Kroya
km 2+662 lintas Manggarai-Jatinegara
+16 mBeroperasi
0451 Cipinang CPNJalan Bekasi Timur Raya, Pisangan Timur, Pulo Gadung, Jakarta Timurkm 13+381+14 mTidak beroperasi
0501KlenderKLDJalan Bekasi Timur Raya, Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timurkm 15+145+10 mBeroperasi
BuaranBUAJalan I Gusti Ngurah Rai, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timurkm 18+245+11 mBeroperasi
Klender BaruKLDBJalan I Gusti Ngurah Rai, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timurkm 19+550+11 mBeroperasi
0502CakungCUKJalan Stasiun Cakung, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timurkm 20+935+18 mBeroperasi
Perbatasan Provinsi DKI Jakarta
Perbatasan Provinsi Jawa Barat
Rawabebek RWBJalan Arteri Pondok Kopi-Kranji, Kota Baru, Bekasi Barat, Bekasikm 22+390Tidak beroperasi
0503KranjiKRIKranji, Bekasi Barat, Bekasikm 24+032+18 mBeroperasi
0504BekasiBKSNasional 1 di {{Rute/Kode daerah Jalan Ir. H. Juanda, Marga Mulya, Bekasi Utara, Bekasikm 26+403+19 mBeroperasi
Segmen Bekasi–Cikarang
Diresmikan pada tanggal 14 Agustus 1890
Bekasi TimurBKSTNasional 1 di {{Rute/Kode daerah Jalan Ir. H. Juanda, Duren Jaya, Bekasi Timur, Bekasikm 28+920+19 mBeroperasi
0505TambunTBMekarsari, Tambun Selatan, Bekasikm 33+359+19 mBeroperasi
CibitungCITWanasari, Cibitung, Bekasikm 36+800+19 mBeroperasi
Metland TelagamurniTLMJalan Akses Kompleks Metland Cibitung, Telagamurni, Cikarang Barat, Bekasikm 39+600+18 mBeroperasi
0507CikarangCKRJalan Stasiun Cikarang, Karangasih, Cikarang Utara, Bekasikm 43+400+18 mBeroperasi
Segmen Cikarang–Kedunggedeh
Diresmikan pada tanggal 21 Juni 1891
0508LemahabangLMBNasional 1 di {{Rute/Kode daerah Jalan Urip Sumoharjo, Simpangan, Cikarang Utara, Bekasikm 47+628+16 mBeroperasi
0509 Rengasbandung RGBTanjungbaru, Cikarang Timur, Bekasikm 52+948Tidak beroperasi
0511KedunggedehKDHBojongsari, Kedungwaringin, Bekasikm 56+623+14 mBeroperasi
Segmen Kedunggedeh–Karawang
Diresmikan pada tanggal 20 Maret 1898
Jalur menuju lokasi baru Stasiun Karawang dibuka 28 Oktober 1930
0520KarawangKWNasional 1 di {{Rute/Kode daerah Jalan Arif Rahman Hakim, Nagasari, Karawang Barat, Karawangkm 62+869+16 mBeroperasi
Segmen Karawang–Purwakarta
Diresmikan pada tanggal 27 Desember 1902
0521 Warungbambu WBBWarungbambu, Karawang Timur, Karawangkm 66+892Tidak beroperasi
0522KlariKLIGintungkerta, Klari, Karawangkm 69+864+23 mBeroperasi
0523KosambiKOSDuren, Klari, Karawangkm 73+774+28 mBeroperasi
0524DawuanDWNDawuan Tengah, Cikampek, Karawangkm 80+745+31 mBeroperasi
0530CikampekCKPJalan Stasiun Cikampek, Cikampek Kota, Cikampek, Karawangkm 84+007+46 mBeroperasi
1401CibungurCBRNasional 4 Jalan Raya Cikampek–Purwakarta, Cibungur, Bungursari, Purwakartakm 91+643 (lanjut ke Padalarang)+77 mBeroperasi
? Cibening CIBGang Al-Atiq, Cibening, Bungursari, PurwakartaTidak beroperasi
1402 Sadang SADMulyamekar, Babakancikao, Purwakartakm 97+778+94 mTidak beroperasi
1403 Pasar Jumahat PJMkm 102+173Tidak beroperasi
1404PurwakartaPWKJalan Kolonel Kornel Singawinata 1, Nagritengah, Purwakarta, Purwakartakm 103+070+84 mBeroperasi
Segmen Purwakarta–Padalarang
Diresmikan pada tanggal 2 Mei 1906
Lintas jalur tunggal antara Purwakarta–Ciganea
1405CiganeaCAMekargalih, Jatiluhur, Purwakartakm 109+635+141 mBeroperasi
Lintas jalur ganda antara Ciganea–Sukatani
1406SukataniSUTSukatani, Sukatani, Purwakartakm 116+871+226 mBeroperasi
Lintas jalur tunggal antara Sukatani–Plered
1407PleredPLDPlered, Plered, Purwakartakm 120+941+257 mBeroperasi
Lintas jalur ganda antara Plered–Cikadongdong
1408 Cisomang CGDepok, Darangdan, Purwakartakm 127+164+338 mTidak beroperasi
BH 445
Jembatan Cisomang
1409CikadongdongCDPuteran, Cikalong Wetan, Bandung Baratkm 132+869+408 mBeroperasi
Lintas jalur tunggal Cikadongdong–Padalarang
1411RendehRHRende, Cikalong Wetan, Bandung Baratkm 135+946+447 mBeroperasi
1412MaswatiMSIMandalasari, Cikalong Wetan, Bandung Baratkm 140+066+499 mBeroperasi
BH 503
Terowongan Sasaksaat
panjang: 949 m
letak: km 143+144
Dibangun pada tahun 1902–1903
1413SasaksaatSKTSumurbandung, Cipatat, Bandung Baratkm 144+711+541 mBeroperasi
BH 513
Jembatan Cikubang
1414CilameCLECempakamekar, Padalarang, Bandung Baratkm 151+767+633 mBeroperasi
1415PadalarangPDLJalan Cihaliwung, Kertajaya, Padalarang, Bandung Baratkm 159+072 lintas Jakarta Kota-Cikampek-Padalarang
km 140+472 lintas Bogor-Yogyakarta
+695 mBeroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [25]
  • Pengidentifikasi stasiun: [26]
  • Tanggal pembukaan jalur: [3]: 106–124 

Catatan

  1. ↑ Jalur lingkar searah jarum jam melalui Manggarai dan Tanah Abang dan berlawanan arah jarum jam melalui Pasar Senen dan Kampung Bandan

Referensi

  1. ↑ "Perlu 18 Tahun Bangun Rel Ganda di Indonesia". Media Indonesia. 5 Desember 2003.
  2. ↑ "Putusan Menteri no. 36 tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Teknik Perkeretaapian" (Document). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Diakses tanggal 2025-01-28. ;
  3. 1 2 3 4 5 6 Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.
  4. ↑ de Bruyn Kops 1940, hlm. 435.
  5. 1 2 de Bruyn Kops 1940, hlm. 436.
  6. ↑ de Bruyn Kops 1940, hlm. 437.
  7. ↑ "Uit Ons Parlement: Begrooting van Ned.-Indië voor 1905: Staatsspoorwegen". De Ingenieur. No. 39. 1904. hlm. 697.
  8. ↑ "De groote S.S.-werken". de Preangerbode (Avond editie). 24 Juni 1992.
  9. ↑ "Gemengd Indisch Nieuws". Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië. 2 Oktober 1923.
  10. ↑ de Bruyn Kops 1940, hlm. 438.
  11. ↑ Sissingh, J.G. (13 Oktober 1931). "Het nieuwe Emplacement Krawang in de Lijn Meester Cornelis-Tjikampek". Spoor En Tramwegen 14-Daagsch Tijdschrift Voor Het Spoor- Tramwegwezen In Nederland En Indie (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 23 Maret 2020.
  12. ↑ "Pembebasan Tanah PJKA di Wilayah Bekasi". Harian Neraca. 3 Mei 1988.
  13. ↑ "Pemasangan Sarana Listrik Rel KA Lintas Jatinegara". Bali Post. 16 November 1992.
  14. ↑ DJKA (2014). Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-07-11. Diakses tanggal 2019-07-11.
  15. ↑ Idris, Muhammad. "Proyek KRL Cikarang Telan Biaya Rp 2,3 Triliun". detikfinance. Diakses tanggal 2025-01-16.
  16. ↑ "Jalur Ganda KA Padalarang-Cikampek Dioperasikan". Republika. 17 Oktober 2003.
  17. ↑ "Rel Kereta Api Ganda di Purwakarta Mulai Dibangun Maret 2002". Tempo.co. 2003-07-22. Diakses tanggal 2019-02-10.
  18. ↑ "Rel Kereta Api Ganda di Purwakarta Mulai Dibangun Maret 2002". Tempo.co. 2003-07-22. Diakses tanggal 2021-04-09.
  19. ↑ "Presiden Megawati Resmikan Jembatan KA Cisomang". detiknews. Diakses tanggal 2025-01-16.
  20. 1 2 "},"first":{"wt":"Asep Muhamad"},"website":{"wt":"dephub.go.id"},"language":{"wt":"en"},"access-date":{"wt":"2017-01-31"}},"i":0}}]}' id="mwA50"/><asep.muhamad[at]torche.co.id>, Asep Muhamad. "Menhub Minta Proyek DDT Manggarai - Cikarang Dipercepat". dephub.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-01-31.
  21. 1 2 3 Abdullah, Syarif. Tarmizi, Tasrief (ed.). "Double-double track Manggarai-Cikarang pertama di Indonesia". Jakarta. LKBN Antara. Diakses tanggal 2017-01-31.
  22. ↑ Lidyana, Vadhia. "Ada Stasiun Telaga Murni, Menhub Minta Warga Bekasi Naik Angkutan Umum". detikcom. Diakses tanggal 2019-08-13.
  23. ↑ Pitoko, Ridwan Aji (7 Oktober 2017). Galih, Bayu (ed.). "Menhub Resmikan Stasiun Bekasi Timur dan KRL Bekasi-Cikarang". Kompas.com. Kompas.com. Diakses tanggal 10 Oktober 2017.
  24. ↑ Gideon, Arthur (14 April 2019). Wahyuni, Nurseffi Dwi (ed.). "Senin, Perjalanan KRL Masih Terganggu Pengoperasian Jalur Dwiganda". Liputan6.com. Diakses tanggal 21 Januari 2022.
  25. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  26. ↑ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia

Daftar pustaka

  • de Bruyn Kops, A.L. (1940). "De Ringbaan in en om Batavia". Spoor- en Tramwegen. 13 (22): 435–439.
  • Sleeswijk, F.O.W. (12 Januari 1929). "Uitbreiding van de spoorwegen in en om Batavia en Tandjong Priok". De Ingenieur. No. 2.

Pranala luar

Peta rute:

Berkas KML (sunting • bantuan)
    Templat:Attached KML/Jalur kereta api Jakarta–Cikampek–Padalarang
    KML is from Wikidata

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sejarah
    2. Awal pembangunan segmen Batavia–Karawang (1880–1898)
    3. Pembangunan segmen Karawang–Bandung (1898–1906)
    4. Pembangunan jalur ganda dan elektrifikasi Jakarta–Jatinegara 1920-an
    5. Elektrifikasi 1992 dan 2017
    6. Pembangunan ganda Cikampek–Padalarang
    7. Pembangunan jalur dwiganda Manggarai–Cikarang
    8. Jalur terhubung
    9. Lintas aktif
    10. Lintas nonaktif
    11. Layanan kereta api
    12. Penumpang
    13. Barang
    14. Daftar stasiun
    15. Jalur lama
    16. Segmen aktif

    Artikel Terkait

    Kereta Api Indonesia

    perusahaan operator kereta asal Indonesia

    Daftar jalur kereta api di Indonesia

    artikel daftar Wikimedia

    Daftar kereta api di Indonesia

    artikel daftar Wikimedia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026