Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kompleks Candi Muaro Jambi

Candi Muaro Jambi adalah sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara, dengan luas 3981 hektar. yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu. Kompleks percandian ini terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia, tepatnya di tepi Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi. Koordinat Selatan 01⁰ 28'3" Timur 103⁰ 40'04". Candi tersebut diperkirakan berasal dari abad ke- 7 - 12 M. Candi Muara Jambi merupakan kompleks candi yang terbesar dan yang paling terawat di Pulau Sumatra. Dan sejak tahun 2009 Kompleks Candi Muaro Jambi telah dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia.

bangunan kuil di Indonesia
Diperbarui 22 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kompleks Candi Muaro Jambi
Untuk Kabupaten Muara Jambi, lihat Kabupaten Muaro Jambi.
Muarajambi
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Candi Muaro Jambi
Cagar budaya Indonesia
PeringkatNasional
KategoriKawasan
No. RegnasCB.11
Lokasi
keberadaan
Kabupaten Muaro Jambi, Jambi
No. SK259/M/2013
Tanggal SK30 Desember 2013
Tingkat SKMenteri
Pemilik Indonesia
PengelolaMuseum dan Cagar Budaya
Koordinat1°28′41″S 103°40′02″E / 1.4779213°S 103.6670838°E / -1.4779213; 103.6670838
Kompleks Candi Muaro Jambi di Jambi
Kompleks Candi Muaro Jambi
Kompleks Candi Muaro Jambi
Lokasi Kompleks Candi Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi
Makara, patung penjaga gerbang di Candi Gumpung, Candi Buddha di situs arkeologi Muaro Jambi, Jambi
Kolam Telago Rajo di Kompleks Candi Muaro Jambi

Candi Muaro Jambi adalah sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara, dengan luas 3981 hektar. yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu. Kompleks percandian ini terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia, tepatnya di tepi Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi. Koordinat Selatan 01⁰ 28'3" Timur 103⁰ 40'04". Candi tersebut diperkirakan berasal dari abad ke- 7 - 12 M. Candi Muara Jambi merupakan kompleks candi yang terbesar dan yang paling terawat di Pulau Sumatra. Dan sejak tahun 2009 Kompleks Candi Muaro Jambi telah dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia.

Dalam konteks sejarah regional, Kerajaan Melayu dan Sriwijaya diakui memiliki pengaruh yang luas, tidak hanya di wilayah Nusantara, tetapi juga hingga ke daratan Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Kamboja dan Filipina. Kedua kerajaan ini memainkan peran penting dalam percaturan politik dan ekonomi internasional, sebagai penghubung antara India dan Tiongkok pada masanya. Candi Muara jambi bahkan pernah menjadi pusat pendidikan Buddhisme pada abad ke-5 hingga ke-6 Masehi. Saat ini, kawasan Candi Muara jambi berada dalam naungan Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Penemuan dan pemugaran

Kompleks percandian Muaro Jambi pertama kali dilaporkan pada tahun 1824 oleh seorang letnan Inggris, S.C. Crooke yang melakukan pemetaan daerah aliran sungai untuk kepentingan militer. Baru tahun 1975, pemerintah Indonesia mulai melakukan pemugaran yang serius yang dipimpin R. Soekmono. Berdasarkan aksara Jawa Kuno[butuh rujukan] pada beberapa lempeng yang ditemukan, pakar epigrafi, Boechari menyimpulkan peninggalan itu berkisar dari abad ke-7 -12 Masehi. Di situs ini baru sembilan bangunan yang telah dipugar,[1] dan kesemuanya adalah bercorak Buddhisme. Kesembilan candi tersebut adalah Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano.

Dari sekian banyaknya penemuan yang ada, Junus Satrio Atmodjo menyimpulkan daerah itu dulu banyak dihuni dan menjadi tempat bertemu berbagai budaya. Ada manik-manik yang berasal dari Persia, China, dan India. Agama Buddha Mahayana Tantrayana diduga menjadi agama mayoritas dengan diketemukannya lempeng-lempeng bertuliskan "wajra" pada beberapa candi yang membentuk mandala.

Struktur kompleks percandian

Kompleks percandian Muaro Jambi terletak pada tanggul alam kuno Sungai Batanghari. Situs ini mempunyai luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai. Situs ini berisi 110 candi yang sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum dikupas (diokupasi).[1] Dalam kompleks percandian ini terdapat pula beberapa bangunan berpengaruh agama Hindu.

Di dalam kompleks tersebut tidak hanya terdapat candi tetapi juga ditemukan parit atau kanal kuno buatan manusia, kolam tempat penammpungan air serta gundukan tanah yang di dalamnya terdapat struktur bata kuno. Dalam kompleks tersebut minimal terdapat 85 buah menapo yang saat ini masih dimiliki oleh penduduk setempat. Selain tinggalan yang berupa bangunan, dalam kompleks tersebut juga ditemukan arca prajnaparamita, dwarapala, gajahsimha, umpak batu, lumpang/lesung batu. Gong perunggu dengan tulisan Tionghoa, mantra Buddhis yang ditulis pada kertas emas, keramik asing, tembikar, belanga besar dari perunggu, mata uang Tiongkok, manik-manik, bata-bata bertulis, bergambar dan bertanda, fragmen pecahan arca batu, batu mulia serta fragmen besi dan perunggu. Selain candi pada kompleks tersebut juga ditemukan gundukan tanah (gunung kecil) yang juga buatan manusia. Oleh masyarakat setempat gunung kecil tersebut disebut sebagai Bukit Sengalo atau Candi Bukit Perak.

Hal ihwal kerusakan

Meskipun kompleks candi ini sebagai Warisan Budaya Dunia, candi ini mengalami kemunduran dalam pengelolaan. Ini diperparah oleh adanya industri sawit dan batubara di sekitar kompleks. Bahkan sejumlah candi dan menapo (tumpukan bata berstruktur candi) berada persis di tengah-tengah lokasi pabrik dan areal penimbunan batubara. Pariwisata massal juga turut memperparah keadaan, dengan adanya persewaan sepeda, —yang sering kali melindas menapo, dan adanya kompleks candi yang digunakan sebagai pasar malam, mulai dari komidi putar dan tong setan yang dipasang di tengah candi. Selain itu, kawasan konservasi arkeologis itu belum lagi dimasukkan ke rencana tata ruang kabupaten dan provinsi. Disayangkan, pengalokasian wilayah untuk ini belum ada.[2]

Tak hanya itu, belasan arca belasan benda purbakala di antaranya beberapa arca, makara, dan padmasana yang sebelumnya disimpan di gedung koleksi, sempat teronggok di kolong bangunan museum Candi Kedaton di Desa Baru. Kondisinya telantar di bawah bangunan panggung tanpa penutup selama hampir dua tahun. Selain arca, ada pula serpihan abu kremasi yang hanya terbungkus plastik dan ditaruh di dalam kotak.[3]

Adanya pabrik-pabrik itu, sudah mulai muncul sejak 1980-an, terlebih pepohonan di sekitar telah ditebangi, yang menyebabkan menghilangnya karakter ekologis di sekitar candi, sedikit demi sedikit.[4]

Lihat pula

  • Candi Gumpung
  • Candi Kembar Batu
  • Candi Kedaton

Galeri

  • Candi Tinggi.
    Candi Tinggi.
  • Stupa Candi Tinggi.
    Stupa Candi Tinggi.
  • Candi Gumpung.
    Candi Gumpung.
  • Makara Candi Gumpung.
    Makara Candi Gumpung.
  • Candi Kembar Batu.
    Candi Kembar Batu.
  • Candi Kedaton.
    Candi Kedaton.
  • Candi Astano.
    Candi Astano.
  • Candi Gedong 1.
    Candi Gedong 1.
  • Candi Gedong 2.
    Candi Gedong 2.
  • Pohon tumbuh melalui reruntuhan Candi Koto Mahligai
    Pohon tumbuh melalui reruntuhan Candi Koto Mahligai

Catatan kaki

  1. 1 2 Sumber lain bahkan mencatat 90-an bangunan. Lihat: Situs Muarojambi Masih Menyimpan Puluhan Candi. MediaIndonesia. Edisi daring 05-05-2009.
  2. ↑ "Kompleks Percandian Terancam Rusak". Kompas. 4 September 2018. Hlm.9.
  3. ↑ "Belasan Benda Purbakala Candi Muaro Jambi Teronggok di Kolong Rumah Panggung, Ditelantarkan?". Liputan6. 4 April 2024. Diakses tanggal 9 April 2025.
  4. ↑ Satwika Movementi (10 Februari 2012). "Cagar Budaya Muaro Jambi Terancam Rusak". tekno.tempo.co. Diakses tanggal 25 Oktober 2018.

Pranala luar

  • (Indonesia) "Arca Emas Avalokiteswara, Dewa Masa Depan" Diarsipkan 2007-03-12 di Wayback Machine., KOMPAS, 9 November 2006
  • (Indonesia) "Batanghari dan Muarajambi" Diarsipkan 2007-03-14 di Wayback Machine., diakses 9 November 2006
  • (Indonesia) "Pameran Situs Kuno Muarajambi" Diarsipkan 2022-01-14 di Wayback Machine., Koran Tempo, 7 November 2006
  • (Inggris) "Muarajambi Temple Compound" - UNESCO, Daftar tentatif warisan budaya UNESCO.
  • l
  • b
  • s
Candi & Pura di Indonesia menurut provinsi
Jawa
Banten
  • Banten Girang
  • Citaman
  • Sirit Gopar
Ja-bar
  • *Batujaya
  • *Bojongmenje
  • Cangkuang
  • Cibuaya
  • Karangkamulyan
  • Parahyangan
  • Pegulingan
  • Ronggeng
Ja-teng
  • Angin
  • Arjuna
  • Asu
  • Banon
  • Batur
  • Bima
  • *Bogang
  • *Borobudur
  • Bubrah (Jepara)
  • *Bubrah (Klaten)
  • Bulus
  • Ceto
  • Dieng
  • Dukuh
  • Dwarawati
  • Gatotkaca
  • Gedong Songo
  • Gunung Wukir
  • Gunungsari
  • Kahuripan
  • Karangnongko
  • Kethek
  • Klero
  • Kunti
  • Lawang
  • Liyangan
  • Losari
  • *Lumbung
  • Lumbung (Sengi)
  • *Mendut
  • Menggung
  • Merak
  • Miyono
  • *Ngawen
  • Ngempon
  • Pangkuan
  • *Pawon
  • Pendem
  • Planggatan
  • *Plaosan
  • Prambanan
  • Pringapus
  • Puntadewa
  • Sari Cepogo
  • Selogriyo
  • Semar
  • Sembadra
  • Setyaki
  • Sewu
  • Sirih
  • Srikandi
  • *Sojiwan
  • Sukuh
  • Umbul
  • Watu Kelir
Ja-tim
  • *Adan
  • Ananthaboga
  • Bacem
  • Badut
  • Bajang Ratu
  • Bangkal
  • Banjarsari
  • Belahan
  • Bocok
  • Boyolangu
  • *Brahu
  • Dadi
  • Deres
  • Dermo
  • Dorok
  • Gambar Wetan
  • *Gayatri
  • Gentong
  • Griya
  • Gununggangsir
  • *Jabung
  • *Jago
  • *Jawi
  • Jedong
  • Jolotundo
  • Kalicilik
  • Karang Besuki
  • Kebo Ireng
  • Kedaton
  • Kendalisada
  • Kidal
  • Kotes
  • Kumitir
  • Kunir
  • Lor
  • Mbah Blawu
  • Medalem
  • Meja
  • Mirigambar
  • Ngabab
  • Ngampel
  • Ngetos
  • Pamotan
  • Pandegong
  • Pari
  • Pataan
  • Penampihan
  • Penataran
  • Plumbangan
  • Rambut Monte
  • Rimbi
  • Sanggrahan
  • Sawentar
  • Selo Tumpuk
  • Selokelir
  • Selomangleng
  • Selomangleng
  • Simping
  • Singasari
  • Sirah Kencong
  • Songgoriti
  • Srigading
  • Sumber Agung
  • *Sumberawan
  • Sumberbeji
  • Sumberjati
  • Sumbernanas
  • Sumur
  • Surawana
  • Tapan
  • Tawangalun
  • Tegowangi
  • Tepas
  • Tikus
  • Tondowongso
  • *Trowulan
  • Wangkal
  • Watugong
  • Wayang
  • Wringin Branjang
  • Wringinlawang
Jogja (DIY)
  • Abang
  • *Banyunibo
  • Barong
  • *Dawangsari
  • *Gampingan
  • Gebang
  • Gumbirowati
  • Ijo
  • Kadisoka
  • *Kalasan
  • Keblak
  • Kedulan
  • Kimpulan
  • Klodangan
  • Mantup
  • Miri
  • Morangan
  • *Palgading
  • Payak
  • Pembakaran
  • Plembutan
  • Prambanan
  • Pringtali
  • *Ratu Boko
  • Risan
  • Sambisari
  • *Sanggrahan
  • *Sari
  • *Sewu
  • *Sojiwan
  • Singo
  • Watu Gudhig

Bali
  • Besakih
  • Batukaru
  • Bratan
  • *Kalibukbuk
  • Bukit Dharma
  • Gede Perancak
  • Goa Lawah
  • Gua Gajah
  • Gunung Kawi
  • Jagaraga
  • Kalibukbuk
  • Lempuyang Luhur
  • Mangening
  • *Pegulingan
  • Penataran AL
  • Pusering Jagat
  • Sakenan
  • Tanah Lot
  • Terunyan
  • Tirta Empul
  • Tulukbiyu
  • Uluwatu
Sumatera
Jambi
  • Kembar Batu
  • *Muaro Jambi
  • Orang Kayo Hitam
  • Solok Sipin
Sum-bar
  • Koto Rao
  • *Padangroco
  • *Pulau Sawah
  • *Tanjungmedan
Sum-sel
  • Angsoko
  • Bumiayu
  • Jepara
  • Ki Gede
  • *Lesung Batu
Sum-ut
  • *Bahal
  • Bara
  • Pulo
  • Simangambat
  • *Sipamutung
  • Sitopayan
  • Tandihat
  • Tanjung Bangun
Ba-bel
  • Kota Kapur
Riau
  • *Muara Takus
Kalimantan
Kal-bar
  • Negeri Baru
Kal-sel
  • Agung
  • *Laras
Kal-tim
  • Lesong Batu
  • Kombeng
  • Prasasti Yupa
Nusa
Tenggara
NTB
  • Batu Bolong
  • Gunung Sari
  • Lingsar
  • Meru
  • Wetu Telu
NTT
  • Giri Segara
Lihat pula: Candi Indonesia, *: Candi Buddha, Candi/kuil di luar Indonesia
  • l
  • b
  • s
Cagar budaya peringkat nasional di Indonesia
Kategori
Benda

  • Arca Bhairawa
  • Arca Buddha Dipangkara
  • Arca Durga Mahisasuramardhini
  • Arca Harihara
  • Arca Prajnyaparamita
  • Bendera Pusaka
  • Biola WR Supratman
  • Bokor emas cerita Ramayana
  • Mahkota Sultan Siak
  • Kakawin Nagarakretagama
  • Lukisan Penangkapan Diponegoro
  • Lukisan Pengantin Revolusi
  • Lukisan Prambanan/Seko
  • Naskah Proklamasi
  • Prasasti Ciaruteun
  • Prasasti Cidanghiang
  • Prasasti Jambu
  • Prasasti Kebonkopi I
  • Prasasti Muara Cianten
  • Prasasti Pasir Awi
  • Prasasti Yupa
  • Teks Proklamasi
  • Tengkorak Manusia Fosil Ngawi I
Bangunan

  • Benteng Belgica
  • Benteng Duurstede
  • Benteng Marlborough
  • Benteng Van der Wijck
  • Benteng Vastenburg
  • Gedung Bank Indonesia
  • Gedung Dwi Warna
  • Gedung Merdeka
  • Gedung NIAS
  • Gedung Pancasila
  • Gedung Perundingan Linggarjati
  • Gedung Petronella
  • Gedung PTPN XI Surabaya
  • GPIB Immanuel Jakarta
  • GPIB Sion Jakarta
  • Hotel Majapahit
  • Hotel Savoy Homann
  • Candi Jabung
  • Kantor Pos Besar Bandung
  • Lawang Sewu
  • Masjid Agung Surakarta
  • Monumen Pers Nasional
  • Museum Asi Mbojo
  • Museum Geologi Bandung
  • Gedung Kebangkitan Nasional
  • Museum Nasional
  • Museum Sumpah Pemuda
  • Observatorium Bosscha
  • Pesanggrahan Ngeksiganda
  • Rumah Pengasingan Bung Hatta
  • Rumah Pengasingan Bung Karno
  • Rumah Rasuna Said
  • Eks Rumah Raden Saleh
  • RSUP dr. Kariadi
  • Rumah Tjong A Fie
  • Rumah W. R. Soepratman
  • Stasiun Yogyakarta
Struktur

  • Makam Imam Bonjol
  • Tugu Jong Soematra
  • Tugu Muda
  • Tugu Lilin
  • Tugu Pahlawan
  • Jembatan Lama Kota Kediri
Situs

  • Benteng Oranje
  • Benteng Victoria
  • Candi Ceto
  • Candi Jawi
  • Candi Penataran
  • Fort Rotterdam
  • Gereja Katedral Jakarta
  • Gua Braholo
  • Gua Sunyaragi
  • GPIB Immanuel Semarang
  • Gunung Padang
  • Istana Bung Hatta
  • Kalimbuang Bori
  • Kete Kesu
  • Leang Timpuseng
  • Liang Bua
  • Makam Kyai Mojo
  • Masjid Agung Demak
  • Masjid Istiqlal
  • Masjid Raya Al-Ma’shun
  • Museum KA Ambarawa
  • Museum Kirti Griya
  • Perahu Kuno Rembang
  • Pugung Raharjo
  • Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Soerojo
  • Stasiun Radio AURI
Kawasan

  • Bawomataluo
  • Borobudur
  • Candi Arjuna
  • Candi Gedong Songo
  • Candi Prambanan
  • Keraton Surakarta
  • Candi Muaro Jambi
  • Kota Lama Sawahlunto
  • Sangiran
  • Trowulan
  • l
  • b
  • s
Situs Warisan Dunia Indonesia
Untuk nama situs resmi, lihat artikel masing-masing atau Daftar Situs Warisan Dunia di Indonesia.
Bali dan Nusa Tenggara
  • Taman Nasional Komodo
  • Lanskap kultur Provinsi Bali
Jawa
  • Candi Borobudur
  • Candi Prambanan
  • Situs Manusia Purba di Sangiran
  • Taman Nasional Ujung Kulon
  • Sumbu Filosofis Yogyakarta
Papua
  • Taman Nasional Lorentz
Sumatra
  • Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra
  • Tambang Batu Bara Ombilin, Sawahlunto
Tentatif
  • Taman Nasional Betung Kerihun
  • Taman Nasional Bunaken
  • Kepulauan Raja Ampat
  • Taman Nasional Taka Bonerate
  • Taman Nasional Wakatobi
  • Kepulauan Derawan
  • Permukiman Tradisional Tana Toraja
  • Situs Bawomataluo
  • Candi Muara Takus
  • Candi Muarajambi
  • Trowulan - Bekas Ibukota Kerajaan Majapahit
  • Situs Gua Prasejarah di Maros-Pangkep
  • Situs Gua Karst Prasejarah Sangkulirang Mangkalihat
  • Kota Tua Jakarta
  • Kota Lama Semarang
  • Pemukiman Tradisional Nagari Sijunjung
  • Landskap Alam dan Sejarah Kepulauan Banda * Kebun Raya Bogor
  • l
  • b
  • s
Candi Buddha di Indonesia
Jawa
  • Adan-adan
  • Banyunibo
  • Batujaya
  • Bojongmenje
  • Borobudur
  • Boyolangu (Candi Gayatri)
  • Brahu
  • Bubrah
  • Dawangsari
  • Gampingan
  • Jabung
  • Jago
  • Jawi
  • Kalasan
  • Lumbung
  • Mendut
  • Ngawen
  • Palgading
  • Patakan (dugaan)
  • Pawon
  • Plaosan
  • Ratu Boko
  • Sanggrahan
  • Sari
  • Sewu
  • Sojiwan
  • Sumberawan
  • Trowulan
Bali
  • Kalibukbuk
  • Pegulingan
Sumatra
  • Biaro Bahal
  • Lesung Batu
  • Muara Takus
  • Muaro Jambi
  • Sipamutung
  • Padangroco
  • Pulau Sawah
  • Tanjungmedan
Kalimantan
  • Laras
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Israel

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penemuan dan pemugaran
  2. Struktur kompleks percandian
  3. Hal ihwal kerusakan
  4. Lihat pula
  5. Galeri
  6. Catatan kaki
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Kuil Hindu di Indonesia

India ke Indonesia pada abad ke-19, sejumlah kuil bergaya India didirikan di berbagai kota di Indonesia, terutama di Medan dan Jakarta. Kuil-kuil Hindu India

Kuil Hirohara

bekas kuil Shinto peninggalan masa pendudukan Jepang di kota Medan; satu-satunya kuil Shinto yang masih bertahan di Asia Tenggara sejak menyerahnya Jepang

Horyuji

bangunan kuil di Jepang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026