Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Candi Gambar Wetan

Candi Gambar Wetan adalah situs percandian yang bertapak di Dusun Gambar Anyar, Desa Sumberasri, Nglegok, Blitar, sekitar 7 km ke arah utara Candi Penataran. Candi Penataran sendiri terletak 12 km utara Kota Blitar. Letak Candi Gambar Wetan berada di kaki Gunung Kelud sisi sebelah selatan dan tepat berada di tepian tebing utara dari Sungai Bladak atau Sungai Lahar, sungai yang menjadi penampung aliran lahar Gunung Kelud. Di sisi utaranya terdapat area perkebunan. Candi ini didirikan di atas tanah berpasir vulkanik.

bangunan kuil di Indonesia
Diperbarui 27 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Candi Gambar Wetan
Halaman muka candi Gambar Wetan

Candi Gambar Wetan adalah situs percandian yang bertapak di Dusun Gambar Anyar, Desa Sumberasri, Nglegok, Blitar, sekitar 7 km ke arah utara Candi Penataran. Candi Penataran sendiri terletak 12 km utara Kota Blitar. Letak Candi Gambar Wetan berada di kaki Gunung Kelud sisi sebelah selatan dan tepat berada di tepian tebing utara dari Sungai Bladak atau Sungai Lahar,[1] sungai yang menjadi penampung aliran lahar Gunung Kelud. Di sisi utaranya terdapat area perkebunan. Candi ini didirikan di atas tanah berpasir vulkanik.[butuh rujukan]

Riwayat kepurbakalaan

Laporan pertama mengenai candi ini dibuat oleh R.D.M. Verbeek dari Jawatan Keprubakalaan Hindia Belanda pada tahun 1890. N.J. Krom melaporkan bahwa ada dua arca yang memiliki angka tahun, yang pertama bertanda 1332 (Saka, atau 1410 M) dan yang kedua berangka tahun 1360 (1438 M). Angka-angka tahun ini menunjukkan bahwa bangunan ini berdiri pada periode Majapahit pascapemerintahan Hayam Wuruk.[butuh rujukan]

Deskripsi situs

Luas lahan kompleks Candi Gambar Wetan adalah 6,6 km2 [butuh rujukan].

Situs Gambar Wetan pada kondisi 2021 tersusun sebagai punden berundak, dengan bagian tersuci berada di bagian ujung/tertinggi. Terdapat tiga pelataran dengan batur yang dibatasi oleh pagar dan dihubungkan dengan tangga. Pengunjung candi memasuki halaman luar candi dan akan disambut dengan sepasang dwarapala yang mengapit tangga naik. Di samping tangga terdapat pohon besar dan tua, sebagai tanda tradisional bahwa tempat ini dianggap tempat khusus bagi warga dusun setempat. Oleh masyarakat setempat, patung-patung tesebut disebut "Mbah Budo".[butuh rujukan]

Sesampai di ujung tangga, pengunjung memasuki pelataran pertama. Pelataran ini tidak terlalu lebar dan dihubungkan dengan pelataran kedua oleh tangga pendek yang di kiri dan kanannya dijaga sepasang dwarapala bertubuh lebih kecil.Pelataran kedua lebih lebar dan memiliki sisa bangunan, yang diperkirakan adalah batur (pendapa panjang untuk beristirahat). Terdapat relief yang tidak/belum tersusun rapi pada bagian kaki batur. Pelataran kedua juga diperkuat dengan dinding batu berelief hiasan. Pelataran ketiga dihubungkan lagi dengan tangga naik. Pelataran ketiga berupa lapangan agak luas yang di bagian ujungnya terdapat beberapa sisa bangunan, kemungkinan adalah candi utama dengan candi perwara. Kondisi candi tidaklah utuh, hanya batur candi yang tersisa dengan sebagian relief yang cukup halus garapannya dapat ditemukan di dindingnya. Gaya sisa hiasannya candi ini memperkuat dugaan bahwa ia dibangun pada masa kerajaan Majapahit. Kesan yang didapat pengunjung, susunan ini menyerupai Candi Ceto atau Candi Sukuh di lereng Gunung Lawu, yang juga dibangun dari masa akhir Majapahit.[butuh rujukan]

Candi Gambar Wetan dahulu digunakan sebagai tempat pemujaan dewa dan saat ini masih digunakan sebagai tempat acara selamatan oleh penduduk sekitarnya.[2]

Candi ini cukup sulit dijangkau dengan kendaraan pribadi, selain sepeda motor. Tidak ada kendaraan umum yang secara khusus bisa mengangkut wisatawan langsung ke candi Gambar Wetan. Pengunjung dapat menumpang truk pasir ke arah penambangan pasir atau disebut juga dengan "laharan" di sebelah selatan perkebunan Gambar sejauh sekitar 7 km, dilanjutkan berjalan kaki ke arah candi.[butuh rujukan]

Pranala luar

  • Candi Gambar Wetan di Blitar

Referensi

  1. ↑ Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur (24-02-2020). "Kajian Teknis Pemugaran Candi Gambar Wetan". kebudayaan.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 26-09-2020.
  2. ↑ Putri, S.O., dan Kharismawan, R. (2016). "Integrasi Budaya dan Alam dalam Preservasi Candi Gambarwetan". Jurnal Sains dan Seni ITS. 5 (2): 169. ISSN 2337-3520. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)

7°58′04″S 112°14′18″E / 7.9678557°S 112.2384125°E / -7.9678557; 112.2384125[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Candi_Gambar_Wetan&params=7.9678557_S_112.2384125_E_ <span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">7°58′04″S</span> <span class=\"longitude\">112°14′18″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\">&#xfeff; / &#xfeff;</span><span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">7.9678557°S 112.2384125°E</span><span style=\"display:none\">&#xfeff; / <span class=\"geo\">-7.9678557; 112.2384125</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwXg\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt16\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwXw\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwYA\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&amp;pagename=Candi_Gambar_Wetan&amp;params=7.9678557_S_112.2384125_E_\" class=\"external text\" id=\"mwYQ\"><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwYg\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwYw\"><span class=\"latitude\" id=\"mwZA\">7°58′04″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwZQ\">112°14′18″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwZg\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwZw\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwaA\"></span></span><span class=\"geo-default\" id=\"mwaQ\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwag\">7.9678557°S 112.2384125°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwaw\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwbA\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwbQ\">-7.9678557; 112.2384125</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwbg\"/></span>"}' id="mwbw"/>

  • l
  • b
  • s
Candi Hindu di Indonesia
Jawa
  • Abang
  • Asu
  • Adan-Adan
  • Banjarsari
  • Barong
  • Bojongmenje
  • Cangkuang
  • Ceto
  • Dawangsari
  • Kompleks Candi Dieng
    • Arjuna
    • Bima
  • Gambarwetan
  • Gatotkaca
  • Gayatri
  • Gebang
  • Gedongsongo
  • Gemekan / Masahar
  • Gunungsari
  • Gununggangsir
  • Gunung Wukir
  • Ijo
  • Jawi
  • Kadisoka
  • Keblak
  • Kedaton
  • Kedulan
  • Kethek
  • Kidal
  • Kimpulan
  • Kunir
  • Liyangan
  • Losari
  • Mantup
  • Menggung
  • Merak
  • Morangan
  • Miri
  • Mirigambar
  • Ngempon
  • Ngetos
  • Pandegong
  • Penataran
  • Situs di kaki Gunung Penanggungan
    • Belahan
    • Jalatunda
    • Jedong
    • Kendalisodo
    • Selokelir
    • Wayang
  • Plumbangan
  • Prambanan
  • Pringapus
  • Rimbi
  • Sambisari
  • Sawentar
  • Simping
  • Singasari
  • Sirih
  • Srigading
  • Sumberbeji
  • Surawana
  • Sukuh
  • Trowulan
  • Watu Gudhig
Bali
  • Besakih
  • Gede Perancak
  • Gunung Kawi
  • Tirta Empul
  • Tanah Lot
  • Ulun Danu Bratan
  • Uluwatu
  • Pura Bukit Dharma Durga Kutri
  • Pura Tulukbiyu
Sumatra
  • Lesung Batu
Kalimantan
  • Agung
  • l
  • b
  • s
Candi & Pura di Indonesia menurut provinsi
Jawa
Banten
  • Banten Girang
  • Citaman
  • Sirit Gopar
Ja-bar
  • *Batujaya
  • *Bojongmenje
  • Cangkuang
  • Cibuaya
  • Karangkamulyan
  • Parahyangan
  • Pegulingan
  • Ronggeng
Ja-teng
  • Angin
  • Arjuna
  • Asu
  • Banon
  • Batur
  • Bima
  • *Bogang
  • *Borobudur
  • Bubrah (Jepara)
  • *Bubrah (Klaten)
  • Bulus
  • Ceto
  • Dieng
  • Dukuh
  • Dwarawati
  • Gatotkaca
  • Gedong Songo
  • Gunung Wukir
  • Gunungsari
  • Kahuripan
  • Karangnongko
  • Kethek
  • Klero
  • Kunti
  • Lawang
  • Liyangan
  • Losari
  • *Lumbung
  • Lumbung (Sengi)
  • *Mendut
  • Menggung
  • Merak
  • Miyono
  • *Ngawen
  • Ngempon
  • Pangkuan
  • *Pawon
  • Pendem
  • Planggatan
  • *Plaosan
  • Prambanan
  • Pringapus
  • Puntadewa
  • Sari Cepogo
  • Selogriyo
  • Semar
  • Sembadra
  • Setyaki
  • Sewu
  • Sirih
  • Srikandi
  • *Sojiwan
  • Sukuh
  • Umbul
  • Watu Kelir
Ja-tim
  • *Adan
  • Ananthaboga
  • Bacem
  • Badut
  • Bajang Ratu
  • Bangkal
  • Banjarsari
  • Belahan
  • Bocok
  • Boyolangu
  • *Brahu
  • Dadi
  • Deres
  • Dermo
  • Dorok
  • Gambar Wetan
  • *Gayatri
  • Gentong
  • Griya
  • Gununggangsir
  • *Jabung
  • *Jago
  • *Jawi
  • Jedong
  • Jolotundo
  • Kalicilik
  • Karang Besuki
  • Kebo Ireng
  • Kedaton
  • Kendalisada
  • Kidal
  • Kotes
  • Kumitir
  • Kunir
  • Lor
  • Mbah Blawu
  • Medalem
  • Meja
  • Mirigambar
  • Ngabab
  • Ngampel
  • Ngetos
  • Pamotan
  • Pandegong
  • Pari
  • Pataan
  • Penampihan
  • Penataran
  • Plumbangan
  • Rambut Monte
  • Rimbi
  • Sanggrahan
  • Sawentar
  • Selo Tumpuk
  • Selokelir
  • Selomangleng
  • Selomangleng
  • Simping
  • Singasari
  • Sirah Kencong
  • Songgoriti
  • Srigading
  • Sumber Agung
  • *Sumberawan
  • Sumberbeji
  • Sumberjati
  • Sumbernanas
  • Sumur
  • Surawana
  • Tapan
  • Tawangalun
  • Tegowangi
  • Tepas
  • Tikus
  • Tondowongso
  • *Trowulan
  • Wangkal
  • Watugong
  • Wayang
  • Wringin Branjang
  • Wringinlawang
Jogja (DIY)
  • Abang
  • *Banyunibo
  • Barong
  • *Dawangsari
  • *Gampingan
  • Gebang
  • Gumbirowati
  • Ijo
  • Kadisoka
  • *Kalasan
  • Keblak
  • Kedulan
  • Kimpulan
  • Klodangan
  • Mantup
  • Miri
  • Morangan
  • *Palgading
  • Payak
  • Pembakaran
  • Plembutan
  • Prambanan
  • Pringtali
  • *Ratu Boko
  • Risan
  • Sambisari
  • *Sanggrahan
  • *Sari
  • *Sewu
  • *Sojiwan
  • Singo
  • Watu Gudhig

Bali
  • Besakih
  • Batukaru
  • Bratan
  • *Kalibukbuk
  • Bukit Dharma
  • Gede Perancak
  • Goa Lawah
  • Gua Gajah
  • Gunung Kawi
  • Jagaraga
  • Kalibukbuk
  • Lempuyang Luhur
  • Mangening
  • *Pegulingan
  • Penataran AL
  • Pusering Jagat
  • Sakenan
  • Tanah Lot
  • Terunyan
  • Tirta Empul
  • Tulukbiyu
  • Uluwatu
Sumatera
Jambi
  • Kembar Batu
  • *Muaro Jambi
  • Orang Kayo Hitam
  • Solok Sipin
Sum-bar
  • Koto Rao
  • *Padangroco
  • *Pulau Sawah
  • *Tanjungmedan
Sum-sel
  • Angsoko
  • Bumiayu
  • Jepara
  • Ki Gede
  • *Lesung Batu
Sum-ut
  • *Bahal
  • Bara
  • Pulo
  • Simangambat
  • *Sipamutung
  • Sitopayan
  • Tandihat
  • Tanjung Bangun
Ba-bel
  • Kota Kapur
Riau
  • *Muara Takus
Kalimantan
Kal-bar
  • Negeri Baru
Kal-sel
  • Agung
  • *Laras
Kal-tim
  • Lesong Batu
  • Kombeng
  • Prasasti Yupa
Nusa
Tenggara
NTB
  • Batu Bolong
  • Gunung Sari
  • Lingsar
  • Meru
  • Wetu Telu
NTT
  • Giri Segara
Lihat pula: Candi Indonesia, *: Candi Buddha, Candi/kuil di luar Indonesia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat kepurbakalaan
  2. Deskripsi situs
  3. Pranala luar
  4. Referensi

Artikel Terkait

Kuil Hindu di Indonesia

India ke Indonesia pada abad ke-19, sejumlah kuil bergaya India didirikan di berbagai kota di Indonesia, terutama di Medan dan Jakarta. Kuil-kuil Hindu India

Horyuji

bangunan kuil di Jepang

Batu Caves

Caves (Tamil: பத்து மலை; Indonesia: Gua Batu), adalah sebuah bukit kapur, yang memiliki serangkaian gua dan kuil gua, terletak di distrik Gombak, Selangor

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026