Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Punden berundak

Punden berundak atau teras berundak adalah struktur tata ruang bangunan yang berupa teras atau trap berganda yang mengarah pada satu titik dengan tiap teras semakin tinggi posisinya. Struktur ini kerap ditemukan pada situs kepurbakalaan di Nusantara, sehingga dianggap sebagai salah satu ciri kebudayaan asli Nusantara.

struktur purbakala khas Indonesia
Diperbarui 22 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Punden berundak
Candi Ceto, percandian bercorak Hindu yang berstruktur punden berundak.

Punden berundak atau teras berundak adalah struktur tata ruang bangunan yang berupa teras atau trap berganda yang mengarah pada satu titik dengan tiap teras semakin tinggi posisinya. Struktur ini kerap ditemukan pada situs kepurbakalaan di Nusantara, sehingga dianggap sebagai salah satu ciri kebudayaan asli Nusantara.

Struktur dasar punden berundak ditemukan pada situs-situs purbakala dari periode kebudayaan Megalit-Neolitikum pra-Hindu-Buddha masyarakat Austronesia, meskipun ternyata juga dipakai pada bangunan-bangunan dari periode selanjutnya, bahkan sampai periode Islam masuk di Nusantara. Persebarannya tercatat di kawasan Nusantara sampai Polinesia,[1] meskipun di kawasan Polinesia tidak selalu berupa undakan, dalam struktur yang dikenal sebagai marae oleh orang Maori. Masuknya agama-agama dari luar sempat melunturkan praktik pembuatan punden berundak pada beberapa tempat di Nusantara, tetapi terdapat petunjuk adanya adopsi unsur asli ini pada bangunan-bangunan dari periode sejarah berikutnya, seperti terlihat pada Candi Borobudur, Candi Ceto, dan Kompleks Pemakaman Raja-raja Mataram di Imogiri.

Kata "punden" (atau pundian) berasal dari bahasa Jawa. Kata pepundhèn yang berarti "objek-objek pemujaan", mirip pengertiannya dengan konsep kabuyutan pada masyarakat Sunda. Dalam punden berundak, konsep dasar yang dipegang adalah para leluhur atau pihak yang dipuja berada pada tempat-tempat tinggi (biasanya puncak gunung). Istilah punden berundak menegaskan fungsi pemujaan/penghormatan atas leluhur, tidak semata struktur dasar tata ruangnya.

Fungsi punden berundak

Punden berundak memiliki fungsi sebagai alat atau sarana untuk melakukan pemujaan terhadap roh-roh leluhur, terkadang juga punden berundak digunakan sebagai tempat atau wadah persembahan atau sesajen. Pemujaan roh-roh leluhur pada zaman dahulu dianggap sebagai bentuk untuk mencegah datangnya bencana atau musibah.[2]

Filosofi punden berundak

Bangunan punden berundak biasanya berjumlah ganjil, umumnya bangunan punden berundak ini memiliki tiga tingkatan yang disetiap tingkatannya memiliki filosofi yaitu :

  1. Tingkatan pertama, memiliki filosofi yaitu melambangkan kehidupan janin pada saat manusia masih berada di dalam kandungan atau rahim.
  2. Tingkatan kedua, memiliki filosofi yaitu melambangkan kehidupan manusia dalam menjalani kehidupan didunia saat ini.
  3. Tingkatan ketiga, memiliki filosofi yaitu melambangkan kehidupan manusia pada saat sudah meninggal dunia.[3]

Referensi

  1. ↑ Miksic J. Punden berundak Diarsipkan 2013-12-28 di Wayback Machine.. Dikutip dari artikel pada Indonesian Heritage.
  2. ↑ Media, Kompas Cyber (2022-04-04). "Punden Berundak: Pengertian, Fungsi, dan Ciri-cirinya". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-10-14.
  3. ↑ "Punden Berundak: Bentuk, Fungsi dan Penjelasannya Lengkap". kumparan. Diakses tanggal 2023-10-14.

Pranala luar

  • iconPortal Hindu
  • iconPortal Buddha
  • l
  • b
  • s
Arsitektur Indonesia
Rumah adat
    Jawa
    • Alun-alun
    • Rumah Jawa
    • Joglo
    • Keraton
    • Panggangpe
    • Pendopo
    • Rumah kalang
    • Saka guru
    • Tumpang sari
    Bali
    • Arsitektur Bali Aga
    • Bale kulkul
    • Pura Bali
    • Rumah tradisional Bali
    • Bhoma
    • Candi bentar
    • Menara Meru
    • Paduraksa
    • Padmasana
    • Wantilan
    Minangkabau
    • Rumah gadang
    • Rangkiang
    • Balairung
    • Surau
    • Tabuah
    • Gobah
    • Lapau
    Batak
    • Siwaluh Jabu Karo
    • Ruma Bolon Toba
    • Bagas Godang Mandailing
    • Rumah Bolon Simalungun
    • Geriten
    • Gorga
    • Jambur
    • Singa
    • Sopo
    Dayak
    • Liang
    • Rumah panjang
    • Sandung
    Sunda
    • Rumah tradisional Sunda
    • Rumah adat Badui
      • Sulah nyanda
    • Leuit
    • Julang ngapak
    • Suhunan
      • Capit gunting
      • Jolopong
    • Kabuyutan
    Sumatera Selatan
    • Baghi
    • Limas
    • Rakit
    • Ulu
    Nusa Tenggara Timur
    • Sumba
    • Rote
    • Flores
    Daerah lain
    • Aceh
    • Banjar
    • Enggano
    • Gayo
    • Melayu
    • Mentawai
    • Nias
    • Papua
    • Sasak
    • Toraja
    • Bangka-Belitung
    Hindu-Buddha
    • Monumen kuno Jawa
    • Candi
    • Candi bentar
    • Paduraksa
    Islam
    • Bedug
    • Masjid di Indonesia
    • Tajug
    Kolonial Belanda
    Awal
    • Gaya Hindia
    • Gaya Kekaisaran Hindia
    Modern
    • Albert Aalbers
    • Cosman Citroen
    • Frans Ghijsels
    • Han Groenewegen
    • Henri Maclaine Pont
    • Gaya Hindia Baru
    • Nieuwe Zakelijkheid
    • Periode Overgangse (gaya arsitektur)
    • Pieter Moojen
    • Thomas Karsten
    • Wolff Schoemaker
    Lainnya
    • Bangunan gereja di Indonesia
    • Arsitektur Tionghoa-Indonesia (Kelenteng · Ruko · Pecinan · Makam · Feng Shui)
    Pasca-kolonial
    & kontemporer
    1950-an–1970-an
    • Ab Gmelig Meyling
    • Frederich Silaban
    • Gaya Jengki
    • Liem Bwan Tjie
    • Arsitektur pasca kemerdekaan di Indonesia
    • Arsitektur resor dan vila di Indonesia
    • Soejoedi Wirjoatmodjo
    1970-an–sekarang
    • Arsitektur kontemporer Indonesia
    Kategori

    Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

    • l
    • b
    • s

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Fungsi punden berundak
    2. Filosofi punden berundak
    3. Referensi
    4. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya

    taman di Indonesia

    Situs Purba Kala Semedo

    Situs purba kala

    Candi Plaosan

    bangunan kuil di Indonesia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026