Candi Ngabab merupakan salah satu peninggalan Hindu dari masa Kerajaan Singosari yang terletak di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Candi ini menampilkan struktur talud bertingkat tiga yang dibangun dengan susunan batu rapi, menunjukkan teknik konstruksi khas periode klasik Jawa Timur. Meskipun belum banyak dikenal dan informasi mengenai situs ini masih terbatas, keberadaannya menambah keragaman peninggalan Hindu di Malang. Saat ini hanya tersisa fondasi bertingkat yang menunjukkan kesinambungan budaya dan arsitektur Hindu di kawasan pegunungan Malang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Juni 2025) |
Candi Ngabab merupakan salah satu peninggalan Hindu dari masa Kerajaan Singosari yang terletak di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Candi ini menampilkan struktur talud bertingkat tiga yang dibangun dengan susunan batu rapi, menunjukkan teknik konstruksi khas periode klasik Jawa Timur. Meskipun belum banyak dikenal dan informasi mengenai situs ini masih terbatas, keberadaannya menambah keragaman peninggalan Hindu di Malang. Saat ini hanya tersisa fondasi bertingkat yang menunjukkan kesinambungan budaya dan arsitektur Hindu di kawasan pegunungan Malang.[1]
Candi Ngabab menampilkan karakteristik arsitektur bertingkat yang merepresentasikan teknik konstruksi masa Kerajaan Singosari. Struktur utama candi terdiri dari talud tiga tingkat yang dibangun dari susunan batu andesit secara sistematis, menunjukkan kecanggihan teknik bangunan periode klasik Jawa Timur.[2]
Tingkat pertama dan kedua talud masih relatif terpelihara dengan susunan batu yang rapat, sementara tingkat ketiga menunjukkan pergeseran struktur. Material bangunan menggunakan batu andesit dengan variasi ukuran balok, antara lain berukuran 30 x 23 cm untuk balok pendek dan 62 x 23 cm untuk balok panjang. Meski sebagian besar struktur telah rusak, pola fondasi bertingkat mengindikasikan bentuk punden berundak yang umum ditemui pada candi Hindu di Jawa Timur.[3]
Letak candi di kawasan perbukitan menimbulkan dugaan mengenai fungsi tambahan sebagai benteng pertahanan. Secara keseluruhan, arsitektur Candi Ngabab menunjukkan kontinuitas tradisi pembangunan candi Hindu masa Singosari dengan teknik penyusunan batu yang memperhatikan aspek stabilitas dan estetika.[2]
Meskipun makna spesifik relief dan ukiran di Candi Ngabab belum tercatat secara rinci dalam sumber-sumber yang ada, pola umum candi Hindu Jawa Timur dari periode Singosari dapat memberikan petunjuk. Struktur candi bertingkat seperti yang terdapat pada Candi Ngabab biasanya melambangkan Gunung Meru, pusat kosmos dalam kepercayaan Hindu, dengan tingkatan yang merepresentasikan dunia bawah, dunia manusia, dan alam dewata.[4]
Relief pada candi-candi sezaman umumnya menampilkan dewa-dewi, makhluk mitologis seperti kala-makara dan kinara-kinari, serta berbagai simbol yang berkaitan dengan waktu, kekuatan, dan perlindungan. Unsur-unsur ini berfungsi sebagai media penyampaian ajaran moral dan spiritual, sekaligus menegaskan peran candi sebagai tempat ritual yang menghubungkan manusia dengan alam transendental. Dengan mempertimbangkan kesamaan gaya arsitektur dan periode pembangunannya, dapat diduga bahwa relief Candi Ngabab mengandung konsep kosmologi Hindu dan nilai-nilai spiritual yang serupa dengan candi-candi Singosari lainnya di Jawa Timur.[4]