Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Buddhisme Gandhāra

Buddhisme Gandhāra mengacu kepada kebudayaan Buddhis di Gandhāra kuno yang merupakan sebuah pusat utama Buddhisme di anak benua India dari abad ke-3 SM hingga sekitar tahun 1200 M. Gandhāra Kuno dapat disamakan dengan Pakistan utara saat ini, terutama Lembah Peshawar dan Dataran Tinggi Potohar serta Jalalabad di Afghanistan. Wilayah ini telah menghasilkan naskah-naskah Buddhis Gandhāra yang ditulis dalam Gāndhārī Prakrit, manuskrip Buddhis tertua yang pernah ditemukan hingga kini. Gandhāra juga merupakan rumah bagi budaya artistik dan arsitektur Buddhis yang unik yang memadukan unsur-unsur dari India, Helenistik, Romawi, dan seni Parthia. Buddhis Gandhāra juga memainkan peranan penting sebagai pintu gerbang yang melaluinya agama Buddha menyebar ke Asia Tengah dan Tiongkok.

Wikipedia article
Diperbarui 11 Juli 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Buddhisme Gandhāra
Patung Buddha Bamiyan, contoh patung monumental Buddhis Gandhāra akhir.
Peta topografi wilayah yang menunjukkan situs utama Gandhāra dan Baktria

Buddhisme Gandhāra mengacu kepada kebudayaan Buddhis di Gandhāra kuno yang merupakan sebuah pusat utama Buddhisme di anak benua India dari abad ke-3 SM hingga sekitar tahun 1200 M.[1][2] Gandhāra Kuno dapat disamakan dengan Pakistan utara saat ini, terutama Lembah Peshawar dan Dataran Tinggi Potohar serta Jalalabad di Afghanistan. Wilayah ini telah menghasilkan naskah-naskah Buddhis Gandhāra yang ditulis dalam Gāndhārī Prakrit, manuskrip Buddhis tertua (abad ke-1 M) yang pernah ditemukan hingga kini.[3] Gandhāra juga merupakan rumah bagi budaya artistik dan arsitektur Buddhis yang unik yang memadukan unsur-unsur dari India, Helenistik, Romawi, dan seni Parthia.[4] Buddhis Gandhāra juga memainkan peranan penting sebagai pintu gerbang yang melaluinya agama Buddha menyebar ke Asia Tengah dan Tiongkok.[3][5]

Ikhtisar

Dalam pandangan sumber-sumber Buddhis, Gandhāra merupakan salah satu dari apa yang disebut wilayah-wilayah besar (mahajanapada) di India kuno (sebuah konsep geografis yang memasukkan banyak bagian lain dari Asia Selatan saat ini). Di bawah Kekaisaran Maurya (sekitar tahun 300–185 SM), ibu kotanya adalah kota Taxila.[6] Pusat Gandhāra kuno adalah cekungan Peshawar di Pakistan barat laut yang membentang ke barat hingga Afghanistan di sepanjang Sungai Kabul.[7] Wilayah ini memberikan pengaruh budaya dan bahasa pada apa yang disebut "Gandhāra Raya" yang meliputi daerah-daerah sekitarnya ke arah timur melintasi Sungai Indus (seperti Taxila), ke utara menuju Lembah Swat dan Indus Atas, ke barat menuju Bamiyan dan melintasi Hindu Kush hingga Baktria dan lembah Sungai Oxus.[7]

Kaisar India Asoka (sekitar tahun 268–233 SM) mendirikan dekret di wilayah tersebut, beberapa di antaranya menggunakan bahasa Gāndhārī dan aksara Kharosthi kemudian digunakan oleh Buddhis Gandhāran. Dekret ini mengonfirmasi keberadaan agama Buddha di Gandhara pada masa pemerintahannya.[8] Prasasti Kharosthi telah ditemukan jauh ke Barat hingga Wardak sepanjang Sungai Kabul, Uzbekistan (Termez), dan Tajikistan (Anzhina-Tepe) dan jauh ke Selatan hingga Mohenjo-Daro dan Balochistan.[9]

Menurut Xuanzang, ada enam stupa besar yang didirikan oleh Asoka di Gandhāra, yang terbesar adalah Stupa Dharmarajika di Taxila. Bukti arkeologis dan epigrafis menunjuk kepada biara-biara dan stupa-stupa pertama yang berasal dari akhir abad ke-3 SM.[10] Kerajaan India-Yunani kemudian menguasai daerah itu, dan beberapa raja mereka, seperti Menander I (sekitar tahun 155-130), dipandang sebagai promotor Buddhisme dalam sumber-sumber Buddhis.[11]

Lihat juga

  • Greko-Buddhisme
  • Patung Buddha Bamiyan
  • Kekaisaran Kushan

Catatan

  1. ↑ Salomon, Richard, The Buddhist Literature of Ancient Gandhāra, An introduction with Selected Translations. p. xvii
  2. ↑ Kurt Behrendt, Pia Brancaccio, Gandharan Buddhism: Archaeology, Art, and Texts, 2006 p. 11
  3. 1 2 "UW Press: Ancient Buddhist Scrolls from Gandhara". Diakses tanggal 2008-09-04.
  4. ↑ Kurt Behrendt, Pia Brancaccio, Gandharan Buddhism: Archaeology, Art, and Texts, 2006 p. 10
  5. ↑ Lancaster, Lewis R. "The Korean Buddhist Canon: A Descriptive Catalogue". www.acmuller.net. Retrieved 4 September 2017.
  6. ↑ Heirman, Ann; Bumbacher, Stephan Peter (editors). The Spread of Buddhism, Brill, p. 49-50
  7. 1 2 Neelis, Jason, Buddhism in Gandhāra, Oxford Bibliographies
  8. ↑ Heirman, Ann; Bumbacher, Stephan Peter (editors). The Spread of Buddhism, Brill, p. 49-51
  9. ↑ Heirman, Ann; Bumbacher, Stephan Peter (editors). The Spread of Buddhism, Brill, p. 52
  10. ↑ Heirman, Ann; Bumbacher, Stephan Peter (editors). The Spread of Buddhism, Brill, p. 55
  11. ↑ Heirman, Ann; Bumbacher, Stephan Peter (editors). The Spread of Buddhism, Brill, p. 56

Pranala luar

  • Asia Society, the Buddhist Heritage of Pakistan, Art of Gandhara
  • Gandhara, Met Museum
  • Buddhism in Gandhāra, oxford Bibliographies
  • Head of a Buddha, Gandharan style, Harvard Art Museums
  • l
  • b
  • s
   Topik Buddhisme   
  • Outline Garis besar
  • Daftar istilah
  • Indeks
  • Sejarah
  • Penyebaran
  • Garis waktu
  • Sidang Buddhis
  • Jalur Sutra
  • Anak benua India
Buddhisme awal
  • Prasektarian
  • Aliran awal
    • Mahāsāṁghika
    • Sthaviravāda
  • Kitab awal
    • Nikāya
    • Āgama
Benua
  • Asia Tenggara
  • Asia Timur
  • Asia Tengah
  • Timur Tengah
  • Dunia Barat
  • Australia
  • Oseania
  • Amerika
  • Eropa
  • Afrika
Populasi signifikan
  • Tiongkok
  • Thailand
  • Jepang
  • Myanmar
  • Sri Lanka
  • Vietnam
  • Kamboja
  • Korea
  • Taiwan
  • India
  • Malaysia
  • Laos
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Singapura
  • Aliran
  • Tradisi
  • Konsensus pemersatu
Aliran arus utama
  • Theravāda
  • Mahāyāna
  • Vajrayāna
Sinkretis
  • Buddhayana
  • Tridharma
  • Aliran Maitreya
    • Yīguàndào
    • Mílèdàdào
  • Dhammakāya
  • Siwa-Buddha
  • Tripitaka
  • Kitab
Theravāda
  • Tripitaka Pali
  • Komentar
  • Subkomentar
  • Sastra Pali
  • Paritta
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Tripitaka Tionghoa
    • Tripitaka Taishō
  • Tripitaka Tibet
    • Kangyur
    • Tengyur
  • Dhāraṇī
Kitab daring
  • SuttaCentral
  • Chaṭṭha Saṅgāyana Tipiṭaka
  • dhammatalks.org
  • 84000
  • NTI Reader - Taishō
  • Buddha
  • Bodhisatwa
Buddha saat ini dan keluarga
  • Gotama
  • Mukjizat
  • Klan
  • Keluarga
    • Śuddhodana
    • Māyā
    • Pajāpatī Gotamī
    • Yasodharā
    • Rāhula
4 tempat suci utama
  • Lumbinī
  • Buddhagayā
  • Isipatana
  • Kusinārā
Buddha penting sebelumnya
  • Dīpaṅkara
  • Vipassī
  • Sikhī
  • Vessabhū
  • Kakusandha
  • Koṇāgamana
  • Kassapa
Buddha selanjutnya
  • Metteyya
Bawahan
  • Dewa
  • Brahma
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Buddha terkenal:
  • Lima Buddha Kebijaksanaan
    • Amitābha
    • Vairocana
    • Akṣobhya
    • Ratnasaṁbhava
    • Amoghasiddhi
  • Padmasaṁbhava
  • Bhaiṣajyaguru
  • Bodhisatwa terkenal:
  • Daftar Bodhisatwa
  • Mañjuśrī
  • Kṣitigarbha
  • Avalokiteśvara
  • Samantabhadra
  • Vajrapāṇi
  • Dhamma
  • Ajaran
  • Empat Kebenaran Mulia
  • Jalan Mulia Berunsur Delapan
  • Trilaksana
    • Ketidakkekalan
    • Penderitaan
    • Tanpa atma
  • Pandangan
  • Titthiya
  • Ketuhanan
  • Niyāma
  • Keyakinan
  • Triratna
  • Pancasila
  • Māra
  • Karma
  • Nirwana
  • Kemunculan Bersebab
  • Gugusan
    • Materi
    • Kesadaran
    • Persepsi
    • Perasaan
    • Saṅkhāra
  • Unsur
  • Landasan indra
  • Loka
  • Punarbawa
  • Samsara
  • Bodhi
  • Abhiññā
  • Cetasika
  • Pengotor batin
  • Noda batin
  • Belenggu
  • Rintangan
  • Kekuatan
  • Hasrat
  • Nafsu (Keserakahan)
  • Kebencian
  • Moha
    • Ketidaktahuan
  • Kemelekatan
  • Perhatian penuh
  • Bodhipakkhiyā
  • Kebajikan
  • Paramita
  • Malu
  • Takut
  • Dana
  • Sila
  • Meditasi
    • Samatha-vipassanā
    • Ānāpānasati
    • Satipaṭṭhāna
    • Kammaṭṭhāna
  • Pelepasan
  • Kebijaksanaan
  • Energi
  • Kesabaran
  • Kebenaran
  • Tekad
  • Brahmavihāra
    • Cinta kasih
    • Karuna
    • Simpati
    • Ketenangan
    • Keseimbangan batin
  • Astasila
  • Bakti
    • Puja
    • Namaskara
    • Pradaksina
    • Pindapata
    • Pelimpahan jasa
    • Ziarah
  • Sādhu
  • Sangha
  • Majelis
  • Sāriputta
  • Moggallāna
  • 10 murid utama Buddha Gotama
  • Vinaya
  • Pabbajjā
  • Upasampadā
Jenis penganut
  • Sāvaka
  • Upasaka-upasika
  • Kappiya
  • Aṭṭhasīlanī
  • Sayalay
  • Samanera-samaneri
  • Biksu
  • Biksuni
  • Kalyāṇamitta
4 tingkat kemuliaan
  • Sotapana
  • Sakadagami
  • Anagami
  • Arahat
Tempat ibadah
  • Wihara
    • Wat
    • Kyaung
  • Sima
  • Kuti
  • Cetiya
    • Stupa
    • Pagoda
    • Candi
  • Hari raya
  • Peringatan
  • Waisak
  • Asalha
  • Magha
  • Kathina
  • Hari Abhidhamma
  • Uposatha
  • Budaya
  • Masyarakat
  • Aborsi
  • Agama-agama Timur
  • Anikonisme
  • Arsitektur
  • Atomisme
  • Baháʼí
  • Bendera Buddhis
  • Buddhisme Terjun Aktif
  • Bunuh diri
  • Demokrasi
  • Darmacakra
  • Dunia Romawi
  • Ekonomi
  • Filsafat
  • Filsafat Barat
  • Gnostisisme
  • Helenistik
  • Hidangan
  • Hinduisme
  • Humanisme
  • Ilmu pengetahuan
  • Jainisme
  • Kalender
  • Kasta
  • Kecerdasan buatan
  • Kekerasan
  • Kekristenan
    • Pengaruh
    • Perbandingan
  • Masturbasi
  • Modernisme
  • Musik
  • Navayāna
  • Orientasi seksual
  • Penindasan
  • Perempuan
  • Psikologi
  • Relik Buddha
  • Rupang Buddha
  • Seksualitas
  • Sekularisme
  • Seni rupa
  • Sosialisme
  • Teosofi
  • Vegetarisme
  • Yahudi
  • Category Kategori
  •  Portal Agama
  •  Portal Buddhisme

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Ikhtisar
  2. Lihat juga
  3. Catatan
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Tripitaka

Berbagai versi kitab suci Buddhisme

Kitab Buddhis Gandhāra

Kitab Buddhis Gandhāra, dikenal juga sebagai Teks Buddhis Gandhāra, adalah manuskrip-manuskrip Buddhis tertua yang pernah ditemukan hingga saat ini, berasal

Triratna

Tiga tempat berlindung yang berharga dalam Buddhisme

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026