Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bapa Gereja

Bapa Gereja adalah sebutan bagi teolog-teolog dan pujangga-pujangga Kristen peletak landasan intelektual dan doktrinal Kekristenan. Mereka berkiprah pada zaman Patristis, yakni kurun waktu dalam sejarah yang kira-kira bermula menjelang akhir abad pertama dan berujung pada pertengahan abad ke-8, khususnya pada abad ke-4 dan abad ke-5, ketika Kekristenan sedang berproses menjadi agama negara Kekaisaran Romawi.

kelompok ideolog dan penulis Kristen yang influensial
Diperbarui 12 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bapa Gereja
Para Bapa Gereja, miniatur Rus Kiev abad ke-11 dari naskah Bunga Rampai Sviatoslav
Bagian dari seri tentang
Kekristenan
Simbol utama Kekristenan
  • Yesus
  • Kristus
  • Yesus menurut Kristen
  • Lahir
  • Kiprah
  • Wafat
  • Kebangkitan
  • Kenaikan
  • Alkitab
  • Dasar
  • Perjanjian Lama
  • Perjanjian Baru
  • Injil
  • Kanon
  • Nabi
  • Gereja
  • Kredo
  • Perjanjian Baru dalam Kitab Yeremia
Teologi
  • Allah
  • Tritunggal
    • Bapa
    • Anak/Putra
    • Roh Kudus
  • Apologetika
  • Baptisan
  • Kristologi
  • Sejarah teologi
  • Misi
  • Keselamatan
  • Sejarah
  • Tradisi
  • Maria
  • Rasul
  • Petrus
  • Paulus
  • Bapa Gereja
  • Kristen Perdana
  • Konstantinus
  • Konsili
  • Agustinus
  • Skisma Timur–Barat
  • Perang Salib
  • Aquinas
  • Luther
  • Reformasi
  • Denominasi
  • Kelompok
Barat
  • Adventis
  • Anabaptis
  • Anglikan
  • Baptis
  • Kalvinis
  • Katolik
  • Injili
  • Kekudusan
  • Lutheran
  • Metodis
  • Pentakosta
  • Protestan
Timur
  • Ortodoks Timur
  • Ortodoks Oriental
  • Gereja Asyur di Timur
Nontritunggal
  • Gereja Mormon
  • Pentakosta Keesaan
  • Saksi Yehuwa
Topik terkait
  • Seni rupa
  • Anikonisme
  • Kritik
  • Ekumenisme
  • Liturgi
  • Musik
  • Agama lain
  • Doa
  • Khotbah
  • Simbolisme
Christian cross Portal Kristen
  • l
  • b
  • s

Bapa Gereja adalah sebutan bagi teolog-teolog dan pujangga-pujangga Kristen peletak landasan intelektual dan doktrinal Kekristenan. Mereka berkiprah pada zaman Patristis, yakni kurun waktu dalam sejarah yang kira-kira bermula menjelang akhir abad pertama dan berujung pada pertengahan abad ke-8,[1] khususnya pada abad ke-4 dan abad ke-5, ketika Kekristenan sedang berproses menjadi agama negara Kekaisaran Romawi.

Di bidang teologi dogmatis tradisional, pandangan-pandangan para pujangga yang dihormati sebagai Bapa Gereja sangatlah dihargai, dan definisi "Bapa Gereja" yang dipakai adalah definisi yang agak restriktif. Di bidang studi Patristika, yaitu ilmu yang mempelajari segala sesuatu mengenai para Bapa Gereja, cakupan makna istilah "Bapa Gereja" sudah diperluas, dan tidak ada daftar Bapa Gereja yang bersifat definitif.[2][3]

Para Bapa Besar

Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks Timur masing-masing menghormati empat orang Bapa Gereja yang disebut "Bapa Besar Gereja".[4] Di dalam Gereja Katolik, empat Bapa Besar Gereja Barat dan empat Bapa Besar Gereja Timur secara kolektif disebut "Delapan Doktor Gereja".[4]

Bapa Besar Gereja Barat
  • Ambrosius (340–397)
  • Hieronimus (347–420)
  • Agustinus dari Hipo (354–430)
  • Paus Gregorius I (540–604)
Bapa Besar Gereja Timur
  • Atanasius dari Aleksandria (ca.296 atau 298–373)
  • Gregorius dari Nazianzus (329–ca.390)
  • Basilius dari Kaisarea (ca.330–379)
  • Yohanes Krisostomus (347–407)

Basilius dari Kaisarea, Gregorius dari Nazianzus, dan Yohanes Krisostomus secara kolektif disebut "Tiga Waligereja Kudus" (bahasa Yunani: Οι Τρεις Ιεράρχεςcode: el is deprecated , Hoi Treis Hierarkhes).

Para Bapa Apostolik

Artikel utama: Bapa Apostolik

Para Bapa Apostolik adalah teolog-teolog Kristen yang hidup pada abad pertama dan abad ke-2 tarikh Masehi, yang dipercaya kenal dengan beberapa rasul secara pribadi, atau sangat dipengaruhi ajaran dan keteladanan mereka.[5] Meskipun populer pada masa-masa awal Kekristenan, karya-karya tulis mereka tidak dimasukkan ke dalam kanon Perjanjian Baru yang paripurna. Banyak di antara karya-karya tulis itu ditulis pada zaman yang sama dan di lokasi geografis yang sama dengan karya-karya sastra Gereja Purba lainnya yang menjadi bagian dari Kitab Suci Perjanjian Baru, dan beberapa karya tulis para Bapa Gereja tampaknya dihormati semulia kitab-kitab Perjanjian Baru. Klemens, Ignasius, dan Polikarpus dianggap sebagai tokoh-tokoh terkemuka di antara para Bapa Apostolik.

Klemens dari Roma

Artikel utama: Paus Klemens I

Surat Klemens yang pertama (ditulis sekitar tahun 96),[6] adalah surat tertua dari seorang Bapa Gereja.[7] Di dalam surat tersebut, Klemens mengimbau umat Kristen Korintus untuk memelihara kerukunan dan ketertiban.[6]

Surat Klemens yang pertama disalin dan dibacakan di mana-mana pada zaman Gereja perdana.[8] Sebagian pihak menganggap surat ini adalah bagian dari kanon Perjanjian Baru. Sebagai contoh, Surat Klemens yang pertama terdaftar sebagai salah satu karya tulis yang kanonik di dalam kanon 85 dari Kanon-Kanon Para Rasul,[9] salah satu kanon tertua Kitab Suci Perjanjian Baru, dan dengan demikian menunjukkan bahwa surat ini dihormati sebagai karya tulis yang kanonik setidaknya oleh jemaat-jemaat Kristen perdana di beberapa kawasan. Selambat-lambatnya pada abad ke-14, Ibnu Khaldun menyebutkan bahwa surat Klemens yang pertama adalah bagian dari Kitab Suci Perjanjian Baru.[10]

Ignasius dari Antiokhia

Artikel utama: Ignasius dari Antiokhia

Ignasius dari Antiokhia yang juga dikenal dengan nama Theoforus (ca.35– ca.110)[11] adalah Uskup Antiokhia yang ketiga dan salah seorang murid Rasul Yohanes. Dalam perjalanannya menjemput kemartiran di kota Roma, Ignasius menulis serangkai surat yang terlestarikan sampai sekarang. Topik-topik penting yang dikemukakannya di dalam surat-surat tersebut mencakup eklesiologi, sakramen, peran uskup, dan inkarnasi Kristus.[12] Ignasius adalah orang kedua sesudah Klemens yang menyebut tentang surat-surat Paulus di dalam karya tulisnya.[6]

Polikarpus dari Smirna

Artikel utama: Polikarpus

Polikarpus dari Smirna (ca.69–ca.155) adalah Uskup Smirna (sekarang İzmir, Turki). Polikarpus disebut-sebut sebagai salah seorang murid "Yohanes". Tokoh yang bernama Yohanes ini mungkin adalah Yohanes bin Zebedeus yang dari generasi ke generasi dipercaya sebagai penulis Injil Yohanes, tetapi mungkin pula adalah Yohanes Presbiter.[13] Para penganjur pandangan tradisional mengikuti keterangan Eusebius dari Kaisarea bahwa rasul tempat Polikarpus berguru adalah Yohanes Penginjil, sang penulis Injil Yohanes, yakni orang yang sama dengan Rasul Yohanes.

Polikarpus berusaha tetapi gagal membujuk Paus Anisetus untuk mengupayakan agar Gereja Barat merayakan Paskah pada tanggal 14 bulan Nisan, sama seperti Gereja Timur. Sekitar tahun 155, warga Smirna menuntut Polikarpus dijatuhi hukuman mati sebagai seorang pemeluk agama Kristen, dan ia pun gugur menjadi martir. Menurut riwayat kemartirannya, Polikarpus dipidana bakar hidup-hidup, tetapi lantaran api segan menyentuh dirinya, ia baru dijemput ajal sesudah ditikam dengan tombak. Dari luka bekas tikaman, darah mengucur dengan derasnya sampai-sampai memadamkan api yang berkobar di sekeliling jasadnya.[6] Polikarpus dihormati sebagai orang kudus oleh Gereja Katolik maupun Gereja Ortodoks Timur.

Papias dari Hierapolis

Artikel utama: Papias dari Hierapolis

Sedikit sekali keterangan yang tersedia mengenai Papias, selain dari kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari karya-karya tulisnya sendiri. Ireneus (ca.180), murid Polikarpus, menyifatkan Papias sebagai "tokoh sepuh yang dulu berguru kepada Yohanes, dan termasuk salah seorang sahabat Polikarpus". Eusebius menambahkan bahwa Papias menjabat sebagai Uskup Hierapolis sekitar masa hidup Ignasius dari Antiokhia. Selaku Uskup Hierapolis, Papias diduga digantikan Abersius dari Hierapolis. Nama "Papias" adalah nama yang lazim di Hierapolis dan sekitarnya, sehingga ada dugaan bahwa Papias adalah warga pribumi daerah itu. Sebagian besar para sarjana modern memperkirakan bahwa karya tulis Papias disusun antara tahun 95 sampai tahun 120.

Sekalipun terindikasi masih lestari pada Akhir Abad Pertengahan, seluruh karya tulis Papias sekarang sudah hilang. Meskipun demikian, penggalan-penggalan isinya terlestarikan di dalam sejumlah karya tulis lain. Beberapa di antara karya-karya tulis tersebut bahkan mengutip nomor bukunya.

Para Bapa Yunani

Bagian dari seri tentang
Gereja Ortodoks Timur
Kristos Pantokrator (detail mosaik Deesis)
Mosaik Kristos Pantokrator, Hagia Sofia
Ikhtisar
  • Struktur
  • Teologi (Sejarah teologi)
  • Liturgi
  • Sejarah Gereja
  • Misteri Suci
  • Pandangan tentang keselamatan
  • Pandangan tentang Maria
  • Pandangan tentang ikon
Latar belakang
  • Penyaliban / Kebangkitan / Kenaikan
    Yesus
  • Agama Kristen
  • Gereja Kristen
  • Suksesi apostolik
  • Empat Ciri Gereja
  • Ortodoksi
Organisasi
  • Otokefali
  • Kebatrikan
  • Batrik Ekumenis
  • Tatanan keuskupan
  • Klerus
  • Uskup
  • Imam
  • Diakon
  • Monastisisme
  • Tingkatan monastisisme
Yurisdiksi Otokefali
  • Kepatriarkan Ekumenis Konstantinopel
  • Aleksandria
  • Antiokhia
  • Yerusalem
  • Rusia
  • Serbia
  • Rumania
  • Bulgaria
  • Georgia
  • Siprus
  • Yunani
  • Polandia
  • Albania
  • Ceko dan Slowakia
  • Amerika Utara
Konsili Ekumenis
  • Tujuh Konsili Ekumenis:
  • Ke-1
  • Ke-2
  • Ke-3
  • Ke-4
  • Ke-5
  • Ke-6
  • Ke-7
  • Konsili-konsili penting lainnya:
  • Konsili Quinisextum
  • Konstantinopel IV
  • Konstantinopel V
  • Iași
  • Yerusalem
Sejarah
  • Bapa Gereja
  • Pentarki
  • Imperium Bizantin
  • Kristenisasi Bulgaria
  • Kristenisasi Rus' Kiev
  • Skisma akbar
  • Rusia
  • Kemaharajaan Turki Usmani
  • Amerika Utara
  • Indonesia
Teologi
  • Sejarah teologi Ortodoks
  • Apofatisme
  • Krisma
  • Doa kontemplasi
  • Esensi vs. Energi
  • Hesikasme
  • Tritunggal Maha Kudus
  • Kemanunggalan hipostatis
  • Ikon
  • Metousiosis
  • Teologi mistis
  • Syahadat Nicea
  • Nepsis
  • Oikonomia
  • Ousia
  • Palamisme
  • Filokalia
  • Fronema
  • Dosa
  • Teosis
  • Teotokos
  • Perbedaan dari Gereja Katolik
  • Penentangan Filioque
  • Penentangan supremasi paus
Liturgi dan peribadatan
  • Liturgi Ilahi
  • Ibadat Ilahi
  • Air Suci
  • Akatis
  • Apolitikion
  • Artos
  • Doa Yesus
  • Ektenes
  • Ekologion
  • Ibadat peringatan
  • Ikonostasis
  • Kenangan Abadi
  • Khotbah Paskah
  • Kipas liturgi
  • Kontakion
  • Liti
  • Paraklesis
  • Pedupaan
  • Pembunyian lonceng Rusia
  • Perarakan masuk
  • Perkawinan Ortodoks
  • Praksis
  • Prosfora
  • Omoforion
  • Salam Paskah
  • Semantron
  • Stikeron
  • Sujud Ortodoks
  • Tali doa
  • Tanda Salib
  • Troparion
  • Troparion Paskah
  • Vestimen
Penanggalan liturgi
  • Siklus Paskah
  • 12 Perayaan Agung
  • Perayaan lain:
  • Perayaan Ortodoksi
  • Perantaraan Theotokos
  • Empat masa puasa:
  • Puasa Natal
  • Puasa Agung
  • Puasa Para Rasul
  • Puasa Dormisi
Tokoh besar
  • Atanasius dari Aleksandria
  • Efrem dari Siria
  • Basilios dari Kaesarea
  • Kirilos dari Yerusalem
  • Gregorios dari Nazianzos
  • Gregorios dari Nisa
  • Yohanes Krisostomos
  • Kirilos dari Aleksandria
  • Yohanes Klimakos
  • Maksimus Pengaku Iman
  • Yohanes dari Damaskus
  • Teodoros dari Stoudios
  • Kasiani
  • Kirilos dan Metodios
  • Fotios I dari Konstantinopel
  • Gregorios Palamas
Topik lain
  • Arsitektur
  • Ensiklik Batrik-Batrik Timur
  • Salib Ortodoks
  • Gelar orang kudus
  • Statistik menurut negara
  • l
  • b
  • s

Para Bapa Gereja yang menghasilkan karya tulis dalam bahasa Yunani disebut Bapa (Gereja) Yunani. Selain para Bapa Apostolik, para Bapa Yunani juga mencakup Yustinus Martir, Ireneus dari Lyons, Klemens dari Aleksandria, Atanasius dari Aleksandria, Yohanes Krisostomus, Sirilus dari Aleksandria, para Bapa Kapadokia (Basilius dari Kaisarea, Gregorius dari Nazianzus, Gregorius dari Nisa), Petrus dari Sebastia, Maksimus Pengaku Iman, dan Yohanes dari Damsyik.

Yustinus Martir

Artikel utama: Yustinus Martir dan Apologi Pertama Yustinus Martir

Yustinus Martir adalah salah seorang apologis Kristen purba, dan dipandang sebagai penjabar teori Logos yang paling terkemuka pada abad ke2.[14] Ia gugur sebagai saksi iman Kristen bersama-sama dengan beberapa muridnya, dan dihormati sebagai orang kudus oleh Gereja Katolik,[15] gereja Anglikan,[16] Gereja Ortodoks Timur,[17] dan Gereja-Gereja Ortodoks Oriental.

Ireneus dari Lyons

Artikel utama: Ireneus

Ireneus adalah Uskup Lugdunum (Sekarang Lyon) di Galia. Karya-karya tulisnya merupakan unsur formatif pada pasa-masa awal perkembangan teologi Kristen, dan Ireneus sendiri dihormati Gereja Ortodoks Timur maupun Gereja Katolik sebagai orang kudus. Ia dikenal sebagai salah seorang apologis Kristen purba yang terkemuka, dan juga murid dari Polikarpus.

Di dalam karya tulisnya yang paling terkenal, Melawan Bidat-Bidat (ca.180), Ireneus menjajarkan bidat-bidat dan menyanggahnya satu demi satu. Di dalam karya tulisnya, Ireneus mengemukakan bahwa satu-satunya cara bagi umat Kristen untuk dapat mengekalkan persatuan adalah dengan rendah hati menerima satu kewenangan doktrinal, yakni konsili-konsili para uskup.[6] Ireneus mengusulkan agar Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohanes diterima sebagai kitab-kitab yang kanonik.

Klemens dari Aleksandria

Artikel utama: Klemens dari Aleksandria

Klemens dari Aleksandria adalah tokoh besar pertama dari Gereja Aleksandria, sekaligus salah seorang pengajar terkemuka di Gereja itu. Klemens memadukan tradisi-tradisi filsafat Yunani dengan doktrin Kristen, dan menghargai gnosis, yang bersama dengan persekutuan bagi semua orang, dapat dianut oleh rata-rata orang Kristen. Ia mengembangkan filsafat Platonisme Kristen.[6] Sama seperti Origenes, Klemens dikenal sebagai cendekiawan dari Perguruan Katekese Aleksandria dan memiliki pengetahuan yang luas tentang karya-karya sastra pagan.[6]

Origenes dari Aleksandria

Artikel utama: Origenes

Origenes dari Aleksandria, alias Origenes Adamansius (ca.185–ca.254), adalah seorang sarjana sekaligus teolog. Menurut tradisi, Origenes adalah cendekiawan asli Mesir[18] yang mengajar di Aleksandria, dan menghidupkan kembali perguruan katekese tempat Klemens dulu mengajar. Batrik Aleksandria yang mula-mula mendukung Origenes mengusir cendekiawan Mesir itu dari Aleksandria karena ditahbiskan tanpa seizinnya. Origenes pindah ke Kaisarea Tepi Laut dan menetap di kota itu hingga akhir hayatnya,[19] sesudah menanggung siksaan saat timbul aniaya besar-besaran terhadap umat Kristen. Kemudian hari Origenes dianatema, dan beberapa karya tulisnya dikutuk sebagai bidat. Dengan pengetahuan bahasa Ibraninya, Origenes menghasilkan koreksi Septuaginta.[6] Ia menulis ulasan tiap-tiap kitab di dalam Alkitab.[6] Di dalam Peri Arkhon (Ihwal Asas-Asas), Origenes mengartikulasikan panjabaran filsafati doktrin Kristen yang pertama.[6] Ia menafsirkan kitab suci secara alegoris dan menampilkan diri sebagai seorang filsuf Stoa, filsuf Neopitagoras, sekaligus seorang filsuf Platon.[6] Sama seperti Plotinus, Origenes berpandangan bahwa jiwa melewati urutan tahap-tahap sebelum berinkarnasi menjadi manusia, dan akhirnya sampai kepada Allah sesudah manusia mati.[6] Ia bahkan berpandangan bahwa roh-roh jahat pun akan kembali kepada Allah. Bagi Origenes, Allah bukanlah Yahweh melainkan Asas Pertama, sementara Kristus, Sang Logos, berada di bawah Allah.[6] Pandangan-pandangannya tentang struktur hierarkis di dalam Tritunggal, kefanaan materi, "prawujud jiwa", dan "pemulihan segala sesuatu" dianatema pada abad ke-6.[20][21] Sebelum itu, Origenes tidak dipandang sebagai ahli bidat.

Atanasius dari Aleksandria

Santo Atanasius digambarkan membawa kitab Injil, lambang ikonografis yang lazim dipakai dalam penggambaran sosok para imam dan uskup selaku pewarta Injil
Artikel utama: Atanasius dari Aleksandria

Atanasius dari Aleksandria (ca.293–373) adalah teolog, Paus Aleksandria, sekaligus pemuka bangsa Mesir pada abad ke-4. Ia dikenang sebagai tokoh yang berjasa merontokkan bidat Arianisme dan mengukuhkan doktrin Tritunggal. Dalam sidang Konsili Nikea I tahun 325, Atanasius mendebat doktrin Arianisme yang mengatakan bahwa hakikat Kristus berbeda dari hakikat Allah.[6]

Para Bapa Kapadokia

Artikel utama: Bapa-bapa Kapadokia

Para Bapa Kapadokia adalah Basilius Agung (330–379), Uskup Kaisarea Mazaka; Gregorius dari Nisa (ca.332–395), adik Basilius yang menjadi Uskup Nisa; dan Gregorius dari Nazianzus (329–389), sahabat karib Basilius yang menjadi Batrik Konstantinopel.[22] Para Bapa Kapadokia adalah penganjur-penganjur teologi Kristen purba, dan dihormati Gereja Barat maupun Gereja Timur sebagai orang-orang kudus. Basilius dan Gregorius berasal dari sebuah keluarga ahli zuhud abad ke-4 yang dipimpin Makrina Muda (324–379), yang berjasa menyediakan ruang bagi adik-adiknya untuk belajar dan bertafakur, serta berjasa merawat ibu mereka. Abdis Makrina memperhatikan pendidikan dan perkembangan ketiga adiknya, yakni Basilius Agung, Gregorius dari Nisa, dan Petrus dari Sebastia (ca.340–391) yang menjadi Uskup Sebastia.

Para Bapa Kapadokia berusaha membuktikan bahwa umat Kristen pun mampu mempertahankan pendirian mereka di dalam percakapan-percakapan dengan kaum cendekiawan penutur bahasa Yunani. Mereka berpandangan bahwa sekalipun bertentangan dengan banyak gagasan Platon dan Aristoteles (maupun filsuf-filsuf Yunani lainnya), iman Kristen adalah suatu gerakan yang nyaris ilmiah dan tampil beda sendiri, dengan penyembuhan jiwa manusia dan kemanunggalannya dengan Allah sebagai inti sarinya. Para Bapa Kapadokia bersumbangsih besar terhadap perumusan definisi Tritunggal yang dituntaskan dalam Konsili Konstantinopel I tahun 381 maupun terhadap versi paripurna Syahadat Nikea.

Seusai penyelenggaraan Konsili Nikea I, Arianisme tidak serta merta menghilang. Golongan semi-Arian mengajarkan bahwa hakikat Sang Putra mirip (homoiousios) dengan hakikat Sang Bapa, bertolak belakang dengan golongan Arian garis keras yang mengajarkan bahwa hakikat Sang Putra berlainan (heterousios) dengan hakikat Sang Bapa. Oleh karena itu Sang Putra diyakini serupa dengan Sang Bapa tetapi tidak sehakikat dengan Sang Bapa. Para Bapa Kapadokia berusaha menggiring golongan semi-Arian kembali ke jalan yang benar. Di dalam karya-karya tulis mereka, rumusan "tiga pribadi (hipostasis) dalam satu hakikat (homoousios)" acap kali mengemuka, dan dengan demikian secara jelas menunjukkan adanya pengakuan terhadap perbedaan antara Sang Bapa dan Sang Putra (Konsili Nikea I dituduh mengaburkan perbedaan ini) tetapi pada saat yang sama menandaskan keesaan hakikat Sang Bapa dan Sang Putra.

Yohanes Krisostomus

Artikel utama: Yohanes Krisostomus

Yohanes Krisostomus (ca.347–ca.407), Uskup Agung Konstantinopel, adalah Bapa Gereja yang dikenal karena kefasihannya dalam berkhotbah dan berpidato. Kecamannya terhadap penyalahgunaan kewenangan di kalangan petinggi gereja maupun pemimpin politik, catatan khotbah-khotbahnya, dan karya-karya tulisnya membuat Yohanes dikenal sebagai Bapa Gereja Timur yang paling giat berkarya. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang berjiwa zuhud. Sesudah wafat (menurut beberapa sumber, bahkan sejak masih hidup), Yohanes dijuluki Krisostomus, artinya "Si Mulut Emas".[23][24]

Yohanes Krisostomus lebih dikenal sebagai teolog dan pengkhotbah ulung, khususnya di Gereja Ortodoks Timur. Ia dihormati sebagai santo pelindung para orator di Gereja Katolik. Yohanes Krisostomus juga dikenal karena delapan khotbahnya yang cukup bepengaruh dalan sejarah antisemistisme Kristen. Kecaman-kecamannya terhadap orang-orang Kristen yang keyahudi-yahudian ditulis saat ia masih menjadi presbiter di Antiokhia. Karya-karya tulis inilah yang digarap dan disalahgunakan Nazi Jerman dalam kampenye ideologis melawan bangsa Yahudi.[25][26] Para sarjana Patristika semisal Robert L Wilken menunjukkan bahwa tindakan menerapkan pemahaman-pemahaman modern mengenai antisemitisme pada diri Yohanes Krisostomus merupakan tindakan yang anakronistis, karena Yohanes Krisostomus menggunakan Psogos. Psogos dan enkomium adalah teknik yang digunakan orang pada Abad Kuno untuk beretorika dalam konteks polemik. Dengan enkomium, "orang mengabaikan kekurangan-kekurangan suatu pihak dengan maksud untuk menyanjungnya, sementara dengan psogos, orang mengabaikan kelebihan-kelebihan suatu pihak dengan maksud untuk merendahkannya. Asas-asas semacam ini jelas tercantum di dalam buku-buku panduan para pembicara, tetapi sepenggal keterangan yang menarik dari sejarawan Gereja Sokrates, yang berkarya pada pertengahan abad ke-5, menunjukkan bahwa kaidah-kaidah untuk mencerca lawan bicara sudah dianggap sebagai hal yang lumrah oleh pria maupun wanita pada masa-masa menjelang kesudahan Dunia Romawi"[27]

Khotbah-khotbah Yohanes Krisostomus dan Basilius Agung sangat memengaruhi pemahaman Gereja tentang ekonomi dan pemerataan keadilan bagi kaum papa, karena dijabarkan panjang lebar di dalam Katekismus Gereja Katolik.[28] Di dalam khotbah-khotbahnya, Paus Fransiskus juga mengkritik bentuk-bentuk modern Kapitalisme yang ada dewasa ini.[29][30]

Sirilus dari Aleksandria

Artikel utama: Sirilus dari Aleksandria

Sirilus dari Aleksandria (ca.378–444) adalah Uskup Aleksandria pada masa-masa puncak kegemilangan kota Aleksandria dalam kehidupan bernegara di Kekaisaran Romawi. Sirilus menghasilkan banyak karya tulis dan merupakan protagonis utama dalam kontroversi-kontroversi kristologis pada abad ke-4 dan abad ke-5. Ia tampil mengemuka dalam sidang Konsili Efesus I tahun 431, yang memecat Nestorius dari jabatan Uskup Agung Konstantinopel. Reputasinya yang luhur di mata Dunia Kristen membuat Sirilus digelari "Saka Guru Iman" dan "Meterai Segenap Bapa Gereja".

Maksimus Pengaku Iman

Artikel utama: Maksimus Pengaku Iman

Maksimus Pengaku Iman, alias Maksimus Teolog, alias Maksimus dari Konstantinopel (ca.580–662) adalah rahib sekaligus teolog dan sarjana Kristen. Pada masa mudanya, Maksimus adalah seorang pegawai negeri dan tangan kanan Heraklius, Kaisar Romawi Timur. Kemudian hari, Maksimus meninggalkan dunia politik dan menjadi rahib.

Sesudah pindah ke Kartago, Maksimus mendalami karya-karya tulis para pujangga Neoplatonis dan menjadi seorang pujangga terkemuka. Ketika seorang sahabatnya mulai menyebarluaskan paham kristologis yang dikenal dengan sebutan Monotelitisme, Maksimus pun terlibat di dalam kontroversi yang ditimbulkan paham tersebut, karena ia mendukung pandangan Kristen Kalsedon bahwa Yesus memiliki kehendak insani maupun kehendak ilahi. Maksimus dihormati di Gereja Timur maupun di Gereja Barat. Pendirian kristologisnya membuat Maksimus disiksa, diasingkan, dan wafat tidak lama kemudian. Meskipun demikian, pandangan teologinya dikukuhkan Konsili Konstantinopel III, dan dihormati sebagai orang kudus tidak lama sesudah wafat. Maksimus diperingati dua kali setahun, yakni setiap tanggal 21 Januari dan 13 Agustus. Gelar Pengaku Iman yang disandangnya menunjukkan bahwa Maksimus menanggung penderitaan karena iman Kristen yang dipeluknya, tetapi tidak serta merta mengakibatkan kematiannya, berbeda dengan para Saksi Iman (Martir). Risalahnya, Riwayat Hidup Sang Perawan, diduga adalah biografi terlengkap Maria, ibunda Yesus, yang paling tua.

Yohanes dari Damsyik

Artikel utama: Yohanes dari Damsyik

Yohanes dari Damsyik (ca.676–749) adalah seorang rahib dan imam Kristen Suryani. Ia lahir dan dibesarkan di kota Damsyik, dan wafat di biaranya, Mar Saba, tidak jauh dari kota Yerusalem.

Tokoh serba bisa ini menggemari dan berkiprah di bidang hukum, teologi, filsafat, dan musik. Sebelum ditahbiskan, ia bekerja sebagai kepala tata usaha negara khilafah yang berpusat di Damsyik. Yohanes menghasilkan karya-karya tulis berisi penjabaran iman Kristen, dan menggubah madah-madah yang masih dipakai di biara-biara Kristen Timur. Gereja Katolik menghormatinya sebagai salah seorang Doktor Gereja, dan kerap menggelarinya "Doktor Pengangkatan" karena karya-karya tulisnya tentang pengangkatan Maria, ibunda Yesus, ke surga.

Para Bapa Latin

Para Bapa Gereja yang menghasilkan karya-karya tulis dalam bahasa Latin disebut Bapa (Gereja) Latin.

Tertulianus

Artikel utama: Tertulianus

Tertulianus, atau lengkapnya Quintus Septimius Florens Tertullianus (ca.155–ca.222), adalah seorang pujangga yang giat menghasilkan karya-karya tulis di bidang apologetika, teologi, dan zuhud.[31] Tertulianus lahir di Kartago, dan memutuskan untuk memeluk agama Kristen sebelum tahun 197. Ayahnya adalah seorang centurio (kepala pasukan bala seratus) dalam angkatan bersenjata Kekaisaran Romawi.

Tertulianus mengecam doktrin-doktrin Kristen yang dianggapnya bidat, tetapi kemudian hari menganut paham Montanisme yang dibidatkan Gereja arus utama. Karena alasan inilah Tertulianus tidak dihormati sebagai orang kudus. Ia menulis tiga buku dalam bahasa Yunani, dan merupakan pujangga besar Gereja Latin yang pertama, sehingga kadang-kadang digelari "Bapa Gereja Latin".[32] Berdasarkan bukti-bukti yang ada, Tertulianus adalah seorang ahli hukum di kota Roma.[33] Ia disebut-sebut sebagai pujangga yang memasukkan istilah Latin trinitas untuk menyifatkan Allah (Tritunggal) ke dalam kosakata Kristen[34] (Teofilus dari Antiokhia sudah lebih dahulu menulis tentang "ketritunggalan Allah, Firman-Nya, dan Hikmat-Nya", yang mirip tetapi tidak persis sama dengan kata-kata yang digunakan dalam definisi Tritunggal),[35] dan mungkin pula rumusan "tiga Pribadi satu Hakikat" yang dalam bahasa Latin berbunyi "tres Personae, una Substantia" (dari rumusan Yunani Koine τρεῖς ὑποστάσεις, ὁμοούσιος, treis Hipostases, Homoousios), serta istilah vetus testamentum (Perjanjian Lama) dan novum testamentum (Perjanjian Baru).

Dengan karya tulisnya, Apologeticus, Tertulianus menjadi pujangga Latin pertama yang menyebut Kekristenan sebagai vera religio (agama sejati), dan secara sistematis merendahkan agama klasik Kekaisaran Romawi maupun kultus-kultus lain yang diterima luas saat itu ke taraf "takhayul" belaka.

Kemudian hari Tertulianus bergabung dengan golongan Montanus, sebuah sempalan Kristen yang sejalan dengan sifat tegasnya.[31] Tertulianus menggunakan lambang ikan Gereja purba—kata Yunani untuk "ikan" ΙΧΘΥΣ dipakai sebagai singkatan frasa Ἰησοῦς Χριστός, Θεοῦ Υἱός, Σωτήρ (Yesus Kristus Putra Allah Juru Selamat)—untuk menjelaskan makna pembaptisan karena ikan lahir di dalam air. Di dalam karya tulisnya, Tertulianus mengumpamakan umat manusia dengan ikan kecil.

Siprianus dari Kartago

Artikel utama: Siprianus dari Kartago

Siprianus (ca.200–ca.258) adalah Uskup Kartago dan salah seorang pujangga Kristen purba yang dipandang penting. Ia lahir di Afrika Utara, mungkin sekali pada permulaan abad ke-3, agaknya di kota Kartago, tempatnya mengenyam pendidikan (pagan) klasik yang bermutu. Sesudah memeluk agama Kristen, Siprianus menjadi seorang uskup dan akhirnya mati syahid di kota Kartago. Ia sangat mementingkan persatuan umat Kristen dengan uskup-uskup mereka, demikian pula kewenangan Takhta Keuskupan Roma, yang ia sebut sebagai sumber "persatuan imamat".

Hilarius dari Poitiers

Artikel utama: Hilarius dari Poitiers

Hilarius dari Poitiers (ca.300–ca.368) adalah Uskup Poitiers dan salah seorang Doktor Gereja. Kadan-kadang ia dijuluki "Penggodam Kaum Arian" (bahasa Latin: Malleus Arianorumcode: la is deprecated ) dan "Atanasius dari Barat". Nama "Hilarius" adalah nama Latin yang berarti "bahagia" atau "riang gembira". Hilarius dihormati sebagai orang kudus, dan diperingati setiap tanggal 13 Januari menurut penanggalan liturgi Gereja Latin. Pada masa lampau, apabila tanggal 13 Januari bertepatan dengan Oktaf Epifani (hari ke-8 sesudah Epifani), hari peringatan Hilarius digeser ke tanggal 14 Januari.

Ambrosius dari Milan

Artikel utama: Ambrosius

Ambrosius[36] adalah Uskup Agung Milan yang tampil menjadi salah pemuka agama paling berpengaruh pada abad ke-4. Sebelum ditahbiskan menjadi uskup, Ambrosius adalah kepala daerah Emilia-Liguria. Ia dihormati sebagai salah seorang dari keempat Doktor Gereja terdahulu. Ambrosius menawarkan suatu perspektif baru mengenai teori penebusan.

Paus Damasus I

Paus Damasus I (305–384) giat mempertahankan keutuhan Gereja Katolik dari berbagai ancaman skisma. Dalam dua sinode yang diselenggarakan di kota Roma (tahun 368 dan 369), ia mengutuk bidat Apolinariasnisme dan bidat Makedonianisme, serta mengirim utusan-utusan (wakil-wakil paus) ke sidang Konsili Konstantinopel I tahun 381 untuk menyampaikan pandangannya tentang bidat-bidat tersebut. Damasus juga mempertahankan kewenangan Takhta Keuskupan Roma lewat karya tulisnya, dan meresmikan pemakaian bahasa Latin dalam perayaan misa sebagai pengganti bahasa Yunani Koine yang saat itu masih menjadi bahasa liturgi segenap Gereja Barat.

Hieronimus dari Stridonium

Artikel utama: Hieronimus
Hieronimus di Ruang Kerjanya, gambar cetak yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Ghent.[37]

Hieronimus (ca.347–420) lebih dikenal sebagai tokoh yang menerjemahkan Alkitab dari bahasa Yunani dan Ibrani ke dalam bahasa Latin. Ia juga seorang apologis Kristen. Vulgata, Alkitab hasil terjemahan Hieronimus, masih dihargai sebagai salah satu karya sastra penting di dalam agama Kristen Katolik. Ia dihormati Gereja Katolik sebagai Doktor gereja.

Agustinus dari Hipo

Artikel utama: Agustinus dari Hipo

Agustinus (354–430), Uskup Hipo, adalah seorang filsuf dan teolog. Sebagai salah seorang tokoh terpenting dalam perkembangan Gereja Barat, Agustinus dihormati sebagai Bapa Besar dan Doktor Gereja Latin. Pada masa mudanya, Agustinus membaca banyak karya tulis di bidang retorika dan filsafat Yunani-Romawi, antara lain karya-karya tulis para filsuf Platonisme seperti Plotinus.[38] Agustinuslah yang membingkai konsep dosa asal dan peperangan yang benar sebagaimana yang dipahami di Dunia Barat. Ketika Kekaisaran Roma mengalami keruntuhan dan banyak orang Kristen terguncang imannya, Agustinus menulis Kota Allah. Di dalam Kota Allah, Agustinus membela agama Kristen dari kritik-kritik yang dilontarkan kaum pagan, dan mengembangkan konsep Gereja sebagai Kota Allah yang bersifat rohani, kebalikan dari Kota Manusia yang bersifat bendawi.[6] Karya-karya tulis Agustinus membentuk cikal bakal wawasan dunia Abad Pertengahan, suatu cara pandang yang kemudian hari dipertegas Paus Gregorius Agung.[6]

Agustinus lahir di negeri yang sekarang bernama Aljazair. Ibunya, Monika, adalah seorang pemeluk agama Kristen. Agustinus mengenyam pendidikan di Afrika Utara dan menolak menuruti keinginan ibunya agar ia ikut memeluk agama Kristen. Agustinus malah hidup bersama seorang gundik dan memeluk agama Mani. Kemudian hari ia meninggalkan agama Mani, memeluk agama Kristen, menjadi seorang uskup, dan menentang bidat-bidat seperti Pelagianisme. Sekian banyak karya tulisnya, termasuk Pengakuan-Pengakuan yang kerap disebut sebagai otobiografi Barat yang pertama, terus-menerus dibaca sejak masa hidupnya. Tarekat Santo Agustinus adalah tarekat religius Katolik yang mengadopsi nama maupun cara hidupnya. Agustinus juga dihormati banyak lembaga sebagai santo pelindung, bahkan namanya kerap dipakai sebagai nama lembaga.

Paus Gregorius Agung

Artikel utama: Paus Gregorius I

Gregorius Agung (ca.540–604) adalah paus yang menjabat sejak tanggal 3 September 590 sampai akhir hayatnya. Ia juga dikenal dengan nama Gregorius Dialogus (Gregorius Pengantawacana) di Gereja Ortodoks Timur karena menghasilkan karya tulis yang dijuduli Dialog-Dialog. Ia adalah paus pertama yang berasal dari lingkungan biara. Gregorius Agung adalah salah seorang Doktor Gereja, dan salah seorang dari keempat Bapa Besar Gereja Barat (tiga Bapa Besar lainnya adalah Ambrosius, Agustinus, dan Hieronimus). Di antara semua paus yang menjabat pada awal Abad Pertengahan, Gregoriuslah yang paling berpengaruh.[39]

Isidorus dari Sevilla

Artikel utama: Isidorus dari Sevilla

Isidorus dari Sevilla (ca.560–636) adalah Uskup Agung Sevilla selama tiga puluh tahun dan dianggap, sebagaimana yang dibahasakan sejarawan Montalembert dalam sebaris kalimat yang sering dikutip, sebagai "le dernier savant du monde ancien" (sarjana terakhir dunia purba). Semua karya tulis sejarah Abad Pertengahan mengenai Hispania (Jazirah Iberia, terdiri atas Spanyol dan Portugal) memang didasarkan atas karya tulis sejarahnya.

Pada masa-masa disintegrasi budaya klasik, ketika kekerasan dan buta huruf merajalela di kalangan bangsawan, Isidorus terlibat dalam usaha mengalihkan kepercayaan para penguasa Visigoth dari Arianisme ke iman Katolik, baik dengan membantu saudaranya, Leander dari Sevilla, maupun melanjutkan usaha tersebut sepeninggal saudaranya. Ia menjadi tokoh yang berpengaruh di lingkaran orang-orang terdekat Sisebut, Raja Visigoth Hispania. Sama seperti Leander, Isidorus memainkan peran utama dalam Konsili Toledo dan Konsili Sevilla. Legislasi Visigoth yang dihasilkan konsili-konsili tersebut dianggap para sejarawan modern berjasa memprakarsai lahirnya bentuk pemerintahan yang diawasi lembaga perwakilan rakyat.

Para Bapa Suryani

Bapa Suryani adalah Bapa Gereja yang menghasilkan karya tulis dalam bahasa Suryani. Banyak karya tulis para Bapa Suryani diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan bahasa Yunani.

Afrahat

Artikel utama: Afrahat

Afrahat (ca.270–ca.345) adalah pujangga Kristen Suryani abad ke-3 dari daerah Adiabene, kawasan utara Mesopotamia, wilayah Kemaharajaan Persia. Afrahat menghasilkan rangkaian karya tulis yang terdiri atas 23 penjabaran kitab suci atau homili mengenai pokok-pokok doktrin dan amalan Kristen. Ia lahir di Persia sekitar tahun 270, tetapi semua karya tulisnya yang dapat diketahui, yakni Paparan-Paparan, ditulis menjelang akhir hayatnya. Afrahat adalah seorang ahli zuhud yang hidup membujang, dan hampir dapat dipastikan adalah salah seorang putra perjanjian (anggota paguyuban ahli zuhud khas Kristen Suryani purba). Mungkin saja ia ditahbiskan menjadi uskup. Menurut tradisi Gereja Suryani terkemudian, Afrahat mengepalai biara Mar Mati, tidak jauh dari kota Mosul di kawasan utara wilayah Irak sekarang ini. Ia adalah rekan sezaman Efrem orang Suriah, hanya saja Efrem hidup dan berkarya di wilayah Kekaisaran Romawi. Tokoh yang digelari Begawan Persia (bahasa Suryani: ܚܟܝܡܐ ܦܪܣܝܐcode: syr is deprecated , ḥakîmâ p̄ārsāyā) ini adalah saksi kiprah Gereja purba di seberang garis perbatasan timur wilayah Kekaisaran Romawi.

Efrem orang Suriah

Artikel utama: Efrem orang Suriah

Efrem orang Syam (ca.306–373) adalah seorang diakon, himnografer (penggubah madah), dan teolog Suryani yang giat berkarya pada abad ke-4 di daerah Syam.[40][41][42][43] Karya-karya tulisnya disanjung umat Kristen di seluruh dunia, dan banyak denominasi menghormatinya sebagai orang kudus. Efrem digelari Doktor Gereja di Gereja Katolik, serta sangat dicintai di Gereja Ortodoks Suryani dan Gereja di Timur.

Efrem menulis beragam madah, puisi, dan khotbah dalam berbait-bait syair, maupun eksegesis Alkitab dalam bentuk prosa. Aneka susastra yang dihasilkannya merupakan karya-karya tulis teologi praktis yang berguna untuk membina jemaat pada masa-masa sulit. Karya-karya tulisnya sangat populer, sehingga berabad-abad sesudah kematiannya, pujangga-pujangga Kristen menyusun ratusan karya tulis pseudopigrafis dengan mencatut namanya. Ia disebut-sebut sebagai Bapa Gereja yang paling terkemuka di antara semua Bapa Suryani.[44]

Ishak dari Antiokhia

Artikel utama: Ishak dari Antiokhia

Ishak dari Antiokhia (451–452), salah seorang bintang kesusastraan Suryani, adalah pujangga yang diduga menulis sejumlah besar homili bermetrum (daftar lengkap yang disusun Gustav Bickell berisi 191 karya tulis yang terlestarikan dalam bentuk naskah), banyak di antaranya yang menampakkan keaslian dan ketajaman gagasan yang jarang dijumpai di kalangan pujangga Suryani.

Ishak dari Niniwe

Artikel utama: Ishak dari Niniwe

Ishak dari Niniwe adalah uskup dan teolog Suryani abad ke-7 yang lebih dikenal karena karya-karya tulisnya. Ia juga dihormati sebagai orang kudus di Gereja di Timur, Gereja Katolik, Gereja Ortodoks Timur, dan Gereja-Gereja Ortodoks Oriental, sehingga menjadikannya tokoh terakhir secara kronologis yang dihormati semua Gereja rasuli sebagai orang kudus. Ia diperingati setiap tanggal 28 Januari dan 14 Maret menurut penanggalan liturgi Gereja Ortodoks Suryani. Ishak dikenal karena homili-homilinya tentang kehidupan batiniah bernapaskan kemanusiaan dengan kedalaman teologis yang melampaui batas-batas ruang lingkup Kristen Nestorian Gereja asalnya. Karya-karya tulis tersebut terlestarikan di dalam naskah-naskah berbahasa Suryani maupun terjemahan-terjemahannya ke dalam bahasa Yunani dan bahasa Arab.

Para Bapa Gurun

Bapa Gurun adalah sebutan bagi ahli-ahli zuhud Kristen purba yang hidup di padang gurun Mesir. Meskipun tidak banyak menghasilkan karya tulis, pengaruh mereka sangat besar. Bapa Gurun yang terkenal adalah Paulus dari Tebai, Antonius Agung, dan Pakhomius. Banyak wejangan mereka, yang biasanya pendek-pendek, terhimpun di dalam Apoftegmata Ton Pateron (Ujar-Ujar Bapa-Bapa).

Pandangan modern

Di dalam Gereja Katolik, Bernardus dari Clairvaux dianggap sebagai Bapa Gereja yang terakhir.[45] Bagi Gereja Ortodoks Timur, zaman para Bapa Gereja terus berlanjut sampai sekarang, dan oleh karena itu mencakup pula pujangga-pujangga berpengaruh yang berkiprah pada zaman modern. Menurut Gereja Ortodoks Timur, untuk dapat dianggap sebagai Bapa Gereja, seseorang tidak harus benar sampai sekecil-kecilnya, apalagi sampai bersifat mustahil-keliru. Doktrin Gereja Ortodoks Timur ditetapkan berdasarkan mufakat para Bapa Gereja, yakni pokok-pokok yang mereka sepakati bersama. Mufakat ini menjadi tuntunan bagi Gereja dalam perkara-perkara dogma, tafsir kitab suci, dan dalam membedakan tradisi suci yang sejati dari ajaran-ajaran palsu.[46]

Pengakuan Iman Augsburg tahun 1530 dan Rumusan Kesepahaman tahun 1576–1584 di gereja Lutheran masing-masing diawali dengan pemaparan doktrin yang diimani para Bapa Konsili Nikea I.

Meskipun fikrah agamawi Kristen Protestan didasarkan atas sola scriptura (prinsip bahwa Alkitab sajalah kewenangan tertinggi di dalam perkara-perkara doktrinal), tokoh-tokoh gerakan Reformasi Protestan terdahulu, sama seperti Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks, memakai tafsir-tafsir teologis kitab suci yang sudah ditetapkan para Bapa Gereja purba. Pengakuan Iman Prancis Yohanes Kalvin tahun 1559 memuat pernyataan "dan kami mengakui [kebenaran ajaran-ajaran] yang sudah ditetapkan konsili-konsili purba, dan kami menentang semua sempalan maupun bidat yang ditolak doktor-doktor kudus, seperti Santo Hilarius, Santo Atanasius, Santo Ambrosius, dan Santo Sirilus."[47] Pengakuan Iman Skotlandia tahun 1560 mengemukakan pandangannya tentang konsili-konsili ekumene di dalam pasal ke-20. Tiga Puluh Sembilan Pasal gereja Inggris, baik versi asli dari tahun 1562-1571 maupun versi Amerika yang sudah direvisi dari tahun 1801, dengan jelas menerima syahadat Nikea di dalam pasal ke-7. Bahkan sekalipun rumusan pengakuan iman Protestan tertentu tidak menyebut-nyebut Konsili Nikea atau syahadat Nikea, doktrinnya senantiasa diikutsertakan, misalnya dalam Pengakuan Iman Westminster gereja Presbiterian tahun 1647. Banyak seminari Protestan memasukkan patristika ke dalam kurikulumnya, dan banyak gereja Protestan bersejarah menitikberatkan pentingnya tradisi pengajaran dan pandangan para Bapa Gereja di bidang tafsir kitab suci. Penekanan semacam ini bahkan diungkapkan secara resmi di dalam beberapa aliran pemikiran Kristen Protestan, misalnya aliran Paleoortodoksi.

Patristika

Artikel utama: Patristika

Ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang para Bapa Gereja disebut Patristika.

Sebagian pihak membedakan Patristika dari Patrologi. Patristika diartikan sebagai cabang ilmu teologi yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan iman, moral, maupun tata tertib yang terkandung di dalam karya-karya tulis para Bapa Gereja, sementara ilmu yang mempelajari hal-ihwal para Bapa Gereja disebut Patrologi.[48][49]

Baca juga

  • Pengaku Iman
  • Gereja Raya
  • Daftar gelar orang kudus Ortodoks Timur
  • Daftar Bapa Gereja
  • Tradisi suci

Referensi

  1. ↑ Ikonoklasme Bizantin bermula pada tahun 726, Yohanes dari Damsyik wafat pada tahun 749, tujuh konsili ekumene terdahulu terakhir kali diselenggarakan pada tahun 787.
  2. ↑ Kelly, John N. D. "Patristic literature". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 11 Mei 2018.
  3. ↑ Rasmussen, Adam (10 June 2011). "Who are the Fathers of the Church? A chronological list". Catholic Theology. Diakses tanggal 11 Mei 2018.
  4. 1 2 Hall, Christopher A. (August 17, 1998). Reading Scripture with the Church Fathers. InterVarsity Press. hlm. 55. ISBN 0830815007. MacDonald, Paul S. (March 2003). History of the Concept of Mind. hlm. 124. ISBN 0754613658.
  5. ↑  Peterson, John Bertram (1913). "The Apostolic Fathers". Dalam Herbermann, Charles (ed.). Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Durant, Will (1972). Caesar and Christ. New York: Simon & Schuster.
  7. ↑ Di Berardino, Angelo (2014). Encyclopedia of Ancient Christianity. IVP Academic. hlm. 1:549.
  8. ↑ Elliott, John. 1 Peter. Doubleday, Toronto, 2000. Halaman 138.
  9. ↑ "The Ecclesiastical Canons of the Same Holy Apostles". Christian Classics Ethereal Library. Ante-Nicene Fathers. Grand Rapids, Michigan, Amerika Serikat: Eerdmans Pub Co. Diakses tanggal 09 Oktober 2020.
  10. ↑ Ibn Khaldun (1958) [1377], "Bab 3.31. Remarks on the words "Pope" and "Patriarch" in the Christian religion and on the word "Kohen" used by the Jews", Muqaddimah, diterjemahkan oleh Rosenthal, Franz.
  11. ↑ Baca "Ignatius" dalam The Westminster Dictionary of Church History, Jerald Brauer (penyunting), Philadelphia:Westminster, 1971, dan David Hugh Farmer, "Ignatius of Antioch" dalam The Oxford Dictionary of the Saints, New York:Oxford University Press, 1987.
  12. ↑ SURAT IGNASIUS KEPADA JEMAAT DI MAGNESIA, bab IX
  13. ↑ Polycarp of Smyrna; Ignatius of Antioch; Clement of Rome (1912). The Apostolic Fathers. Diterjemahkan oleh Lake, Kirsopp. New York: G.P. Putnam's Sons. hlm. 280. hdl:2027/hvd.32044016963696.
  14. ↑ Rokeah (2002) Justin Martyr and the Jews hlm.22.
  15. ↑  Lebreton, Jules (1910). "St. Justin Martyr". Dalam Herbermann, Charles (ed.). Catholic Encyclopedia. Vol. 7. New York: Robert Appleton. Diakses tanggal 2 November 2013. ;
  16. ↑ "For All the Saints" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 24 Mei 2010. Diakses tanggal 08 November 2012.
  17. ↑ "Justin the Philosopher & Martyr and his Companions". Diakses tanggal 02 April 2011.
  18. ↑ Sarton, George (1936). "The Unity and Diversity of the Mediterranean World". Osiris. 2: 430. doi:10.1086/368462.
  19. ↑ Tentang kota Kaisarea
  20. ↑ Anatema-Anatema Terhadap Origenes oleh konsili ekumene yang ke-5 (Schaff, Philip, "The Seven Ecumenical Councils", Nicene and Post-Nicene Fathers, Seri 2, Jld. 14. Edinburgh: T&T Clark)
  21. ↑ Anatema Kaisar Yustinianus Terhadap Origenes (Schaff, op. cit.)
  22. ↑ "Commentary on Song of Songs; Letter on the Soul; Letter on Ascesis and the Monastic Life". World Digital Library. Diakses tanggal 6 Maret 2013.
  23. ↑ Paus Vigilius, Konstitusi Paus Vigilius, 553
  24. ↑  Herbermann, Charles, ed. (1913). "St. John Chrysostom" . Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.
  25. ↑ Walter Laqueur, The Changing Face of Antisemitism: From Ancient Times To The Present Day, (Oxford University Press: 2006), hlm. 48. ISBN 0-19-530429-2. 48
  26. ↑ Yohanan (Hans) Lewy (1997). "John Chrysostom". Dalam Roth, Cecil (ed.). Encyclopaedia Judaica (Edisi CD-ROM versi 1.0). Keter Publishing House. ISBN 965-07-0665-8.
  27. ↑ John Chrysostom and the Jews: Rhetoric and Reality in the Late 4th Century, by Robert L. Wilken (University of California Press: Berkeley, 1983), hlm. 112.
  28. ↑ https://www.vatican.va/archive/ccc_css/archive/catechism/p3s2c2a7.htm
  29. ↑ https://catholicexchange.com/st-john-chrysostom-pope-francis-common
  30. ↑ https://sojo.net/articles/what-st-john-chrysostom-can-teach-us-about-social-justice
  31. 1 2 Cross, F. L., ed. (2005). "Tertullian". The Oxford Dictionary of the Christian Church. New York: Oxford University Press. doi:10.1093/acref/9780192802903.001.0001. ISBN 9780192802903.
  32. ↑ Vinsensius dari Lerins pada tahun 434 Masehi, di dalam Commonitorium, 17, menyifatkan Tertulian sebagai 'yang pertama di antara kita, umat Latin' (Quasten IV, hlm. 549)
  33. ↑  Herbermann, Charles, ed. (1913). "Tertullian" . Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.
  34. ↑ A History of Christian Thought, Paul Tillich, Touchstone Books, 1972. ISBN 0-671-21426-8 (hlm. 43)
  35. ↑ Kepada Autolikus, Buku 2, Bab XV
  36. ↑ Ambrosius dalam bahasa Latin dan bahasa Franken Hilir, Ambrogio dalam bahasa Italia, Ambroeus dalam bahasa Lombardi.
  37. ↑ "Hiëronymus in zijn studeervertrek". lib.ugent.be. Diakses tanggal 2020-10-02.
  38. ↑ Cross, F. L., (penyunting) The Oxford Dictionary of the Christian Church. New York: Oxford University Press. 2005, artikel Platonism
  39. ↑ Paus Santo Gregorius I Diarsipkan 2007-02-27 di Wayback Machine. di about.com
  40. ↑ Karim, Cyril Aphrem (December 2004). Symbols of the cross in the writings of the early Syriac Fathers. Gorgias Press LLC. hlm. 3. ISBN 978-1-59333-230-3. Diakses tanggal 8 Juni 2011.[pranala nonaktif permanen]
  41. ↑ Lipiński, Edward (2000). The Aramaeans: their ancient history, culture, religion. Peeters Publishers. hlm. 11. ISBN 978-90-429-0859-8. Diakses tanggal 8 Juni 2011.
  42. ↑ Possekel, Ute (1999). Evidence of Greek philosophical concepts in the writings of Ephrem the Syrian. Peeters Publishers. hlm. 1. ISBN 978-90-429-0759-1. Diakses tanggal 8 Juni 2011.
  43. ↑ Cameron, Averil; Kuhrt, Amélie (1993). Images of women in antiquity. Psychology Press. hlm. 288. ISBN 978-0-415-09095-7. Diakses tanggal 8 Juni 2011.
  44. ↑ Parry (1999), hlm. 180
  45. ↑ Pius XII. "Doctor Mellifluus". The Holy See. Diakses tanggal 6 Agustus 2020.
  46. ↑ Pomazansky, Michael (1984) [1973, dalam bahasa Rusia], Orthodox Dogmatic Theology (terjemahan Inggris), Platina CA: Saint Herman of Alaska Brotherhood, hlm. 37, ff
  47. ↑ Henry Beveridge (penerjemah), Calvin's Tracts, Calvin Translation Socieity, Edinburgh, 1849
  48. ↑ Henk ten Napel.2009, Kamus Teologi. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
  49. ↑ F. D. Wellem.1994, Kamus Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 191.

Pranala luar

  • Skema Bapa Gereja di ReligionFacts.com Diarsipkan 2009-05-16 di Wayback Machine.
  • Bapa-Bapa Gereja di ccel.org
  • Bapa-Bapa Gereja di Newadvent.org
  • Church Fathers at the Patristics In English Project Site
  • Early Church Fathers Addtional Texts
  • The Fathers, the Scholastics, and Ourselves by von Balthasar Diarsipkan 2013-06-30 di Archive.is
  • Faulkner University Patristics Project Diarsipkan 2009-05-27 di Wayback Machine. A growing collection of English translations of patristic texts and high-resolution scans from the comprehensive Patrologia compiled by J. P. Migne.
  • Primer on the Church Fathers at Corunum
  • Writtings from the church fathers at www.goarch.com. Diarsipkan 2008-09-22 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Gereja Katolik
  • Indeks
  • Garis Besar
  • Glosarium
  • Tokoh Umat
Sejarah
(Linimasa
Gerejawi
Kehakiman)
Gereja Perdana
  • Yesus
    • Karya Pelayanan
    • Penyaliban
    • Kebangkitan
    • Amanat Agung
  • Para Rasul
    • Suksesi
    • Keutamaan Petrus
  • Bapa Gereja
    • Bapa Apostolik
  • Sejarah Lembaga Kepausan
    • Keutamaan
Gereja Raya
  • Masa Pranikea
  • Konstantinus
  • Saptakonsili Oikumene
    • Nikea I
    • Kalsedon
  • Akhir Abad Kuno
  • Kanon Alkitab
  • Kerahiban
Abad Pertengahan
  • Penaklukan Islam
  • Paus Gregorius I
  • Negara Gereja
  • Skisma (1054)
  • Konstroversi Investritur
  • Perang Salib
  • Skisma (1378)
  • Inkuisisi
  • Universitas
  • Skolastisisme
  • Abad Penjelajahan
Zaman Modern
  • Protestantisme
    • Reformasi Protestan
    • Reformasi Katolik
      • Trento
  • Perang Tiga Puluh Tahun
  • Pencerahan
  • Revolusi Prancis
  • Nazisme
  • Vatikan II
  • Komunisme
  • Skandal Pelecehan Seksual
  • Islam
  • Pandemi COVID-19
Teologi
(Alkitab
Tradisi
Katekismus)
Umum
  • Allah
    • Tritunggal
    • Kerajaan
  • Tubuh dan Jiwa
  • Rahmat Allah
  • Dogma
  • Syahadat Nikea
  • Dosa Asal
  • Para Kudus
  • Keselamatan
  • Khotbah di Bukit
  • Dasatitah
  • Vulgata
  • Alkitab Resmi
    • Vulgata Sistina
    • Vulgata Sisto-Klementina
    • Nova Vulgata
  • Ibadat
Eklesiologi
  • Communitas Perfecta
  • Konsili
  • Oikumenisme
  • Empat Ciri
    • Satu Gereja Sejati
    • Katolik
  • Infalibilitas
  • Mystici Corporis Christi
  • Umat Allah
  • Tiga Status
  • Subsistit In
  • Dalam Hukum Kanon
Sakramen
  • Baptis
  • Krisma
  • Ekaristi
  • Tobat
  • Minyak Suci
    • Ritus Terakhir
  • Imamat
  • Perkawinan
Mariologi
  • Diangkat ke Surga
  • Sejarah
  • Dikandung Tanpa Noda
  • Mariologi Para Paus
  • Mariologi Para Kudus
  • Bunda Allah
  • Selalu Perawan
  • Penghormatan
  • Baca juga:
  • Yosefologi
Filsafat
  • Hukum Kodrati
  • Teologi Moral
  • Personalisme
  • Ajaran Sosial
  • Filsuf
  • Filsafat Hukum Kanonik
  • Baca juga:
  • Ilmu Pengetahuan
    • Evolusi
  • Keterpisahan Gereja dari Negara
    • Relasi
    • Politik
Para Kudus
  • Keluarga Kudus
    • Maria
    • Yosef
  • Bapa Bangsa
  • Nabi
  • Malaikat Agung
  • Martir
  • Pujangga Gereja
  • Penginjil
  • Pengaku Iman
  • Murid
  • Perawan
Organisasi
(Hierarki
Hukum Kanon
Umat Awam
Jenjang Kehormatan
Menurut Negara)
Takhta Suci
(Daftar Paus)
  • Sri Paus Leo XIV
  • Konsili Oikumene
  • Dewan Kardinal
    • Daftar
    • Penasihat
  • Kuria Roma
    • Dikasteri
  • Sinode Para Uskup
  • Properti
Kota Vatikan
  • Indeks
  • Garis-garis besar
  • Istana Apostolik
  • Perjanjian Lateran
  • Rota Romana
  • Basilika Santo Petrus
  • Garda Swiss
  • Museum Vatikan
Politas (Imamat)
  • Keuskupan
    • Konferensi Waligereja
    • Eparki
  • Uskup
    • Batrik
    • Mayor
    • Primat
    • Metropolit
    • Uskup Agung
    • Diosesan
    • Koajutor
    • Auksilier
    • Tituler
    • Emeritus
  • Paroki
  • Imam
  • Diakon
Hidup Bakti
  • Religius:
  • Superior
    • Abas, Abdis
    • Pemimpin Umum
    • Pemimpin Provinsial
    • Prior
  • Guru Besar
  • Bruder
    • Frater
    • Rahib
  • Suster
    • Biarawati
  • Eremit
  • Novis
    • Pembimbing Novis
    • Oblat
    • Postulan
Gereja Partikular
Sui Iuris
  • Gereja Latin
  • Gereja-Gereja Katolik Timur
    • Albania
    • Armenia
    • Belarusia
    • Bulgaria
    • Kaldaya
    • Kubti
    • Kroasia dan Serbia
    • Eritrea
    • Etiopia
    • Georgia
    • Yunani
    • Hongaria
    • Albania-Italia
    • Makedonia
    • Maruni
    • Malaki
    • Rumania
    • Rusia
    • Rutenia
    • Slowakia
    • Suryani
    • Suryani-Malabar
    • Suryani-Malangkara
    • Ukraina
Liturgi Katolik
  • Liturgi Katolik Timur
    • Aleksandria
    • Antiokhia
    • Armenia
    • Bizantin
    • Suryani Timur
    • Suryani Barat
      • Malangkara
  • Latin
    • Ambrosian
    • Braga
    • Muzarabi
    • Romawi
      • Paulus VI
      • Tridentina
      • Anglikan
      • Zaire
Budaya
  • Seni Rupa
    • Mariawi
  • Seniman
  • Sastrawan
  • Gedung Gereja
    • Karya Seni Altar
  • Agama Katolik Rakyat
  • Perpustakaan
  • Museum
  • Musik
  • Tanda Penghargaan
  • Peran dalam Peradaban
  • Baca juga:
  • Kritik terhadap Gereja Katolik
  • Anti-Katolik
Media
  • Biro Percetakan dan Penerbitan Takhta Suci
  • Media Vatikan
    • Vatican News
    • Stasiun Televisi Vatikan
    • Radio Vatikan
  • Percetakan dan Penerbitan Multibahasa Vatikan
  • L'Osservatore Romano
  • Acta Apostolicae Sedis
  • Annuario Pontificio
Tarekat,
Institut,
Serikat Religius
  • Asumsionis
  • Anunsiasionis
  • Agustinian
  • Basilian
  • Benediktin
  • Betlehemit
  • Turkin
  • Kamaldulensis
  • Kamilian
  • Karmelit
  • Kartusian
  • Sistersien
  • Klaris
  • Konsepsionis
  • Salib Suci
  • Dominikan
  • Fransiskan
  • Suster Gembala Baik
  • Hieronimit
  • Yesuit
  • Legiuner
  • Mersedarian
  • Minim
  • Olivetan
  • Oratorian
  • Piaris
  • Premonstratensian
  • Redemptoristin
  • Servit
  • Teatin
  • Trapis
  • Trinitarian
  • Visitandin
Serikat
Umat Beriman
  • Konfreria
    • Awam
    • Mariawi
    • Orang Muda
    • Pekerja
  • Ordo Ketiga
    • Santo Dominikus
    • Karmelit Awam
      • Tak Berkasut
    • Santo Fransiskus
      • Sekuler
  • Ordo militer
  • Fimcap
  • Aksi Katolik
  • Pembaharuan Karismatik
  • Comunione e Liberazione
  • Sant'Egidio
  • Focolare
  • Aliansi Internasional Kesatria Katolik
  • Kepanduan
  • Legio Maria
  • Jalan Neokatekumen
  • Opus Dei
  • Schoenstatt
Amal Kasih
  • Aid to the Church in Need
  • Caritas
  • Catholic Charities
  • Home Mission
  • Relief Services
  • CIDSE
  • Pax Christi
  • Serikat Sosial Vinsensius
  • Baca juga:
  • Pelayanan Kesehatan
  • Sekolah
  • Universitas
  •  Portal Katolik
  • Category Kategori
  • l
  • b
  • s
Gereja Ortodoks Timur
Gereja Otokefali
Empat Patriarkat Kuno
Konstantinopel
Aleksandria
Antiokhia
Yerusalem
Rusia
Georgia
Bulgaria
Serbia
Rumania
Siprus
Yunani
Polandia
Albania
Republik Ceko dan Slowakia
Amerika[a]
Ukraina[a]
Gereja Otonomi
Sinai
Kreta
Finlandia
Estonia[a]
Korea
Jepang[a]
Tiongkok[a]
Ohrid
Eropa Barat[a]
Bessarabia[a]
Moldova[a]
ROCOR[b]
Sejarah
Tuhan Yesus Kristus
12 Rasul
Kekristenan Awal
Tujuh Konsili Ekumenis pertama
Bapa-Bapa Gereja
Pentarki
Gereja negara Kekaisaran Romawi
Imperium Bizantin
Skisma Akbar
Raskol
Pemercaya Lama
Gereja Katakombe
Kalenderis Lama
Gereja Ortodoks Timur menurut negara
Liturgi Suci
Ritus Bizantium
Liturgi Suci St. Yohanes Krisostomus
Liturgi Suci St. Basilius Agung
Liturgi Suci St. Yakobus
Liturgi Suci St. Gregorius
Ortodoks Ritus Barat
  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Otokefali atau otonomi yang tidak secara universal diakui.
  2. ↑ Bagian semi-otonomi dari Gereja Ortodoks Rusia yang otonominya tidak secara universal diakui.
  • l
  • b
  • s
Sejarah Kekristenan
  • Penyebaran
  • Sejarah teologi
  • Historisitas Alkitab
  • Daftar martir Kekristenan
Abad
  • ke-1
  • ke-2
  • ke-3
  • ke-4
  • ke-5
  • ke-6
  • ke-7
  • ke-8
  • ke-9
  • ke-10
  • ke-11
  • ke-12
  • ke-13
  • ke-14
  • ke-15
  • ke-16
  • ke-17
  • ke-18
  • ke-19
  • ke-20
  • ke-21
The Nicene Creed at the First Council of Nicaea
Gereja perdana
Awal mula
dan Zaman Apostolik
  • Latar belakang
  • Kronologi kehidupan Yesus
    • Kelahiran
    • Kehidupan
    • Pembaptisan
    • Pelayanan
    • Penyaliban
    • Kebangkitan
    • Amanat Agung
    • Kenaikan
    • Kesejarahan
  • Roh Kudus
  • Para rasul dalam Perjanjian Baru
  • Umat Kristen Yahudi
    • Perpecahan
  • Rasul Paulus
  • Konsili Yerusalem
    • Injil
    • Kisah Para Rasul
    • Surat-surat Paulus
    • Surat-surat umum
    • Wahyu
Periode pra-Nikea
  • Keragaman teologi
    • Adopsionisme
    • Arianisme
    • Doketisme
    • Donatisme
    • Gnostisisme
    • Marsionisme
    • Montanisme
  • Perkembangan Kanon
  • Penganiayaan
  • Bapa Apostolik dan Bapa Gereja
    • Klemens
    • Polikarpus
    • Ignatius
    • Ireneus
    • Yustinus Martir
    • Tertulianus
    • Origenes
  • Gereja Raya
  • Afrika
  • Pengikut Tomas
Kuno akhir
  • Konstantinus I
    • dan Kekristenan
    • Pergeseran
  • Gereja negara Kekaisaran Romawi
  • Monastisisme
  • Konsili
  • Nikea
    • Kredo
    • Kekristenan
  • Athanasius
  • Hieronimus
  • Augustinus
  • Konstantinopel I
  • Efesus
  • Kalsedon
  • Kalsedonisme
  • Non-Kalsedonisme
  • Kanon Alkitab
Kristen Katolik
(Garis waktu)
  • Kepausan
    • Perkembangan keutamaan
    • Penentangan Ortodoks Timur
  • Damai Tuhan
  • Gerakan Perang Salib
  • Lateran IV
  • Leo X
  • Kontra-Reformasi
    • Trento
    • Seni Rupa
    • Yesuit
      • Fransiskus Xaverius
  • Thomas More
  • Pembubaran Biara
  • Perang
  • Batu misa dan lubang imam
  • Guadalupe
  • Jansenisme
  • Molinisme
  • Neo-skolastisisme
  • Teresa
  • Modernisme
  • Gereja Katolik Bebas
  • Vatikan I dan Vatikan II
    • Komunitas gerejawi
Kekristenan
Timur
  • Ortodoks Timur
    • Sejarah
  • Ortodoks Oriental
    • Sejarah
  • Gereja di Timur
  • Krisostomus
  • Nestorianisme
  • Ikon
    • Ikonodul
    • Ikonoklasme
  • Skisma Timur-Barat
  • Kejatuhan Konstantinopel
  • Armenia
  • Georgia
  • Yunani
  • Koptik
  • Suriah
  • Etiopia
  • Utsmaniyah
  • Bulgaria
  • Rusia
  • Serbia
Abad
Pertengahan
  • Pelagianisme
  • Gregorius I
  • Keltik
  • Jermanik
    • Anglo-Saxon
    • Franka
    • Goth
    • Skandinavia
      • Islandia
  • Slav
    • Bohemia
    • Bulgaria
    • Rus' Kiev
    • Moravia
    • Polandia
    • Pomerania
  • Kontroversi Penobatan
  • Anselmus
  • Abelardus
  • Bernardus
  • Bogomilisme
  • Bosnia
  • Katarisme
  • Saudara-Saudara Apostolik
  • Dulcinianisme
  • Perang Salib
  • Waldensianisme
  • Inkuisisi
  • Skolastisisme
  • Mistisisme Kristen
  • Dominikus
  • Fransiskus
  • Bonaventura
  • Aquinas
    • Quinque viae
  • Wycliffe
  • Kepausan Avignon
  • Skisma Barat
  • Reformasi Bohemia
  • Hus
  • Konsiliarisme
    • Sinode
Reformasi
dan
Protestanisme
  • Erasmus
  • Perjamuan Kudus
  • Lima Solae
  • Debat Calvinis–Arminian
  • Arminianisme
  • Kontra
  • Perang agama Eropa
  • Nikodemit
  • Hukum dan Injil
  • Etika kerja Protestan
Lutheranisme
  • Luther
    • 95 Dalil
    • Dewan Worms
    • Teologi
    • Alkitab
  • Melanchthon
  • Buku Konkord
  • Skolatisisme
  • Perjamuan Kudus
  • Seni rupa
Calvinisme
  • Zwingli
  • Kalvin
  • Huguenot
  • Presbiterianisme
  • Skotlandia
  • Knox
  • TULIP
  • Baptisan
  • Dordrecht
  • Tiga Formula Kesatuan
  • Westminster
  • Skolatisisme
  • Mazmur metrik
Anglikan
  • Henry VIII
  • Cranmer
  • Elizabeth I
  • 39 Pasal
  • Puritan
  • Perang Saudara
  • Buku Doa Umum
  • Alkitab
Anabaptis
  • Teologi
  • Reformasi Radikal
  • Grebel
  • Saudara-Saudara Anabaptis Swiss
  • Müntzer
  • Sinode Para Martir
  • Menno Simons
  • Smyth
  • Cermin Para Martir
  • Ausbund
1640–1789
  • Kebangkitan
  • Misi
    • garis waktu
  • Baptis
  • Maklumat toleransi
  • Kongregasional
  • Kebangunan Rohani Pertama
  • Metodisme
  • Millerisme
  • Pietisme
    • Tesis Merton
  • Lutheranisme Lama dan Baru
1789–sekarang
  • Pertemuan kemah
  • Gerakan Kekudusan
  • Kebangunan Rohani Kedua
  • Gerakan Restorasionisme
  • Saksi-Saksi Yehuwa
    • Sejarah
  • Gerakan OSZA
    • Sejarah
  • Advent
    • Sejarah
  • Adventisme
  • Gerakan Oxford
  • Laestadianisme
  • Kebangunan Rohani Finlandia
  • Eksistensialisme Kristen
  • Kebangunan Rohani Ketiga
  • Kebangunan Rohani Azusa
  • Musik gospel
  • Kontroversi fundamentalis-modernis
  • Pasifisme Kristen
  • Oikumenisme
  • Gerakan Yesus
  • Pentakostalisme
  • Karismatik
  • Teologi pembebasan
  • Epistemologi Calvinisme
  • Kebangunan Rohani Keempat
  • Evangelikalisme
  • Protestan arus utama
  • Kristen sayap kiri dan sayap kanan
  • l
  • b
  • s
Kekristenan
  • Indeks
  • Garis-Garis Besar
  • Glosarium
  • Daftar tokoh Kristen
  • Menurut Negara
Alkitab
  • Kanon
  • Nabi
  • Perjanjian Lama
  • Perjanjian Baru
Dasar
  • Gereja
  • Syahadat
  • Injil
  • Perjanjian Baru
  • Tradisi
  • Ibadah
Sejarah
Lini Masa
Kristen Perdana
  • Yesus
    • Kelahiran
    • Pembaptisan
    • Karya Pelayanan
    • Khotbah di Bukit
    • Wafat
    • Kebangkitan
    • Amanat Agung
  • Para Rasul
  • Bapa-Bapa Gereja
    • Bapa-Bapa Apostolik
Gereja Raya
  • Zaman Pra-Nikea
  • Akhir Abad Kuno
  • Konstantinus Agung
  • Tujuh Konsili Ekumene Pertama
    • Nikea I
    • Kalsedon
  • Gereja Negara Kekaisaran Romawi
  • Kanon Alkitab
Abad Pertengahan
  • Kerahiban
  • Negara Gereja
  • Skisma Akbar
  • Kontroversi Investitur
  • Gerakan Perang Salib
  • Perang Salib
  • Abad Penjelajahan Samudra
Zaman Modern
  • Reformasi Protestan
  • Reformasi Katolik
  • Perang Tiga Puluh Tahun
  • Abad Pencerahan
  • Revolusi Prancis
  • Persekusi:
    • Komunis
  • Islam
Denominasi
(Daftar)
Kristen Barat
  • Adventis
  • Anabaptis
  • Anglikan
  • Baptis
  • Injili
  • Kalvinis
  • Karismatik
  • Katolik
  • Kekudusan
  • Lutheran
  • Metodis
  • Pentakosta
  • Protestan
  • Perhimpunan Handai Tolan
Kristen Timur
  • Ortodoks Timur
  • Ortodoks Oriental (Miafisit)
  • Gereja di Timur (Nestorian)
  • Katolik Timur
Restorasionis
  • Saksi Yehuwa
  • Gerakan Orang Suci Zaman Akhir
  • Iglesia ni Cristo
Teologi
  • Allah
    • Tritunggal
    • Bapa
    • Anak/Putra
    • Roh Kudus
  • Kristologi
  • Syahadat Nikea
  • Tradisi Suci
  • Dosa Asal
  • Keselamatan
  • Lahir Baru
  • Ibadat
  • Mariologi
    • Teotokos
  • Orang Kudus
  • Eklesiologi
    • Empat Tanda
    • Tubuh Kristus
    • Satu Gereja Sejati
    • Umat Allah
    • Hukum Kanon
  • Sakramen
    • Baptis
    • Ekaristi/Perjamuan Kudus
    • Perkawinan
    • Krisma/Peneguhan Sidi
    • Tobat/Pengakuan Dosa
    • Pengurapan Orang Sakit
    • Imamat Kudus
  • Misi
  • Pembasuhan
    • Kesehatan
Filsafat
  • Hukum Kodrati
  • Etika
  • Ilmu Pengetahuan
    • Evolusi
  • Politik
  • Pandangan tentang miskin dan kaya
Lain-lain
Kebudayaan
  • Arsitektur
    • Arsitektur katedral dan gereja besar
  • Bendera
  • Seni rupa
    • Yesus
    • Maria
  • Sastra
  • Musik
  • Bangunan gereja
    • Katedral
  • Peran dalam peradaban
  • Baca juga:
  • Hubungan dengan agama-agama lain
  • Kristen budaya
  • Kritik
  • Aniaya
Gerakan
  • Asketisme
  • Karismatik
  • Demokrasi Kristen
  • Lingkungan Hidup
  • Eksistensialisme
  • Fundamentalisme
  • Pembebasan
  • Kiri/Kanan
  • Pasifisme
  • Kemakmuran
Kerja Sama
  • Dunia Kristen
  • Ekumenisme
    • Charta Oecumenica
    • Dewan Gereja Sedunia
    • Aliansi Injili Sedunia
  • Nondenominasionalisme
  •  Portal Kristen
  • Wikipedia book Buku
  • Category Kategori
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Latvia
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Para Bapa Besar
  2. Para Bapa Apostolik
  3. Klemens dari Roma
  4. Ignasius dari Antiokhia
  5. Polikarpus dari Smirna
  6. Papias dari Hierapolis
  7. Para Bapa Yunani
  8. Yustinus Martir
  9. Ireneus dari Lyons
  10. Klemens dari Aleksandria
  11. Origenes dari Aleksandria
  12. Atanasius dari Aleksandria
  13. Para Bapa Kapadokia
  14. Yohanes Krisostomus
  15. Sirilus dari Aleksandria
  16. Maksimus Pengaku Iman

Artikel Terkait

Bahasa

sistem komunikasi terstruktur

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026