Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Perayaan Ortodoksi

Perayaan Ortodoksi atau biasa disebut pula sebagai Minggu Ortodoksi atau Minggu Kemenangan Ortodoksi dirayakan setiap tahunnya pada hari Minggu pertama pada masa Puasa Agung, yakni hari Minggu setelah Senin Bersih atau 42 hari/enam Minggu sebelum hari raya Paskah. Perayaan ini dirayakan oleh gereja-gereja ritus Bizantium, yakni Gereja Ortodoks Timur dan Gereja-gereja Katolik Timur. Perayaan ini diadakan sebagai momen untuk memperingati kekalahan ikonoklasme dan pengembalian penggunaan ikon dalam bangunan gereja.

Wikipedia article
Diperbarui 28 Juli 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Perayaan Ortodoksi
Minggu Ortodoksia
Minggu Kemenangan Ortodoksi
Ikon sang Theotokos dan Bayi Kristus serta para malaikat dan orang kudus dari tahun 600 dan merupakan salah satu ikon yang selamat dari pergerakan paham ikonoklasme
JenisGereja Ortodoks Timur
Tanggal42 hari sebelum Paskah
Tahun 2026
  • 1 Maret
Tahun 2027
  • 21 Maret
Tahun 2028
  • 5 Maret
Frekuensitahunan
Terkait denganHari Minggu pertama Puasa Agung Prapaskah
Bagian dari seri tentang
Gereja Ortodoks Timur
Kristos Pantokrator (detail mosaik Deesis)
Mosaik Kristos Pantokrator, Hagia Sofia
Ikhtisar
  • Struktur
  • Teologi (Sejarah teologi)
  • Liturgi
  • Sejarah Gereja
  • Misteri Suci
  • Pandangan tentang keselamatan
  • Pandangan tentang Maria
  • Pandangan tentang ikon
Latar belakang
  • Penyaliban / Kebangkitan / Kenaikan
    Yesus
  • Agama Kristen
  • Gereja Kristen
  • Suksesi apostolik
  • Empat Ciri Gereja
  • Ortodoksi
Organisasi
  • Otokefali
  • Kebatrikan
  • Batrik Ekumenis
  • Tatanan keuskupan
  • Klerus
  • Uskup
  • Imam
  • Diakon
  • Monastisisme
  • Tingkatan monastisisme
Yurisdiksi Otokefali
  • Kepatriarkan Ekumenis Konstantinopel
  • Aleksandria
  • Antiokhia
  • Yerusalem
  • Rusia
  • Serbia
  • Rumania
  • Bulgaria
  • Georgia
  • Siprus
  • Yunani
  • Polandia
  • Albania
  • Ceko dan Slowakia
  • Amerika Utara
Konsili Ekumenis
  • Tujuh Konsili Ekumenis:
  • Ke-1
  • Ke-2
  • Ke-3
  • Ke-4
  • Ke-5
  • Ke-6
  • Ke-7
  • Konsili-konsili penting lainnya:
  • Konsili Quinisextum
  • Konstantinopel IV
  • Konstantinopel V
  • Iași
  • Yerusalem
Sejarah
  • Bapa Gereja
  • Pentarki
  • Imperium Bizantin
  • Kristenisasi Bulgaria
  • Kristenisasi Rus' Kiev
  • Skisma akbar
  • Rusia
  • Kemaharajaan Turki Usmani
  • Amerika Utara
  • Indonesia
Teologi
  • Sejarah teologi Ortodoks
  • Apofatisme
  • Krisma
  • Doa kontemplasi
  • Esensi vs. Energi
  • Hesikasme
  • Tritunggal Maha Kudus
  • Kemanunggalan hipostatis
  • Ikon
  • Metousiosis
  • Teologi mistis
  • Syahadat Nicea
  • Nepsis
  • Oikonomia
  • Ousia
  • Palamisme
  • Filokalia
  • Fronema
  • Dosa
  • Teosis
  • Teotokos
  • Perbedaan dari Gereja Katolik
  • Penentangan Filioque
  • Penentangan supremasi paus
Liturgi dan peribadatan
  • Liturgi Ilahi
  • Ibadat Ilahi
  • Air Suci
  • Akatis
  • Apolitikion
  • Artos
  • Doa Yesus
  • Ektenes
  • Ekologion
  • Ibadat peringatan
  • Ikonostasis
  • Kenangan Abadi
  • Khotbah Paskah
  • Kipas liturgi
  • Kontakion
  • Liti
  • Paraklesis
  • Pedupaan
  • Pembunyian lonceng Rusia
  • Perarakan masuk
  • Perkawinan Ortodoks
  • Praksis
  • Prosfora
  • Omoforion
  • Salam Paskah
  • Semantron
  • Stikeron
  • Sujud Ortodoks
  • Tali doa
  • Tanda Salib
  • Troparion
  • Troparion Paskah
  • Vestimen
Penanggalan liturgi
  • Siklus Paskah
  • 12 Perayaan Agung
  • Perayaan lain:
  • Perayaan Ortodoksi
  • Perantaraan Theotokos
  • Empat masa puasa:
  • Puasa Natal
  • Puasa Agung
  • Puasa Para Rasul
  • Puasa Dormisi
Tokoh besar
  • Atanasius dari Aleksandria
  • Efrem dari Siria
  • Basilios dari Kaesarea
  • Kirilos dari Yerusalem
  • Gregorios dari Nazianzos
  • Gregorios dari Nisa
  • Yohanes Krisostomos
  • Kirilos dari Aleksandria
  • Yohanes Klimakos
  • Maksimus Pengaku Iman
  • Yohanes dari Damaskus
  • Teodoros dari Stoudios
  • Kasiani
  • Kirilos dan Metodios
  • Fotios I dari Konstantinopel
  • Gregorios Palamas
Topik lain
  • Arsitektur
  • Ensiklik Batrik-Batrik Timur
  • Salib Ortodoks
  • Gelar orang kudus
  • Statistik menurut negara
  • l
  • b
  • s
Tahun Liturgi
Gereja Ritus Barat
  • Adven
  • Natal
  • Epifani
  • Masa Biasa
  • Masa Prapaskah
    • Rabu Abu
  • Pekan Suci
    • Jumat Dukacita
    • Minggu Palma
    • Senin Suci
    • Selasa Suci
    • Rabu Suci
    • Kamis Putih
    • Jumat Agung
    • Sabtu Suci
    • Minggu Paskah
    • Senin Paskah
  • Kenaikan
  • Pentakosta
Gereja Ritus Timur
  • Eksaltasi Salib
  • Puasa Natal
  • Natal
  • Teofani
  • Prapuasa Agung
  • Puasa Agung
    • Senin Bersih
    • Minggu Ortodoksi
  • Pekan Suci
    • Minggu Palma
    • Senin Suci
    • Selasa Suci
    • Rabu Suci
    • Kamis Putih
    • Jumat Agung
    • Sabtu Suci
  • Paskah
  • Pentakosta
  • Transfigurasi
  • Tertidurnya Theotokos
This box:
  • lihat
  • bicara
  • sunting

Perayaan Ortodoksi atau biasa disebut pula sebagai Minggu Ortodoksi atau Minggu Kemenangan Ortodoksi dirayakan setiap tahunnya pada hari Minggu pertama pada masa Puasa Agung, yakni hari Minggu setelah Senin Bersih atau 42 hari/enam Minggu sebelum hari raya Paskah. Perayaan ini dirayakan oleh gereja-gereja ritus Bizantium, yakni Gereja Ortodoks Timur dan Gereja-gereja Katolik Timur. Perayaan ini diadakan sebagai momen untuk memperingati kekalahan ikonoklasme dan pengembalian penggunaan ikon dalam bangunan gereja.[1]

Sejarah

Informasi lebih lanjut: Ikonoklasme Bizantium

Meskipun penggunaan ikon pada bangunan gereja telah diatur pada Konsili Ekumenis Ketujuh tahun 787. Pergerakan ikonoklasme mulai menimbulkan permasalahan dalam tubuh gereja. Akan tetapi setelah kematian Kaisar Teofilos yang merupakan penganut pergerakan ikonoklasme, sang penerus yaitu Kaisar Mikhael III, bersama dengan ibunya Maharani Theodora dan Patriark Methodios I memanggi Sinode Konstantinopel pada tahun 843 untuk membawa kedamaian ke dalam tubuh gereja. Di akhir sesi pertama sinode tersebut, semua yang hadir membuat prosesi kemenangan dengan membawa ikon dari Gereja Santa Maria Blakhernaum menuju Gereja Hagia Sofia sebagai simbol kekalahan ikonoklasme dan pemulihan kembali penggunaan ikon dalam bangunan gereja. Prosesi tersebut terjadi pada tanggal 11 Maret 843, yang bertepatan dengan hari Minggu pertama (enam Minggu sebelum Paskah) pada masa Puasa Agung. Sinode tersebut kemudian menetapkan bahwa perayaan tersebut harus terus-menerus dijalankan tiap hari Minggu pertama pada masa Puasa Agung dan menamai hari itu sebagai "Minggu Ortodoksi" (ἡ Κυριακὴ τῆς Ὀρθοδοξίας).[2]

Penggunaan nama "Ortodoksi" pada perayaan ini secara tidak langsung mempengaruhi pemaknaan dari perayaan ini sendiri. Perayaan yang pada awalnya sebagai bentuk sukacita atas kekalahan paham ikonoklasme ini sekarang lebih dimaknai sebagai bentuk perayaan menentang bentuk-bentuk Heterodoks.

Teks liturgis

Teks atau bacaan liturgis untuk Kanon, Sinodikon, dsb. dan rubrik tertuang dalam Triodion Prapaskah. Tema pada hari Minggu Kemenangan ortodoksi ini adalah kemenangan iman yang benar dan sejati dari segala bentuk bidah dan kesesatan, "...Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita" (1 Yohanes 5:4) serta ikon para orang kudus turut bersaksi bahwa manusia merupakan makhluk yang tercipta "menurut gambar dan rupa Tuhan Allah" (Kejadian 1:26) menjadi suci dan kudus serta penuh dengan keilahian melalui penyucian diri sebagai gambar dan rupa dari Tuhan Allah yang hidup.

Hari Minggu pertama pada masa Puasa Agung pada mulanya merupakan hari peringatan para Rasul Perjanjian Lama seperti Musa, Harun, dan Samuel. Ayat Aleluya, Prokeimenon, Epistola, dan Pembacaan Injil dari liturgi di hari ini masih mencerminkan peringatan terhadap para Nabi Perjanjian Lama tersebut.

Makna Teologis

Nama dari perayaan ini sendiri menggambarkan bahwa ikon memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan beragama Gereja Ortodoks. Ikon-ikon tersebut bukan hanya sekadar pelengkap dari setiap kehidupan keagamaan umat yang beriman, melainkan sebagai integral dan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam menjalani segala aktivitas keagamaan dan peribadatan dalam tradisi Gereja Ortodoks. Gereja sendiri memandang bahwa ikon itu sendiri mempunyai karakter yang kudus dan sakramental dari pribadi atau figur yang digambarkan dalam ikon tersebut. Selain itu, umat Ortodoks berpegang teguh pada pandangan bahwa ikon sendiri merupakan bentuk akibat dari mengimani atau meyakini Inkarnasi sang Firman Allah (1 Yohanes 5:04), yaitu Yesus Kristus. Akan tetapi, umat Ortodoks selalu memberikan perbedaan yang jelas antara Pemuliaan (Proskinesis) kepada ikon-ikon dan Penyembahan (Latria) yang hanya pantas dilakukan kepada Tuhan Allah Tritunggal.

Referensi

  1. ↑ Merriam-Webster's Encyclopedia of World Religions by Merriam-Webster (Jan 2000) ISBN 0877790442 page 231
  2. ↑ Henry R. Percival, ed. (1994). Nicene and Post-Nicene Fathers, 2nd Series. Vol. 14: The Seven Ecumenical Councils. Peabody, MA: Hendrickson Publishers, Inc. hlm. 576. ISBN 1-56563-130-7.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Teks liturgis
  3. Makna Teologis
  4. Referensi

Artikel Terkait

Perayaan agung dalam Gereja Ortodoks

tradisi keagamaan

Puasa Agung

masa puasa Kekristenan Timur

Siklus Paskah

siklus pelbagai perayaan di Gereja Ortodoks Timur

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026