Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Konsili Konstantinopel IV (Ortodoks Timur)

Konsili Keempat Konstantinopel diselenggarakan pada tahun 879–880 Masehi. Konsili ini mengonfirmasi pemulihan kembali Photios I dari Konstantinopel sebagai Patriark Konstantinopel.

Wikipedia article
Diperbarui 30 Oktober 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Konsili Konstantinopel IV (Ortodoks Timur)
Untuk Konsili oikumenis ke-8 yang diselenggarakan oleh Gereja Katolik Roma, lihat Konsili Konstantinopel IV (Katolik).
Konsili Konstantinopel Keempat (879–880)
Waktu879–880
Diakui olehGereja Ortodoks Timur
Konsili sebelumnya
{{{previous}}}
Konsili berikutnya
{{{next}}}
PenyelenggaraKaisar Basileios I Makedonia
Jumlah peserta383 uskup
Pokok bahasanPatriarkat Photius'
Dokumen dan keputusan
Pemulihan Photius, Perlindungan terhadap Kredo Nicea
Daftar kronologis Konsili Ekumene
Bagian dari seri tentang
Gereja Ortodoks Timur
Kristos Pantokrator (detail mosaik Deesis)
Mosaik Kristos Pantokrator, Hagia Sofia
Ikhtisar
  • Struktur
  • Teologi (Sejarah teologi)
  • Liturgi
  • Sejarah Gereja
  • Misteri Suci
  • Pandangan tentang keselamatan
  • Pandangan tentang Maria
  • Pandangan tentang ikon
Latar belakang
  • Penyaliban / Kebangkitan / Kenaikan
    Yesus
  • Agama Kristen
  • Gereja Kristen
  • Suksesi apostolik
  • Empat Ciri Gereja
  • Ortodoksi
Organisasi
  • Otokefali
  • Kebatrikan
  • Batrik Ekumenis
  • Tatanan keuskupan
  • Klerus
  • Uskup
  • Imam
  • Diakon
  • Monastisisme
  • Tingkatan monastisisme
Yurisdiksi Otokefali
  • Kepatriarkan Ekumenis Konstantinopel
  • Aleksandria
  • Antiokhia
  • Yerusalem
  • Rusia
  • Serbia
  • Rumania
  • Bulgaria
  • Georgia
  • Siprus
  • Yunani
  • Polandia
  • Albania
  • Ceko dan Slowakia
  • Amerika Utara
Konsili Ekumenis
  • Tujuh Konsili Ekumenis:
  • Ke-1
  • Ke-2
  • Ke-3
  • Ke-4
  • Ke-5
  • Ke-6
  • Ke-7
  • Konsili-konsili penting lainnya:
  • Konsili Quinisextum
  • Konstantinopel IV
  • Konstantinopel V
  • Iași
  • Yerusalem
Sejarah
  • Bapa Gereja
  • Pentarki
  • Imperium Bizantin
  • Kristenisasi Bulgaria
  • Kristenisasi Rus' Kiev
  • Skisma akbar
  • Rusia
  • Kemaharajaan Turki Usmani
  • Amerika Utara
  • Indonesia
Teologi
  • Sejarah teologi Ortodoks
  • Apofatisme
  • Krisma
  • Doa kontemplasi
  • Esensi vs. Energi
  • Hesikasme
  • Tritunggal Maha Kudus
  • Kemanunggalan hipostatis
  • Ikon
  • Metousiosis
  • Teologi mistis
  • Syahadat Nicea
  • Nepsis
  • Oikonomia
  • Ousia
  • Palamisme
  • Filokalia
  • Fronema
  • Dosa
  • Teosis
  • Teotokos
  • Perbedaan dari Gereja Katolik
  • Penentangan Filioque
  • Penentangan supremasi paus
Liturgi dan peribadatan
  • Liturgi Ilahi
  • Ibadat Ilahi
  • Air Suci
  • Akatis
  • Apolitikion
  • Artos
  • Doa Yesus
  • Ektenes
  • Ekologion
  • Ibadat peringatan
  • Ikonostasis
  • Kenangan Abadi
  • Khotbah Paskah
  • Kipas liturgi
  • Kontakion
  • Liti
  • Paraklesis
  • Pedupaan
  • Pembunyian lonceng Rusia
  • Perarakan masuk
  • Perkawinan Ortodoks
  • Praksis
  • Prosfora
  • Omoforion
  • Salam Paskah
  • Semantron
  • Stikeron
  • Sujud Ortodoks
  • Tali doa
  • Tanda Salib
  • Troparion
  • Troparion Paskah
  • Vestimen
Penanggalan liturgi
  • Siklus Paskah
  • 12 Perayaan Agung
  • Perayaan lain:
  • Perayaan Ortodoksi
  • Perantaraan Theotokos
  • Empat masa puasa:
  • Puasa Natal
  • Puasa Agung
  • Puasa Para Rasul
  • Puasa Dormisi
Tokoh besar
  • Atanasius dari Aleksandria
  • Efrem dari Siria
  • Basilios dari Kaesarea
  • Kirilos dari Yerusalem
  • Gregorios dari Nazianzos
  • Gregorios dari Nisa
  • Yohanes Krisostomos
  • Kirilos dari Aleksandria
  • Yohanes Klimakos
  • Maksimus Pengaku Iman
  • Yohanes dari Damaskus
  • Teodoros dari Stoudios
  • Kasiani
  • Kirilos dan Metodios
  • Fotios I dari Konstantinopel
  • Gregorios Palamas
Topik lain
  • Arsitektur
  • Ensiklik Batrik-Batrik Timur
  • Salib Ortodoks
  • Gelar orang kudus
  • Statistik menurut negara
  • l
  • b
  • s

Konsili Keempat Konstantinopel diselenggarakan pada tahun 879–880 Masehi. Konsili ini mengonfirmasi pemulihan kembali Photios I dari Konstantinopel sebagai Patriark Konstantinopel.

Hasil konsili ini diakui mempunyai otoritas setara dengan konsili oikumenis oleh umat Kristen Ortodoks, yang biasanya mereka sebagai Konsili Oikumenis Kedelapan.[1]

Latar belakang

Konsili ini berupaya menyelesaikan perselisihan yang terjadi setelah penurunan takhta Ignasius dari Konstantinopel sebagai Patriark Oikumenis Konstantinopel pada tahun 858. Ignasius, menunjuk dirinya sendiri sebagai patriark dengan cara yang tidak sesuai dengan hukum kanon, menentang Caesar Bardas, yang memakzulkan Theodora. Sebagai tanggapan, keponakan Bardas, Kaisar muda Mikhael III merancang pelengseran Ignasius dan penahanan atas tuduhan pengkhianatan. Takhta patriarkat Photios, seorang ahli agama yang terkenal dan merupakan kerabat Bardas. Pelengseran Ignasius tanpa adanya pengadilan formal gerejawi dan kenaikan Photios atas takhta patriarkat yang mendadak menyebabkan skandal besar pada tubuh gereja. Paus Nikolas I dan para uskup di barat menerima posisi Ignasius dan mengecam pemilihan Photios yang dianggap tidak kanonis. Pada tahun 863, pada sebuah sinode di Rome paus melengserkan Photius, dan menunjuk kembali Ignasius sebagai patriark yang benar. Namun, Photius mempunyai dukungan dari Kaisar dan menanggapi dengan menyelenggarakan suatu Konsili dan mengucilkan pernyataan paus.

Peristiwa itu kemudian berubah ketika para pendukung Photius, Bardas dan Kaisar Mikhael III, yang masing-masingnya dibunuh pada tahun 866 dan 867. Basilius yang telah merebut kekuasaan kekaisaran pun melengserkan Photius sebagai patriark, bukan karena Photius merupakan sekutu Bardas dan Kaisar Mikhael III, melainkan Basilius ingin bersekutu dengan Paus dan para penguasa di barat. Photius dilengserkan di akhir bulan September 867, dan Ignasius dijadikan sebagai patriark kembali pada 23 November. Photius dikecam berdasar hasil Konsili yang diselenggarakan sejak 5 Oktober 869 hingga 28 Februari 870. Photius dilengserkan dari posisinya sebagai patriark, sedangkan Ignasius dinaikkan kembali posisinya sebagai patriark.

Konsili 879-880

Setelah kematian Ignasius pada tahun 877, Kaisar menjadikan Photius sebagai Patriark Konstantinopel kembali.[2] Konsili lain diselenggarakan pada tahun 879 di Konstantinopel, yang diikuti oleh para perwakilan dari seluruh lima patriarkat, meliputi Roma (yang semuanya meliputi 383 uskup). Anthony Edward Siecienski menulis: "Pada 879 kaisar menyerukan untuk penyelenggaraan Konsili lain di Konstantinopel dengan harapan paus yang baru, Paus Yohanes VIII (872-882) akan mengakui validitas dari pengakuan Photius berkenaan dengan patriarkat. Konsili ini terkadang disebut sebagai konsili oikumenis kedelapan dalam tradisi timur dan dihadiri oleh para perwakilan paus (yang membawa hadiah pallium dari Paus untuk Photius) dan lebih dari 400 uskup, yang kemudian mengonfirmasi Photius sebagai patriark yang benar."[1] Pemberian pallium merupakan tanda persetujuan paus dan para perwakilan paus "langsung" mengakui Photius sebagai patriark tanpa menunggu keputusan dari konsili ini.

Konsili ini pun secara tidak langsung mengancam penambahan frasa Filioque pada Kredo Nicea, penambahan ditolak pada saat itu di Roma: "Kredo (tanpa filioque) dibacakan dan kecaman dinyatakan terhadap mereka yang 'memaksakan frasa ciptaan mereka sendiri [ἰδίας εὑρεσιολογίαις] dan mengajukan hal ini pelajaran umum bagi umat beriman atau kepada mereka yang kembali dari jenis-jenis bidah dan berani memalsukan sepenuhnya [κατακιβδηλεῦσαι άποθρασυνθείη] keantikan dari Horos [Aturan] yang suci dan dihormati dengan kata-kata yang tidak pantas, palsu, tambahan, ataupun pengurangan'."[3] Umat Kristen Ortodoks menegaskan bahwa konsili ini sendiri tidak hanya mengutuk penambahan frasa Filioque ke dalam kredo tetapi menganggap penambahan tersebut sebagai sesuatu yang bidah (pandangan yang sangat didukung oleh Photius dalam polemiknya terhadap Roma), sementara umat Katolik Roma memisahkan keduanya dan bersikeras pada ortodoksi yang teologis dari frasa tersebut.

Referensi

  1. 1 2 Siecienski 2010, hlm. 103.
  2. ↑ "Photius." Cross, F. L., ed. The Oxford Dictionary of the Christian Church. New York: Oxford University Press. 2005. Quote: "It was only after Ignatius' death (877) that Photius, by order of the Emperor, once more became Patriarch."
  3. ↑ Siecienski 2010, hlm. 104.

Daftar pustaka

  • Dvornik, Francis (1948). The Photian Schism: History and Legend. Cambridge, UK: Cambridge University Press.
  • Ostrogorsky, George (1956). History of the Byzantine State. Oxford: Basil Blackwell.
  • Siecienski, Anthony Edward (2010). The Filioque: History of a Doctrinal Controversy. Oxford University Press.

Pranala luar

  • Philip Schaff's Church History: Conflict of the Eastern and Western Churches
  • Catholic Encyclopedia: Fourth Council of Constantinople (terhadap Konsili pada tahun 869)
  • Legion of Mary, Eight Ecumenical Council (terhadap Konsili pada tahun 869)
  • George Dion Dragas. The Eighth Ecumenical Council: Constantinople IV (879/880) and the Condemnation of the Filioque Addition and Doctrine (Pandangan Gereja Ortodoks Timur terhadap Konsili pada tahun 879)
  • T. R. Valentine, The Eighth and Ninth Ecumenical Councils (Pandangan Gereja Ortodoks Timur terhadap Konsili pada tahun 879)
  • The First-Second Council from the Rudder
  • l
  • b
  • s
Konsili oikumenis
Tujuh konsili
oikumenis pertama
  • Nikea I (325)
  • Konstantinopel I (381)
  • Efesus (431)
  • Kalsedon (451)
  • Konstantinopel II (553)
  • Konstantinopel III (680–681)
  • Nicea II (787)
Diakui oleh
Gereja Katolik
  • Tujuh konsili oikumenis pertama
  • Konstantinopel IV (869–70)
  • Lateran I (1123)
  • Lateran II (1139)
  • Lateran III (1179)
  • Lateran IV (1215)
  • Lyon I (1245)
  • Lyon II (1274)
  • Vienne (1311–1312)
  • Konstanz (1414–18)
  • Basel/Firenze (1431–45)
  • Lateran V (1512/17)
  • Trento (1545–63)
  • Vatikan I (1869–70)
  • Vatikan II (1962–65)
Sebagian diakui oleh
Gereja Ortodoks Timur
  • Tujuh konsili oikumenis pertama
  • Konsili Quinisextum (692)
  • Konstantinopel IV (879–80)
  • Konstantinopel V (1341–51)
  • Sinode Iași (1642)
  • Sinode Yerusalem (1672)
  • Sinode Konstantinopel (1872)
  • Konsili Pan-Ortodoks (2016)
Diakui oleh
Gereja Ortodoks Oriental
  • Tiga konsili oikumenis pertama
  • Konsili Efesus II (449)
  • Konsili Efesus III (475)
Diakui oleh
Gereja dari Timur
  • Dua konsili oikumenis pertama
  • Konsili Seleucia-Ctesiphon (410)
  • Sinode Beth Lapat (484)
Lihat juga
  • Konsili gereja kuno (praekumenis) (50/155-314)
  • Gereja Agung (180–451)
    • Gereja negara Kekaisaran Romawi (380-451)
 Portal Katolik  Portal Kekristenan
Ikon rintisan

Artikel bertopik Gereja Ortodoks Timur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Konsili 879-880
  3. Referensi
  4. Daftar pustaka
  5. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026