Adrem atau disebut juga tolpit adalah salah satu makanan ringan traditional khas Bantul. Makanan ini terbuat dari bahan baku utama tepung beras dan gula jawa yang digoreng. Adrem banyak diproduksi di daerah Sanden dan dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional di Bantul dan sekitarnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kue adrem | |
|---|---|
| Nama lain | Tolpit |
| Tempat asal | Indonesia |
| Daerah | Bantul, Yogyakarta |
Adrem atau disebut juga tolpit (lakuran dari "kontol kejepit"[1]) adalah salah satu makanan ringan traditional khas Bantul. Makanan ini terbuat dari bahan baku utama tepung beras dan gula jawa yang digoreng. Adrem banyak diproduksi di daerah Sanden dan dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional di Bantul dan sekitarnya.[2][3][4]
Adrem terdokumentasi dalam Serat Centhini (1814-1823) yang diterbitkan pada abad ke-18M.[5][6][7]
Konon, kue tersebut dijuluki tolpit karena bentuknya terlihat menyerupai bagian skrotum alat kelamin pria (bahasa Jawa: [kontol] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)). Namun, seorang pembuat kue tolpit mengatakan bahwa nama tolpit memang muncul dari cara pembuatannya, yaitu dari adonan yang dituang ke dalam penggorengan dan kemudian dijapit (dijepit) dengan sumpit saat sudah mengembang. Orang zaman dahulu sengaja membentuk tolpit dengan bentuk seperti sekarang supaya menarik pembeli.[1]
Bahan utama pembuatan kue adrem adalah tepung beras, kelapa parut, dan gula merah. Campuran tepung beras dan kelapa parut selanjutnya dicampur dengan gula merah yang sudah dilelehkan, ditumbuk, kemudian dicetak bulat seperti bakso yang dipipihkan di atas daun pisang, kemudian digoreng. Bentuk unik kue adrem diperoleh pada saat proses penggorengan, yaitu dengan cara dijepit dengan bilah bambu menyerupai sumpit.