Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Nasi uduk

Nasi uduk adalah hidangan yang dibuat dari nasi putih yang diaron dan dikukus dengan santan, serta dibumbui dengan pala, kayu manis, jahe, daun serai, dan merica, yang populer di hidangan Betawi. Nasi uduk tergolong sebagai makanan sepinggan, yakni makanan yang disajikan dalam satu piring, dengan cita rasa gurih dan kandungan energi di atas 300 kalori, dan terdiri dari serealia atau umbi sebagai makanan pokok, didampingi oleh sayuran, produk hewani, dan kacang-kacangan.

salah satu jenis hidangan nasi tradisional Indonesia
Diperbarui 2 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Nasi uduk
Nasi uduk
Nasi uduk yang disajikan di Belanda
SajianMenu utama
Tempat asalIndonesia
DaerahJakarta, Jawa
Suhu penyajianPanas atau suhu kamar
Bahan utamaNasi dimasak dalam santan dengan lauk pauk
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini
  •   Media: Nasi uduk
Bumbu nasi uduk

Nasi uduk adalah hidangan yang dibuat dari nasi putih yang diaron dan dikukus dengan santan, serta dibumbui dengan pala, kayu manis, jahe, daun serai, dan merica, yang populer di hidangan Betawi.[1] Nasi uduk tergolong sebagai makanan sepinggan, yakni makanan yang disajikan dalam satu piring, dengan cita rasa gurih dan kandungan energi di atas 300 kalori, dan terdiri dari serealia atau umbi sebagai makanan pokok, didampingi oleh sayuran, produk hewani, dan kacang-kacangan.[2]

Nasi uduk biasa dihidangkan dengan emping goreng, tahu goreng, telur dadar atau telur goreng yang diiris, abon kering, tempe, bawang goreng, ayam goreng, timun, serta sambal kacang.[butuh rujukan]

Etimologi

Menurut buku "Kuliner Betawi Selaksa Rasa & Cerita" (2016) yang disusun oleh Akademi Kuliner Indonesia, istilah uduk secara etimologis bermakna "susah", yang menyiratkan bahwa dahulu makanan ini lazim dikonsumsi para kriminal Betawi, seperti pembunuh dan pencuri yang mendominasi DKI Jakarta.

Teori lain berpendapat bahwa istilah uduk terkait atau berkerabat dengan istilah aduk, maka nasi uduk bermakna "nasi yang diaduk" atau "nasi campur".[3]

Akan tetapi ada sementara pihak yang mengaitkan nasi uduk dengan Sultan Agung dari Mataram. Sultan Agung dari Mataram dikatakan menyebut hidangan nasi ini nasi wudu`, dari kata bahasa Arab tawadhu' yang berarti rendah hati di hadapan Tuhan.[4][5] Nama uduk serapan dari bahasa Jawa yaitu wuduk.[6][7][8][9][10][11] Nasi ini juga sering disebut sega gurih (nasi gurih) mengacu pada rasanya yang didominasi nuansa gurih.[12]

Sejarah

Nasi uduk betawi, dengan kerupuk, telur balado, bihun goreng, dan orek tempe.

Menurut buku "Makanan Khas Betawi" (2018) karya Lilly T. Erwin, nasi uduk adalah hidangan khas Betawi yang sangat populer dan mudah ditemukan di setiap sudut kota Jakarta.[1] Meskipun kini hidangan ini dikaitkan dengan Jakarta, sejarawan kuliner berpendapat bahwa asal mula nasi uduk dapat ditelusuri berasal dari pengaruh dua budaya kuliner; yakni Melayu dan Jawa.[1][13]

Menurut sejarawan, terdapat hubungan dagang yang erat dan migrasi antara kota bandar pelabuhan Malaka dan Batavia, yakni pedagang dan pendatang dari Malaka ada yang datang dan bermukim di Batavia. Dalam sebuah diskusi bertajuk "Kuliner Betawiː Silang Budaya", menurut seorang ahli kuliner Betawi, Pudentia, orang Melayu ada yang pindah dari Malaka ke Batavia, yang mana mereka pun membawa masakan khas mereka yakni nasi lemak.[1] Sementara itu, pendatang suku Jawa dari Mataram pun terbiasa memasak nasi dengan santan yang disebut sega gurih.[1] Apalagi setelah jatuhnya Portugis Malaka ke tangan Belanda pada tahun 1641, maka hubungan dagang bandar Malaka dan Batavia kian erat, karena keduanya dimiliki Belanda. Jejak migrasi suku Melayu ke Batavia dapat terlihat dari adanya nama bernuansa Melayu, yakni Kampung Melayu, dekat Jatinegara, di Jakarta Timur.[butuh rujukan]

Ada pula yang memercayai bahwa nasi uduk konon berasal dari buah pikir Sultan Agung dari Mataram, yang terinspirasi oleh pengalamannya memakan nasi kebuli.[14] Hidangan ini mulai dibuat penduduk pulau Jawa dan dipopulerkan oleh Hindia Belanda setelahnya.[14]

Menurut Babad Tanah Jawi, sultan Mataram gemar makan "nasi arab", yang mungkin merujuk pada berbagai jenis Pilaf atau nasi bergaya Arab. Hidangan nasi dari Arab sering disebut nasi kebuli (populer di kalangan keturunan Arab di Indonesia) atau nasi biryani (hidangan Muslim India). Kedua hidangan tersebut paling umum dikenal di kalangan Muslim Jawa pada saat itu. Sultan Agung kemudian memutuskan untuk membuat "hidangan Arab" versi lokal, menggunakan bahan-bahan lokal. Ia melakukan ini antara lain untuk mengurangi pengeluaran negara (biaya untuk membeli bahan-bahan impor untuk membuat masakan nasi khas Arab sangat tinggi) dan untuk meningkatkan kebanggaan lokal.[4]

Tak lama kemudian, sega uduk menjadi bagian dari "syarat" dalam upacara "terima kasih" adat Jawa, yang sering disebut banca'an (bancakan) atau slametan. Nasi uduk dapat ditemukan dalam sega berkat,[15] paket makanan (biasanya berisi nasi, sayuran, dan lauk pauk), atau disajikan sebagai tumpeng, untuk dibagikan setelah upacara atau acara selesai. Sega uduk juga menjadi hidangan wajib untuk disajikan saat Wiwitan, ritual persembahan menjelang panen yang biasanya diadakan di beberapa daerah Jawa.[16]

Nasi uduk diperkenalkan ke Batavia oleh para pendatang dari Jawa pada tahun 1628, dan kemudian menjadi hidangan populer di Batavia.[14] Orang Betawi yang menjual masakan ini akan sering menambahkan sentuhan Betawi dengan menambahkan tanduk kambing. Nasi uduk juga populer di kalangan diaspora Jawa di Suriname dan Belanda. Dalam bahasa Belanda nasi uduk disebut in kokosmelk gekookte rijst atau met kokosmelk gekookte rijst, yang artinya nasi yang dimasak dalam santan atau nasi yang dimasak dengan santan.[17][18]

Lauk pauk

Nasi uduk dengan daging sapi goreng empal, semur jengkol dan krecek (kulit sapi dimasak dalam santan pedas)
Nasi uduk khas Betawi, semua lauk pauk seperti telur, tempe, sambal, bihun goreng, dan krupuk dicampur di piring
Nasi uduk bungkus dengan lauk ayam suwir, irisan timun, suwir dadar, dan tempe orek (tempe yang ditumis kecap)

Menurut buku Kuliner Betawi: Selaksa Rasa dan Cerita, terdapat dua gaya nasi uduk di wilayah Jakarta, yakni Kebon Kacang (Tanah Abang) dan Rawa Belong (Palmerah). Nasi uduk Tanah Abang dimakan dengan lauk pauk yang digoreng, baik empal, babat, tahu, tempe, ampela maupun daging ayam.[19] Sementara nasi uduk Rawa Belong, lauk pauknya umumnya berkuah, seperti kari ayam, semur telur, semur tahu, dan semur jengkol.[20]

Untuk acara atau upacara tertentu, nasi uduk biasanya disajikan dengan masakan tradisional Jawa seperti kering tempe, urap, dan sambel goreng (kentang/kentang, krecek/kulit sapi, teri/ikan teri, dll). Sumber protein sederhana, seperti telur rebus, tempe goreng, atau tahu goreng, juga bisa menjadi pelengkap lauk.[butuh rujukan]

Dalam acara slametan, nasi uduk biasanya disajikan bersama hidangan lain, seperti irisan telur goreng, telur bumbu, atau rendang. Beberapa orang juga menambahkan mie goreng atau bihun ke dalam hidangan nasi uduk. Krupuk, rempeyek, atau emping juga bisa ditambahkan.[butuh rujukan]

Nasi uduk ala Jakarta bisa dibilang merupakan perpaduan antara nasi uduk Jawa dan nasi lemak Melayu. Nasi uduk ala Betawi biasanya disajikan bersama kepala kerbau sebagai sentuhan khas Betawi, dan ditambahkan beberapa ciri khas nasi lemak, seperti teri kacang (mirip dengan sambel goreng teri Jawa, tetapi tidak pedas dan biasanya dimasak dalam bentuk orek).[butuh rujukan]

Sambal kadang-kadang ditambahkan dalam nasi uduk biasa yang dijual di kaki lima, tetapi sambal bukan prasyarat untuk nasi uduk yang disajikan dalam acara tertentu. Secara umum, jenis sambal apa pun bisa digunakan sebagai pelengkap nasi uduk.[butuh rujukan]

Nasi uduk di Jakarta

Setiap lingkungan di Jakarta memiliki varian nasi uduk sendiri, salah satu varian nasi uduk yang populer adalah Nasi uduk Slipi dari Jakarta Barat. Daerah Kebon Kacang dekat Tanah Abang di Jakarta Pusat juga terkenal dengan nasi uduk khasnya.[21]

Nasi uduk adalah hidangan populer bagi para komuter yang sibuk di Jakarta, terutama karena harganya yang terjangkau (harga satu porsi rata-rata Rp. 10.000). Hidangan ini dapat ditemukan sepanjang hari. Beberapa warung pinggir jalan hanya buka di pagi, siang, atau malam hari, tergantung pada demografi daerah sekitarnya. Kios di dekat pemukiman penduduk, pasar, stasiun kereta api, dan sekolah biasanya buka 24 Jam, sedangkan yang di dekat kantor dan pinggir jalan biasanya buka pada sore hingga pagi hari.[21]

Lihat pula

  • Nasi becek
  • Nasi gandul
  • Nasi gemuk
  • Nasi kuning
  • Nasi kebuli
  • Nasi lemak
  • Nasi liwet
  • Nasi uduk ungu

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Mentari, Alma Erin (2021-02-21). Mentari, Alma Erin (ed.). "Sejarah Nasi Uduk, Konon Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-10-15.
  2. ↑ Dewantara, Yudhiet Fajar; Levyta, Farah (2022). Jelajah Kuliner Khas Betawi. Bintang Semesta Media. hlm. 44. ISBN 9786235361338. Diakses tanggal 30 Januari 2025.
  3. ↑ "Where to Eat in Cikini: Nasi Uduk Gondangdia". Jakarta by Train. 11 December 2014.
  4. 1 2 "Makanan Syariah". Pemeliharaan CS1: Status URL (link)[pranala nonaktif]
  5. ↑ "What is Tawadhu'?". Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ wuduk (wudU?) : naam van een spijs; rijst in kokosmelk gekookt. Sumber: Javaansch-Nederduitsch Woordenboek, Gericke en Roorda, 1847, #16.wuduk (wudU?) : naam van een spijs; rijst in kokosmelk gekookt. Sumber: Javaansch-Nederduitsch Woordenboek, Gericke en Roorda, 1847, #16.
  7. ↑ wuduk : riz cuit dans du lait de coco. Sumber: Dictionnaire Javanais-Français, L'Abbé P. Favre, 1870, #917.
  8. ↑ uduk (udU?) : (Bl) wuduk. Sumber: Javaansche Woordenlijst, De Nooy, 1893, #24.
  9. ↑ wuduk : KW. zva. gurih, Wk. sêga wuduk, N. sêkul wuduk, K. rijst met kokosmelk en zout (ook wel met jagung, kacang en andere ingrediënten) in een dandang gekookt voor offerhanden, vgl. liwêt. Sumber: Javaansch-Nederlandsch Handwoordenboek, Gericke en Roorda, 1901, #918.
  10. ↑ uduk (udU?) : sêga [x] êngg. pc sêga wuduk. Sumber: Bausastra Jawa, Poerwadarminta, 1939, #75.
  11. ↑ wuduk : fat(ty), rich (oj). sêga [x] rice boiled in coconut milk. Sumber: Javanese-English Dictionary, Horne, 1974, #1968.
  12. ↑ gurih (gurih) : wuduk. Sumber: Bausastra: Jarwa Kawi, Padmasusastra, 1903, #11.
  13. ↑ Sejarah Nasi Uduk Perkawinan Dua Bangsa
  14. 1 2 3 "Story Behind Nasi Uduk". Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. ↑ Sari, Yenny Mustika. "Mengenal Sego Berkat, Nasi Bungkus Daun Jati yang Populer untuk Hajatan". detikcom. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. ↑ "Melestarikan Tradisi Syukuran Wiwitan Padi dan Ajak Pemuda Kembali ke Sawah". Suara.com. 27 September 2021. Diakses tanggal 13 Januari 2022.
  17. ↑ Vruggink, Hein; Sarmo, Johan (26 Juli 2021). Surinaams-Javaans-Nederlands woordenboek. Brill. hlm. 231. ISBN 9789004487529. Diakses tanggal 30 Januari 2025.
  18. ↑ Heij, J.; Posthumus, P., ed. (13 September 2021). Indishc Lexicon. Brill. hlm. 363. ISBN 9789004475328. Diakses tanggal 30 Januari 2025. ;
  19. ↑ Adzkiyak (November 2021). ETNOGRAFI KULINER: Makanan dan Identitas Nasional. Zahir Publishing. hlm. 812. ISBN 9786235705323. Diakses tanggal 30 Januari 2025.
  20. ↑ Teviningrum, Shinta (2016). Kuliner Betawi selaksa rasa & cerita. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 29. ISBN 9786020333731. Diakses tanggal 30 Januari 2025.
  21. 1 2 Post, The Jakarta. "The best nasi uduk in Kebon Kacang". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 13 Januari 2022.
  • l
  • b
  • s
Hidangan Indonesia
Hidangan umum
Makanan
  • Bebek goreng
  • Bubur ayam
  • Gado-gado
  • Ikan bakar
  • Kangkung tumis
  • Ketupat
  • Lontong
  • Nasi campur
  • Nasi goreng
  • Nasi kuning
  • Pecel
  • Rendang
  • Rijsttafel
  • Sate
  • Semur
  • Soto
  • Elod
Minuman
  • Bajigur
  • Bandrek
  • Cendol
  • Cincau
  • Dawet
  • Es campur
  • Es doger
  • Es goyobod
  • Es teler
  • Kolak
  • Kopi luwak
  • Soda gembira
  • Teh Talua
  • Teh tarik
  • Wedang jahe
Jajanan
  • Apem
  • Arem-arem
  • Bakwan
  • Batagor
  • Bika ambon
  • Combro
  • Klepon
  • Lapis legit
  • Lepat
  • Lepet
  • Lupis
  • Mendoan
  • Misro
  • Onde-onde
  • Perkedel jagung
  • Pisang cokelat
  • Pisang goreng
  • Rujak
  • Tahu petis
  • Terang Bulan
  • Tahu bulat
  • Sotong
  • Jasuke
Hidangan sampingan
  • Abon
  • Acar
  • Emping
  • Kerupuk
  • Otak-otak
  • Rempeyek
  • Rengginang
  • Sambal
  • Tahu goreng
  • Tempe
Minuman beralkohol
  • Arak
  • Brem
  • Cap tikus
  • Tuak
    • Tuak nira
  • Ciu
Sumatra
Aceh
  • Asam sunti
  • Ayam tangkap
  • Kanji rumbi
  • Kuwah eungkôt yèe
  • Kuwah iték
  • Kuwah beulangöng
  • Keumamah
  • Kuwah pliek u
  • Martabak aceh
  • Masam keu'eueng
  • Mêmêk/Mamêmêk
  • Mi aceh
  • Mi caluk
  • Nasi gurih
  • Pulôt
  • Sambai asam udeueng
  • Timphan
  • Sate matang
  • Sie reubôh
Batak
  • Arsik
  • Benti
  • Dali ni horbo
  • Dengke mas na niura
  • Itak gurgur
  • Lampet
  • Manuk napinadar
  • Mi gomak
  • Na nidugu
  • Na tinombur
  • Ombusombus
  • Pohulpohul
  • Saksang
  • Sambal tuktuk
  • Sasagun
  • Tanggotanggo
  • Tipatipa
Gayo
  • Cecah agur
  • Gutel
  • Lepat
  • Masam jing
  • Pengat
  • Pie kopi
Lampung
  • Seruit
  • Gulai Balak
  • Gulai Balak
  • Lempok durian
  • Gulai Taboh
  • Geguduh
  • Gabing
  • Engkak
Melayu
  • Nasi lemak
  • Kempelang
  • Lempah
  • Lempah kuning
  • Rujak kembang katis
  • Roti jala
  • Kumbu
  • Sambalingkung
Mentawai
  • Anggau siboik-boik
  • Batra
  • Jurut
  • Kapurut
  • Sihobuk
  • Sikoira
  • Subbet
  • Toek
Minangkabau
  • Aia niro
  • Ampiang dadiah
  • Anyang
  • Asam padeh
  • Atua-atua
  • Ayam
    • balado
    • bumbu
    • gulai
    • lado ijau
    • pop
    • singgang
  • Bareh randang
  • Bika
  • Bubua
    • itam
    • kampiun
    • putiah
  • Cendol ampiang
  • Dadiah
  • Dakak-dakak
  • Dendeng
    • balado
    • batokok
    • lambok
    • lado ijau
  • Es tebak
  • Galamai
  • Gulai
    • banak
    • cubadak
    • itiak
    • paku
    • pucuak ubi
  • Ikan bilih goreang
    • balado
    • lado ijau
    • masiak
  • Kacimuih
  • Kalio
  • Karak kaliang
  • Karupuak baguak
  • Karupuak balado
  • Karupuak jangek
  • Karupuak jariang
  • Karupuak leak (karupuak mie)
  • Karupuak sanjai
    • balado
    • tawa
  • Katan durian
  • Kawa daun
  • Kopi talua
  • Kue kareh-kareh
  • Kue mangkuak
  • Kue sapik
  • Lamang
    • kanji
    • kuniang
    • pisang
    • puluik
    • ubi
  • Lamang tapai
  • Langkitang cucuik
  • Lapek
    • bugih
    • pisang
    • sagan
  • Lompong sagu
  • Martabak mesir/martabak kubang
  • Mie abuih
  • Nasi sek
  • Nasi kapau
  • Pangek
    • ayam
    • cubadak
    • masin
    • talua
  • Paragede jaguang
  • Paragede kantang
  • Pensi
  • Pinukuik
  • Pinyaram
  • Pisang kapik
  • Rakik
    • kacang
    • maco
    • udang
  • Randang
  • Roti tenong
  • Sambalado
    • ijau
    • merah
    • tanak
    • uok
  • Sarabi (sambareh)
  • Sate
    • danguang-danguang
    • lokan
    • padang
    • padang panjang (darek)
    • pariaman
  • Soto padang
  • Sala lauak
  • Sanok durian
  • Teh talua
Nias
  • Babae
  • Bawi niasioni
  • Fakhe nifalogu
  • Gawolo bekhu
  • Gowi nifufu
  • Hambae nititi
  • Harinake
  • Köfö-köfö
  • Lehedalo nifange
  • Ni'owuru
  • Ni'unago
  • Nibini ogo
  • Silio guro
  • Tamboyo
Palembang
  • Bolu kojo
  • Brengkes tempoyak
  • Burgo
  • Celimpungan
  • Gulai malbi
  • Maksuba
  • Laksan
  • Lakso
  • Mi celor
  • Model
  • Nasi minyak
  • Pempek
  • Pindang Palembang
  • Tekwan
  • Tempoyak
Rejang
  • Lema
Jawa
Badui
  • Angeun kotok
  • Apem putih
  • Jojorong
  • Gipang
  • Kue balok Menes
  • Kue pasung merah
  • Lalap Badui
  • Nasi Badui
  • Otak-otak Labuan
  • Pasung putih
Betawi
  • Asinan Betawi
  • Bir pletok
  • Es selendang mayang
  • Kerak telor
  • Ketoprak
  • Kue akar kelapa
  • Kue dongkal
  • Mi
    • Ayam
    • Kangkung
  • Nasi
    • Kebuli
    • Uduk
    • Ulam
  • Roti buaya
  • Rujak juhi
  • Sate kambing
  • Soto Betawi
Cirebon–Indramayu
  • Bubur sup ayam
  • Empal
    • Asem
    • Gentong
  • Docang
  • Kerupuk melarat
  • Ketoprak
  • Mi koclok
  • Pedesan entog
  • Rujak kangkung
  • Sate kalong
  • Nasi
    • Jamblang
    • Lengko
  • Tahu gejrot
Jawa
  • Ayam geprek
  • Ayam penyet
  • Bacem
  • Bakmi jawa
  • Bakwan surabaya
  • Bakso
    • Malang
    • Solo
  • Botok
  • Buntil
  • Garang asem
  • Gudeg
  • Horok-horok
  • Hoyok-hoyok
  • Iga penyet
  • Kacang
    • Jepara
    • Oven
  • Kerupuk tengiri
  • Krecek
  • Kupat
    • Glebed
    • Jembut
    • Sumpil
    • Tahu
  • Mangut lele
  • Megono
  • Mi
    • Ayam
    • Kocok
    • Kopyok
    • Nyemek
    • Ongklok
  • Nasi
    • Bogana
    • Gandul
    • Grombyang
    • Krawu
    • Kucing
    • Langgi
    • Lengko
    • Liwet
    • Pecel
    • Pindang
    • Tempong
    • Tumpang
  • Opor ayam
  • Orem-orem
  • Pecel ikan laut panggang
  • Pecel lele
  • Pindang serani
  • Rambak petis
  • Rawon
  • Rujak
    • Cingur
    • Degan
    • Gobet
    • Petis
    • Soto
  • Sate
    • Blengong
    • Kikil
    • Klatak
    • Ponorogo
    • Tegal
  • Soto
    • Soto Jepara
    • Soto Kediri
    • Soto kerbau
    • Soto Kudus
    • Soto Lamongan
    • Sroto bancar
    • Sroto Kriyik
    • Sroto Sokaraja
    • Tauto Pekalongan
  • Sayur lodeh
  • Selat solo
  • Sop udang
  • Tahu
    • Tahu campur lamongan
    • Gimbal
    • Masak
    • Tek
  • Tengkleng
  • Tongseng
  • Tumpeng
  • Urap
Madura
  • Sate Madura
  • Seruit
  • Soto Madura
Sunda
  • Aci
    • Cilok
    • Cilung
    • Cilor
    • Cimol
    • Cireng
  • Asinan Bogor
  • Bakakak hayam
  • Bandros
  • Baso aci
  • Basreng
  • Batagor
  • Burayot
  • Colenak
  • Cuanki
  • Comro
  • Doclang
  • Dodol Garut
  • Dodongkal/Awug
  • Galendo
  • Geco
  • Gehu
  • Gepuk
  • Karedok
  • Katimus
  • Keripik oncom
  • Kicimpring
  • Kolontong
  • Kupat tahu
  • Laksa
  • Leupeut suuk
  • Lalab
  • Lotek
  • Mi kocok
  • Misro
  • Nasi
    • Liwet
    • Timbel
  • Oncom
    • Ulekutek oncom
  • Opak
  • Pais
  • Pesmol
  • Peuyeum
  • Rujak
  • Sate maranggi
  • Sayur asem
  • Seblak
  • Surabi
  • Siomay
  • Soto Bandung
  • Tahu bulat
  • Tahu sumedang
  • Tauge goreng
  • Tutug oncom
Kalimantan
Banjar
  • Kue tradisional Banjar
    • Amparan tatak
    • Apam
      • Barabai
      • Bajuruh
      • paranggi
    • Ardat
    • Babungku
    • Balikuhai
    • Bingka
    • Bingka barandam
    • Buah jingah
    • Bubur baayak
    • Bubur gunting
    • Cingkaruk habang
    • Dodol kandangan
    • Gagampam
    • Gagatas
    • Gagauk
    • Gaguduh
    • Hintalu karuang
    • Hula-hula
    • Ipau
    • Kikicak
    • Kararaban
    • Kasusun hijau
    • Kelepon buntut
    • Kakoleh
    • Kue Lam
    • Lakatan bahinti
    • Lapis india
    • Lempeng
    • Madu kasirat
    • Masubah
    • Pais
      • Pisang
      • Sagu
      • Waluh
    • Papari
    • Petah
    • Pupudak baras/susunduk lawang
    • Puracit
    • Putri selat
    • Roti
      • Baras
      • Pisang
    • Sarikaya nangka
    • Sari muka
    • Sari pangantin
    • Tupi waja
    • Untuk-untuk
    • Wadai cincin
  • Kuliner
    • Bistik banjar
    • Cacapan
    • Gangan
      • Asam
      • Batanak/Hampap
      • Haliling
      • Humbut
      • Luncar
      • Paliat
      • Pisang
      • Waluh
    • Iwak
      • Baubar
      • Wadi
      • Rabuk
    • Jaruk
      • Tigarun
      • Kalangkala
    • Kalak banjar
    • Katupat kandangan
    • Lapat
    • Lamang
    • Masak
      • Acar
      • Bom
    • Manday
    • Masak habang
    • Mi
      • Bancir
      • Habang
    • Nasi
      • Astakona
      • Itik gambut
      • Kuning
    • Paisan
      • Iwak
      • Lumbu
    • Pekasam
    • Parung terong
    • Pundut nasi
    • Selada Banjar
    • Soto Banjar
Dayak
  • Bangamat
  • Botok mengkudu
  • Garut tantimun
  • Juhu
    • Kujang
    • Singkah
    • Umbut rotan
  • Kalumpe
  • Kandas
  • Lemang
  • Tampik jawau
  • Terong mapui
  • Wadi
Melayu Kalimantan
  • Ale-ale
  • Asam pedas tempoyak
  • Bubur Pedas
  • Ikan asam pedas
  • Kerupuk Basah
  • Mi sagu
  • Paceri nanas
  • Pengkang
  • Sotong pangkong
Nusa Tenggara
Alor
  • Jagung
    • Bose
    • Titi
  • Jawada
  • Kenari kalabahi
  • Kue rambut
  • Sayur jantung pisang
Bali
  • Nasi be guling
  • Babi guling
  • Betutu
  • Lawar
  • Matah
Bima
  • Bingka dolu
  • Bolu mantoi
  • Jame
  • Kagape
  • Kahangga
  • Kapore dan koca
  • Kerupuk arunggina
  • Kue mata pisang
  • Pangaha bunga
  • Pangaha sinci
  • Range
  • Sayur sambi
  • Tata fo’o
  • Uta londe puru
  • Uta maju puru
  • Uta palumara londe
  • Uta mbeca ro'o parongge
  • Uta sepi tumis
Flores
  • Gola malang
  • Jagung titi
  • Jawada
  • Lemet
  • Rebok
  • Rumpu rampe
  • Sombu
  • Ute lomak
Sasak
  • Ares kedebong
  • Bebalung sapi
  • Beberuk terong
  • Kelaq batih
  • Plecing kangkung
  • Sate
    • Bulayak
    • Pusuk
    • Rembiga
Sumba
  • Bokosawu nyale
  • Catemak jagung
  • Ka'pu pantunnu
  • Kadapet watara
  • Kaparak
  • Manggulu
  • Manu pata'u ni
  • Sup ayam Waingapu
Sumbawa
  • Ayam Taliwang
  • Babingka
  • Bubur palopo
  • Dange lipat pisang
  • Manjareal
  • Opak ape'
  • Rarit
  • Sepat
  • Singang
  • Siong sira' ayam
Timor
  • Karmanaci
  • Katemak
  • Se'i
Sulawesi
Bugis, Makassar, dan Luwu
  • Apang
  • Bagea
  • Barobbo
  • Barongko
  • Burasa
  • Coto makassar
  • Dangke
  • Gantala jarang
  • Kapurung
  • Katerisallang
  • Nasi goreng makassar
  • Pacco'
  • Pallubasa
  • Roti pawa
  • Sop saudara
  • Sup konro
Buton, Muna, dan Wakatobi
  • Kasuami
  • Parende
Gorontalo
  • Binte biluhuta
  • Sate Gorontalo
  • Ayam iloni
  • Sagela
  • Ilahe
  • Bilentango
  • Sate Balanga
  • Ilabulo
  • Nasi kuning cakalang
  • Buburu
  • Bubur sagela
  • Nasi goreng sagela
  • Tabu Moitomo
  • Ikan iloni
  • Pilitode
Mandar
  • Bau peapi
  • Bolu paranggi
  • Golla kambu
  • Jepa
  • Kue kui kui
  • Kue paso
  • Lapatu
  • Tetu
Minahasa
  • Brenebon
  • Cakalang fufu
  • Dabu-dabu
  • Klappertaart
  • Mi cakalang
  • Nasi jaha
  • Panada
  • Paniki
  • Rica-rica
  • Tinorangsak
  • Tinutuan
  • Woku
  • Ayam tuturuga
Mongondow
  • Alingkoge
  • Ayam sinorang
  • Binarundak
  • Dinangoi
  • Ilengkang
  • Ilosingan
  • Inambal
  • Kacang goyang
  • Kolombeng
  • Sinandoi
  • Yandog
Poso
  • Inuyu
  • Tosu-tosukatue
Tolaki
  • Sinonggi
Toraja
  • Pa'piong
Kepulauan Maluku dan Papua
  • Bagea
  • Keladi tumbuk
  • Papeda
  • Sagu
India-Indonesia
  • Ayam mentega
  • Ayam tandoori
  • Nasi biryani
  • Chapati
  • Idli
  • Kari kepala ikan
  • Modak
  • Putu mayang
  • Roti cane
  • Roti tisu
Tionghoa-Indonesia
  • Bakmi Bangka
  • Martabak manis
  • Babi hong
  • Babi kecap
  • Babi panggang merah
  • Bakmi
  • Bakpao
  • Bakso
  • Cap cai
  • Fu yung hai
  • Ifu mie
  • Lumpia
  • Mi bakso
  • Mi goreng
  • Mun tahu
  • Nasi tim
  • Swike
  • Siomai
  • Lontong cap go meh
  • Ronde
  • Sekoteng
  • Tauhue (Tahwa)
Arab-Indonesia
  • Kue kaak
  • Martabak
  • Naan
  • Nasi mandi
  • Nasi gonjleng
  • Nasi kebuli
  • Rabeg
  • Roti pita
  • Samosa
Eropa-Indonesia
  • Ayam kodok
  • Ayam suwir
  • Brenebon
  • Crepes
    • Leker
  • Dadar gulung
  • Kastengel
  • Klapertar
  • Kroket
  • Kue cubit
  • Lapis legit
  • Nastar
  • Oliebol
  • Pastel tutup
  • Perkedel
  • Risoles
  • Roti gambang
  • Semur
  • Selat solo
  • Spekuk
Lihat pula: Daftar hidangan Indonesia
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Nasi uduk.
Wikibooks memiliki buku di:
Resep:Nasi Uduk

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi
  2. Sejarah
  3. Lauk pauk
  4. Nasi uduk di Jakarta
  5. Lihat pula
  6. Referensi

Artikel Terkait

Hidangan Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Nasi goreng (Indonesia)

salah satu jenis hidangan nasi yang dimasak dengan cara digoreng

Nasi kuning (Indonesia)

salah satu jenis hidangan nasi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026