Pratyanggira , alias Narasingi adalah dewi aliran Sakta dalam kepercayaan Hindu, yang berwujud wanita berkepala singa. Ia merupakan sisi feminin dari Narasinga, penjelmaan Wisnu yang berwujud manusia berkapala singa. Dalam sastra Weda, Pratyanggira sepadan dengan Atharwana Bhadrakali, dewi Atharwaweda dan mantra sihir. Menurut Tripura Rahasya, ia merupakan perwujudan murni dari kemurkaan Tripura Sundari.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Pratyanggira | |
|---|---|
Dewi sihir dan penolak ilmu hitam | |
| Anggota Matrika | |
| Nama lain | Atharwana Bhadrakali, Narasingi, Singamuki |
| Gender | wanita |
| Afiliasi | Mahadewi, Mahakali, Badrakali, Kali |
| Pustaka | Atharwaweda, Dewibhagawatapurana, Kalikapurana, |
| Senjata | trisula, damaru (genderang),[1] kapala, pasa |
| Wahana | singa |
| Pemujaan | |
| Kepercayaan | Hindu India |
| Aliran | Sakta |
| Daerah | India Selatan |
Pratyanggira (Dewanagari: प्रत्यङ्गिरा; ,IAST: Pratyaṅgirā, प्रत्यङ्गिरा), alias Narasingi (Dewanagari: नरसिंही; ,IAST: Narasiṃhī, नरसिंही) adalah dewi aliran Sakta dalam kepercayaan Hindu, yang berwujud wanita berkepala singa. Ia merupakan sisi feminin dari Narasinga, penjelmaan Wisnu yang berwujud manusia berkapala singa. Dalam sastra Weda, Pratyanggira sepadan dengan Atharwana Bhadrakali, dewi Atharwaweda dan mantra sihir.[2] Menurut Tripura Rahasya, ia merupakan perwujudan murni dari kemurkaan Tripura Sundari.
Istilah prati berarti 'balik' sedangkan anggira berarti 'menyerang'. Maka dari itu, Pratyanggira adalah dewi yang membalikkan serangan sihir jahat. Pada sejumlah kuil di India Selatan, ia dimuliakan sebagai Atharwana Bhadrakali sebab ia diyakini sebagai pemilik pengetahuan Atharwaweda.[3][4]