Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia adalah salah satu kementerian dalam pemerintahan Indonesia yang membidangi urusan hak asasi manusia serta berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Indonesia. Kementerian ini dipimpin oleh seorang Menteri Hak Asasi Manusia yang saat ini dijabat oleh Natalius Pigai sejak tanggal 21 Oktober 2024. KemenHAM merupakan hasil pecahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada saat pembentukan Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia | |
|---|---|
| Gambaran umum | |
| Dibentuk | 10 November 1999[1] (sebagai Kantor Menteri Negara Urusan Hak Asasi Manusia) 5 November 2024 (sebagai Kementerian Hak Asasi Manusia) |
| Dasar hukum pendirian |
|
| Bidang tugas | Hak Asasi Manusia |
| Alokasi APBN | Rp174,32 miliar (2025) Rp60,47 miliar (Efisiensi) Rp113,85 miliar (APBN 2025)[3] |
| Nomenklatur sebelumnya | |
| Susunan organisasi | |
| Alamat | |
| Kantor pusat | Gedung Hak Asasi Manusia, Jl. HR. Rasuna Said, Kav – 4 -5, Kuningan, Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia |
| Koordinat | 6°13'19.9"S 106°49'51.3"E |
| Situs web | https://kemenham.go.id |
| Kantor pusat | |
Koordinat: 6°13′24.13772″S 106°49′56.15609″E / 6.2233715889°S 106.8322655806°E / -6.2233715889; 106.8322655806Gedung Hak Asasi Manusia, Jl. HR. Rasuna Said, Kav – 4 -5, Kuningan, Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia | |
| Situs web | |
| https://kemenham.go.id | |
Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (disingkat Kementerian HAM atau KemenHAM) adalah salah satu kementerian dalam pemerintahan Indonesia yang membidangi urusan hak asasi manusia serta berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Indonesia. Kementerian ini dipimpin oleh seorang Menteri Hak Asasi Manusia yang saat ini dijabat oleh Natalius Pigai sejak tanggal 21 Oktober 2024. KemenHAM merupakan hasil pecahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada saat pembentukan Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kementerian Hak Asasi Manusia awalnya bernama Kantor Negara Urusan Hak Asasi Manusia, dibentuk pada tahun 1999 oleh Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid.[1][4] Pada tahun 2000, nomenklatur Hak Asasi manusia digabung ke Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, berstatus sebagai direktorat jenderal. Selanjutnya pada tahun 2004, nomenklatur Hak Asasi Manusia tetap di lembaga yang sama, namun berubah menjadi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, kemudian Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tahun 2009.[5]
Setelah memenangkan Pemilihan umum Presiden Indonesia 2024, Prabowo Subianto menambah jumlah kementerian di kabinetnya.[6] Badan Legislasi DPR dan pemerintah merampungkan pembahasan revisi UU Kementerian Negara,[7] sehingga dari batas kementerian negara yang berjumlah 34 kementerian dapat bertambah menyesuaikan kebutuhan pemerintahan baru.[8] Kementerian Hak Asasi Manusia adalah salah satu dari 46 kementerian yang diwacanakan dalam Kabinet Merah Putih.[9]
Pada Oktober 2024, Kementerian Hak Asasi Manusia yang terpisah dari Kementerian Hukum.[10] Dalam Kabinet Merah Putih, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dipecah menjadi tiga kementerian yakni Kementerian Hukum, Kementerian Hak Asasi Manusia, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.[11] Ketiganya berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan.
Kementerian mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hak asasi manusia untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Kementerian menyelenggarakan fungsi:[2]
Susunan organisasi Kementerian Hak Asasi Manusia berdasarkan Permenham No. 1 Tahun 2024 terdiri atas:[2]
Pimpinan
Sekretariat
Inspektorat
Direktorat Jenderal
Staf Ahli
Pusat
Kantor Wilayah Provinsi