Kabinet Amir Sjarifuddin I adalah kabinet kelima Indonesia dan berkuasa dari 3 Juli hingga 11 November 1947.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kabinet Amir Sjarifuddin I | |
|---|---|
Kabinet Pemerintahan Indonesia ke-5 | |
| 1947 | |
Presiden Soekarno melantik Kabinet Syarifuddin | |
| Dibentuk | 3 Juli 1947 (1947-07-03) |
| Diselesaikan | 11 November 1947 (1947-11-11) |
| Struktur pemerintahan | |
| Presiden | Soekarno |
| Wakil Presiden | Mohammad Hatta |
| Perdana Menteri | Amir Sjarifoeddin |
| Jumlah menteri | 31 menteri |
| Partai anggota | PS Parkindo PBI BTI PNI PKI Pemuda Rakyat PSII Katolik Independen |
| Status di legislatif | KNIP Koalisi mayoritas sayap kiri: 197 / 514 |
| Sejarah | |
| Pendahulu | Kabinet Sjahrir III |
| Pengganti | Kabinet Amir Sjarifuddin II |
| ||
|---|---|---|
|
Prakemerdekaan Kebijakan dalam negeri Kebijakan luar negeri Media dan warisan Galeri: Gambar, Suara, Video |
||
Kabinet Amir Sjarifuddin I adalah kabinet kelima Indonesia dan berkuasa dari 3 Juli hingga 11 November 1947.
Setelah bubarnya Kabinet Sjahrir III pada 27 Juni 1947, Presiden Soekarno bertemu dengan Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Sosialis (PS) dan Partai Buruh Indonesia (PBI) untuk membentuk sebuah kabinet. Namun, para pimpinan partai tidak dapat menyepakati pembentukan kabinet dikarenakan Masyumi meminta posisi menteri senior yang dapat membuat partai tersebut mendominasi kabinet. Pada 3 Juli, kesepakatan dibentuk antara PNI, PS, PBI dan partai pecahan Masyumi, Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) untuk mendukung Amir Sjarifoeddin sebagai perdana menteri.[1]
Sembilan menteri merupakan menteri yang menjabat di kabinet sebelumnya. Kabinet pemerintahan Amir Sjarifoeddin dibentuk agar inklusif dengan keterwakilan dari seluruh partai dan kelompok yang ada. PSII menggantikan posisi Masyumi sebagai perwakilan kelompok Muslim.[2]
| No. | Jabatan | Pejabat | Partai | ||
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Perdana Menteri | Amir Sjarifoeddin | PS | ||
| Wakil Perdana Menteri | AK Gani | PNI | |||
| Setyadjit Soegondo | PBI | ||||
Pada 11 November 1947, Amir merombak kabinet agar dapat memasukkan Partai Masyumi ke dalamnya. Hal tersebut menandakan akhir dari Kabinet Amir Sjarifoeddin yang bertahan selama empat bulan dan delapan hari.[5]
Kabinet Pemerintahan Indonesia | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Kabinet Sjahrir III |
Kabinet Amir Sjarifuddin I 1947 |
Diteruskan oleh: Kabinet Amir Sjarifuddin II |