Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hubungan Indonesia dengan Prancis

Hubungan Indonesia dengan Prancis adalah hubungan bilateral luar negeri antara Republik Indonesia dengan Republik Prancis. Hubungan tidak langsung sudah dimulai sejak awal abad ke-19 pada masa kolonial Hindia Belanda. Sejak 2011, tepat pada masa perayaan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis, kedua negara telah sepakat untuk menjalin kemitraan strategis.

artikel daftar Wikimedia
Diperbarui 3 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hubungan Indonesia dengan Prancis
Hubungan Prancis–Indonesia
Peta memperlihatkan lokasi France dan Indonesia

Prancis

Indonesia

Hubungan Indonesia dengan Prancis adalah hubungan bilateral luar negeri antara Republik Indonesia dengan Republik Prancis. Hubungan tidak langsung sudah dimulai sejak awal abad ke-19 pada masa kolonial Hindia Belanda. Sejak 2011, tepat pada masa perayaan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis, kedua negara telah sepakat untuk menjalin kemitraan strategis.[1]

Prancis memiliki kedutaan besar di Jakarta sementara Indonesia memiliki kedutaan besar di Paris. Hubungan antara kedua negara penting karena keduanya adalah republik demokratis dan kedua negara besar yang memegang pengaruh geopolitik yang sangat penting di kawasan masing-masing, Prancis adalah anggota penting dari Uni Eropa, begitu pula Indonesia adalah anggota penting ASEAN. Hubungan diplomatik antara Prancis dan Indonesia juga merupakan elemen kunci untuk mengembangkan hubungan antara Indonesia dan Uni Eropa dan antara Prancis dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).[2] Kedua negara adalah anggota G-20.

Menurut jajak pendapat World Service Poll yang digelar BBC pada 2013, 56% dari rakyat Indonesia melihat Prancis memberikan pengaruh positif bagi dunia, sementara hanya 14% yang menyatakan pandangan negatif. Ini adalah salah satu persepsi yang paling baik dan positif terhadap Prancis di antara negara-negara Asia Pasifik setelah pandangan Korea Selatan dan Australia.[3]

Sejarah

Konsulat Prancis di Koningsplein (kini Medan Merdeka) di Batavia tahun 1940

Hubungan tidak langsung antara Prancis dan Indonesia dimulai pada awal abad ke-16 melalui pelayaran yang dilakukan oleh Verranze dan Pierre Caunay dari Homfleur ke Sumatra, walaupun begitu pelayaran mereka gagal total.

Hubungan diplomatik "resmi" pertama kali terjadi sebagai akibat perkembangan kekuatan asing di Asia, perjelajahan François de Vitré ke Aceh demi mendapat akses ke perdagangan rempah-rempah terutama lada dari Kerajaan Aceh. Berbeda dengan negara-negara lain, Prancis tidak tertarik sama sekali untuk mendapat hak monopoli atas perdagangan lada di wilayah Aceh.

Usaha perdagangan baru terjadi lebih jauh setelah Raja Henry IV dari Prancis meninggal pada 1610. Perdagangan terjadi antara Banten dengan dukungan serikat dagang bernama de flotte de Montmercy (Armada Montmercy) yang berbasis di Rounen. Usaha perdagangan itu dijalankan oleh Augustin de Bealieu yang sangat sukses, ia juga membantu menegoisasikan perjanjian dagang kembali dengan Aceh.

Penjelajahan setelah Augustin de Bealieu juga menghidupkan kegiatan ekspedisi yang sangat berpengaruh pada kemajuan ilmu pengetahuan terutama oceanografi dan pemetaan laut yang dilakukan bedasarkan perintah Napoleon sendiri sebelum Republik Batavia jatuh ketangan Wangsa Bonarparte.[4]

Selama Perang Napoleon negeri Belanda jatuh di bawah Kekaisaran Prancis, dengan demikian maka tanah jajahan mereka di Hindia Timur juga secara tak langsung jatuh ke tangan Prancis. Selama periode yang singkat antara 1806-1811, Indonesia atau Nusantara sempat berada di bawah kekuasaan Prancis.[5] Selama pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels (1808-1811), Prancis menerapkan pengaruh politiknya di Hindia Timur melalui perantara Republik Belanda. Daendels adalah seorang Belanda pengagum Prancis, dan selama pemerintahannya di Jawa ia membangun istana megah dikenal sebagai Het White Huis (Gedung Putih) atau Het Groote Huis (Gedung Besar), hari ini gedung ini difungsikan sebagai Kantor Kementerian Keuangan Indonesia, yang menunjukkan pengaruh arsitektur Gaya Imperium Prancis.[6] Ia juga mengganti nama Buffelsveld (lapangan banteng) menjadi Champs de Mars (kini Medan Merdeka). Pertempuran memperebutkan Jawa terjadi antara Inggris melawan gabungan Republik Belanda dan Prancis disebut Perang Inggris-Belanda yang pecah pada tahun 1811. Setelah itu konsulat Prancis didirikan di Batavia pada tahun 1855 sebagai perwakilan di Hindia Belanda.

Revolusi Prancis dan bentuk pemerintahan Republik kemudian menginspirasi gerakan nasionalis Indonesia pada awal abad ke-20. Konsep politik Republik Indonesia sedikit banyak dipengaruhi oleh model Republik Prancis. Indonesia juga mengadopsi sistem hukum Kontinental Napoleon melalui perantara Belanda. Hukum Indonesia sering digambarkan sebagai bagian dari 'hukum sipil' atau kelompok hukum 'Kontinental'; sistem hukum yang lazim ditemukan di negara-negara Eropa seperti Prancis dan Belanda.[7] After the independence of Indonesia, the diplomatic relations was established in 1951.[8]

Kunjungan tingkat tinggi

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi mitra Prancisnya, Presiden Nicolas Sarkozy di Paris pada Desember 2009. Kedua negara telah sepakat untuk membentuk kemitraan strategis pada 2011.[9] Pada bulan Juli 2011, Perdana Menteri Prancis François Fillon dan rombongan mengunjungi Jakarta.[10]

Hubungan ekonomi

Pada tahun 1986, Kamar Dagang dan Industri Indonesia Prancis (IFCCI) didirikan untuk mengembangkan dan membina hubungan ekonomi, perdagangan dan keuangan antara Prancis dan Indonesia.[11] Pada tahun 2011 perdagangan bilateral antara Prancis dan Indonesia sebesar 2,5 miliar dollar AS, dan Prancis adalah investor terbesar ke-13 bagi Indonesia.[10] Impor Indonesia dari Prancis meliputi peralatan pesawat, mesin dan komputer, peralatan elektronik dan alat presisi, kimia, kosmetik dan parfum, makanan, logam dan produk metalurgi dan farmasi. Di sisi lain, impor Prancis dari Indonesia meliputi pertanian, produk kehutanan dan perikanan, tekstil dan alas kaki. Saat ini ada sekitar 100 perusahaan Prancis yang beroperasi di Indonesia.[12] Perusahaan Prancis yang beroperasi di Indonesia antara lain Total, Michelin, Eurocopter, Air France dan Carrefour.[13]

Kebudayaan

Tujuan dari aksi kerjasama budaya Prancis adalah untuk mendukung pembangunan Indonesia sebagai negara yang tengah berkembang. Dengan demikian, upaya mengutamakan penelitian (pembangunan pedesaan, budidaya, vulkanologi, geofisika, dan arkeologi), pertukaran antar universitas, terutama di bidang teknologi dan ilmu biologi, pelatihan kejuruan, dukungan untuk memperkuat supremasi hukum dan pemerintahan yang demokratis. Termasuk bantuan teknis legislatif, perang melawan terorisme dan korupsi, desentralisasi, dan pelatihan hak asasi manusia. Pelaksanaan pagelaran budaya yang berkualitas, seperti melalui pagelaran "Musim Semi Prancis" (Le Printemps Français) festival budaya dan kebijakan audiovisual.

Prancis juga telah membentuk Institut Français di beberapa kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, pusat budaya Prancis dengan misi untuk mempromosikan budaya Prancis di Indonesia melalui pertunjukan budaya dan pameran, film dan mediatheque (pusat media).[14]

Bahasa

Hubungan budaya linguistik antara Indonesia dan Prancis melalui perantara Belanda, seperti terlihat dalam kata-kata serapan dalam bahasa Indonesia dari Bahasa Prancis, yang kebanyakan merupakan istilah politik atau militer, seperti "kudeta" (dari coup d'état), "legiun" (dari légion) and "letnan" (dari lieutenant).

Institut Français Indonesia juga menawarkan kursus Bahasa Prancis bagi para siswa Indonesia.[14]

Arkeologi

Berdasarkan keahlian dari Dewan Penasehat Penelitian Arkeologi Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri Prancis (DGCID) berikut adalah kegiatan misi arkeologi di Indonesia yang menerima bantuan subsidi dari Pemerintah Prancis:

  • Kalimantan: Studi diakronis mengenai kegunaan seni batu dan gua-gua batu tempat berlindung di Kalimantan Timur
  • Jawa 01: Sebuah situs prasejarah dari periode Pleistosen atas
  • Jawa 02: Populasi manusia perintis di Kepulauan Indonesia

Musik

Dalam seni dan musik, Prancis dan Indonesia memiliki duta budaya bersama, Anggun, orang Indonesia naturalisasi Prancis. Dia adalah seorang penyanyi-pencipta lagu yang terkenal di Prancis dan Indonesia.[15][16]

Masalah mutakhir

Hukuman mati

Pada 2015, seorang warga negara Prancis Serge Atlaoui, menghadapi ancaman hukuman mati di penjara Indonesia.[17] Dalam penggerebekan di sebuah pabrik yang memproduksi ekstasi di Tangerang, pada tahun 2005, polisi Indonesia menangkap Atlaoui di lokasi kejadian. Dia kemudian dihukum pada tahun 2007 atas kejahatan kepemilikan 138 kilogram shabu-shabu, 290 kg ketamin dan 316 drum zat prekursor. Atlaoui telah berulang kali membantah tuduhan tersebut; mengatakan bahwa ia tengah memasang mesin industri di lokasi yang dikiranya adalah pabrik akrilik.[18]

Pada 22 April 2015, Presiden Prancis Francois Hollande memperingatkan Indonesia bahwa eksekusi akan merusak hubungan antara kedua negara.[19] Atlaoui terhindar dari eksekusi pada tanggal 29 April 2015, dan saat ini, hukumannya tengah ditunda.[20] Prancis menentang keras segala bentuk hukuman mati di manapun dan dalam konteks apapun, dan tidak hanya ketika kehidupan salah satu warga negaranya yang dipertaruhkan. Prancis telah menghapuskan hukuman mati sejak tahun 1981.[1] Hubungan diplomatik digambarkan sebagai 'normal' meskipun kedua negara tengah menghadapi kasus Atlaoui.[18]

Kunjungan kenegaraan ke Indonesia

Pada 27–29 Mei 2025, Presiden Macron melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia atas undangan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari rangkaian kunjungan ke Asia Tenggara.[21] Dalam pertemuan bilateral yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada 28 Mei 2025, kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis Prancis–Indonesia yang telah terjalin sejak 2011.[21]

Beberapa poin penting dari kunjungan tersebut meliputi:

  • Penandatanganan Joint Declaration on the Development of the Indonesia–France Strategic Partnership until 2050 (Visi Bersama 2050) serta sejumlah deklarasi dan nota kesepahaman di bidang budaya, sains dan teknologi, energi terbarukan, pertahanan, dan keamanan.[22]
  • Di bidang pertahanan dan keamanan, kedua negara menyambut berlakunya Defence Cooperation Agreement (DCA) dan menyepakati peningkatan kerja sama dalam produksi bersama dan transfer teknologi pertahanan.[21]
  • Dalam bidang sains dan inovasi, kunjungan menandai penandatanganan Letter of Intent antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan lembaga-lembaga Prancis seperti Centre national de la recherche scientifique (CNRS) dan Institut de recherche pour le développement (IRD) untuk mendirikan sekolah tahunan bagi peneliti muda serta pusat bersama di bidang kelautan.[23]
  • Kerja sama budaya diperkuat melalui perjanjian kemitraan di bidang produk budaya, film, musik, tekstil, serta pengembangan pusat kebudayaan Indonesia–Prancis.[24]

Kunjungan ini menandai momen penting dalam hubungan bilateral kedua negara karena bersamaan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Prancis–Indonesia.[21]

Lihat pula

  • Daftar Duta Besar Indonesia untuk Prancis
  • Daftar duta besar Prancis untuk Indonesia
  • Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris

Catatan dan referensi

  1. 1 2 "Interview de Mme l'Ambassadeur au Jakarta Post le 16 décembre 2014". Ambassade de France à Jakarta. 16 December 2014.
  2. ↑ "France and Indonesia". France Diplomatie. 1 August 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-11-17. Diakses tanggal 11 February 2013.
  3. ↑ 2013 World Service Poll Diarsipkan 2015-10-10 di Wayback Machine. BBC
  4. ↑ Dorléans, Bernard (2001). Orang Indonesia & Orang Perancis. Kepustakaan Populer Gramedia.
  5. ↑ Asvi Warman Adam. "The French and the British in Java, 1806–15". Britannica.
  6. ↑ Heuken, Adolf (2000). Historical sites of Jakarta. Jakarta: Cipta Loka Caraka. hlm. 199–200.
  7. ↑ Timothy Lindsey, ed. (2008). Indonesia, Law and Society. Federation Press. hlm. 2. ISBN 9781862876606. Diakses tanggal 9 November 2015.
  8. ↑ "France celebrates Bastille Day in iconic style". The Jakarta Post. Jakarta. 15 July 2011.
  9. ↑ Erwida Maulia (16 December 2009). "RI, France agree on 'unlimited' strategic partnership". The Jakarta Post. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-02-08. Diakses tanggal 2015-11-10. ;
  10. 1 2 Retno L.P. Marsudi (5 July 2011). "Fillon's visit and quality France-RI relations". The Jakarta Post. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-02-08. Diakses tanggal 9 November 2015.
  11. ↑ "Who we are, What we do". Indonesian French Chamber of Commerce and Industry. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-02. Diakses tanggal 2015-11-10.
  12. ↑ "Economic relations". France Diplomatie. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-27. Diakses tanggal 18 July 2014.
  13. ↑ "Indonesian French Chamber of Commerce and Industry". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-05. Diakses tanggal 2015-11-10.
  14. 1 2 "Institut Français Indonesia". Institut Français Indonesia. Diakses tanggal 9 November 2015.
  15. ↑ "Anggun". Eurovision.
  16. ↑ Liam Clark (May 28, 2014). "Anggun wins World Music 2014 award". escExtra.com.
  17. ↑ "Indonesia rejects French death row convict Serge Atlaoui clemency". BBC. 22 June 2015.
  18. 1 2 Dylan Amirio (5 May 2015). "France-RI relations 'normal' despite Atlaoui case". The Jakarta Post. Diakses tanggal 9 November 2015.
  19. ↑ "France warns Indonesia against executing French citizen". Channel News Asia. 22 April 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-01-29. Diakses tanggal 9 November 2015.
  20. ↑ "The inmates executed or spared by Indonesia". BBC. 29 April 2015.
  21. 1 2 3 4 "Joint statement between the President of the Republic of Indonesia H.E. Prabowo Subianto and the President of the French Republic H.E. Emmanuel Macron on the State Visit by H.E. Emmanuel Macron to Indonesia". Elysee.fr. Présidence de la République française. 28 Mei 2025. Diakses tanggal 28 Oktober 2025.
  22. ↑ "President Macron's State Visit Yields 21 Strategic Agreements Between Indonesia and France". Wantimpres.go.id. Dewan Pertimbangan Presiden. 6 Juni 2025. Diakses tanggal 28 Oktober 2025.
  23. ↑ "State Visit of President Macron to Indonesia: A Decisive Boost to Scientific and Maritime Cooperation". en.ird.fr. Institut de recherche pour le développement. 29 Mei 2025. Diakses tanggal 28 Oktober 2025.
  24. ↑ "France and Indonesia Enhance Cultural Ties with New Partnership Agreement During Macron Visit". Euronews. 29 Mei 2025. Diakses tanggal 28 Oktober 2025.

Pranala luar

  • Kedutaan Besar Prancis di Jakarta, Indonesia
  • Kedutaan Besar Indonesia di Paris, Prancis
  • Institut Français Indonesia
  • IFCCI Diarsipkan 2015-11-05 di Wayback Machine. Kamar Dagang dan Industri Indonesia Prancis
  • l
  • b
  • s
Indonesia Hubungan luar negeri Indonesia
Afrika
  • Afrika Selatan
  • Aljazair
  • Angola
  • Botswana
  • Eritrea
  • Etiopia
  • Ghana
  • Kamerun
  • Kenya
  • Liberia
  • Libya
  • Madagaskar
  • Maroko
  • Mauritania
  • Mauritius
  • Mesir
  • Mozambik
  • Namibia
  • Nigeria
  • Senegal
  • Somalia
  • Sudan
  • Tanzania
  • Tunisia
  • Zimbabwe
Lambang Indonesia
Amerika
  • Amerika Serikat
  • Argentina
  • Belize
  • Bolivia
  • Brasil
  • Chili
  • Ekuador
  • El Salvador
  • Guatemala
  • Guyana
  • Haiti
  • Honduras
  • Kanada
  • Kolombia
  • Kosta Rika
  • Kuba
  • Meksiko
  • Nikaragua
  • Panama
  • Paraguay
  • Peru
  • Suriname
  • Uruguay
  • Venezuela
Asia
  • Afganistan
  • Arab Saudi
  • Armenia
  • Azerbaijan
  • Bahrain
  • Bangladesh
  • Bhutan
  • Brunei Darussalam
  • Filipina
  • Georgia
  • India
  • Irak
  • Iran
  • Israel
  • Jepang
  • Kamboja
  • Kazakhstan
  • Kirgizstan
  • Korea Selatan
  • Korea Utara
  • Kuwait
  • Laos
  • Lebanon
  • Maladewa
  • Malaysia
  • Mongolia
  • Myanmar
  • Nepal
  • Oman
  • Pakistan
  • Palestina
  • Qatar
  • Singapura
  • Sri Lanka
  • Suriah
  • Taiwan
  • Tajikistan
  • Thailand
  • Timor Leste
  • Tiongkok
  • Turki
  • Turkmenistan
  • Uni Emirat Arab
  • Uzbekistan
  • Vietnam
  • Yaman
  • Yordania
Eropa
  • Albania
  • Austria
  • Belanda
  • Belarus
  • Belgia
  • Bosnia dan Herzegovina
  • Britania Raya
  • Bulgaria
  • Ceko
  • Denmark
  • Estonia
  • Finlandia
  • Hungaria
  • Islandia
  • Italia
  • Jerman
  • Kroasia
  • Latvia
  • Lituania
  • Luksemburg
  • Malta
  • Moldova
  • Monako
  • Montenegro
  • Norwegia
  • Polandia
  • Portugal
  • Prancis
  • Republik Irlandia
  • Rumania
  • Rusia
  • Serbia
  • Siprus
  • Slovenia
  • Slowakia
  • Spanyol
  • Swedia
  • Swiss
  • Takhta Suci
  • Ukraina
  • Yunani
Oseania
  • Australia
  • Fiji
  • Kepulauan Solomon
  • Nauru
  • Palau
  • Papua Nugini
  • Samoa
  • Selandia Baru
  • Tonga
  • Vanuatu
Terdahulu
  • Uni Soviet
  • Yugoslavia
Multilateral
  • APEC
  • GNB
  • Perbara
  • PBB
  • OKI
  • Uni Eropa
Topik terkait
  • Kementerian Luar Negeri
  • Misi diplomatik / di Indonesia
  • Diaspora Indonesia
Situs web Kementerian Luar Negeri
  • l
  • b
  • s
Prancis Hubungan luar negeri Prancis
Afrika
  • Aljazair
  • Angola
  • Chad
  • Republik Kongo
  • Djibouti
  • Mesir
  • Gabon
  • Kenya
  • Libya
  • Mauritania
  • Mauritius
  • Maroko
  • Niger
  • Somalia
  • Tunisia
Lambang Prancis
Amerika
  • Argentina
  • Barbados
  • Brasil
  • Kanada
  • Kolombia
  • Haiti
  • Meksiko
  • Trinidad dan Tobago
  • Amerika Serikat
  • Texas (dalam sejarah)
  • Uruguay
  • Venezuela
Asia
  • Armenia
  • Bangladesh
  • Brunei
  • Kamboja
  • Tiongkok
  • Georgia
  • India
  • Indonesia
  • Iran
  • Irak
  • Israel
  • Jepang
  • Lebanon
  • Malaysia
  • Myanmar
  • Korea Utara
  • Pakistan
  • Filipina
  • Qatar
  • Singapura
  • Korea Selatan
  • Thailand
  • Turki
  • Turkmenistan
  • Uni Emirat Arab
  • Vietnam
Eropa
  • Andorra
  • Austria
  • Belgia
  • Bulgaria
  • Republik Ceko
  • Denmark
  • Finlandia
  • Jerman
  • Yunani
  • Tahta Suci
  • Hungaria
  • Italia
  • Kosovo
  • Monako
  • Norwegia
  • Polandiq
  • Rumania
  • Rusia
  • Serbia
  • Spanyol
  • Swiss
  • Britania Raya
Oseania
  • Australia
  • Fiji
  • Kiribati
  • Selandia Baru
  • Papua Nugini
  • Vanuatu
Multilateral
  • Afrika
  • Asia
  • Amerika
  • Negara-Negara Persemakmuran
  • Perserikatan Bangsa-Bangsa
Topik terkait
  • Kementerian Urusan Luar Negeri
  • Misi diplomatik dari / di Prancis

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Kunjungan tingkat tinggi
  3. Hubungan ekonomi
  4. Kebudayaan
  5. Bahasa
  6. Arkeologi
  7. Musik
  8. Masalah mutakhir
  9. Hukuman mati
  10. Kunjungan kenegaraan ke Indonesia
  11. Lihat pula
  12. Catatan dan referensi
  13. Pranala luar

Artikel Terkait

Wikimedia Foundation

organisasi amal asal Amerika Serikat

Pemblokiran Wikimedia di Indonesia

pembatasan domain auth.wikimedia.org di Indonesia

Wikikamus bahasa Banjar

Wiktionary berbahasa Banjar

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026