Hubungan Indonesia dengan Turki merupakan hubungan bilateral asing antara Republik Indonesia dan Republik Turki. Hubungan diplomatik telah dibangun sejak 1950. Indonesia memiliki duta besar di Ankara dan Turki punya duta besar di Jakarta, dan konsulat kehormatan di Medan sejak Mei 1996. Kedua negara merupakan anggota penuh World Trade Organization (WTO), Organisation of Islamic Cooperation (OIC), 8 Negara Berkembang dan G-20 ekonomi utama.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Indonesia |
Turki |
|---|---|
Hubungan Indonesia dengan Turki merupakan hubungan bilateral asing antara Republik Indonesia dan Republik Turki. Hubungan diplomatik telah dibangun sejak 1950. Indonesia memiliki duta besar di Ankara dan Turki punya duta besar di Jakarta, dan konsulat kehormatan di Medan sejak Mei 1996. Kedua negara merupakan anggota penuh World Trade Organization (WTO), Organisation of Islamic Cooperation (OIC), 8 Negara Berkembang dan G-20 ekonomi utama.[1][2]
Hubungan dengan Kesultanan Utsmaniyah (Pendahulu negara Turki) berawal dari ekspedisi Utsmaniyah ke Aceh pada abad ke-16, dengan alasan merespons kepada permintaan bantuan Kesultanan Aceh terhadap Portugis di Malaka.[3] Ketika Indonesia berada di bawah penjajahan Belanda dan resmi bernama Hindia Belanda, Utsmaniyah mendirikan konsulat di Batavia pada tahun 1882. Hal ini dilakukan sebagai upaya Utsmaniyah untuk melindungi umat Islam di seluruh dunia.
Setelah runtuh dan digantikan oleh Turki, Turki mengakui Indonesia pada 29 Desember 1949 dan hubungan diplomatik telah dibangun pada 1950. Kedutaan besar Turki di Jakarta telah dibuka pada tanggal 10 April 1957.