Institut français adalah sebuah organisasi yang dibentuk pada tahun 1907 oleh Kementerian Luar Negeri Prancis untuk mempromosikan bahasa dan budaya Prancis ke seluruh dunia. Institut ini memiliki lebih dari 150 cabang di seluruh dunia ditambah dengan 1000 cabang Alliance française. Institut français tidak hanya menyediakan kursus bahasa Prancis dari tingkat pemula hingga mahir, tetapi juga mengadakan pagelaran seni serta mempromosikan buku, film, teknologi dan gagasan dari Prancis.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Tanggal pendirian | 1907 (1907) |
|---|---|
| Jenis | Institusi budaya, EPIC |
Wilayah layanan | Seluruh dunia |
| Produk | Pendidikan bahasa dan budaya Prancis |
| Ketua | Pierre Buhler (2017-2020) |
| Situs web | http://www.institutfrancais.com |
Institut français (secara harfiah berarti "institut Prancis") adalah sebuah organisasi yang dibentuk pada tahun 1907 oleh Kementerian Luar Negeri Prancis untuk mempromosikan bahasa dan budaya Prancis ke seluruh dunia. Institut ini memiliki lebih dari 150 cabang di seluruh dunia ditambah dengan 1000 cabang Alliance française. Institut français tidak hanya menyediakan kursus bahasa Prancis dari tingkat pemula hingga mahir, tetapi juga mengadakan pagelaran seni serta mempromosikan buku, film, teknologi dan gagasan dari Prancis.
Institut Prancis pertama, yaitu Institut français de Florence, didirikan pada tahun 1907 di kota Firenze oleh Julien Luchaire dengan bantuan dari Fakultas Seni Grenoble.
Secara historis, institusi Prancis yang didirikan pada paruh pertama abad ke-20 berafiliasi dengan lembaga akademik, sementara pusat kebudayaan Prancis, yang umumnya dibentuk pada paruh kedua abad ke-20 atau awal abad ke-21, didirikan oleh pemerintah Prancis. Namun, perbedaan ini kini tidak lagi berlaku, dan pusat kebudayaan sekarang mengadopsi nama Institut Français.
Beberapa institusi memiliki status bi-nasional yang diatur oleh perjanjian bilateral antara pemerintah, seperti di Guinea (Conakry), Guinea-Bissau (Bissau), Mozambik (Maputo), Namibia (Windhoek), dan Niger (Pusat Kebudayaan Jean Rouch Franco-Nigerien di Niamey).

Terdapat 143 institusi Prancis dan pusat kebudayaan Prancis di luar negeri yang berada di bawah naungan Kementerian Luar Negeri Prancis. Mereka bertugas mempromosikan kerja sama intelektual, budaya, dan audiovisual antara para profesional, menampilkan seni Prancis, Francophone (Frankofon), serta seni tradisional dan kontemporer lokal kepada berbagai kalangan, terutama audiens muda. Selain itu, mereka juga mempromosikan pendidikan tinggi Prancis kepada mahasiswa dan pengajar asing serta menyediakan berbagai kursus dan ujian internasional untuk bahasa Prancis.
Biasanya, institusi ini berada dalam kedutaan Prancis dan memiliki status yang mandiri secara finansial tetapi tidak secara hukum. Hal ini memberikan direktur mereka kewenangan untuk mengelola anggaran yang berasal dari hibah Kementerian Luar Negeri serta sumber pendapatan mandiri, termasuk dana cadangan untuk program multi-tahun. Pendanaan institusi ini berasal dari pendapatan sendiri, seperti pengajaran bahasa Prancis sebagai bahasa resmi atau bahasa asing (tergantung negara), serta sponsor bagi institusi yang memiliki ambisi dalam pengelolaan budaya. Sementara itu, lembaga penelitian Prancis di luar negeri (IFRE) berada di bawah Kementerian Luar Negeri serta CNRS (Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis).
Saat ini, institusi Prancis dan pusat kebudayaan Prancis menjadi alat utama dalam memperkuat kerja sama antar profesional di bidang budaya dan pendidikan, serta mempromosikan keragaman budaya dan bahasa di seluruh dunia.

Di Indonesia, Institut français Indonesia memiliki cabang di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta dari 2012.
| No | Cabang | Alamat |
|---|---|---|
| 1 | Jakarta Pusat | Jl. M.H. Thamrin No.20, RT.9/RW.4, Gondangdia, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10350 |
| 2 | Jakarta Selatan | Jl. Wijaya I No.48, Petogogan, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12170 |
| 3 | Kota Bandung | Jl. Purnawarman No.32, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40116 |
| 4 | Kota Surabaya | Kompleks AJBS, Jalan Ratna No.14 Blok C2, Ngagel, Surabaya, Jawa Timur 60246 |
| 5 | Kota Yogyakarta | Jl. Sagan No.3, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223 |










Pada November 2023, Institut Français di Gaza terkena serangan udara Israel di tengah perang Israel–Hamas, tetapi tidak ada laporan cedera di antara staf di lokasi tersebut.[1]