Hubungan Bangladesh dengan Kolombia merujuk pada hubungan bilateral antara Bangladesh dan Kolombia. Kolombia dan Venezuela bersama-sama mengakui Bangladesh pada tanggal 2 Mei 1972. Kedua negara tersebut merupakan anggota Gerakan Non-Blok. Kedua negara tersebut masing-masing tidak memiliki duta besar tetap.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bangladesh |
Kolombia |
|---|---|
Hubungan Bangladesh dengan Kolombia merujuk pada hubungan bilateral antara Bangladesh dan Kolombia. Kolombia dan Venezuela bersama-sama mengakui Bangladesh pada tanggal 2 Mei 1972.[1] Kedua negara tersebut merupakan anggota Gerakan Non-Blok. Kedua negara tersebut masing-masing tidak memiliki duta besar tetap.
Pada tahun 2011, Menteri Luar Negeri Bangladesh Mohamed Mijarul Quayes melakukan kunjungan resmi ke Bogota untuk menjajaki cara memperluas perdagangan bilateral dengan Kolombia.[2]
Beberapa isu umum antara kedua negara seperti adaptasi perubahan iklim, manajemen bencana, dan perlindungan kelompok rentan telah diidentifikasi sebagai area kerja sama.[3][4][5] Pada tahun 2009, Presiden Bangladesh Zillur Rahman menyerukan transfer teknologi antara kedua negara di sektor pertanian.[6]
Kedua negara telah menyatakan minat mereka untuk memperluas perdagangan bilateral.[3][5] Pada tahun 2009, Kolombia mengusulkan untuk menandatangani nota kesepahaman dengan Bangladesh untuk meningkatkan perdagangan dan perniagaan bilateral.[7] Pakaian, produk rami, farmasi, dan kerajinan tangan dari Bangladesh telah diidentifikasi sebagai produk potensial dengan permintaan besar di Kolombia. Kedua negara telah menandatangani perjanjian pembebasan visa untuk memastikan perjalanan yang lancar bagi para pebisnis.[2]
Kolombia telah mengirimkan para pendeta untuk komunitas Katolik Roma di Bangladesh.[8]
Foreign Secretary Mijarul Quayes has recently made a rapid tour of Latin America and saw Bangladesh's immense business potential ...
Bangladesh Ambassador to the USA Akramul Qader who is also concurrently accredited as ambassador to Brazil, Mexico and Colombia presented his credentials to Colombian President Juan Manuel Santos Calderòn last Tuesday. ...
President Zillur Rahman yesterday emphasised the need for increasing the volume of foreign direct investment (FDI) ...
President Zillur Rahman today urged the Colombian entrepreneurs to invest here by taking advantage of various lucrative offers providing by the present government to increase volume of Foreign Direct Investment (FDI). ...