Hubungan Bangladesh dengan Rusia adalah hubungan bilateral antara Bangladesh dan Rusia. Bangladesh memiliki kedutaan besar di Moskow dan Rusia memiliki satu di Dhaka dan konsulat jenderal di Chittagong. Hubungan diplomatik antara Uni Soviet dan Bangladesh didirikan pada 25 Januari 1972.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bangladesh |
Rusia |
|---|---|
| Misi diplomatik | |
| Kedutaan Besar Bangladesh di Moskow | Kedutaan Besar Rusia di Dhaka |
| Wakil | |
| Dr. Saiful Haqoue | Alexander l. Ignatov |

Hubungan Bangladesh dengan Rusia adalah hubungan bilateral antara Bangladesh dan Rusia. Bangladesh memiliki kedutaan besar di Moskow dan Rusia memiliki satu di Dhaka dan konsulat jenderal di Chittagong. Hubungan diplomatik antara Uni Soviet dan Bangladesh didirikan pada 25 Januari 1972.[1]
Pada tahun 2009, Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengunjungi Sankt-Peterburg dan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.[2] Pada bulan Januari 2013, Sheikh Hasina kembali bertemu dengan Presiden Rusia Putin di Moskow.[3]
Pada tahun 2012, kedua negara menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) utama yang selanjutnya akan memfasilitasi kolaborasi antara kedua negara dalam mengembangkan sektor tenaga nuklir di Bangladesh.[4] Rusia mendanai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Rooppur di Bangladesh dengan langkah menyediakan listrik ke seluruh Bangladesh.[4]
Rusia telah melakukan upaya penjualan militer di Bangladesh dan berhasil dengan kesepakatan senilai $124 juta untuk delapan jet tempur MIG-29.[5]