Hubungan Rusia dengan Sudan Selatan adalah hubungan bilateral antara Rusia dan Sudan Selatan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Rusia |
Sudan Selatan |
|---|---|
Hubungan Rusia dengan Sudan Selatan adalah hubungan bilateral antara Rusia dan Sudan Selatan.
Pada 9 Juli 2011, Mikhail Margelov, perwakilan Rusia pada upacara kemerdekaan di Juba, menyampaikan kepada Presiden Sudan Selatan Salva Kiir Mayardit sebuah pesan dari Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang memperlihatkan Medvedev mengucapkan selamat kepada mitranya dari Sudan Selatan atas kemerdekaan negara baru tersebut.[1] Pada 11 Juli 2011, Dmitry Medvedev mengeluarkan ukaze yang secara resmi mengakui kemerdekaan Sudan Selatan dan menginstruksikan Kementerian Luar Negeri Rusia untuk memulai negosiasi dengan Sudan Selatan mengenai pembentukan hubungan diplomatik.[2]
Dalam memperkenalkan Sergey Shishkin, Duta Besar Rusia di Uganda, kepada Deng Alor, Menteri Luar Negeri Sudan Selatan, Margelov juga mengumumkan niat Rusia untuk mendirikan kedutaan besar di Juba, dan bahwa Shishkin secara bersamaan akan diakreditasi ke Sudan Selatan untuk sementara waktu.[3]
Saat menghadiri upacara kemerdekaan di Juba, Margelov menyatakan bahwa Rusia bermaksud untuk menjalin hubungan ekonomi dengan Sudan Selatan, sambil mencatat bahwa negara yang baru merdeka itu menghadapi banyak tantangan di depannya, dan Rusia harus memanfaatkan kesempatan itu dan membangun dirinya sebagai bagian dari ekonomi negara itu.[4]