Hubungan Bangladesh dengan Mesir merujuk pada hubungan bilateral antara Bangladesh dan Mesir. Bangladesh dan Mesir menikmati hubungan yang bersahabat. Mesir memiliki duta besar tetap, Mahmoud Ezzat di Dhaka, Bangladesh. Duta besar tetap Bangladesh di Mesir adalah Samina Naz.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bangladesh |
Mesir |
|---|---|
Hubungan Bangladesh dengan Mesir merujuk pada hubungan bilateral antara Bangladesh dan Mesir. Bangladesh dan Mesir menikmati hubungan yang bersahabat.[1] Mesir memiliki duta besar tetap, Mahmoud Ezzat di Dhaka, Bangladesh.[2][3] Duta besar tetap Bangladesh di Mesir adalah Samina Naz.[4][5]
Sultan Mamluk Barsbay memiliki hubungan baik dengan penguasa Muslim lainnya pada masanya, khususnya Jalaluddin Muhammad Shah, Sultan Benggala.[6] Menurut Ad-Daw al-lami` li ahli al-Qarni al-Tasi karya Syamsuddin as-Sakhawi,[7] sultan Mamluk pernah diberi hadiah oleh sultan Benggala dengan penobatan, jubah kehormatan dan surat pengakuan.[8][9] Penguasa Benggala telah meninggal sebelum hadiahnya dapat dikirim ke Barsbay. Putranya dan penggantinya, Shamsuddin Ahmad Shah, sedikit menunda pengiriman tetapi tetap mengirimkan hadiah awal ayahnya sambil juga menambahkan lebih banyak hadiah miliknya sendiri. Secara total, paket itu bernilai lebih dari 12.000 tanka merah dan termasuk pakaian, katun, jahe, mojokeling, dan rempah-rempah lainnya. Utusan itu, yang melakukan perjalanan dari Benggala ke Kairo melalui Samudra Hindia, tenggelam saat berada di pantai Jeddah. Pada tahun 1436, Gubernur Jeddah mengirim beberapa orang untuk mencari hadiah di Laut Merah dan mereka kembali dengan tekstil meskipun rempah-rempahnya rusak karena air. Setelah Barsbay diberi tahu tentang hal ini oleh gubernur, ia memerintahkan penangkapan semua anggota kedutaan Benggala, penyitaan barang dagangan utusan mereka, dan melarang mereka untuk bepergian ke Kairo lagi.[10]
Bangladesh mengirimkan tim medis dan perlengkapan ke Mesir untuk Perang Yom Kippur.[11][12] Pada tahun 1974, Mesir yang dipimpin oleh Presiden Anwar Sadat menyumbangkan 30 tank ke Bangladesh. Ini adalah tank pertama yang diterima oleh Angkatan Darat Bangladesh setelah Bangladesh menjadi negara merdeka pada tahun 1971.[13][14][15] Tank yang sama ini digunakan dalam pembunuhan Sheikh Mujibur Rahman.[16] Bangladesh dan Mesir adalah anggota Organisasi Kerja sama Islam dan Koalisi Kontra Terorisme Militer Islam.[17]
Baik Mesir maupun Bangladesh merupakan anggota dari Kelompok D-8 Negara Berkembang.[18] Bangladesh mengimpor kapas dari Mesir untuk industri garmen siap pakai.[19] Pada tahun 2005 perusahaan telekomunikasi Mesir Orascom mengakuisisi Sheba Telecom, perusahaan induk dari perusahaan seluler Banglalink.[20] Pada tahun 2013, terdapat 15 ribu warga Bangladesh di Mesir menurut kedutaan besar Bangladesh di Mesir.[21]