Hubungan Meksiko dengan Mesir adalah hubungan bilateral antara Meksiko dan Mesir. Mesir dan Meksiko menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1958, tetapi kedua negara berinteraksi secara informal sebelumnya. Sejak tahun 1861, tentara Mesir bergabung dengan invasi Kaisar Prancis Napoleon III ke Meksiko. Pada awal abad ke-20, Meksiko membuka konsulat di kota pelabuhan Mediterania, Aleksandria. Sejak kemerdekaan Mesir pada tahun 1960, kedua negara telah menjalin hubungan yang hangat berdasarkan pertukaran budaya, pariwisata, dan perdagangan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Meksiko |
Mesir |
|---|---|
Hubungan Meksiko dengan Mesir adalah hubungan bilateral antara Meksiko dan Mesir. Mesir dan Meksiko menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1958, tetapi kedua negara berinteraksi secara informal sebelumnya. Sejak tahun 1861, tentara Mesir bergabung dengan invasi Kaisar Prancis Napoleon III ke Meksiko. Pada awal abad ke-20, Meksiko membuka konsulat di kota pelabuhan Mediterania, Aleksandria.[1] Sejak kemerdekaan Mesir pada tahun 1960, kedua negara telah menjalin hubungan yang hangat berdasarkan pertukaran budaya, pariwisata, dan perdagangan.[2]
Kedua negara merupakan anggota Kelompok 15, Kelompok 24, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Selama Intervensi Prancis Kedua di Meksiko, Muhammad Sa'id Pasya dari Mesir setuju untuk mengirim Kaisar Napoleon III sebuah Batalyon Pembantu yang terdiri dari 447 tentara Mesir-Sudan (kebanyakan tamtama Sudan dengan perwira Mesir) ke Meksiko. Pada saat itu, diyakini bahwa tentara dari Afrika akan "beradaptasi" lebih baik terhadap suhu panas di Meksiko daripada tentara Prancis.[3][4] Pada tahun 1867, 326 tentara yang selamat dikirim ke Prancis sebelum kembali ke Mesir.
Pada tahun 1905, Meksiko membuka konsulat di kota pelabuhan Aleksandria untuk membantu kapal-kapal Meksiko yang singgah di kota tersebut sebelum atau setelah berlayar melalui Terusan Suez. Pada tahun 1922, Mesir memperoleh kemerdekaan dari Britania Raya dan hubungan diplomatik antara Mesir dan Meksiko terjalin pada tanggal 31 Maret 1958. Pada tahun 1960, kedua negara membuka kedutaan besar di ibu kota masing-masing.[1] Sejak saat itu, hubungan antara kedua negara sebagian besar didasarkan pada rasa saling menghormati dan kerja sama dalam isu-isu internasional di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tahun 1975, Presiden Meksiko Luis Echeverría melakukan kunjungan resmi ke Mesir dan pada tahun 1981, Presiden José López Portillo juga mengunjungi Mesir.[5]
Pada bulan September 2015, sekelompok 14 turis Meksiko secara keliru diserang oleh Pasukan Keamanan Mesir saat mereka sedang berlibur di Gurun Barat Mesir. Para pejabat Mesir mengatakan pasukan keamanan mengira para turis tersebut sebagai teroris. Dalam serangan tersebut, delapan warga negara Meksiko tewas dan enam lainnya luka-luka. Pemerintah Meksiko mengutuk insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut. Menteri Luar Negeri Meksiko, Claudia Ruiz Massieu, menyatakan bahwa pemerintah Meksiko tidak akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Mesir atas insiden tersebut.[6]
Kedua negara secara rutin mengadakan pameran budaya di negara masing-masing dan pada tahun 1996, kedua negara mendirikan Asosiasi Mesir-Meksiko untuk Egiptologi.[7] Pada tahun 2018, kedua negara merayakan 60 tahun hubungan diplomatik.[8]
Pada bulan Juni 2022, Wakil Menteri Luar Negeri Meksiko Carmen Moreno Toscano berkunjung ke Mesir. Selama di Mesir, kedua negara menandatangani nota kesepahaman antara Kementerian Luar Negeri kedua negara. Wakil Menteri Moreno juga mengunjungi Liga Arab untuk memperkuat konsultasi tingkat tinggi rutin dengan organisasi regional tersebut dan Meksiko.[1] Pada bulan November tahun yang sama, Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard berkunjung ke Mesir untuk menghadiri Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2022 di Sharm el-Sheikh.[5]
Kunjungan tingkat tinggi dari Mesir ke Meksiko[9]
Menteri Luar Negeri Mohamed Orabi (2010)
Kunjungan tingkat tinggi dari Meksiko ke Mesir[5][10]
Kedua negara telah menandatangani beberapa perjanjian bilateral seperti Perjanjian Pertukaran Budaya (1960); Perjanjian Perdagangan (1963); Perjanjian Kerjasama Ekonomi (1984); Perjanjian Kerjasama Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Teknik (1987); Perjanjian Kerjasama Pendidikan (1987); Perjanjian Kerjasama Pariwisata (1991) dan nota kesepahaman antara Kementerian Luar Negeri kedua negara (2022).[11]

Pada tahun 2023, total perdagangan antara Mesir dan Meksiko mencapai US$130 juta.[12] Ekspor utama Mesir ke Meksiko meliputi: suku cadang mobil, kapas, dan tekstil. Ekspor utama Meksiko ke Mesir meliputi: tabung selubung gas dan minyak, tabung logam, biji wijen, dan alkohol (tequila). Perusahaan multinasional Meksiko seperti Cemex, Gruma, KidZania, Rotoplas, dan Sukarne (antara lain) beroperasi di Mesir.[12]