Hubungan Etiopia dengan Meksiko adalah hubungan bilateral antara Etiopia dan Meksiko. Negara Etiopia dan Meksiko menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1949. Kedua negara tersebut merupakan anggota G-24 dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Etiopia |
Meksiko |
|---|---|
Hubungan Etiopia dengan Meksiko adalah hubungan bilateral antara Etiopia dan Meksiko. Negara Etiopia dan Meksiko menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1949.[1] Kedua negara tersebut merupakan anggota G-24 dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Etiopia adalah satu-satunya negara di Afrika yang tidak pernah dijajah oleh negara Eropa. Pada tahun 1935, pasukan Italia memasuki Etiopia dan menduduki negara itu selama lima tahun berikutnya. Ini dikenal sebagai Perang Italia–Etiopia Kedua. Di Liga Bangsa-Bangsa, Meksiko adalah salah satu dari hanya lima negara anggota yang mengutuk invasi dan pendudukan Italia atas Etiopia. Karena itu, Etiopia mempertahankan kursinya di majelis tersebut, dan tetap menjadi anggota Liga.[2] Beberapa tahun setelah Perang Dunia II, hubungan diplomatik antara Etiopia dan Meksiko terjalin pada tahun 1949.[1]
Pada tahun 1954, Kaisar Haile Selassie menjadi kepala negara pertama dari negara Afrika yang melakukan kunjungan resmi ke Meksiko dan bertemu dengan Presiden Adolfo Ruiz Cortines.[3] Pada tahun 1963, kedua negara membuka kedutaan besar di ibu kota masing-masing; tetapi, Meksiko menutup kedutaan besarnya di Etiopia pada tahun 1989 karena alasan keuangan dan Etiopia mengikutinya pada tahun 1990. Pada tahun 2007, Meksiko membuka kembali kedutaan besarnya di Addis Ababa.[1]
Untuk memperingati bantuan Meksiko kepada Etiopia selama pendudukannya oleh Italia, Etiopia menamai sebuah alun-alun di Addis Ababa sebagai "Alun-alun Meksiko". Pada tanggal 22 Juni 1954, sebuah bundaran di Kota Meksiko diberi nama "Plaza Etiopía", dan pada bulan Agustus 1980, sebuah stasiun metro di Kota Meksiko dibangun dan diberi nama Stasiun Metro Etiopía. Pada tahun 2010, pemerintah Meksiko menyumbangkan replika kepala-kepala raksasa Olmek ke Etiopia dan menempatkannya di Alun-alun Meksiko.[2] Pada bulan September 2015, ibu kota Etiopia meresmikan sistem Lintas Rel Terpadu dan memiliki "Stasiun Meksiko".
Pada bulan Mei 2010, Menteri Luar Negeri Meksiko, Patricia Espinosa, mengunjungi Etiopia dengan tujuan untuk mempromosikan isu-isu yang berkaitan dengan Konferensi PBB Keenambelas tentang Perubahan Iklim (COP16) serta isu-isu kepentingan bilateral dan regional.[4] Pada bulan Juli 2010, Perdana Menteri Etiopia Meles Zenawi tiba di Cancún untuk menghadiri Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa.[5] Pada bulan Juni 2012, Perdana Menteri Zenawi melakukan kunjungan kedua ke Meksiko untuk berpartisipasi dalam KTT G-20 di Los Cabos.[6] Pada tahun 2017, Ethiopian Airlines meluncurkan layanan kargo antara kedua negara.[7]
Pada tahun 2019, Wakil Menteri Luar Negeri Meksiko Julián Ventura melakukan kunjungan ke Etiopia untuk berpartisipasi dalam pertemuan kedua Mekanisme Konsultasi mengenai Masalah Kepentingan Bersama antara kedua negara.[8]
Pada tahun 2024, kedua negara merayakan 75 tahun hubungan diplomatik.[9]

Kunjungan tingkat tinggi dari Etiopia ke Meksiko[3][4][5][6]
Kunjungan tingkat tinggi dari Meksiko ke Etiopia[4][8]
Kedua negara telah menandatangani beberapa perjanjian bilateral seperti Perjanjian untuk Menetapkan Konsultasi mengenai Kepentingan Bersama (2007) dan Perjanjian tentang Penghapusan Persyaratan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik (2009).[1] Pemerintah Meksiko menawarkan beasiswa setiap tahun bagi warga negara Etiopia untuk belajar pascasarjana di lembaga pendidikan tinggi Meksiko.[9]
Pada tahun 2023, perdagangan dua arah antara Etiopia dan Meksiko mencapai US$10,1 juta.[10] Ekspor utama Etiopia ke Meksiko meliputi: pakaian, sepatu, pompa udara dan pompa vakum; serta kopi. Ekspor utama Meksiko ke Etiopia meliputi: obat-obatan, benih, alkohol, kabel dan kawat listrik.[10]