Hubungan Kolombia dengan Venezuela mengacu pada hubungan diplomatik antara Kolombia dan Venezuela. Hubungan ini telah berkembang sejak awal abad ke-16, ketika penjajah Spanyol mendirikan Provinsi Santa Marta dan Provinsi Andalusia Baru. Kedua negara ini memiliki sejarah yang sama dalam mencapai kemerdekaan di bawah Simón Bolívar dan menjadi satu negara—Kolombia Raya—yang kemudian bubar pada abad ke-19. Sejak saat itu, hubungan kedua negara secara keseluruhan telah berfluktuasi antara kerja sama dan perjuangan bilateral.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kolombia |
Venezuela |
|---|---|
| Misi diplomatik | |
| Kedutaan Besar Kolombia, Caracas | Kedutaan Besar Venezuela, Bogotá |
Hubungan Kolombia dengan Venezuela mengacu pada hubungan diplomatik antara Kolombia dan Venezuela. Hubungan ini telah berkembang sejak awal abad ke-16, ketika penjajah Spanyol mendirikan Provinsi Santa Marta (sekarang Kolombia)[1][2] dan Provinsi Andalusia Baru (sekarang Venezuela).[3] Kedua negara ini memiliki sejarah yang sama dalam mencapai kemerdekaan di bawah Simón Bolívar dan menjadi satu negara—Kolombia Raya—yang kemudian bubar pada abad ke-19.[4] Sejak saat itu, hubungan kedua negara secara keseluruhan telah berfluktuasi antara kerja sama dan perjuangan bilateral.
Negara-negara tetangga ini memiliki sejarah yang sama sebagai bagian dari Kekaisaran Spanyol. Sengketa perbatasan ini sudah ada jauh sebelum berdirinya negara-negara modern, dan bermula dari kesulitan yang dialami dalam membentuk batas antara koloni Santa Marta (sekarang Santa Marta, Kolombia) dan Andalusia Baru (sekarang bagian dari Venezuela).[4] Selama era kolonial, Semenanjung Guajira—yang saat itu dihuni oleh kelompok adat Wayuu—menolak invasi orang Spanyol yang datang dari Santa Marta dan Andalusia Baru, sebuah situasi yang mencegah koloni-koloni tersebut untuk membatasi wilayah mereka di daerah tersebut. Suku Wayuu akhirnya ditundukkan pada akhir periode kolonial dengan kemerdekaan kedua koloni pada awal abad ke-19. Negara merdeka yang baru ini memulai negosiasi formal untuk membagi semenanjung Guajira secara longitudinal. Negosiasi tersebut gagal dan para pihak meminta Spanyol untuk campur tangan. Pada tahun 1891, mahkota Spanyol mengeluarkan keputusan tetapi sekali lagi gagal untuk membatasi perbatasan karena lokasi geografis yang membingungkan.[5][6]
Sejak abad ke-20, hubungan kedua negara telah mengalami pasang surut, terutama terkait sengketa wilayah maritim Kolombia-Venezuela di Teluk Venezuela. Titik terendah dalam hubungan ini terjadi pada 19 Agustus 1987, setelah korvet Kolombia ARC Caldas (FM-52) memasuki perairan yang disengketakan dan Presiden Venezuela saat itu, Jaime Lusinchi, memerintahkan Angkatan Udara Venezuela ke wilayah tersebut. Kebuntuan ini diselesaikan melalui jalur diplomatik, tetapi sengketa tersebut tetap ada.[7]
Konflik bersenjata yang terus berlanjut sejak tahun 1964 antara pemerintah Kolombia dan kelompok gerilya juga telah memicu kebuntuan antara kedua negara.[8] Serangan ilegal militer oleh pasukan militer kedua negara ke wilayah masing-masing telah sering terjadi sejak konflik di Kolombia meningkat pada tahun 1980-an, yang kemudian memicu pengungsian paksa di Kolombia dan ke Venezuela.[9] Kelompok-kelompok bersenjata ilegal juga masuk tanpa izin ke Venezuela. Barang selundupan mengalir dari satu wilayah ke wilayah lain tergantung pada pasokan dan permintaan di sepanjang perbatasan bersama yang berpori sepanjang 1.375 mil (2.210 km). Produk-produk ilegal berkisar dari bensin, narkoba dan senjata hingga mobil curian.[10] Sejak tahun 2002, hubungan antara Venezuela dan Kolombia telah berfluktuasi karena perbedaan ideologis antara kedua pemerintah.
Hubungan kedua negara terputus pada tahun 2019, setelah bantuan kemanusiaan seharusnya tiba melalui perbatasan Kolombia–Venezuela. Presiden Venezuela Nicolás Maduro menyatakan bahwa hal itu merupakan front terbuka untuk kudeta. Hubungan telah membaik sejak Gustavo Petro terpilih sebagai presiden Kolombia.[11]
Pada tahun 1969, Komunitas Andes dibentuk, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk pembangunan ekonomi Amerika Selatan. Kolombia adalah anggota organisasi ini. Venezuela bergabung pada tahun 1973. Komunitas ini bertujuan untuk mendorong integrasi dan meningkatkan perdagangan antarnegara di kawasan tersebut.
Pada tahun 2006, pemerintah Venezuela memutuskan untuk menarik diri dari komunitas tersebut, karena pemerintah Kolombia dan Peru telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Amerika Serikat. Tindakan ini memperburuk hubungan perdagangan, sehingga mempersulit pembentukan rute perdagangan antara Kolombia dan Venezuela.[12]