Agus Andrianto lahir 16 Februari 1967 adalah politikus dan purnawirawan perwira tinggi Polri yang saat ini menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia sejak 21 Oktober 2024 dengan Silmy Karim sebagai Wakil Menteri. Jabatan terakhirnya sebelum menjadi menteri adalah Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan pangkat bintang empat yang dilantik pada 26 Juni 2023 menggantikan Gatot Eddy Pramono.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Agus Andrianto | |
|---|---|
Potret resmi, 2024 | |
| Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia ke-1 | |
| Mulai menjabat 21 Oktober 2024 | |
| Presiden | Prabowo Subianto |
| Wakil | Silmy Karim |
Pendahulu Jabatan baru Pengganti Petahana | |
| Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia | |
| Masa jabatan 24 Juni 2023 – 21 Oktober 2024 | |
| Presiden | Joko Widodo Prabowo Subianto |
| Kapolri | Listyo Sigit Prabowo |
| Kepala Badan Reserse Kriminal Polri ke-22 | |
| Masa jabatan 18 Februari 2021 – 24 Juni 2023 | |
| Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri | |
| Masa jabatan 6 Desember 2019 – 18 Februari 2021 | |
| Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara | |
| Masa jabatan 13 Agustus 2018 – 6 Desember 2019 | |
| Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara | |
| Masa jabatan 4 Januari 2017 – 13 Agustus 2018 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 16 Februari 1967 Blora, Jawa Tengah, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Hubungan | Wiriya Alrahman (kakak ipar); Sri Setyorini (kakak kandung) |
| Almamater | Akademi Kepolisian (1989) |
| Karier militer | |
| Pihak | Indonesia |
| Dinas/cabang | |
| Masa dinas | 1989—2024 |
| Pangkat | |
| NRP | 67020345 |
| Satuan | Reserse |
Agus Andrianto lahir 16 Februari 1967 adalah politikus dan purnawirawan perwira tinggi Polri yang saat ini menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia sejak 21 Oktober 2024 dengan Silmy Karim sebagai Wakil Menteri.[2] Jabatan terakhirnya sebelum menjadi menteri adalah Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan pangkat bintang empat yang dilantik pada 26 Juni 2023 menggantikan Gatot Eddy Pramono.[3]
Agus lahir pada tanggal 16 Februari 1967 di Blora.[4] Ia merupakan adik kandung dari Sri Setyorini, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Blora.[5] Ia menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 1 Tempelan, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 1 Blora dan SMA Negeri 1 Blora. Ia kemudian lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 1989.[6] Pada tahun 1995, ia lulus dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian.[7] Kemudian, ia mengikuti studi di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri pada tahun 2012.[8] Ia lalu menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada tahun 2018.[9]
Ia memulai kariernya sebagai perwira samapta pada tahun 1989.[4] Pada tahun 1992, ia menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sumbul dan tahun depannya pindah menjadi Kapolsek Parapat. Dua tahun kemudian, dia pindah menjadi Kapolsek Sei Tuan. Semua ini masih berada di lokasi wilayah Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut).[10] Kemudian dia keluar dari Sumatera Utara ia menjabat sebagai Kepala Pusat Komando Pengendalian Operasi Kepolisian Resor (Polres) Lampung Selatan pada tahun 1997. Pada tahun 1999, ia kembali lagi ke Sumut dan menjabat sebagai Kepala Kesatuan Reserse Kepolisian Kota Besar Medan.[11]
Ia pun akhirnya pindah ke Kepolisian Daerah Jawa Timur dan menjabat sebagai Kepala Subbagian Pembinaan Operasi Bagian Reserse Eksekutif dan berganti posisi menjadi Kepala Subbagian Pembinaan Operasi Bagian Reserse Umum pada tahun 2001. Pada tahun 2003, ia menjadi Wakil Kapolres Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan Tanjung Perak.[8] Lalu, pada tahun 2006, ia menjabat Kepala Kesatuan I Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Lalu, pada tahun 2007 ia menjabat sebagai Kapolres Metro Tangerang dan lalu menjadi Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut.[12]
Pada tanggal 19 Desember 2011, ia dipindah menjadi Kepala Bagian Reserse Mobile Biro Pembinaan dan Operasional Badan Reserse Kriminal.[13] Dua tahun kemudian dia menjabat sebagai Kepala Bagian Pembinaan Latihan Operasi di tempat yang sama, sebelum dipindahkan lagi pada tahun 2015 ke Badan Narkotika Nasional menjadi Direktorat Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan.[14] Lalu, tahun depannya dilantik menjadi Direktur Tindak PIdana umum kembali ke Bareskrim menggantikan Carlo Brix Tewu.[15] Pada tanggal 4 Januari 2017, ia dilantika menjadi Wakil Kapolda Sumut menggantikan Adhi Prawoto dengan Kapolda yang saat itu dijabat oleh Rycko Amelza Dahniel.[16] Ia pun dipromosi menjadi Kapolda Sumut pada tanggal 13 Agustus 2018 menggantikan Paulus Waterpauw.[17] Pada tanggal 6 Desember 2019, ia menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan menggantikan Firli Bahuri.[18] Kemudian, pada tahun 2021 ia diangkat menjadi Kepala Bareskrim menggantikan Idham Azis.[19] Ia dilantik menjadi Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan pangkat bintang empat pada 26 Juni 2023 menggantikan Gatot Eddy Pramono.[3] Pada tanggal 14 November 2024, ia ditunjuk menjadi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang pertama bersamaan dengan pemberian gelar jenderal kehormatan.[14]
Pada tahun 2022, ia dituduh menerima aliran dana ilegal dari tambang yang bermula dari tuduhan video Ismail Bolong dan berakibat ia dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun, ia menolak tuduhan ini dengan mengembalikan tuduhan ini kepada Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan yang dia duga menerima aliran dana ini dan Ismail juga menyatakan bahwa video itu dilakukan di bawah tekanan seorang perwira.[20]
Dia juga tidak melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara selama lima tahun dari tahun 2017 hingga 2023.[21] Selain itu, ia juga diduga terlibat di dalam konsorsium 330 yang kali ini meletakkan namanya di puncak dalam daftar berbeda yang sebelumnya meletakkan Sambo di puncak. Akhirnya, pihak Polri merespons bahwa mereka berfokus dalam penyelesaian masalah Pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat.[22]
Karena dugaan pemerasan terhadap turis dari TIongkok yang diduga dilakukan oleh staf imigrasi di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta, Agus mencopot 30 staf penjabat Kantor Imigrasi Kelas I Khusus dari posisinya untuk selanjutnya diadakan pemeriksaan.[23]
Dia mendapatkan gelar Dato' Seri Sakti Bhayangkara Utama dari Lembaga Adat Melayu[24]
| Dada kanan | Dada kiri | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tahun | Judul | Peran | Produksi |
|---|---|---|---|
| 2019 | Sang Prawira | Kameo | Mabes Polri MRG Films |
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: - |
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan 2024—sekarang |
Petahana |
| Jabatan kepolisian | ||
| Didahului oleh: Gatot Eddy Pramono |
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia 2023—2024 |
Diteruskan oleh: Ahmad Dofiri |
| Didahului oleh: Listyo Sigit Prabowo |
Kabareskrim Polri 2021–2023 |
Diteruskan oleh: Wahyu Widada |
| Didahului oleh: Firli Bahuri |
Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri 2019–2021 |
Diteruskan oleh: Arief Sulistyanto |
| Didahului oleh: Paulus Waterpauw |
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara 2018–2019 |
Diteruskan oleh: Martuani Sormin |
| Didahului oleh: Adhi Prawoto |
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara 2017–2018 |
Diteruskan oleh: Mardiaz Kusin Dwihananto |