Tari Katreji adalah salah satu tarian tradisional asal Provinsi Maluku. Tarian yang dilakukan berpasangan antara wanita dan pria ini sangat terkenal dan sering ditampilkan pada acara-acara perayaan hari besar, penyambutan tamu maupun pernikahan adat dan pentas seni di sekolah-sekolah. Makna dari tarian ini sendiri adalah sebagai tarian pergaulan masyarakat terutama para muda-mudi. Tarian ini ditampilkan dengan eksepresi dan nuansa yang ceria serta bersemangat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

sepasang Pria dan Wanita Penari Katreji | |
| Nama asli | Katreji |
|---|---|
| Genre | Pergaulan / Hiburan Rakyat |
| Jejak waktu | Gerakan lincah, dinamis, dan penuh keceriaan yang mencerminkan akulturasi budaya Maluku dan Eropa (Belanda dan Portugis). |
| Instrumen | Ukulele, biola, suling bambu, tifa, dan gitar. |
| Pencipta | Jimmy Titarsole (Versi modern/kreasi) |
| Asal | |
Tari Katreji adalah salah satu tarian tradisional asal Provinsi Maluku. Tarian yang dilakukan berpasangan antara wanita dan pria ini sangat terkenal dan sering ditampilkan pada acara-acara perayaan hari besar, penyambutan tamu maupun pernikahan adat dan pentas seni di sekolah-sekolah. Makna dari tarian ini sendiri adalah sebagai tarian pergaulan masyarakat terutama para muda-mudi. Tarian ini ditampilkan dengan eksepresi dan nuansa yang ceria serta bersemangat.[1]
Tari Katreji sudah ada sejak bangsa Portugis dan Belanda datang ke Indonesia. Selain datang ke Maluku untuk menguasai perdagangan rempah-rempah mereka juga membawa budayanya ke Maluku. Sehingga tarian ini jika dilihat akan sedikit menyerupai tarian-tarian khas eropa. Setelah meninggalkan Indonesia, masyarakat Maluku masih sering menampilkan tarian ini dan disesuaikan dengan kebudayaan lokal di Maluku sehingga menjadi Tari Katreji yang sekarang. Percampuran budaya inilah yang membuat Tari Katreji sangat khas dan memberikan warna baru dalam kesenian tradisional di Maluku.
Dalam perkembangannya tarian ini juga bisa divariasikan dengan gerakan atau musik pengiring lainnya. Namun tetap mempertahankan konsep yang sama di mana, tarian tetap dilakukan secara berpasangan (biasanya 5-6 pasang) dan menggunakan busana tradisional khas Provinsi Maluku. Untuk penari wanita akan menggunakan kebaya panjang dan dengan rok panjang serta rambutnya dikonde dan dihiasi dengan hiasan bunga-bunga, sementara penari pria akan menggunakan baju panjang dan celana panjang.
Katreji biasanya diiringi dengan musik yang cepat yang menggambarkan keceriaan. Beberapa alat musik yang biasa digunakan untuk pengiring tarian ini adalah ukulele, suling bambu, tifa, dan lain-lain.