Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Jaranan Dor

Jaranan Dor Adalah kesenian Kuda Lumping yang berkembang di Jawa Timur, disebut Dor karena menggunakan perangkat alat musik Jidor bukan Gong pada umumnya, Jaranan Dor dapat ditemukan di Jombang dan Malang, Jawa Timur meskipun memiliki perbedaan karakteristik pada keduanya.

Wikipedia article
Diperbarui 22 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jaranan Dor Adalah kesenian Kuda Lumping yang berkembang di Jawa Timur, disebut Dor karena menggunakan perangkat alat musik Jidor bukan Gong pada umumnya, Jaranan Dor dapat ditemukan di Jombang dan Malang, Jawa Timur meskipun memiliki perbedaan karakteristik pada keduanya.[butuh rujukan]

Jaranan Dor Jombang

Jaranan Dor Jombang adalah kesenian Kuda Lumping yang berkembang di Jombang, namun lebih dikenal dengan sebutan Jepaplok Dor yang diambil dari nama topeng reog lawas (Singo barong bermahkota merak). Kesenian Jaranan Dor di Jombang telah ada sejak tahun 1835 yang dibawa oleh Wiroguno yang merupakan mantan prajurit Diponegoro dari Ponorogo, Wiroguno yang pernah merasakan pendidikan di Pondok Gebang Tinatar seusai perang mengembara ke Jombang untuk mengamalkan apa yang didapatkan di Pesantren, serta memberikan pesan kepada orang-orang untuk tidak menurut ke Belanda. Setiba di Jombang, Wiroguno kesulitan mengajak warga sekitar untuk belajar agama Islam yang kala itu sebagian masih percaya dengan hal gaib.[1]

Maka dari itu Wiroguno menampilkan kesenian Reog yang seperti di Ponorogo pada kala itu, sehingga membuat warga tertarik belajar agama islam dan tidak patuh terhadap Belanda yang sangat banyak di Jombang. karena warga lebih suka dengan topeng singo barong, maka lebih dikenal dengan nama Jepaplok hingga saat ini.[2]

Dalam pertunjukan Jaranan Dor Jombang ini masih terdapat persiapan dengan menyiapkan berbagai sesajen dan kesurupan, sedangkan kostum yang digunakan terlihat simpel dan klasik.

Peralatan kesenian jaranan dor jombang meliputi :

  1. Topeng Jepaplok (Singo Barong bermahkota merak)
  2. Topeng Ganongan, Pentul, Potro, gendruwon
  3. Topeng macanan
  4. kuda lumping
  5. Bomoh warok berpakaian serba hitam
  6. alat musik kendang, jidor, terbang, dan slompret reog.

Dari segi bentuk topeng reog jepaplok yang ada di jombang memiliki persamaan dengan topeng reog barongan di kudus dan demak, yang memiliki mahkota merak. hal itu dikarekanan kesenian Jaranan Dor/Jepaplok Dor jombang, Barongan Kudus, Barongan Demak masih memiliki akar sejarah dari Ponorogo.

Namun berjalannya waktu, beberapa kelompok kesenian Jaranan Dor di Jombang sudah tidak lagi menampilkan Jaranan Dor dor secara utuh. Seperti hanya menampilkan Barongan saja, tanpa ada penari Jaranan. Ada pula yang menampilkan Barongan tanpa merak.

Jaranan Dor Jombangan ini kemudian diperkirakan menyebar ke berbagai daerah seperti Sandur Manduro Kabuh, Gedeg Mojokerto, Gresik dan Lamongan

Jaranan Dor Malang

Jaranan Dor Malang semula memiliki nama Reog Dor adalah kesenian Kuda Lumping yang berkembang di Malang dan Batu dengan ciri khas penari kuda lumping mengenakan pakaian sederhana yakni kaos lorek dan celana longgar dengan menari berputar-putar, kesenian ini memiliki nama lain Jaranan Kidalan, karena jaranan ini dikaitkan dengan candi kidal di malang sebagai identitas kuda lumping di malang.

keberadaan Jaranan Dor di Malang karena sering dilakukannya pertunjukan Jaranan Thek dari Ponorogo pada masa kolonial Belanda untuk mengisi kegiatan berbagai pasar malam. Setelah Indonesia merdeka disusul banyaknya perantau dari Ponorogo, Tulungagung dan Blitar yang mempertunjukan kesenian kuda lumping dari masing-masing daerah, Dalam Catatan Belanda Jaranan Thek dari Ponorogo sering mengisi acara pasar malam di Malang sejak era kolonial, sehingga dibuatlah kesenian baru pada masa itu yang sederhana yakni Jaranan Dor Malangan .[3]

pertunjukan jaranan dor di malang diiringi kendang, jidor, angklung reog gumbeng berjumlah banyak, sedangkan kostum yang dipakai hanya berpakaian kaos lorek bergaris Ponorogoan dan celana komprang Ponoragan saja tanpa mengunnakan kostum penari kuda lumping yang terlihat mewah seperti umumnya. sering kali pemain kuda lumping dan barongan mengalami kesurupan yang disebut kalap, hingga melakukan berbagai atraksi yang akan di sembuhkan oleh pawang berpakaian Warok.[4]

Dalam pertunjukan Jaranan Dor di Malang tidak menyajikan cerita atau sendratari, yang ditampilkan sebatas tari dan kesurupan saja.

Peralatan kesenian jaranan dor malang meliputi :

  1. Topeng Jepaplok (Singo Barong) tanpa kain
  2. kuda lumping
  3. celeng (babi)
  4. Pawang bomoh (bopo) berpakaian warok serba hitam membawa pecut
  5. alat musik kendang, jidor, terbang, kentongan dan angklung reog gumbeng

Karakteristik

Perbedaan mendasar dari kedua Jaranan Dor tersebut, terdapat dalam karekternya. Jaranan Dor Malang umumnya dikenal dengan karakter yang keras (berani dan jujur), yang menjadi ciri khas dari Jaranan Dor Malang dari Jaranan Dor Jombang. Selain itu, dari gerakan dari tariannya juga membedakan. Setiap Gerakan memiliki makna filosofis yang berbeda juga, sehingga Jaranan Dor Malang dan Jombang, memiliki keunikan masing-masing.[3]

Referensi

  1. ↑ "Jaranan dor jombang". Man 3 tulungagung.
  2. ↑ Mahmud, Ahmad (2000). Buku pintar pendidikan kebudayaan jombang. Jombang: Unkown. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 "Jaranan dor malang". Ngalam. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-09-22. Diakses tanggal 2021-03-24.
  4. ↑ Kuda lumping di jawa timur. Jakarta: Dasa pustaka. 1991. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • l
  • b
  • s
Tarian Indonesia
Sumatra
Aceh
  • Laweut
  • Likok Pulo
  • Pho
  • Rabbani Wahed
  • Ranup lam Puan
  • Geleng
  • Rateb Meuseukat
  • Ratoh Duek
  • Rencong
  • Seudati
  • Tarek Pukat
Alas-Kluet
  • Landok Sampot
  • Landok Alun
  • Mesekat
  • Tari Pelabat
Batak
  • Karo
    • Gundala-Gundala
    • Guro-Guro Aron
    • Ndikkar
    • Piso Surit
  • Mandailing
    • Endeng-endeng
    • Sarama Datu
  • Toba
    • Tortor
Gayo
  • Bines
  • Didong
  • Guel
  • Munalu
  • Resam Berume
  • Saman
  • Sining
  • Turun Ku Aih Aunen
Kerinci
  • Aseik
  • Iyo-Iyo
  • Ngagah Harimau
  • Rentak Kudo
  • Tauh
Lampung
  • Batin
  • Bedana
  • Cangget
Melayu
  • Persembahan
  • Zapin
  • Jambi
    • Mengaup
    • Sekapur Sirih
    • Selampit Delapan
  • Kepulauan Riau
    • Inai
Mentawai
  • Turuk
    • Laggai
    • Pokpok
    • Uliat Bilou
    • Uliat Manyang
Minangkabau
  • Indang
  • Pasambahan
  • Payung
  • Piring
Nias
  • Bölihae
  • Fahimba
  • Famanu-manu
  • Fanari Moyo
  • Fatele
  • Hiwö
  • Maena
  • Maluaya
  • Manaho
  • Mogaele
Palembang
  • Gending Sriwijaya
  • Tanggai
  • Erai-Erai
  • Setudung Sedulang
  • Sambut Silampari
  • Kebagh
  • Tepak Keraton
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
  • Andun
  • Bidadari Teminang Anak
  • Bubu
  • Ganau
  • Gandai
  • Kejei
  • Lanan Belek
  • Napa
  • Penyambutan
  • Putri Gading Cempaka
  • Pukek
  • Tabot
  • Tombak Kerbau
Singkil
  • Dampeng
Tamiang
  • Ula-ula Lembing
Jawa
Bantenan
  • Bendrong Lesung
  • Rudat Banten
Betawi
  • Cokek
  • Nandak Ganjen
  • Ondel-ondel
  • Topeng tunggal
  • Yapong
Cirebon-Indramayu
  • Sintren
  • Topeng Cirebon
  • Topeng Klana Udeng
Jawa
  • Kuda lumping
  • Wayang orang
  • Jawa Tengahan
    • Bambangan Cakil
    • Bedaya
      • Ketawang
    • Bondan
    • Dolalak
    • Ebeg
    • Emprak
    • Gambang Semarang
    • Gambyong
    • Golek Lambangsari
    • Kridhajati
    • Srimpi
    • Topeng Lengger
    • Tayub
  • Yogyakarta
    • Aji Saka
    • Angguk
    • Badui
    • Bedaya
      • Angron Sekar
      • Bontit
      • Kuwung-Kuwung
      • Sapta
      • Tejanata Paku Alam
    • Beksan
      • Etheng
      • Golek Menak
      • Guntur Segara
      • Jebeng
      • Kuda Gadhingan
      • Trunajaya
    • Dadung Awuk
    • Golek Ayun-Ayun
    • Khuntulan
    • Montro
    • Peksi Moi
    • Srimpi
      • Pandhelori
      • Ranggajanur
  • Jawa Timuran
    • Gandrung Banyuwangi
    • Jaran kencak
    • Jaranan Dor
    • Jathil
    • Kethek ogleng
    • Klana Topeng
      • Cirebon
      • Madura
      • Malang
      • Surakarta
      • Yogyakarta
    • Reog
    • Remo
Madura
  • Blandaran
  • Muang Sangkal
Sunda
  • Buyung
  • Jaipongan
  • Ketuk Tilu
  • Merak
  • Ronggeng Gunung
Kalimantan
Banjar
  • Baksa Kembang
  • Banjar
  • Jepen
  • Radap Rahayu
Bulungan
  • Jugit Demaring
Dayak
  • Bahin
  • Burung enggang
  • Gantar
  • Gong
  • Hudoq
  • Giring-Giring
  • Kayau
  • Kanjar
  • Magunatip
  • Manasai
  • Muji bakul
  • Pedang
  • Silo Laut Danum
Melayu Kalimantan
  • Japin Sigam
Kutai Kartanegara
  • Ganjur
Paser
  • Ratu Balu
Tidung
  • Ambi
  • Bangun
  • Jepin Kinsat Suara Siam
  • Liaban
Nusa Tenggara
Alor
  • Lego-Lego
Bali
  • Baris
  • Barong Bali
  • Cendrawasih
  • Condong
  • Janger
  • Joged Bumbung
  • Kebyar duduk
  • Kecak
  • Legong
  • Pendet
  • Rejang
  • Topeng Pajegan
  • Sanghyang
Bima dan Sumbawa
  • Bajang Girang
  • Lenggo
  • Nganga
  • Nguri
  • Wura Bungi Monca
Flores
  • Caci
  • Gawe Au
  • Ja'i
  • Pado'a
Sasak
  • Oncer
  • Pakon
  • Peresean
  • Sireh
  • Tandang Mendet
Sumba
  • Kabokang
  • Kandingang
  • Ningguharama
  • Kataga
  • Woleka
Timor
  • Cerana
  • Likurai
Sulawesi
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
  • Alusu
  • Kipas Pakarena
  • Pakarena
  • Salonreng
Buton, Muna, dan Wakatobi
  • Ando-Ando
  • Balumpa
  • Basalonde
  • Lariangi
  • Linda
  • Lumense
  • Malulo
  • Mondotambe
Gorontalo
  • Dana–dana
  • Elengge
  • Langga
  • Mopohuloo/Modepito
  • Sabe
  • Saronde
  • Tanam Padi
  • Tidi Lo Malu
  • Tulude
Mandar
  • Pallake
  • Tuqduq
Minahasa
  • Cakalele
  • Katrili
  • Lenso
  • Maengket
Bolaang dan Mongondow
  • Dangisa
  • Kabela
  • Tuitan
Padoe
  • Moriringgo
Bare'e, Pamona, dan Kaili
  • Dero
  • Modero
  • Moraego
  • Pamonte
  • Torompio
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
  • Alabadiri
  • Gunde
  • Mesalai
  • Ransansahabe
  • Tari Salo
  • Upase
Toraja
  • Pa'gellu
Kepulauan Maluku dan Papua
Arfak
  • Tumbu Tanah
Asmat
  • Det Pok Mbui
Biak
  • Fayaryer Rak Wadwa Biak
  • Yosim Pancar
Dani
  • Selamat Datang
Fakfak
  • Aniri
Isirawa
  • Karamo
Mimika (Kamoro)
  • Salawaku
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
  • Dansa Tali
  • Ehe lawn
  • Horlapep
  • Katreji
  • Lenso
  • Maku-Maku
  • Poco-poco
  • Saureka Reka
  • Sahu Reka-Reka
Kep. Maluku Utara
  • Bon Mayo
  • Dengedenge
  • Gala
  • Gumatere
  • Kene-Kene
  • Lala
  • Legu Sahu
  • Salai Jin
  • Sara Dabi-Dabi
  • Sara Re Selo
  • Soya-Soya
  • Tide-tide
  • Togal
Moi
  • Aluyen
  • Sajojo
  • Wutukala
Sentani
  • Awaijale Rilejale
Serui dan Waropen
  • Afaitaneng
  • Pulale
  • Soanggi
Lain-lain
India-Indonesia
  • Dangdut
  • Sendratari Ramayana
Arab-Indonesia
  • Tarian Sufi
  • Zapin Arab
Tionghoa-Indonesia
  • Barongsai
  • Liong
Eropa-Indonesia
  • Katreji
  • Katrili
Kategori

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Jaranan Dor Jombang
  2. Jaranan Dor Malang
  3. Karakteristik
  4. Referensi

Artikel Terkait

Jaranan (seni)

Kesenian Suku Jawa

Kuda lumping

salah satu tarian di Indonesia

Beksan Klana Topeng (Surakarta)

Srimpi Pandhelori Ranggajanur Jawa Timuran Gandrung Banyuwangi Jaran kencak Jaranan Dor Jathil Kethek ogleng Klana Topeng Cirebon Madura Malang Surakarta

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026