Penghargaan untuk Skenario Asli Terbaik mulai diberikan pada Festival Film Indonesia 2006.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Penghargaan FFI untuk Penulis Skenario Asli Terbaik | |
|---|---|
| Negara | Indonesia |
| Dipersembahkan oleh | |
| Diberikan perdana | 2006 |
| Pemegang gelar saat ini | Reza Rahadian dan Felix K. Nesi Pangku (2025) |
| Situs web | festivalfilm |
Penghargaan untuk Skenario Asli Terbaik (kemudian biasa disebut Skenario Terbaik saja) mulai diberikan pada Festival Film Indonesia 2006.
Penghargaan ini merupakan pecahan dari Penulis Skenario Terbaik, yang pada penulisan skenario hadir tidak dibagi menjadi 2 yang hadir di FFI mulai tahun 1955-2005, lalu 2007-2008, 2011-2013.
Lalu pada tahun 2006, 2009-2010 serta 2014 sampai sekarang penulisan skenario sudah rutin terbagi dan dipecah menjadi 2 kategori, tidak seperti sebelumnya yang kadang ngacak yaitu Penulis Skenario Asli Terbaik ini dan Penulis Skenario Adaptasi Terbaik – kecuali pada beberapa tahun yang diberikan keterangan.
Di bawah ini adalah daftar penerima penghargaan Skenario Asli Terbaik dalam Festival Film Indonesia sejak tahun 2006 yang diikuti nominasi terbaik lainnya.
Pada 2019, Ginatri S. Noer mencatat sejarah dengan menjadi penulis skenario pertama yang berhasil mengawinkan piala bagi kategori Skenario Asli Terbaik (Dua Garis Biru) dan Skenario Adaptasi Terbaik (Keluarga Cemara) pada tahun yang sama.[1][2]
Pemenang diurutkan pertama dalam baris berwarna, diikuti nomine lainnya.