Penghargaan untuk Skenario Adaptasi Terbaik mulai diberikan pada Festival Film Indonesia 2006.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Penghargaan FFI untuk Penulis Skenario Adaptasi Terbaik | |
|---|---|
| Negara | Indonesia |
| Dipersembahkan oleh | |
| Diberikan perdana | 2006 |
| Pemegang gelar saat ini | Widya Arifianti dan Sabrina Rochelle Kalangie Home Sweet Loan (2025) |
| Situs web | festivalfilm |
Penghargaan untuk Skenario Adaptasi Terbaik mulai diberikan pada Festival Film Indonesia 2006.
Penghargaan ini merupakan pecahan dari Skenario Terbaik, yang mulai tahun 2006 dipecah menjadi Skenario Asli Terbaik dan Skenario Adaptasi Terbaik ini – kecuali pada beberapa tahun yang diberikan keterangan.
Di bawah ini adalah daftar penerima penghargaan Skenario Adaptasi Terbaik dalam Festival Film Indonesia sejak tahun 2006 yang diikuti nominasi terbaik lainnya.
Pada 2019, Ginatri S. Noer mencatat sejarah dengan menjadi penulis skenario pertama yang berhasil mengawinkan piala bagi kategori Skenario Asli Terbaik (Dua Garis Biru) dan Skenario Adaptasi Terbaik (Keluarga Cemara) pada tahun yang sama.[1][2]
Pemenang diurutkan pertama dalam baris berwarna, diikuti nomine lainnya.
| Tahun | Film | Nomine | Materi sumber |
|---|---|---|---|
| 2006 (Ke-26) |
Opera Jawa | Garin Nugroho dan Armantono |
Kisah Ramayana |
| Jomblo | Salman Aristo, Adhitya Mulya, dan Hanung Bramantyo | Novel berjudul sama karya Adhitya Mulya | |
| 2007 (Ke-27) |
N/A[catatan 1] | — | — |
| 2008 (Ke-28) | |||
| 2009 (Ke-29) |
Mereka Bilang, Saya Monyet | Djenar Maesa Ayu dan Indra Herlambang |
Cerita pendek "Lintah" dan "Melukis Jendela" karya Djenar Maesa Ayu |
| Emak Ingin Naik Haji | Aditya Gumay dan Adenin Adlan | Cerita pendek karya Asma Nadia | |
| Jamila dan Sang Presiden | Ratna Sarumpaet | Cerita sandiwara Pelacur dan Sang Presiden karya Ratna Sarumpaet | |
| Perempuan Berkalung Sorban | Ginatri S. Noer | Novel berjudul sama karya Abidah El Khalieqy | |
| Pintu Terlarang | Joko Anwar | Novel berjudul sama karya Sekar Ayu Asmara |