Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Festival Film Indonesia 1986

Festival Film Indonesia 1986 adalah Festival Film Indonesia yang ke-XVII.

penghargaan ke-17 Festival Film Indonesia
Diperbarui 24 Januari 2017

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Festival Film Indonesia ke-17
Tanggal4 Agustus 1986[1]
TempatTVRI Jakarta (pengumuman pemenang)
Pelataran Taman Budaya, Denpasar, Bali (upacara penutupan)[2]
Sorotan
Film TerbaikIbunda
Penyutradaraan TerbaikTeguh Karya
Ibunda
Aktor TerbaikDeddy Mizwar
Arie Hanggara
Aktris TerbaikTuti Indra Malaon
Ibunda
  • ← 1985
  • Festival Film Indonesia
  • 1987 →

Festival Film Indonesia 1986 adalah Festival Film Indonesia yang ke-XVII dengan pengumuman pemenang Piala Citra diadakan pada 4 Agustus 1986 di TVRI Jakarta,[3] sementara upacara penutupan Festival Film Indonesia diadakan pada 11 Agustus 1986 di Pelataran Taman Budaya, Denpasar, Bali.[2]

Pada Festival Film Indonesia tahun ini, film Ibunda garapan Teguh Karya dinobatkan menjadi Film Terbaik.[4] Film tersebut meraih sembilan dari 13 Piala Citra yang diberikan. Menteri Penerangan Republik Indonesia, Harmoko menyerahkan Piala Citra untuk Film Terbaik.[1]

Pengumuman nominasi Festival Film Indonesia 1986 diadakan pada 31 Juli 1986 di Studio 2 TVRI, Jakarta oleh dewan juri yang diketuai oleh Wahyu Sihombing.[5][6]

Pemilihan tuan rumah

Festival Film Indonesia 1986 pada awalnya direncanakan akan diselenggarakan di Denpasar, Bali pada 29 Juli sampai dengan 4 Agustus 1986. Panitia FFI Daerah di Bali sudah mempersiapkan diri, dengan penjadwalan penyerahan Piala Citra untuk aktor, aktris, dan film terbaik, serta penutupan FFI yang disatukan dengan penutupan Pesta Seni, pada 4 Agustus yang dimeriahkan oleh para insan film Indonesia. Bahkan panitia di Bali sudah menggali dana dengan cara menaikkan karcis bioskop seperti yang dilakukan panitia daerah FFI sebelumnya. Ini merupakan kali pertama Bali menjadi tuan rumah Festival Film Indonesia, penyelenggaraan FFI di luar Jakarta telah diadakan di kota-kota lain seperti Medan (1983), Yogyakarta (1984) dan Bandung (1985).[3]

Namun, ternyata Bali hanya menjadi "tuan rumah semu". Menteri Penerangan Republik Indonesia menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang membatalkan acara-acara FFI di Bali. Akibatnya acara-acara yang telah dirancang seperti pawai artis, bakti sosial artis, panggung hiburan, malam puncak acara terpaksa dibatalkan. Bahkan kegiatan yang selama ini selalu dikaitkan dengan FFI, seperti gelanggang film anak muda, sidang MMPI (Musyawarah Masyarakat Perfilman Indonesia), juga ditiadakan. Menurut Ketua Panitia Tetap (Pantap) FFI, Johan Tjasmadi, semua acara hura-hura ditiadakan lantaran sudah tidak zamannya lagi ada acara temu artis sekarang ini. Karena itu, sebagian besar acara pokok diselenggarakan di studio TVRI dan disiarkan secara sentral. Semua pengumuman, termasuk pengumuman nominasi dan pemenang Piala Citra serta penyerahannya disampaikan lewat TVRI.[3][4]

Untuk tetap menghormati Bali sebagai tuan rumah yang telah menerima penunjukkan tahun sebelumnya, para pemenang Citra esok hari usai diumumkan akan diboyong ke Bali. Para pemenang setibanya di Bandar Udara Ngurah Rai akan diarak menuju kota sambil mengacung-acungkan Piala Citra yang diraihnya. Lalu, malam harinya, bioskop-bioskop di Denpasar memutar film yang mendapat nominasi. Selain itu, ada pula diskusi mengenai film Indonesia, tentu saja, dan kemudian ditutup dengan Malam Penutupan yang diadakan pada 11 Agustus 1986 di Pelataran Taman Budaya, Denpasar, Bali.[2][7]

Film yang lolos seleksi

  • Arie Hanggara
  • Beri Aku Waktu
  • Bila Saatnya Tiba
  • Hatiku Bukan Pualam
  • Ibunda
  • Idola Remaja
  • Kejarlah Daku Kau Kutangkap
  • Kulihat Cinta di Matanya
  • Matahari-Matahari
  • Melintas Badai
  • Opera Jakarta
  • Pondok Cinta
  • Sebening Kaca
  • Semua Karena Ginah
  • Telaga Air Mata

Daftar pemenang dan nominasi

Pemenang dituliskan dengan huruf tebal di urutan pertama. Nominasi diurutkan berdasarkan abjad.

Film Cerita Panjang Terbaik
  • Ibunda
    • Opera Jakarta
    • Matahari-Matahari
    • Kejarlah Daku Kau Kutangkap
    • Bila Saatnya Tiba
Sutradara Terbaik
  • Teguh Karya — Ibunda
    • Sjumandjaja — Opera Jakarta
    • Chaerul Umam — Kejarlah Daku Kau Kutangkap
    • Arifin C. Noer — Matahari-Matahari
    • Eduard Pesta Sirait — Bila Saatnya Tiba
Pemeran Utama Pria Terbaik
  • Deddy Mizwar — Arie Hanggara sebagai Mochtino Ridwan
    • Deddy Mizwar — Kejarlah Daku Kau Kutangkap sebagai Ramadhan
    • Ray Sahetapy — Opera Jakarta sebagai Yoko/Joko
    • Mathias Muchus — Beri Aku Waktu sebagai Mario Matulessy
Pemeran Utama Perempuan Terbaik
  • Tuti Indra Malaon — Ibunda sebagai Ibu Rakhim
    • Zoraya Perucha — Pondok Cinta sebagai Istianti
    • Lydia Kandou — Kejarlah Daku Kau Kutangkap sebagai Ramona
    • Christine Hakim — Bila Saatnya Tiba sebagai Miranti
    • Meriam Bellina — Kulihat Cinta di Matanya sebagai Atika
Pemeran Pendukung Pria Terbaik
  • Deddy Mizwar — Opera Jakarta sebagai Soni Yonosiswoyo
    • Pietrajaya Burnama — Beri Aku Waktu sebagai Pieter Matulessy
    • Soekarno M. Noer — Opera Jakarta sebagai Widi Yonosiswoyo
    • Ikranagara — Kejarlah Daku Kau Kutangkap sebagai Markum
    • Frans Tumbuan — Pondok Cinta sebagai Bahar
Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik
  • Niniek L. Karim — Ibunda sebagai Farida
    • Rima Melati — Pondok Cinta sebagai Ibu Krismanto
    • Ully Artha — Kejarlah Daku Kau Kutangkap sebagai Marni
    • Rina Hassim — Beri Aku Waktu sebagai
    • Ria Irawan — Bila Saatnya Tiba sebagai Rita
Penulis Skenario Terbaik
  • Asrul Sani — Kejarlah Daku Kau Kutangkap
    • Sjumandjaja — Opera Jakarta
    • Teguh Karya — Ibunda
    • Arifin C. Noer — Matahari-Matahari
    • Arswendo Atmowiloto — Arie Hanggara
Cerita Asli Terbaik
  • Teguh Karya — Ibunda
    • Arifin C. Noer — Matahari-Matahari
    • Buce Malawau — Beri Aku Waktu
    • Nya' Abbas Akup — Semua Karena Ginah
Penata Sinematografi Terbaik
  • George Kamarullah — Ibunda
    • Soetomo Gandasoebrata — Opera Jakarta
    • Harry Susanto — Matahari-Matahari
    • Lukman Hakim Nain — Bila Saatnya Tiba
Penata Artistik Terbaik
  • Adji Mamat Borneo — Ibunda
    • Djufri Tannisan — Opera Jakarta
    • Berthy Lindia Ibrahim — Matahari-Matahari
Penyunting Gambar Terbaik
  • Norman Benny — Opera Jakarta
    • B. Benny M.S. — Ibunda
    • S.K. Syamsuri — Matahari-Matahari
    • Janis Badar — Sebening Kaca
Penata Suara Terbaik
  • Zakaria Rasyid — Ibunda
    • Norman Benny — Opera Jakarta
    • Kemal Redha — Semua Karena Ginah
Penata Musik Terbaik
  • Idris Sardi — Ibunda
    • Marussya Nainggolan — Opera Jakarta
    • Embie C. Noer — Matahari-Matahari
    • Franki Raden — Kejarlah Daku Kau Kutangkap
    • Idris Sardi — Arie Hanggara

Film multi-nominasi penghargaan

Nominasi Film Menang
11 Ibunda 9
Opera Jakarta 2
8 Matahari-Matahari
Kejarlah Daku Kau Kutangkap 1
4 Beri Aku Waktu
3 Arie Hanggara 1
Pondok Cinta
2 Semua Karena Ginah

Referensi

  1. 1 2 Said, Salim (9 Agustus 1986). "Sebuah Festival yang Mudah Ditebak". Tempo.co. Diakses tanggal 17 Desember 2024.
  2. 1 2 3 "Warkop: "Take One"... dan Bendera 4640". Kompas. 28 Juli 2019. Diakses tanggal 17 Desember 2024.
  3. 1 2 3 "Festival, bukan hura-hura, dari ..." Tempo.co. 21 Juni 1986. Diakses tanggal 18 Desember 2024.
  4. 1 2 "Pemenang FFI 86: Deddy Mizwar Raih Dua Citra * 'Ibunda' Meraih Rekor Tersendiri"". Kompas. 5 Agustus 1986. hlm. 1.
  5. ↑ "Tak Terpilih pada FFI'86". Tempo.co. 9 Agustus 1986. Diakses tanggal 17 Desember 2024.
  6. ↑ "Pengumuman Nominasi Festival Film Indonesia". Data Tempo. 9 Agustus 1986. Diakses tanggal 17 Desember 2024.
  7. ↑ "Aktris Terbaik '86 di Bali". Tempo.co. 16 Agustus 1986. Diakses tanggal 18 Desember 2024.
  • l
  • b
  • s
Festival Film Indonesia
  • 1955
  • 1960
  • 1967
  • 1973
  • 1974
  • 1975
  • 1976
  • 1977
  • 1978
  • 1979
  • 1980
  • 1981
  • 1982
  • 1983
  • 1984
  • 1985
  • 1986
  • 1987
  • 1988
  • 1989
  • 1990
  • 1991
  • 1992
  • 2004
  • 2005
  • 2006
  • 2007
  • 2008
  • 2009
  • 2010
  • 2011
  • 2012
  • 2013
  • 2014
  • 2015
  • 2016
  • 2017
  • 2018
  • 2019
  • 2020
  • 2021
  • 2022
  • 2023
  • 2024
  • 2025
Category Kategori

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pemilihan tuan rumah
  2. Film yang lolos seleksi
  3. Daftar pemenang dan nominasi
  4. Film multi-nominasi penghargaan
  5. Referensi

Artikel Terkait

Festival Film Indonesia

penghargaan tahunan bagi insan perfilman Indonesia

Pengepungan di Bukit Duri

film Indonesia tahun 2025 oleh Joko Anwar

Jumbo (film 2025)

film Indonesia tahun 2025 oleh Ryan Adriandhy

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026