Sore: Istri dari Masa Depan adalah film fantasi ilmiah romantis Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Yandy Laurens berdasarkan serial web berjudul sama. Film ini dibintangi oleh Dion Wiyoko yang kembali memerankan Jonathan seperti dalam serial web dan Sheila Dara Aisha yang memerankan Sore menggantikan Tika Bravani. Mengisahkan tentang seorang wanita bernama Sore yang tiba-tiba muncul di dalam kehidupan Jonathan dan mengaku sebagai istrinya dari masa depan. Sore: Istri dari Masa Depan ditayangkan di bioskop Indonesia pada 10 Juli 2025 dan sukses meraih 3,1 juta penonton menjadikannya film Indonesia kelima terlaris di tahun 2025. Film ini juga memenangkan lima penghargaan dalam Festival Film Indonesia 2025 termasuk Sutradara Terbaik dan Pemeran Utama Perempuan Terbaik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sore: Istri dari Masa Depan | |
|---|---|
Poster rilis di bioskop | |
| Sutradara | Yandy Laurens |
| Produser | Suryana Paramita |
| Ditulis oleh | Yandy Laurens |
Berdasarkan | Sore: Istri dari Masa Depan oleh Yandy Laurens |
| Pemeran |
|
| Penata musik | Ofel Obaja Setiawan |
| Sinematografer | Dimas Bagus Triatma |
| Penyunting | Hendra Adhi Susanto |
Perusahaan produksi | |
| Distributor | Primeworks Studios (Malaysia) |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 119 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa |
|
Sore: Istri dari Masa Depan adalah film fantasi ilmiah romantis Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Yandy Laurens berdasarkan serial web berjudul sama. Film ini dibintangi oleh Dion Wiyoko yang kembali memerankan Jonathan seperti dalam serial web dan Sheila Dara Aisha yang memerankan Sore menggantikan Tika Bravani. Mengisahkan tentang seorang wanita bernama Sore yang tiba-tiba muncul di dalam kehidupan Jonathan dan mengaku sebagai istrinya dari masa depan. Sore: Istri dari Masa Depan ditayangkan di bioskop Indonesia pada 10 Juli 2025 dan sukses meraih 3,1 juta penonton menjadikannya film Indonesia kelima terlaris di tahun 2025.[1][2] Film ini juga memenangkan lima penghargaan dalam Festival Film Indonesia 2025 termasuk Sutradara Terbaik dan Pemeran Utama Perempuan Terbaik.
Jonathan adalah seorang fotografer asal Indonesia yang tinggal di Zagreb, Kroasia. Dia hidup dengan gaya hidup yang tidak sehat: sering merokok, suka minum alkohol, sering begadang, dan tidak terlalu peduli pada kesehatan. Suatu pagi, ia dikejutkan oleh kemunculan seorang wanita bernama Sore di kamarnya. Sore mengaku bahwa dia adalah istri Jonathan yang datang dari masa depan. Tentu saja, Jonathan tidak percaya dan menganggap Sore adalah orang yang dikirim oleh Karlo, teman sekaligus agen yang membantu mencarikan orang yang tertarik pada karya-karya Jonathan. Jonathan mencoba mengusirnya, tetapi Sore tetap mengikutinya kemanapun dia pergi. Jonathan menemui pacarnya yang bernama Elsa di sebuah kafe terbuka. Pada saat berbincang-bincang mengenai rencana Elsa untuk pindah ke Madrid dan mengajak Jonathan untuk pergi bersamanya, Sore menghampiri mereka dan mengaku sebagai istri Jonathan yang telah menikah di Indonesia. Elsa yang marah menyiram minumannya ke Jonathan dan pergi. Sore terus mengikuti Jonathan sampai ia kembali ke rumahnya. Menyerah dengan upaya untuk mengusirnya, Jonathan akhirnya setuju untuk berbicara dengannya. Secara mengejutkan, Sore tahu segala detail kecil tentang hidup Jonathan, termasuk kebiasaan buruknya serta rahasia-rahasia yang hanya diketahui oleh Jonathan, sehingga membuat sikap Jonathan melunak.
Di hari-hari berikutnya, Sore dengan gigih memaksa Jonathan untuk mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat: Ia membuang semua rokok dan alkohol, memaksanya lari pagi, dan mengatur jadwal tidurnya. Awalnya Jonathan merasa sangat terganggu, tetapi perlahan ia mulai luluh karena perhatian dan kasih sayang tulus yang ditunjukkan Sore. Secara perlahan, hubungan mereka berkembang menjadi dekat, dan Jonathan mulai melihat Sore bukan lagi orang asing yang aneh. Suatu hari, saat Jonathan tidak bisa tidur, dia diam-diam keluar dan mengeluarkan sebuah rokok yang disimpannya dan mengisapnya. Sore yang juga terjaga langsung menyuruh Jonathan untuk membuangnya dan memutuskan untuk mengulang waktu kembali. Sore terbangun kembali di samping Jonathan, persis seperti di hari pertama saat Jonathan belum mengenalnya. Ternyata Sore telah mengulang proses itu berkali-kali sebelumnya dalam sebuah lingkaran waktu. Sore datang ke masa lalu dengan tujuan yang sangat spesifik: Mencegah Jonathan meninggal pada masa depan. Sore menjelaskan bahwa pada masa depan, Jonathan meninggal dunia akibat penyakit kronis yang disebabkan oleh gaya hidupnya yang buruk. Sore ingin mengubah sejarah agar mereka bisa menua bersama.
Dalam lingkaran waktu selanjutnya, Sore terus mencoba berbagai cara agar bisa membuat Jonathan disiplin dan patuh pada gaya hidup sehat yang diaturnya, tetapi semua berakhir dengan kegagalan. Dalam satu lingkaran waktu, Sore menemukan foto-foto dengan tulisan Jonathan di baliknya yang mengungkap kekecewaan dan rasa dendamnya kepada ayahnya yang menjadi alasan Jonathan tinggal di Kroasia selama ini. Setelah mengetahui hal tersebut, Sore mulai mengulang lingkaran waktunya dengan berfokus mengarahkan Jonathan agar mau berdamai dengan ayahnya. Akan tetapi lingkaran waktu yang dilalui Sore semakin lama semakin pendek, sehingga Sore tidak pernah berhasil membawa Jonathan menemui ayahnya. Sebelum lingkaran waktu sudah tidak bisa berulang, Sore meninggalkan pesan terakhir kepada Jonathan agar jangan sampai melupakannya.
Jonathan akhirnya terbangun sendirian dan Sore sudah tidak lagi ada di sampingnya. Jonathan menemui Elsa dan memutuskan untuk berpisah dengannya. Dia juga bercerita kepada Karlo bahwa dia merasa seperti merindukan sesuatu yang dia sendiri tidak pahami. Jonathan mulai mengubah total gaya hidupnya, membuang semua alkohol dan rokok, berolahraga secara rutin, dan memutuskan untuk berdamai dengan ayahnya. Jonathan pun kembali ke Jakarta dan tetap memegang teguh pola hidup sehatnya selama ini. Setelah bertahun-tahun berlalu. Jonathan akhirnya menggelar pameran foto pertamanya di Jakarta. Di pameran tersebut, Sore versi masa kini (yang tidak mengenal Jonathan) datang untuk melihat foto-foto yang dipamerkan. Jonathan melihatnya dan merasa bahwa sosok Sore sangatlah familiar, sehingga kemudian menghampirinya. Sambil melihat sebuah foto pemandangan laut, Jonathan mengajaknya ngobrol dan menunjukkan sisi artistik dari foto tersebut. Setelah itu Jonathan menjabat tangan Sore untuk berkenalan dengannya, di mana saat mereka bersentuhan, semua memori yang pernah terjadi di lingkaran waktu mendadak teringat kembali, yang membuat mereka saling berpelukan.
Pada bulan November 2024, teaser poster Sore: Istri dari Masa Depan diumumkan melalui akun Instagram resmi Cerita Films. Disutradarai dan ditulis oleh Yandy Laurens, film ini diadaptasi dari serial web berjudul sama.[3][4] Produksi Sore: Istri dari Masa Depan dilakukan secara bertahap, yang dijelaskan dalam salah satu wawancara, proses produksi dimulai dari bulan Maret 2024 sampai dengan Februari 2025.[5]
Dalam produksi, Cerita Films mendapat dukungan dari Slingshot Pictures, Imajinari Productions, Miles Films, Studio Artemis, Jagartha, Trinity Entertainment, dan Dwidaya Amadeo Gemintang. Cerita Films juga menyertakan Melyana Tjahyadikarta, Queen Yeap, Agustinus Lee Martin, Ernest Prakasa, Mira Lesmana, Asim Kemas, Fx Iwan, Yonathan Nugroho, dan Hotma Abigail Sirait sebagai executive producers. Selain itu, Asri Welas, Maya Hasan, dan Sulung Landung disertakan juga sebagai associate producers.[6]
Lokasi utama dalam pengambilan gambar dilakukan di Kota Grožnjan, Kroasia yang menampilkan pemandangan bangunan tua dan jalanan kecil.[7] Pengambilan gambar juga dilakukan di Zagreb,[8] Jakarta, Indonesia, dan Kemi, Finlandia.[9][10][11]
Poster utama yang menampilkan tangga berbentuk spiral diambil di Artotel Thamrin Jakarta.[7]
Sore: Istri dari Masa Depan memiliki lima original soundtrack. Dua lagu di antaranya dinyanyikan oleh Adhitia Sofyan, dua lainnya dibawakan oleh Barasuara, dan satu lagu terakhir dari Sheila on 7.[12]
| No. | Judul | Penyanyi | Durasi |
|---|---|---|---|
| 1. | "Forget Jakarta" | Adhitia Sofyan | 6:41 |
| 2. | "Gaze" | Adhitia Sofyan | 5:09 |
| 3. | "Pancarona" | Barasuara | 4:21 |
| 4. | "Terbuang dalam Waktu" | Barasuara | 4:41 |
| 5. | "Hingga Ujung Waktu" | Sheila on 7 | 4:26 |
| Durasi total: | 25:18 | ||
| Tahun | Penghargaan | Kategori | Penerima | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| 2025 | Festival Film Bandung | Film Indonesia Terpuji | Sore: Istri dari Masa Depan | Menang | [13][14] |
| Sutradara Terpuji Film Indonesia | Yandy Laurens | Nominasi | |||
| Penulis Skenario Terpuji Film Indonesia | |||||
| Penata Musik Terpuji Film Indonesia | Ofel Obaja Setiawan | Menang | |||
| Penata Editing Terpuji Film Indonesia | Hendra Adhi Susanto | Nominasi | |||
| Penata Kamera Terpuji Film Indonesia | Dimas Bagus | ||||
| Triatma Yoga | |||||
| Pemeran Utama Wanita Terpuji Film Indonesia | Sheila Dara Aisha | Menang | |||
| Festival Film Indonesia | Film Cerita Panjang Terbaik | Sore: Istri dari Masa Depan | Nominasi | ||
| Sutradara Terbaik | Yandy Laurens | Menang | |||
| Penulis Skenario Adaptasi Terbaik | Nominasi | ||||
| Pemeran Utama Pria Terbaik | Dion Wiyoko | ||||
| Pemeran Utama Wanita Terbaik | Sheila Dara Aisha | Menang | |||
| Pencipta Lagu Tema Terbaik | "Terbuang dalam Waktu" oleh Barasuara (Gerald Situmorang, Iga Massardi, dan Asteriska) | ||||
| Pengarah Sinematografi Terbaik | Dimas Bagus Triatma | Nominasi | |||
| Penyunting Gambar Terbaik | Hendra Adhi Susanto | Menang | |||
| Film Pilihan Penonton | Sore: Istri dari Masa Depan | Nominasi | |||
| Aktor Pilihan Penonton | Dion Wiyoko | ||||
| Aktris Pilihan Penonton | Sheila Dara Aisha | ||||
| Festival Film Wartawan | Film Terbaik Genre Drama | Sore: Istri dari Masa Depan | Menang | ||
| Sutradara Terbaik Genre Drama | Yandy Laurens | ||||
| Penulis Skenario Terbaik Genre Drama | |||||
| Penata Kamera Terbaik Genre Drama | Dimas Bagus Triatma | Nominasi | |||
| Penyunting Gambar Terbaik Genre Drama | Hendra Adhi Susanto | Menang | |||
| Aktor Utama Terbaik Genre Drama | Dion Wiyoko | Nominasi | |||
| Aktris Utama Terbaik Genre Drama | Sheila Dara Aisha | Menang | |||
| Indonesian Movie Actors Awards | Film Terfavorit | Sore: Istri dari Masa Depan | Nominasi | ||
| Pemeran Utama Pria Terbaik | Dion Wiyoko | ||||
| Pemeran Utama Pria Terfavorit | Menang | ||||
| Pemeran Utama Wanita Terbaik | Sheila Dara Aisha | Nominasi | |||
| Pemeran Utama Wanita Terfavorit | |||||
| Pemeran Pasangan Terbaik | Dion Wiyoko dan Sheila Dara Aisha | Menang | |||
| Pemeran Pasangan Terfavorit | Nominasi | ||||
| JAFF Indonesian Screen Awards | Best Poster | Evan Wijaya dan Jazz Felix | Menang |