Reza Rahadian Matulessy adalah pemeran, model, penyanyi, sutradara, dan presenter Indonesia. Ia telah meraih berbagai penghargaan, termasuk enam Piala Citra.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Reza Rahadian | |
|---|---|
Reza dalam ajang Indonesian Choice Awards 2017 | |
| Lahir | Reza Rahadian Matulessy 5 Maret 1987 Bogor, Jawa Barat, Indonesia |
| Pekerjaan |
|
| Tahun aktif | 2003—sekarang |
| Keluarga | Francisca Casparina Fanggidaej (nenek)[1] |
| Penghargaan | Daftar lengkap |
| Tanda tangan | |
Reza Rahadian Matulessy (lahir 5 Maret 1987) adalah pemeran, model, penyanyi, sutradara, dan presenter Indonesia. Ia telah meraih berbagai penghargaan, termasuk enam Piala Citra.
Reza merupakan Ketua Festival Film Indonesia periode tahun 2021 sampai dengan 2023.[2]
Ia merupakan anak sulung dari dua bersaudara, dari laki-laki Persia bernama Abdul Rahim, dan perempuan keturunan Ambon, Pratiwi Widantini Matulessy. Ia memiliki satu orang adik laki-laki tiri bernama David Jonathan Timothee Matulessy, dari pernikahan kedua Pratiwi. Nama Rahadian merupakan gabungan dari nama orang tuanya, yang berarti "anak buah hati dari Rahim dan Pratiwi", sedangkan Matulessy adalah nama keluarga dari sang ibu.
Kedua orang tuanya telah berpisah sejak ia masih berusia enam bulan. Kendati tumbuh sejak kecil bersama ibunya yang menjadi orang tua tunggal, ia tak pernah merasa kehilangan figur seorang ayah. Sejak kecil, ia tumbuh di tengah keluarga yang menganut agama berbeda dengannya. Sang ibu yang menganut agama Kristen selalu mengajarkan kepadanya, agar tetap bersikap toleransi antar umat beragama, sekalipun ia telah berpindah ke agama Islam.[3]
Reza pernah berpartisipasi dalam kegiatan teater ketika masih duduk di bangku SMP.[2]
Reza mengawali kariernya sebagai figuran dalam serial Bidadari dari tahun 2003 hingga 2004.[4] Pada tahun 2004, Reza berhasil meraih juara dengan kategori Favorite Top Guest dalam suatu ajang yang diadakan oleh majalah Aneka Yess!.[2][5]
Pada tahun 2009, ia bermain di film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dengan judul Perempuan Berkalung Sorban. Meskipun awalnya ia mengikuti audisi untuk karakter minor, sang sutradara memilihnya untuk memerankan peran utama yang lebih besar, yakni sebagai Samsuddin, yang berwatak kasar dan suami yang berpoligami. Melalui film tersebut, ia berhasil meraih Piala Citra untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik. Selanjutnya, ia berakting dalam film 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta dan Alangkah Lucunya (Negeri Ini) yang berhasil membuatnya meraih penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2010.[6]
Ketika bermain dalam film Brokenhearts pada tahun 2012, ia mendapatkan peran sebagai seseorang yang menderita anoreksia nervosa, dan harus kehilangan berat badan sebanyak sepuluh kilogram demi mempersiapkan peran itu.[7] Kemudian, ia berakting dalam film Perahu Kertas dan juga sekuelnya, Perahu Kertas 2, yang diadaptasi dari novel karya Dewi Lestari dengan judul sama. Ia berperan sebagai seorang pengusaha bernama Remi.[8]
Pada akhir tahun 2012, ia mendapatkan peran sebagai mantan Presiden Indonesia, yakni B. J. Habibie dalam sebuah film biopik yang disutradarai oleh Faozan Rizal dengan judul Habibie & Ainun, yang menceritakan kisah hidup dan romansa antara sang mantan presiden dan istrinya, Hasri Ainun Besari yang diperankan oleh Bunga Citra Lestari. Dalam sebuah artikel, Niken dari The Jakarta Post kembali menyatakan bahwa ia telah memberikan representasi "sempurna" dari mantan presiden tersebut, baik dalam hal sosok maupun tingkah lakunya.[9] Film ini membuahkan penghargaan dalam kategori Pemeran Utama Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia 2013 yang dianugerahkan kepada Reza.
Pada tahun 2016, ia bermain dalam film My Stupid Boss yang meraih sukses secara artistik dan juga komersial.[10] Film tersebut memberinya gelar sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik untuk ketiga kalinya bagi Reza pada ajang Festival Film Indonesia 2016. Pada bulan Agustus pada tahun yang sama, ia mementaskan sebuah karya teater dengan judul Bunga Penutup Abad, yang merupakan adaptasi dari naskah novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa yang merupakan karya dari sastrawan Pramoedya Ananta Toer.[11]
| Menandakan film yang belum dirilis untuk saat ini |
| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 2011 | The Power of Love | Mochammad Teddy Thohir | |
| Sebelah | Kurir | ||
| 2017 | Laut Bercerita | Biru Laut Wibisana | |
| 2021 | Konfabulasi | Bilal | |
| Tris | Tristan | ||
| 2022 | Seperti Sediakala | Kala | |
| 2026 | Pulkam |
| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 2003—2004 | Bidadari | Teman sekolah Lala | Musim 2 dan 3 |
| Cinta SMU | Musim 1 dan 2 | ||
| ABG | |||
| 2004 | Inikah Rasanya | Ruben | |
| 2005 | Culunnya Pacarku | ||
| Mutiara Hati | |||
| 2005—2006 | Habibi dan Habibah | Sulton | |
| 2006 | Aku Hamil | Soni | |
| Si Toge dan Si Pentung | Pentung | ||
| 2006—2007 | Idola | ||
| 2007 | Cewek Penakluk | ||
| 2008—2009 | Kasih dan Amara | Adrian | |
| 2009 | Isabella | Langit | |
| 2010 | Amanah dalam Cinta | Radit | |
| Sinema 20 Wajah Indonesia | Episode: "Perempuan di Rumah Ibu" | ||
| Andi Aso | Episode: "Badik Titipan Ayah" | ||
| 2010—2015 | Sketsa | ||
| 2013 | Koper | ||
| 2015 | Tetangga Masa Gitu? | Rully Ernando | Bintang tamu |
| Di Bawah Lindungan Abah | Gaza | ||
| 2019 | Masjid yang Dirindukan | Malik Aryaputra |
| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 2015—2016 | Halfworlds | Tony | 2 musim |
| 2017 | |||
| 2020 | Sementara, Selamanya | Saka | |
| 2020—2021 | My Lecturer My Husband | Sadewa Bentara Arya | |
| 2021 | Imperfect the Series | Dika | Episode 1 dan 12 |
| 2021—2022 | Layangan Putus | Aris Pratama Sugarda | |
| 2022 | My Lecturer My Husband Season 2 | Sadewa Bentara Arya | |
| Yang Hilang dalam Cinta | Rendra Pratama | ||
| Imperfect the Series 2 | Dika | Episode 4 dan 9 | |
| 2024 | Kawin Tangan | Edi | |
| 2025 | My Stupid Boss the Animated Series | Hendrik “Bossman” Suryaman | Suara |
| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 2017 | Bunga Penutup Abad | Minke | |
| 2020 | Anugerah Terindah | ||
| 2021 | Mereka yang Menunggu di Banda Naira | Sutan Sjahrir | |
| 2022 | Setelah Lewat Djam Malam | Bung Iskandar | |
| 2024 | Om William Kita | Ramadhan K.H. | |
| 2025 | Dag Dig Dug |
| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 2013 | Wanita Tetap Wanita | Sutradara | Segmen "With or Without" bersama Lily Nailufar Mahbob |
| Isyarat | Segmen "Gadis Indigo" | ||
| 2025 | Pangku | Sutradara | Debut penyutradaraan film panjang |
| Penulis skenario | bersama Felix K. Nesi |
| Menandakan film yang belum dirilis untuk saat ini |
| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 2011 | Sebelah | Sutradara |
| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 2020 | Sementara, Selamanya | Sutradara |
| Judul | Detail album |
|---|---|
| Ost. Benyamin Biang Kerok[12] |
|
| Judul | Tahun | Album |
|---|---|---|
| "Cinta Monyet" | 2018 | Ost. Benyamin Biang Kerok |
| "Abang Pulang" (bersama Delia Husein) | ||
| "Di Sini Aje" (bersama Delia Husein) | ||
| "Hujan Gerimis" (bersama Delia Husein) | ||
| "Manis Sayang" (bersama Delia Husein) | ||
| "Tak Harus Sempurna" | 2019 | Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan (Original Soundtrack) |
| "Melawan Hati" (bersama Michelle Ziudith) | 2022 | Garis Waktu (Original Motion Picture Soundtrack) |
| "Diam dan Terdiam" | ||
| "Garis Waktu" |
| Judul | Tahun | Album |
|---|---|---|
| "Cinta Stroberi" (bersama Summerlily) | 2014 | Strawberry Surprise (Original Soundtrack) |
| "Pekat" (bersama Yura Yunita) | 2018 | Singel non-album |
Menyutradarai pertunjukan Piala Citra
Di bawah arahan Reza, para aktor ini telah menerima nominasi Piala Citra dan menang atas penampilan mereka dalam peran masing-masing.
| Tahun | Penampil | Film | Hasil |
|---|---|---|---|
| Pemeran Utama Perempuan Terbaik Festival Film Indonesia | |||
| 2025 | Claresta Taufan | Pangku | Nominasi |
| Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik Festival Film Indonesia | |||
| 2025 | Christine Hakim | Pangku | Menang |
| Penghargaan dan prestasi | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Deddy Sutomo Film : Mencari Hilal (2015) |
Pemeran Utama Pria Terbaik (Festival Film Indonesia) Film : My Stupid Boss (2016) |
Diteruskan oleh: Teuku Rifnu Wikana Film : Night Bus (2017) |
| Didahului oleh: Donny Damara Film : Lovely Man (2012) |
Pemeran Utama Pria Terbaik (Festival Film Indonesia) Film : Habibie & Ainun (2013) |
Diteruskan oleh: Chicco Jerikho Film : Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014) |
| Didahului oleh: Tio Pakusadewo Film : Identitas (2009) |
Pemeran Utama Pria Terbaik (Festival Film Indonesia) Film : 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta (2010) |
Diteruskan oleh: Emir Mahira Film: Rumah Tanpa Jendela (2011) |
| Didahului oleh: Yoga Pratama Film : 3 Doa 3 Cinta (2008) |
Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Festival Film Indonesia) Film : Perempuan Berkalung Sorban (2009) |
Diteruskan oleh: Rasyid Karim Film : 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta (2010) |