Siksa Kubur adalah film horor psikologis Indonesia tahun 2024 yang disutradarai dan ditulis oleh Joko Anwar berdasarkan film pendek berjudul sama. Film ini dibintangi oleh Faradina Mufti, Reza Rahadian, dan Widuri Puteri. Siksa Kubur tayang perdana di bioskop Indonesia pada 11 April 2024.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Siksa Kubur | |
|---|---|
Poster rilis | |
| Sutradara | Joko Anwar |
| Produser | Tia Hasibuan |
| Ditulis oleh | Joko Anwar |
Berdasarkan | Grave Torture |
| Pemeran | |
| Penata musik | Aghi Narottama |
| Sinematografer | Jaisal Tanjung, ICS |
| Penyunting | Joko Anwar |
Perusahaan produksi |
|
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 117 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Bahasa Indonesia |
Siksa Kubur adalah film horor psikologis Indonesia tahun 2024 yang disutradarai dan ditulis oleh Joko Anwar berdasarkan film pendek berjudul sama. Film ini dibintangi oleh Faradina Mufti, Reza Rahadian, dan Widuri Puteri. Siksa Kubur tayang perdana di bioskop Indonesia pada 11 April 2024.[1]
Setelah kedua orang tuanya jadi korban bom bunuh diri, Sita jadi tidak percaya agama. Sejak saat itu, tujuan hidup Sita hanya satu: mencari orang yang paling berdosa dan ketika orang itu meninggal, Sita ingin ikut masuk ke dalam kuburannya untuk membuktikan bahwa siksa kubur tidak ada dan agama tidak nyata. Namun, tentunya ada konsekuensi yang mengerikan bagi mereka yang tak percaya.
Setelah merilis Pengabdi Setan 2: Communion pada tahun 2022 lalu, Joko Anwar memutuskan untuk memproduksi versi panjang dari film pendek Siksa Kubur yang telah dirilisnya pada 2012 lalu. Proses produksi awalnya akan dilakukan pada tahun 2024, tetapi akhirnya proses produksi dimajukan menjadi tahun 2023, dan salah satu lokasi syuting bertempat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.[2]
Siksa Kubur ditayangkan secara luas di bioskop Indonesia pada tanggal 11 April 2024 atau pada hari kedua momen Idul Fitri 2024, dan dirilis bersamaan dengan film Badarawuhi Di Desa Penari garapan Kimo Stamboel.[3][4]
Pada hari pertama penayangan Siksa Kubur mendapatkan sekitar 257.871 penonton, dan merupakan salah satu, pembukaan tertinggi pada hari pertama pemutaran bagi sebuah film Indonesia.[5] Pada akhir penayangannya, film ini melampaui hingga 4 juta penonton, dan menjadikannya salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa.[6] Film ini bersaing ketat dengan Badarawuhi Di Desa Penari, yang dirilis pada 14 Mei diumumkan telah menerima 3.985.278 penonton. Di Rusia, film ini dirilis pada 6 Juni dan meraup US$271.389. Sementara di Vietnam, film ini dirilis pada 31 Juli, dan telah meraup US$57.949.[7]