Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Penyalin Cahaya

Penyalin Cahaya adalah film cerita seru misteri Indonesia tahun 2021 yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, sekaligus merupakan debutnya dalam penyutradaraan film panjang. Film ini dibintangi oleh Shenina Syawalita Cinnamon, Lutesha, dan Chicco Kurniawan. Penyalin Cahaya rilis perdana secara internasional pada 8 Oktober 2021 di Festival Film Internasional Busan.

film Indonesia tahun 2021 oleh Wregas Bhanuteja
Diperbarui 7 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Penyalin Cahaya
Penyalin Cahaya
Poster rilis teatrikal
SutradaraWregas Bhanuteja
Produser
  • Adi Ekatama
  • Ajish Dibyo
Skenario
  • Henricus Pria[a]
  • Wregas Bhanuteja
Cerita
  • Henricus Pria[a]
  • Wregas Bhanuteja
Pemeran
  • Shenina Syawalita Cinnamon
  • Lutesha
  • Chicco Kurniawan
  • Dea Panendra
  • Jerome Kurnia
Penata musikYennu Ariendra
SinematograferGunnar Nimpuno
PenyuntingAhmad Yuniardi
Perusahaan
produksi
  • Rekata Studio
  • Kaninga Pictures
Tanggal rilis
  • 8 Oktober 2021 (2021-10-08) (Festival Film Internasional Busan)
Durasi130 menit
NegaraIndonesia
BahasaBahasa Indonesia

Penyalin Cahaya adalah film cerita seru misteri Indonesia tahun 2021 yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, sekaligus merupakan debutnya dalam penyutradaraan film panjang.[2] Film ini dibintangi oleh Shenina Syawalita Cinnamon, Lutesha, dan Chicco Kurniawan.[3] Penyalin Cahaya rilis perdana secara internasional pada 8 Oktober 2021 di Festival Film Internasional Busan.

Sinopsis

Suryani untuk pertama kalinya pergi ke pesta untuk merayakan pencapaian Mata Hari, grup teater universitas tempat Sur menjadi sukarelawan sebagai perancang web. Untuk merayakan kemenangan teaternya, Suryani menerima ajakan berpesta dari para senior. Keesokan harinya, ia terbangun dalam kondisi tak mengingat apapun dan harus kehilangan beasiswa karena foto unggahan dirinya yang sedang mabuk kemarin malam. Suryani diusir oleh keluarganya karena mabuk. Khawatir bahwa dia mungkin menjadi korban perpeloncoan oleh anggota senior Mata Hari, Sur meminta bantuan dari teman masa kecilnya, Amin yang bekerja dan tinggal di toko fotokopi dekat kampus. Bersama-sama, mereka mencoba menemukan kebenaran tentang foto selfie Suryani dan kejadian malam itu di pesta dengan meretas ponsel para mahasiswa.[4]

Pemeran

  • Shenina Syawalita Cinnamon sebagai Suryani
  • Lutesha sebagai Farah Natia
  • Chicco Kurniawan sebagai Amin
  • Dea Panendra sebagai Anggun
  • Jerome Kurnia sebagai Tariq
  • Giulio Parengkuan sebagai Rama Soemarno
  • Ruth Marini sebagai Yati (ibu Sur)
  • Lukman Sardi sebagai ayah Sur
  • Yayan Ruhian sebagai Soemarno, ayah Rama
  • Donny Damara sebagai ketua dewan beasiswa
  • Hanna V Manihuruk sebagai dosen MIPA
  • Rukman Rosadi sebagai dekan ilmu komputer
  • Adipati Dolken sebagai pegawai layanan pelanggan NetCar
  • Landung Simatupang sebagai Burhanuddin
  • Khiva Iskak sebagai dewan ketua etik
  • Tanta Ginting sebagai pengacara Rama
  • Mian Tiara sebagai Bidan Siti

Produksi

Setelah merampungkan proses produksi selama lebih dari setahun sejak 2020, Wregas Bhanuteja mengumumkan film panjang pertamanya Penyalin Cahaya. Film Penyalin Cahaya merupakan produksi film panjang pertama dari Rekata Studio yang berkolaborasi dengan Kaninga Pictures.

Produser Adi Ekatama mengutarakan bahwa cerita Penyalin Cahaya mengangkat topik penting tentang isu pelecehan seksual yang perlu mendapat banyak perhatian dari masyarakat sekarang. Produser Ajish Dibyo pun mengatakan bahwa film adalah salah satu medium yang paling efisien untuk berargumen.

Syuting

Film Penyalin Cahaya melakukan proses syuting selama 20 hari di Jakarta dan sekitarnya di tengah kondisi pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, serta melakukan tes usap PCR maupun antigen secara berkala.[5]

Musik

Mian Tiara bukan hanya berakting dalam film Penyalin Cahaya, tapi juga ikut membuat lagu tema yang berjudul "Di Bawah Langit Raksasa". Mian menciptakan lagu ini untuk membungkus dan mengikat film Penyalin Cahaya dalam semangat dan kekuatan. Mengenai lagu karya Mian tersebut, Wregas berpendapat, “Lagu akan didengarkan semua orang dan harapannya mereka menjadi tergerak untuk melawan isu darurat tentang kekerasan dan pelecehan seksual.”[6]

Penayangan

Film Penyalin Cahaya rilis perdana secara internasional pada 8 Oktober 2021 di Festival Film Internasional Busan. Film ini juga akan berkompetisi di program kompetisi utama bernama 'New Currents', yang merupakan satu-satunya program kompetisi internasional film panjang di Festival Film Internasional Busan.[7] Pada 8 November 2021, film ini diumumkan akan ditayangkan di Netflix pada 13 Januari 2022.[8]

Pemasaran

Poster film ini diunggah pada 1 September 2021 untuk penayangan di Festival Film Internasional Busan 2021. Trailer resmi yang berdurasi 2 menit ini diunggah di kanal YouTube Rekata Studio pada 7 Oktober 2021.

Penerimaan

Dilihat dari situs FlixPatrol, Penyalin Cahaya berhasil menduduki trending Netflix di 15 negara sejak rilis. Tercatat, di Indonesia film ini menjadi nomor satu sejak rilis hingga dua hari setelahnya. Lalu, film ini berada di urutan ke-5 di Malaysia dan Peru, urutan ke-6 di Brasil, Ekuador, dan Venezuela, posisi ke-7 di Singapura dan Argentina, posisi ke-8 di Bolivia, Honduras, Panama, Uruguay. Kemudian, Penyalin Cahaya juga menduduki urutan ke-9 di Bahama, Nikaragua, Trinidad dan Tobago, serta menduduki peringkat 13 di Netflix seluruh dunia.[9]

Kontroversi

Pada 10 Januari 2022, Rekata Studio dan Kaninga Pictures menghapus nama salah satu kru yang diduga menjadi pernah menjadi pelaku kekerasan seksual dari kredit film.[10] Belakangan diketahui bahwa penulis naskah Henricus Pria adalah kru yang namanya dihapus dari kredit film tersebut.[11]

Penghargaan dan nominasi

Tahun Penghargaan Kategori Penerima Hasil
2021 Busan International Film Festival New Currents Award (Best Film) Wregas Bhanuteja Nominasi
Festival Film Indonesia Film Cerita Panjang Terbaik Adi Ekatama & Ajish Dibyo Menang
Sutradara Terbaik Wregas Bhanuteja
Pemeran Utama Pria Terbaik Chicco Kurniawan
Pemeran Utama Perempuan Terbaik Shenina Syawalita Cinnamon Nominasi
Pemeran Pendukung Pria Terbaik Giulio Parengkuan
Jerome Kurnia Menang
Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik Dea Panendra Nominasi
Penulis Skenario Asli Terbaik Henricus Pria & Wregas Bhanuteja Menang
Pengarah Sinematografi Terbaik Gunnar Nimpuno, I.C.S
Penyunting Gambar Terbaik Ahmad Yuniardi
Penata Efek Visual Terbaik Stefanus Binawan Utama Nominasi
Penata Suara Terbaik Sutrisno & Satrio Budiono Menang
Pencipta Lagu Tema Terbaik "Di Bawah Langit Raksasa" — Mian Tiara
Penata Musik Terbaik Yennu Ariendra
Pengarah Artistik Terbaik Dita Gambiro
Penata Busana Terbaik Fadillah Putri Yunidar
Penata Rias Terbaik Astrid Sambudiono Nominasi
Festival Film Tempo Film Pilihan Tempo Adi Ekatama & Ajish Dibyo Menang
Sutradara Pilihan Tempo Wregas Bhanuteja
Skenario Pilihan Terpilih Wregas Bhanuteja & Henricus Pria
2022 Festival Film Wartawan Indonesia

(Genre Drama)[12]

Penata Kamera Terbaik Gunnar Nimpuno, I.C.S Menang
Aktris Utama Terbaik Shenina Syawalita Cinnamon Menang
Aktor Pendukung Terbaik Lukman Sardi Nominasi
2023 Piala Maya Film Cerita Panjang Terpilih Adi Ekatama & Ajish Dibyo Nominasi
Penyutradaraan Berbakat Film Panjang Karya Perdana Terpilih (Piala Iqbal Rais) Wregas Bhanuteja Menang
Penulisan Skenario Asli Terpilih Wregas Bhanuteja & Henricus Pria Nominasi
Aktris Utama Terpilih Shenina Syawalita Cinnamon Menang
Aktor Pendukung Terpilih Jerome Kurnia Nominasi

Catatan

  1. 1 2 Nama Henricus Pria sebagai penulis skenario dihapus pada kredit akhir versi penayangan Netflix terkait laporan dugaan keterlibatan kasus pelecehan seksual.[1]

Referensi

  1. ↑ Swaragita, Gisela (10 Januari 2022). "Photocopier scriptwriter removed from credits following sexual abuse allegations". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 10 Januari 2022. Diakses tanggal 12 Januari 2022.
  2. ↑ Sumbogo, Aryo (12 Agustus 2021). "Angkat Isu Kekerasan Seksual, Penyalin Cahaya jadi Film Panjang Pertama Wregas Bhanuteja". Kompas TV. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Agustus 2021. Diakses tanggal 7 September 2021.
  3. ↑ Anisa, Welia (11 Agustus 2021). "Shena Cinnamon Akhirnya Debut Sebagai Pemeran Utama dalam Film Penyalin Cahaya". Pikiran Rakyat Bekasi. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Agustus 2021. Diakses tanggal 7 September 2021.
  4. ↑ Nural (9 Agustus 2021). "Sinopsis Penyalin Cahaya, Film Panjang Pertama Wregas Bhanuteja". Kincir. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Agustus 2021. Diakses tanggal 7 September 2021.
  5. ↑ "Cerita Kru Penyalin Cahaya Syuting 20 Hari kala Pandemi". CNN Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 3 September 2021. Diakses tanggal 7 September 2021.
  6. ↑ Koesmarini, Nadhilah Trie (2 September 2021). "Gelar Konferensi Pers Secara Virtual, Film Penyalin Cahaya Mengungkap Fakta Baru". Filmmaker Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 7 September 2021. Diakses tanggal 7 September 2021.
  7. ↑ Galuh, Maria Cicilia (2 September 2021). "Penyalin Cahaya Wregas Bhanuteja masuk kompetisi Busan Film Festival". Antara. Diarsipkan dari asli tanggal 3 September 2021. Diakses tanggal 7 September 2021.
  8. ↑ @netflixid (8 November 2021). "Kabar spesial! Film dengan nominasi terbanyak (17 nominasi)..." – via Instagram.
  9. ↑ Astari, Dini. "Diterpa Skandal, Penyalin Cahaya Rajai Trending Netflix di 15 Negara". Insertlive. Diakses tanggal 16 Januari 2022.
  10. ↑ Cempaka, Mahisa (2022-01-10). "Film 'Penyalin Cahaya' Hapus Nama Kru Terduga Pelaku Kekerasan Seksual". Vice Indonesia. Diakses tanggal 2023-02-10.
  11. ↑ Swaragita, Gisela (2022-01-24). "Penyalin Cahaya: Puncak Gunung Es Isu Kekerasan Seksual Perfilman". Tirto.id. Diakses tanggal 2023-02-10.
  12. ↑ "InfoPublik - Ini Daftar Film Unggulan di Festival Film Wartawan Indonesia XII/2022". infopublik.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-10-21.

Pranala luar

  • Situs web resmi
  • Penyalin Cahaya di IMDb (dalam bahasa Inggris)
  • Penyalin Cahaya di Rotten Tomatoes (dalam bahasa Inggris)
  • Penyalin Cahaya di Netflix
  • l
  • b
  • s
Film Cerita Panjang Terbaik (Festival Film Indonesia)
1950-an
hingga
1970-an
  • Lewat Djam Malam & Tarmina (1955)
  • Turang (1960)
  • Perkawinan (1973)
  • Cinta Pertama & Si Mamad (1974)
  • Senyum di Pagi Bulan Desember (1975)
  • Cinta (1976)
  • Jakarta Jakarta (1978)
  • November 1828 (1979)
1980-an
  • Perawan Desa (1980)
  • Perempuan dalam Pasungan (1981)
  • Serangan Fajar (1982)
  • Di Balik Kelambu (1983)
  • Kembang Kertas (1985)
  • Ibunda (1986)
  • Nagabonar (1987)
  • Tjoet Nja' Dhien (1988)
  • Pacar Ketinggalan Kereta (1989)
1990-an
  • Taksi (1990)
  • Cinta dalam Sepotong Roti (1991)
  • Ramadhan dan Ramona (1992)
2000-an
  • Arisan! (2004)
  • Gie (2005)
  • Ekskul (dibatalkan) (2006)
  • Nagabonar Jadi 2 (2007)
  • fiksi. (2008)
  • Identitas (2009)
2010-an
  • 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta (2010)
  • Sang Penari (2011)
  • Tanah Surga... Katanya (2012)
  • Sang Kiai (2013)
  • Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014)
  • Siti (2015)
  • Athirah (2016)
  • Night Bus (2017)
  • Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak (2018)
  • Kucumbu Tubuh Indahku (2019)
2020-an
  • Perempuan Tanah Jahanam (2020)
  • Penyalin Cahaya (2021)
  • Before, Now & Then (Nana) (2022)
  • Women from Rote Island (2023)
  • Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2024)
  • Pangku (2025)
Menurut subyek: Film · Sutradara · Aktor · Aktris · Aktor pendukung · Aktris pendukung · Skenario · Cerita Asli · Skenario Asli · Skenario Adaptasi · Tata Sinematografi · Tata Artistik · Penyuntingan · Tata Suara Tata Musik · Film Dokumenter · Film Pendek · Penghargaan khusus

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sinopsis
  2. Pemeran
  3. Produksi
  4. Syuting
  5. Musik
  6. Penayangan
  7. Pemasaran
  8. Penerimaan
  9. Kontroversi
  10. Penghargaan dan nominasi
  11. Catatan
  12. Referensi
  13. Pranala luar

Artikel Terkait

Wregas Bhanuteja

sutradara laki-laki asal Indonesia

Daftar film Indonesia tahun 2026

artikel daftar Wikimedia

Festival Film Indonesia 2021

penghargaan ke-41 Festival Film Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026