Kabut Berduri adalah film kriminal menegangkan Indonesia tahun 2024 yang disutradarai oleh Edwin. Film ini dibintangi oleh Putri Marino, Yoga Pratama dan Lukman Sardi dan mengisahkan tentang seorang inspektur kepolisian yang sedang menyelidiki serangkaian kasus pembunuhan di sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kabut Berduri | |
|---|---|
![]() Poster film | |
| Sutradara | Edwin |
| Produser |
|
| Ditulis oleh |
|
| Pemeran | |
| Penata musik |
|
| Sinematografer | Gunnar Nimpuno |
| Penyunting |
|
Perusahaan produksi | |
| Distributor | Netflix |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 112 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Indonesia |
Kabut Berduri (judul internasional: Borderless Fog) adalah film kriminal menegangkan Indonesia tahun 2024 yang disutradarai oleh Edwin. Film ini dibintangi oleh Putri Marino, Yoga Pratama dan Lukman Sardi dan mengisahkan tentang seorang inspektur kepolisian yang sedang menyelidiki serangkaian kasus pembunuhan di sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia.
Dirilis melalui Netflix pada 1 Agustus 2024, film ini mendapatkan dua belas nominasi di Festival Film Indonesia 2024 dan menjadi pemenang untuk kategori Penata Efek Visual Terbaik, Penata Rias terbaik dan Pengarah Artistik Terbaik.
Di perbatasan Indonesia-Malaysia, Pulau Borneo, ditemukan mayat dengan kepala dan tubuh dari dua orang berbeda: Thoriq, seorang tentara, dan Juwing, warga Dayak. Ipda Sanja Arunika dari Jakarta dikirim untuk membantu penyelidikan bersama Ipda Panca dan Bripka Thomas. Penyelidikan mengarah pada berbagai misteri, termasuk legenda hantu Ambong, pabrik kelapa sawit terbengkalai, dan kasus perdagangan manusia yang melibatkan seorang perempuan bernama Umi.[1]
Kepala Umi ditemukan tergantung, mengungkap keterlibatan saudagar Sarawak bernama Agam, yang memiliki koneksi dengan pembalakan liar dan perdagangan manusia. Sanja mencoba menangkap Agam, tetapi dihalangi oleh Panca, yang ternyata melindungi Agam. Konflik antara Sanja dan Panca makin memanas, terutama setelah Panca membebaskan Agam.
Penyelidikan membawa Sanja ke pabrik di hutan, tempat ia diserang dan diselamatkan Thomas. Sementara itu, anak-anak korban perdagangan manusia mulai ditemukan, termasuk Arum dan Jenta. Sanja mulai mencurigai Panca setelah melihat bukti amplop mencurigakan dan penyuapan. Akhirnya Panca memulangkan Sanja ke Jakarta, tetapi Sanja tetap menyelidiki secara diam-diam.[1]
Setelah Agam diculik oleh Silas, ia mengaku membunuh satu korban atas perintah sendiri, tapi ketakutan karena kepala korban dikirim ke rumahnya. Thomas, yang diam-diam merekam perjalanannya dengan Panca, menemukan bukti bahwa Panca adalah pelaku serangan terhadap Sanja dan terlibat dalam perdagangan manusia. Namun Panca berhasil membunuh Thomas setelah mobil mereka mengalami kecelakaan.
Puncaknya, Sanja mendapati Pak Bujang di pabrik bersama mayat Thomas tanpa kepala. Bujang mengaku sebagai pembunuh sebagian korban, sementara Panca membunuh sisanya. Bujang kemudian membunuh Panca sebelum akhirnya ditembak oleh Sanja. Sanja menyelamatkan Arum dan membawa pulang.
Akhir cerita, di hari kemerdekaan Indonesia, kepala Pak Bujang tergantung di depan monumen, menandai akhir dari rangkaian misteri berdarah di perbatasan.[1]
Kabut Berduri dikembangkan berdasarkan sebuah riset oleh antropolog Indonesia Dave Lumenta tentang daerah perbatasan Indonesia–Malaysia di pulau Kalimantan pada tahun 2000–an. Pada 2012, dilakukan riset kembali oleh Dave, Edwin dan Ifan Ismail ke Kalimantan untuk memproduksi film ini.[2] Pada 3 Maret 2023, Netflix secara resmi mengumumkan film ini dan menyatakan bahwa produksi film telah dimulai.[3][4]
Pengambilan gambar utama dilakukan selama lima minggu di perbatasan Indonesia–Malaysia,[5] Danau Sentarum dan Sungai Utik, Kalimantan Barat[6][7] serta Lubok Antu, Malaysia. Adegan-adegan pabrik terbengkalai diambil gambar di Bogor, Jawa Barat.[8]
| Festival Film | Tanggal | Kategori | Penerima | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| Festival Film Indonesia | 20 November 2024 | Film Cerita Panjang Terbaik | Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy | Nominasi | [9] |
| Sutradara Terbaik | Edwin | Nominasi | |||
| Pemeran Utama Pria Terbaik | Yoga Pratama | Nominasi | |||
| Pemeran Pendukung Pria Terbaik | Lukman Sardi | Nominasi | |||
| Penulis Skenario Asli Terbaik | Ifan Ismail dan Edwin | Nominasi | |||
| Pengarah Sinematografi Terbaik | Gunnar Nimpuno | Nominasi | |||
| Penata Efek Visual Terbaik | Lumine Studio | Menang | |||
| Penata Suara Terbaik | Tommy Fahrizal dan Wahyu Tri Purnomo | Nominasi | |||
| Penata Musik Terbaik | Abel Huray dan Dave Lumenta | Nominasi | |||
| Pengarah Artistik Terbaik | Menfo Tantono dan Guntur Mupak | Menang | |||
| Penata Busana Terbaik | Muthiara A. Rievena Putri | Nominasi | |||
| Penata Rias Terbaik | Cherry Wirawan | Menang | |||
| Festival Film Tempo | 5 Februari 2025 | Film Pilihan | Kabut Berduri | Nominasi | [10] |
| Sutradara Pilihan | Edwin | Nominasi | |||
| Penulis Naskah Pilihan | Ifan Ismail dan Edwin | Menang | |||
| Aktor Pilihan | Yoga Pratama | Menang | |||
| Aktor Pendukung Pilihan | Yudi Ahmad Tajudin | Menang | |||
| Yusuf Mahardika | Nominasi | ||||
| Aktris Pendukung Pilihan | Paula Rontoi | Nominasi |