Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Puan Maharani

Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2024–2029. Puan merupakan perempuan pertama dan orang termuda ketiga, setelah Achmad Sjaichu dan I Gusti Gde Subamia, yang pernah menjabat sebagai Ketua DPR secara tetap; dia berusia 46 tahun saat dilantik. Puan juga tercatat sebagai Ketua DPR pertama pasca Reformasi yang berhasil menjabat selama dua periode berturut-turut. Sebelumnya, dia merupakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia antara 2014 hingga 2019, dalam prosesnya juga menjadi perempuan pertama dan orang termuda yang pernah menjabat sebagai menteri koordinator.

politikus Indonesia
Diperbarui 27 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Puan Maharani

<a href=\"./Wikipedia:Kebijakan_pelindungan#semi\" title=\"Artikel ini dilindungi semi.\" id=\"mwBQ\"><img alt=\"Halaman yang dilindungi semi\" resource=\"./Berkas:Semi-protection-shackle.svg\" src=\"//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1b/Semi-protection-shackle.svg/20px-Semi-protection-shackle.svg.png\" decoding=\"async\" data-file-width=\"512\" data-file-height=\"512\" data-file-type=\"drawing\" height=\"20\" width=\"20\" srcset=\"//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1b/Semi-protection-shackle.svg/40px-Semi-protection-shackle.svg.png 2x\" class=\"mw-file-element\" id=\"mwBg\"/></a></span>"}' id="mwBw"/>

Puan Maharani
Potret resmi sebagai ketua DPR-RI, 2024
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ke-19
Petahana
Mulai menjabat
1 Oktober 2019
PresidenJoko Widodo
Prabowo Subianto
Wakil
  • Aziz Syamsuddin (2019–2021)
  • Sufmi Dasco Ahmad
  • Rachmat Gobel (2019–2024)
  • Muhaimin Iskandar (2019–2024)
  • Lodewijk Freidrich Paulus (2021–2024)
  • Adies Kadir (2024–2025)
  • Saan Mustopa (Sejak 2024)
  • Cucun Ahmad Syamsurijal (Sejak 2024)
  • Sari Yuliati (Sejak 2026)
Sebelum
Pendahulu
Bambang Soesatyo
Pengganti
Petahana
Sebelum
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia ke-16
Masa jabatan
27 Oktober 2014 – 1 Oktober 2019
PresidenJoko Widodo
Sebelum
Pendahulu
Agung Laksono
Pengganti
Muhadjir Effendy
Sebelum
Ketua Fraksi PDI-P DPR-RI
Masa jabatan
23 Januari 2012 – 27 Oktober 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Sebelum
Pendahulu
Tjahjo Kumolo
Pengganti
Olly Dondokambey
Sebelum
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Petahana
Mulai menjabat
1 Oktober 2019
PresidenJoko Widodo
Prabowo Subianto
Grup parlemenFraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Daerah pemilihanJawa Tengah V
Masa jabatan
1 Oktober 2009 – 27 Oktober 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Pengganti
Alfia Reziani
Sebelum
Grup parlemenFraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Daerah pemilihanJawa Tengah V
Informasi pribadi
Lahir
Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi

6 September 1973 (umur 52)
Jakarta, Indonesia[1]
Partai politik  PDI-P
Suami/istri
Hapsoro Sukmonohadi
​
(m. 1998)​
Hubungan
  • Soekarno (kakek)
  • Fatmawati (nenek)
  • Prananda Prabowo (saudara seibu)
  • Rachmawati Soekarnoputri (Bibi)
Profesi
  • Politikus
  • pengusaha
AlmamaterUniversitas Indonesia
Kekayaan bersihRp364 miliar (LHKPN 2019)[2]
Anak2, termasuk Pinka Haprani
Orang tua
  • Taufiq Kiemas (ayah) Megawati Soekarnoputri (ibu)
Tanda tangan
Penghargaan
  • (25 Agustus 2025) Bintang Republik Indonesia Utama
  • (2021) Asia's Most Influential Indonesia
  • (11 November 2020) Bintang Mahaputera Adipradana
  • Tatler 500 Indonesia Suntingan nilai di Wikidata
Instagram: puanmaharani Modifica els identificadors a Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi[3] (lahir 6 September 1973)[4] adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Ketua DPR RI) periode 2024–2029. Puan merupakan perempuan pertama dan orang termuda ketiga, setelah Achmad Sjaichu dan I Gusti Gde Subamia, yang pernah menjabat sebagai Ketua DPR secara tetap; dia berusia 46 tahun saat dilantik. Puan juga tercatat sebagai Ketua DPR pertama pasca Reformasi yang berhasil menjabat selama dua periode berturut-turut (2019–2024 dan 2024–2029). Sebelumnya, dia merupakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia antara 2014 hingga 2019, dalam prosesnya juga menjadi perempuan pertama dan orang termuda yang pernah menjabat sebagai menteri koordinator.

Sebagai anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dia pertama kali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 2009. Dia menjabat sebagai ketua fraksi partai dari tahun 2012 hingga terpilih sebagai menteri pada 2014. Dia adalah satu dari delapan perempuan yang terpilih sebagai menteri dan satu-satunya menteri koordinator perempuan. Dia kembali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilu 2019. Puan juga pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI-Perjuangan di DPR pada tahun 2012 hingga 2014. Di DPR, Puan Maharani berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, perdagangan, koperasi, dan usaha kecil menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat (BKSAP DPR).[5] Pada periode 2019–2024 dan 2024-2029, Puan berada di Komisi I.

Puan adalah anak bungsu dan satu-satunya putri mantan presiden dan pemimpin PDI-P saat ini, Megawati Sukarnoputri, serta cucu dari mantan Presiden Sukarno. Ayahnya, Taufiq Kiemas, adalah seorang politikus yang menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dari tahun 2009 hingga kematiannya pada 2013.

Kehidupan awal dan pendidikan

Kehidupan awal

Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi lahir pada 6 September 1973. Ibunya adalah mantan presiden dan pemimpin PDI-P saat ini Megawati Soekarnoputri, putri presiden pertama Indonesia Soekarno, menjadikannya cucu dari Soekarno. Ayahnya adalah Taufiq Kiemas, seorang politisi yang menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dari 2009 hingga kematiannya pada 2013.

Pendidikan

Hingga sekolah dasar (SD), Puan menjalani kehidupan yang relatif normal dan lancar, meskipun merupakan cucu dari presiden pertama Soekarno. Hal ini terjadi hingga ia berada di sekolah menengah pertama (SMP), saat ibunya Megawati, menjadi aktif kembali dalam politik Indonesia selama Orde Baru. Ia lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Perguruan Cikini pada tahun 1991, dan ia masuk Universitas Indonesia pada tahun 1991 untuk belajar komunikasi massa. Ia lulus tahun 1997.[6] Pada tanggal 14 Februari 2020, Puan dianugerahkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro, proses perolehan gelar ini berjalan selama dua tahun.[7]

Karier politik

Kepresidenan Megawati

Setelah jatuhnya Suharto pada tahun 1998, Puan terlibat dalam politik karena ibunya adalah salah satu pemain utama dalam kancah politik nasional. Selama tiga tahun kepresidenan Megawati, ia sering menemani ibunya dalam kunjungan dinas dalam dan luar negeri, selain melakukan kegiatan sosial sendiri.[8]

Dewan Perwakilan Rakyat

Puan Maharani bersama dengan tokoh buruh Muchtar Pakpahan.

Pada tahun 2008, Megawati memperkenalkan Puan, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan DPP PDI-P, sebagai penggantinya saat berkampanye untuk pemilihan gubernur Jawa Timur 2008 di Ngawi.[9] Setelah itu, Maharani mencalonkan diri di Pemilu 2009 di dapil Jawa Tengah 5 (meliputi Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali) dan memenangkan 242.504 suara - tertinggi kedua dari semua calon anggota parlemen di negara ini.[10] Pada masa jabatan pertamanya, ia menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI-P sejak 2012, menggantikan Tjahjo Kumolo (yang kemudian menjadi Menteri Dalam Negeri).[11] Ia ditugaskan di komisi VI DPR, meliputi investasi dan UKM.[10] Selama periode ini, dia menentang kebijakan kenaikan harga bahan bakar pada tahun 2013.[12]

Pemilihan Presiden 2014

Kemudian, dia sempat diajukan sebagai calon presiden PDI-P untuk pemilihan umum 2014 dan sebagai calon wakil presiden untuk Joko Widodo (populer dikenal sebagai Jokowi). Dalam pemilihan umum legislatif, ia memenangkan 326.927 suara, sekali lagi mencetak suara terbanyak kedua secara nasional.[10][13]

Menteri Koordinator

Menyusul kemenangan Jokowi atas Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden langsung, ia diangkat menjadi menteri kabinet di tengah kritik atas pengalamannya dan pengaruh politik ibunya.[10] Penggantinya di parlemen, Alfia Reziani, baru dilantik pada tahun 2016.[14] Dia mengklaim sukses selama masa jabatannya, merujuk pada IPM yang meningkat di samping kemiskinan yang lebih rendah dan statistik rasio Gini.[15] Dia adalah satu-satunya menteri koordinator yang selamat dari dua perombakan kabinet pada masa jabatan pertama Jokowi, mendorong media untuk menggambarkannya sebagai "tak tersentuh".[16][17]

Situs web revolusi mental

Pada 24 Agustus 2016, dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan meluncurkan situs web, revolusimental.go.id, untuk mempromosikan seruan Presiden Joko Widodo untuk "revolusi mental" di Indonesia.[18] Kementerian telah menerima dana anggaran sebesar Rp149 miliar pada tahun 2015, yang mengakibatkan kritik ketika situs revolusi mental "down" dua hari setelah diluncurkan.[19][20] Pejabat mengklaim situs tersebut telah diretas dan "hanya" menelan biaya Rp200 juta.[21] Laporan mencatat bahwa beberapa kode skrip situs telah diambil dari barackobama.com, sebuah situs yang dioperasikan oleh pendukung Barack Obama. Situs asli juga dibangun di atas tema dari platform situs web sumber terbuka WordPress dan di-host di server bersama.[22] Situs web tersebut kemudian dikembangkan kembali, tetapi dikritik karena "berbiaya berat, konten ringan".[23] Puan membela situs tersebut, dengan mengatakan: “Saya sangat ingin semua orang berpartisipasi dalam program ini dengan mengikuti kegiatan serta memberikan pendapat atau kritik mereka kepada kami.”[24]

Skandal korupsi

Pada 22 Maret 2018, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto, saat diadili karena korupsi, bersaksi Puan menerima suap sebesar $500.000 dari pengusaha Made Oka Masagung sehubungan dengan program kartu identitas elektronik ketika dia menjadi anggota legislatif, menjabat sebagai ketua Fraksi PDIP di DPR.[25] Puan mengaku mengenal Made Oka tetapi membantah membahas kasus e-KTP dengannya.[26] Made Oka, yang dipenjara selama 10 tahun karena perannya dalam skandal suap e-KTP, membantah memberikan uang kepada legislator, mengatakan dia tidak ingat pertemuan dengan mereka.[27][28] Indonesia Corruption Watch meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa kebenaran tuduhan terhadap Puan.[29] Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan kesaksian Setya "hanya omongan" dan Puan tidak akan dimintai keterangan jika tidak ditemukan bukti.[30]

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat

Menyusul Pemilu April 2019 Indonesia, di mana hasil sementara menunjukkan PDIP memperoleh suara terbanyak, Puan disebut-sebut menjadi Ketua DPR periode 2019–2024,[31] menjadi ketua wanita pertama di dewan.[32] Dia juga telah mengindikasikan bahwa dia mungkin mencalonkan diri kepresidenan pada tahun 2024.[33] Secara individual, dia memperoleh 404.034 suara untuk tiketnya ke dewan, terbanyak dari kandidat legislatif mana pun di negara ini.[34] Ia diangkat sebagai Ketua pada 1 Oktober 2019, menjadi wanita pertama yang memegang posisi tersebut.[35]

Penghargaan

  •  Indonesia :
    • Bintang Republik Indonesia Utama (25 Agustus 2025)[36]
    • Bintang Mahaputera Adipradana (11 November 2020)[37]
Brevet Kehormatan
Brevet Hiu Kencana (2022)[38]

Rujukan

  1. ↑ Okezone (2 Desember 2014). "Puan Maharani: Okezone News". Diakses tanggal 2 April 2022.
  2. ↑ "Puan Maharani". LHKPN.
  3. ↑ "CV PUAN MAHARANI" (PDF). Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 11 Agustus 2021. Diakses tanggal 19 September 2021.
  4. ↑ ""Pimpin FPDIP, Peran Puan Semakin Kuat"". Diarsipkan dari asli tanggal 7 Februari 2011. Diakses tanggal 26 Februari 2011.
  5. ↑ "Berita Puan Maharani Terkini dan Terbaru Hari Ini - SINDOnews". SINDOnews.com. Diakses tanggal 2023-08-30.
  6. ↑ "Sosok Puan Maharani, Salah Satu Menteri Koordinator Kabinet Jokowi". KOMPAS.com. 26 October 2014. Diakses tanggal 7 November 2017.
  7. ↑ Purbaya, Angling Adhitya. "Tangis Bahagia Puan Maharani Terima Gelar Doktor Honoris Causa Undip". detiknews. Diakses tanggal 2021-10-01.
  8. ↑ "Puan Maharani". Merdeka. Diakses tanggal 7 November 2017.
  9. ↑ "Megawati Perkenalkan Penerusnya Puan Maharani". ANTARA. 16 Juli 2008. Diakses tanggal 7 November 2017.
  10. 1 2 3 4 "Puan Maharani, Calon Menko Pembangunan Manusia". Tempo. 22 Oktober 2014. Diakses tanggal 7 November 2017.
  11. ↑ "Puan Gantikan Tjahjo sebagai Ketua Fraksi PDIP". Tempo. 23 Januari 2012. Diakses tanggal 7 November 2017.
  12. ↑ "Tolak Kenaikan BBM, Puan: Program Balsem Tak Jelas". detik.com. 17 Juni 2013. Diakses tanggal 7 November 2017.
  13. ↑ "Puan still eyes VP position". The Jakarta Post. 17 May 2014. Diakses tanggal 7 November 2017.
  14. ↑ Ihsanuddin (17 Maret 2016). "Alfia Reziani Resmi Dilantik Jadi Anggota DPR Gantikan Puan Maharani". KOMPAS.com. Diakses tanggal 7 November 2017.
  15. ↑ "Govt announces progress in human development, cultural affairs". The Jakarta Post. 27 October 2017. Diakses tanggal 7 November 2017.
  16. ↑ "New Economics, Trade Chiefs as Jokowi Reshuffles Cabinet". American Chamber of Commerce in Indonesia. Jakarta Globe. 12 August 2015. Diakses tanggal 14 June 2019.
  17. ↑ Ihsanuddin (28 July 2016). "Menteri-menteri "Untouchable" yang Aman dari "Reshuffle"". Kompas.com. Diakses tanggal 14 June 2019.
  18. ↑ "Puan Maharani launches Mental Revolution site". Republika.co.id. 25 August 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-05-18. Diakses tanggal 18 May 2019.
  19. ↑ "Puan's Ministry Faces Difficulty in Realizing 'Mental Revolution'". Tempo.co. 16 March 2015. Diakses tanggal 18 May 2019.
  20. ↑ Batubara, Herianto (26 August 2015). "Situs Revolusi Mental Kemenko PMK Down, Berapa sih Biaya Pembuatannya?". detikcom. Diakses tanggal 18 May 2019.
  21. ↑ Kusuma, Edward Febriyatri (28 August 2015). "Situs Revolusi Mental Tumbang Sehari Setelah Diluncurkan, Ini Kata Menko Puan". detikcom. Diakses tanggal 18 May 2019.
  22. ↑ "Puan Panned Over $10m Website, Likely Copied and Signifying Nothing". Jakarta Globe. 27 August 2015. Diakses tanggal 18 May 2019.
  23. ↑ Hidayat, Reja (25 July 2018). "Situs Revolusi Mental Menteri Puan: Gede Anggaran, Minim Konten". Tirto.id. Diakses tanggal 18 May 2019.
  24. ↑ Maya, Amadea (30 May 2016). "Generation Why: An Interview with Puan Maharani". Indonesia Tatler. Diakses tanggal 18 May 2019.
  25. ↑ Kharishar, Khafi (22 Maret 2018). "Setya testifies that Puan, Pramono received e-ID graft money". The Jakarta Post. Diakses tanggal 22 Maret 2018.
  26. ↑ "Puan denies Setya's claim she received e-ID money". The Jakarta Post. 24 Maret 2018. Diakses tanggal 25 Maret 2018.
  27. ↑ Florentin, Vindry (23 Maret 2018). "Puan Maharani Dismisses Setya Novanto's Allegation". Tempo.co. Diakses tanggal 17 Mei 2019.
  28. ↑ Rahma, Andita (5 Desember 2018). "Korupsi E-KTP, Made Oka dan Irvanto Divonis 10 Tahun Penjara". Tempo.co. Diakses tanggal 18 Mei 2019.
  29. ↑ Agus, Feri (23 Maret 2018). "ICW: KPK Perlu Periksa Puan dan Pramono di Kasus e-KTP". CNN Indonesia. Diakses tanggal 17 Mei 2019.
  30. ↑ "KPK Belum Bisa Sentuh Puan Maharani, Ini Sebabnya". PT.JPG Multimedia. 26 March 2018. Diakses tanggal 18 Mei 2019.
  31. ↑ Bayhaqi, Ahda (14 Mei 2019). "Posisi Ketua DPR, PDIP Sebut Puan Paling Berpeluang tapi Tunggu Keputusan Megawati". Merdeka.com. Diakses tanggal 18 Mei 2019.
  32. ↑ Persada, Syailendra (1 October 2019). "Puan Maharani: Akhirnya Pecah Telor, Perempuan Pertama Ketua DPR". Tempo. Diakses tanggal 1 October 2019.
  33. ↑ "Puan Maharani Beri Sinyal Maju Pilpres 2024, Siapa yang Pantas Mendampingi & Bagaimana Peluangnya?". tribun-timur.com. 11 Juni 2019. Diakses tanggal 11 Juni 2019.
  34. ↑ "Perbandingan Kiprah Puan Maharani dan 4 Wakil Ketua DPR di Dapil". Kabar24. 2 Oktober 2019. Diakses tanggal 5 Oktober 2019.
  35. ↑ Ghaliya, Ghina (1 Oktober 2019). "House gets first female speaker". The Jakarta Post. Diakses tanggal 5 Oktober 2019.
  36. ↑ Evandio, Akbar (2025-08-25). "Lengkap! Ini Daftar Daftar Peraih Bintang RI Utama dari Prabowo". Bisnis.com. Diakses tanggal 2025-08-25.
  37. ↑ Media, Kompas Cyber (2020-11-11). "Terima Bintang Mahaputera, Puan Maharani: Ini Amanah untuk Mengabdi". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-08-25.
  38. ↑ Anugrah, Yogi (28 November 2022). "KSAL Yudo Sematkan Brevet Hiu Kencana ke Puan, Listyo, hingga Dudung". CNN Indonesia. Diakses tanggal 28 November 2022.

Pranala luar

  • (Indonesia) Twitter Puan Maharani
  • (Indonesia) Instagram Puan Maharani
Jabatan politik
Didahului oleh:
Bambang Soesatyo
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
2019–sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Agung Laksono
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia
2014–2019
Diteruskan oleh:
Muhadjir Effendy
  • l
  • b
  • s
Soekarno
Presiden Indonesia ke-1
Keluarga
Orang tua
Raden Soekemi Sosrodihardjo (ayah) dan Ida Ayu Nyoman Rai (ibu)
Istri
  • Oetari
  • Inggit Garnasih
  • Fatmawati Soekarno
  • Hartini
  • Kartini Manoppo
  • Maharani Wisma Susana Siregar
  • Sakiko Kanase
  • Ratna
  • Haryati
  • Yurike Sanger
  • Heldy Djafar
  • Amelia De La Rama
Generasi ke-2
  • Guntur (anak)
  • Henny (mantu)
  • Megawati (anak)
  • Surindro (mantu)
  • Kiemas (mantu)
  • Rachmawati (anak)
  • Dicky (mantu)
  • Sukmawati (anak)
  • Mangkunegara IX (mantu)
  • Guruh (anak)
  • Sabina (mantu)
  • Taufan (anak)
  • Levana (mantu)
  • Bayu (anak)
  • Totok (anak)
  • Kartika (anak)
  • Frits (mantu)
  • Ayu (anak)
Generasi ke-3
  • Puti (cucu)
  • Rizki (cucu)
  • Prananda (cucu)
  • Puan (cucu)
  • Hendra (cucu)
  • Didi (cucu)
  • Paundrakarna (cucu)
  • Kiran (cucu)
Generasi ke-4
  • Jeje (cicit)
  • Putri (cicit)
  • Praba (cicit)
  • Prabha (cicit)
  • Diah (cicit)
Almamater
  • Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung - ITB)
Kekuasaan Soekarno
  • Revolusi Nasional Indonesia
  • Peristiwa 17 Oktober
  • Pemilihan umum legislatif Indonesia 1955
  • Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia
  • Permesta
  • Dekrit Presiden Republik Indonesia 1959
  • Pesta Olahraga Asia 1962
  • Operasi Trikora
  • Mustikarasa
  • Sarinah
  • Vivere pericoloso
  • Inggris kita linggis, Amerika kita setrika
  • Ganyang Malaysia
Budaya populer
  • Aktor pemeran Soekarno
  • Soekarno (film)
Jabatan baru
Digantikan: Soeharto →
  • l
  • b
  • s
Megawati Soekarnoputri
Presiden Indonesia ke-5
Keluarga
Orang tua
Soekarno (ayah) dan Fatmawati (ibu)
Pasangan dan saudara
Taufiq Kiemas (suami kedua) • Surindro Supjarso (suami pertama) • Guntur Soekarnoputra (kakak) • Rachmawati Soekarnoputri (adik) • Nazarudin Kiemas (adik ipar) • Dicky Suprapto (adik ipar) • Sukmawati Soekarnoputri (adik) • Mangkunegara IX (adik ipar) • Guruh Soekarnoputra (adik) • Gusyenova Sabina Padmavati (adik ipar)
Generasi ke-2
Mohammad Rizki Pratama (anak) • Muhammad Prananda Prabowo (anak) • Puan Maharani (anak) • Puti Guntur Soekarno (keponakan) • Hendra Rahtomo (keponakan) • Didi Mahardhika (keponakan) • Paundrakarna (keponakan) • Giri Ramanda Kiemas (keponakan)
Generasi ke-3
Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari (cucu) • Praba Diwangkara (cucu)
Almamater
Universitas Padjadjaran • Universitas Indonesia
Masa pemerintahan
Pelantikan Megawati Soekarnoputri • Bom Bali 2002 • Pengeboman Hotel Marriott 2003 • Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional
← Didahului: Abdurrahman Wahid
Digantikan: Susilo Bambang Yudhoyono →
  • l
  • b
  • s
Kabinet Kerja (2014–2019)
Presiden: Joko Widodo | Wakil Presiden: Jusuf Kalla
  • Kementerian di bawah Menko Polhukam: Tedjo Edhy Purdijatno, Luhut Binsar Panjaitan, Wiranto
  • Mendagri: Tjahjo Kumolo
  • Menlu: Retno Marsudi
  • Menhan: Ryamizard Ryacudu
  • Menkumham: Yasonna Laoly
  • Menkominfo: Rudiantara
  • Menteri PAN-RB: Yuddy Chrisnandi, Asman Abnur, Syafruddin
  • Kementerian di bawah Menko Perekonomian: Sofyan Djalil, Darmin Nasution
  • Menkeu: Bambang Brodjonegoro, Sri Mulyani Indrawati
  • Menperin: Saleh Husin, Airlangga Hartarto
  • Mendag: Rachmad Gobel, Thomas Trikasih Lembong, Enggartiasto Lukita
  • Menaker: Hanif Dhakiri
  • Menkop UKM: Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
  • Menteri BUMN: Rini Soemarno
  • Menteri ATR/Kepala BPN: Ferry Mursyidan Baldan, Sofyan Djalil
  • Menteri LHK: Siti Nurbaya Bakar
  • Mentan: Amran Sulaiman
  • Menteri PUPR: Basuki Hadimuljono
  • Kementerian di bawah Menko Kemaritiman: Indroyono Soesilo, Rizal Ramli, Luhut Binsar Panjaitan
  • Menhub: Ignasius Jonan, Budi Karya Sumadi
  • Menlutkan: Susi Pudjiastuti
  • Menpar: Arief Yahya
  • Menteri ESDM: Sudirman Said, Arcandra Tahar, Ignasius Jonan
  • Kementerian di bawah Menko PMK: Puan Maharani
  • Menkes: Nila Moeloek
  • Mensos: Khofifah Indar Parawansa, Idrus Marham, Agus Gumiwang Kartasasmita
  • Menag: Lukman Hakim Saifuddin
  • Menteri PPPA: Yohana Yembise
  • Mendes PDTT: Marwan Ja'far, Eko Putro Sandjojo
  • Menpora: Imam Nahrawi
  • Mendikbud: Anies Baswedan, Muhadjir Effendy
  • Menristekdikti: Mohamad Nasir
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang dibawahi langsung oleh Presiden:
  • Mensesneg: Pratikno
  • Menteri PPN/Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago, Sofyan Djalil, Bambang Brodjonegoro
  • Jakgung: Andhi Nirwanto (plt.), Muhammad Prasetyo
  • Kepala BIN: Marciano Norman, Sutiyoso, Budi Gunawan
  • Panglima TNI: Moeldoko, Gatot Nurmantyo, Hadi Tjahjanto
  • Kapolri: Sutarman, Badrodin Haiti, Tito Karnavian
  • Kepala Staf Kepresidenan: Luhut Binsar Panjaitan, Teten Masduki, Moeldoko
Sekretaris Kabinet: Andi Widjajanto, Pramono Anung
  • l
  • b
  • s
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, 2024–2029
Pimpinan Fraksi MPR
  • Ahmad Basarah (Ketua)
  • Andreas Hugo Pareira (Sekretaris)
  • Sadarestuwati (Bendahara)
Lambang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Pimpinan Fraksi DPR
  • Utut Adianto (Ketua)
  • Dolfie Othniel Frederic Palit (Sekretaris)
  • Mochamad Herviano Widyatama (Bendahara)
Anggota
  • Abidin Fikri
  • Adian Y. Y. Napitupulu
  • Adisatrya Suryo Sulisto
  • Agus Ambo Djiwa
  • Ahmad Safei
  • Alex Indra Lukman
  • Andreas Eddy Susetyo
  • Ansari
  • Aria Bima
  • Arif Riyanto Uopdana
  • Arif Wibowo
  • Bambang Wuryanto (Wakil Ketua MPR)
  • Bane Raja Manalu
  • Banyu Biru Djarot
  • Bob Andika Mamana Sitepu
  • Bonnie Triyana
  • Budi Sulistyono alias Kanang
  • Charles Honoris
  • Cornelis
  • Darmadi Durianto
  • Deddy Yevri Hanteru Sitorus
  • Dede Indra Permana Soediro
  • Denny Cagur
  • Dewi Juliani
  • Diah Pikatan O. Putri Haprani
  • Didik Haryadi
  • Dony Maryadi Oekon
  • Edi Purwanto
  • Edoardus Kaize
  • Edy Wuryanto
  • Eko Kurnia Ningsih
  • Evita Nursanty
  • G. M. Totok Hedi Santosa
  • Gilang Dhielafararez
  • M. Giri Ramanda N. Kiemas
  • Harris Turino
  • Haryanto
  • I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan
  • I Ketut Kariyasa Adnyana
  • I Ketut Suwendra
  • I Nyoman Adi Wiryatama
  • I Nyoman Parta
  • I Wayan Sudirta
  • Ida Nurlaela Wiradinata
  • Ina Ammania
  • Indah Kurnia
  • Irine Yusiana Roba Putri
  • Jamaluddin Idham
  • Junico B. P. Siahaan
  • Kaisar Kiasa Kasih Said Putra
  • Kamarudin Watubun
  • Lasarus
  • Maria Lestari
  • Maria Yohana Esti Wijayati
  • Marinus Gea
  • Matindas Janusanti Rumambi
  • Mercy Chriesty Barends
  • Mufti Aimah Nurul Anam
  • Muhamad Abdul Aziz Sefudin
  • Mukhlis Basri
  • Musthofa
  • Nasyirul Falah Amru
  • Nila Yani Hardiyanti
  • Novita Hardini
  • Obet Rumbruren
  • Once Mekel
  • Paolus Hadi
  • Puan Maharani (Ketua DPR)
  • Pulung Agustanto
  • Puti Guntur Soekarno
  • Putra Nababan
  • Rachmat Hidayat
  • Rapidin Simbolon
  • Ridwan Andi Wittiri
  • Rieke Diah Pitaloka
  • Rio A. J. Dondokambey
  • Rokhmin Dahuri
  • Romy Soekarno
  • Rudianto Tjen
  • Ruth Naomi Rumkabu
  • Safaruddin
  • Said Abdullah
  • Samuel J. D. Wattimena
  • Sarifah Ainun Jariyah
  • Selly Andriany Gantina
  • Shanty Alda Nathalia
  • Shintya Sandra Kusuma
  • Sigit Karyawan Yunianto
  • Sihar P. H. Sitorus
  • Siti Aisyah
  • Sofwan Dedy Ardyanto
  • Sofyan Tan
  • Sonny Tri Danaparamita
  • Stevano Rizki Adranacus
  • Sturman Panjaitan
  • Sudin
  • Sukur H. Nababan
  • Tubagus Hasanuddin
  • Vita Ervina
  • Wibowo Prasetyo
  • Yasonna H. Laoly
  • Yasti Soepredjo Mokoagow
  • Yulian Gunhar
  • Yulius Setiarto
Lihat pula: Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
  • l
  • b
  • s
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Jawa Tengah, 2024–2029
Jawa Tengah I
  • Fauqi Hapidekso (PKB, menggantikan Alamuddin Dimyati Rois)
  • Jamal Mirdad (Gerindra, menggantikan Sugiono)
  • Mochamad Herviano Widyatama (PDI-P)
  • Samuel J. D. Wattimena (PDI-P)
  • Firnando Hadityo Ganinduto (Golkar)
  • Fadholi (NasDem)
  • Muhammad Haris (PKS)
  • Raja Faisal Manganju Sitorus (Demokrat)
Lambang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Jawa Tengah II
  • Hindun Anisah (PKB)
  • Abdul Wachid (Gerindra)
  • Musthofa (PDI-P)
  • Gilang Dhielafararez (PDI-P)
  • Andhika Satya Wasistho (Golkar, menggantikan Nusron Wahid)
  • Jamaludin Malik (Golkar)
  • Lestari Moerdijat (NasDem)
Jawa Tengah III
  • Marwan Jafar (PKB)
  • Eva Monalisa (PKB)
  • Danang Wicaksana Sulistya (Gerindra)
  • Haryanto (PDI-P)
  • Evita Nursanty (PDI-P)
  • Edy Wuryanto (PDI-P)
  • Firman Soebagyo (Golkar)
  • Sri Wulan (NasDem)
  • Harmusa Oktaviani (Demokrat)
Jawa Tengah IV
  • Sriyanto Saputro (Gerindra)
  • Bambang Wuryanto (PDI-P)
  • Dolfie O. F. P. (PDI-P)
  • Diah Pikatan O. Putri Haprani (PDI-P)
  • Juliyatmono (Golkar)
  • Hamid Noor Yasin (PKS)
  • Rinto Subekti (Demokrat)
Jawa Tengah V
  • Mohamad Toha (PKB)
  • Adik Sasongko (Gerindra)
  • Puan Maharani (PDI-P)
  • Aria Bima (PDI-P)
  • Didik Haryadi (PDI-P)
  • Singgih Januratmoko (Golkar)
  • Abdul Kharis Almasyhari (PKS)
  • Muhammad Hatta (PAN)
Jawa Tengah VI
  • Abdullah (PKB)
  • Azis Subekti (Gerindra, menggantikan Prasetyo Hadi)
  • Wibowo Prasetyo (PDI-P)
  • Vita Ervina (PDI-P)
  • Sofwan Dedy Ardyanto (PDI-P)
  • Panggah Susanto (Golkar)
  • Nafa Urbach (NasDem)
  • Bramantyo Suwondo (Demokrat)
Jawa Tengah VII
  • Taufiq R. Abdullah (PKB)
  • Darori Wonodipuro (Gerindra)
  • Utut Adianto (PDI-P)
  • Bambang Soesatyo (Golkar)
  • Amelia Anggraini (NasDem)
  • Rofik Hananto (PKS)
  • Aqib Ardiansyah (PAN)
Jawa Tengah VIII
  • Siti Mukaromah (PKB)
  • Novita Wijayanti (Gerindra)
  • Kaisar Kiasa Kasih Said Putra (PDI-P)
  • Adisatrya Suryo Sulisto (PDI-P)
  • Teti Rohatiningsih (Golkar)
  • Sugeng Suparwoto (NasDem)
  • Yanuar Arif Wibowo (PKS)
  • Wastam (Demokrat)
Jawa Tengah IX
  • Eka Widodo (PKB)
  • Mohamad Hekal (Gerindra)
  • Shanty Alda Nathalia (PDI-P)
  • Harris Turino (PDI-P)
  • Shintya Sandra Kusuma (PDI-P)
  • Agung Widiyantoro (Golkar)
  • Abdul Fikri Faqih (PKS)
  • Wahyudin Noor Aly (PAN)
Jawa Tengah X
  • M. Hanif Dhakiri (PKB)
  • Ramson Siagian (Gerindra)
  • Dede Indra Permana Soediro (PDI-P)
  • Ashraff Abu (Golkar)
  • Doni Akbar (Golkar)
  • Yoyok Riyo Sudibyo (NasDem)
  • Rizal Bawazier (PKS)
Lihat pula: Daftar anggota DPR RI 2024–2029
  • l
  • b
  • s
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Jawa Tengah, 2019–2024
Jawa Tengah I
  • Alamuddin Dimyati Rois (PKB)
  • Sugiono (Gerindra)
  • Tuti Nusandari Roosdiono (PDI-P, menggantikan Juliari Batubara)
  • Mochamad Herviano (PDI-P)
  • Mujib Rohmat (Golkar)
  • Fadholi (NasDem)
  • Wisnu Wijaya Adi Putra (PKS, menggantikan Bukhori)
  • A. S. Sukawijaya (Demokrat)
Lambang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Jawa Tengah II
  • Fathan Subchi (PKB)
  • Abdul Wachid (Gerindra)
  • Gilang Dhielafararez (PDI-P)
  • Musthofa (PDI-P)
  • Nusron Wahid (Golkar)
  • Lestari Moerdijat (NasDem)
  • Rojih Ubab Maimoen (PPP)
Jawa Tengah III
  • Marwan Jafar (PKB)
  • Sudewo (Gerindra)
  • Evita Nursanty (PDI-P)
  • Edy Wuryanto (PDI-P)
  • Riyanta (PDI-P, menggantikan Imam Suroso)
  • Firman Soebagyo (Golkar)
  • Sri Wulan (NasDem)
  • Muhamad Arwani Thomafi (PPP)
  • Harmusa Oktaviani (Demokrat)
Jawa Tengah IV
  • Luluk Nur Hamidah (PKB)
  • Bambang Wuryanto (PDI-P)
  • Agustina Wilujeng Pramestuti (PDI-P)
  • Paryono (PDI-P)
  • Dolfie Othniel Frederic Palit (PDI-P)
  • Endang Maria Astuti (Golkar)
  • Hamid Noor Yasin (PKS)
Jawa Tengah V
  • Muhammad Toha (PKB)
  • Puan Maharani (PDI-P)
  • Aria Bima (PDI-P)
  • Rahmad Handoyo (PDI-P)
  • Muchamad Nabil Haroen (PDI-P)
  • Singgih Januratmoko (Golkar)
  • Eva Yuliana (NasDem)
  • Abdul Kharis Almasyhari (PKS)
Jawa Tengah VI
  • Luqman Hakim (PKB)
  • Abdul Kadir Karding (PKB)
  • Prasetyo Hadi (Gerindra, menggantikan Harry Poernomo)
  • Sudjadi (PDI-P)
  • Vita Ervina (PDI-P)
  • Panggah Susanto (Golkar)
  • Muslich Zainal Abidin (PPP)
  • Bramantyo Suwondo (Demokrat)
Jawa Tengah VII
  • Taufiq R. Abdullah (PKB)
  • Darori Wonodipuro (Gerindra)
  • Utut Adianto (PDI-P)
  • Heru Sudjatmoko (PDI-P)
  • Bambang Soesatyo (Golkar)
  • Rofik Hananto (PKS)
  • Lasmi Indaryani (Demokrat)
Jawa Tengah VIII
  • Siti Mukaromah (PKB)
  • Novita Wijayanti (Gerindra)
  • Adisatrya Suryo Sulisto (PDI-P)
  • Sunarna (PDI-P)
  • Teti Rohatiningsih (Golkar)
  • Dito Ganinduto (Golkar)
  • Sugeng Suparwoto (NasDem)
  • Wastam (Demokrat)
Jawa Tengah IX
  • Andi Najmi Fuaidi (PKB), menggantikan Bachrudin Nasori
  • Nur Nadlifah (PKB)
  • Mohamad Hekal (Gerindra)
  • Paramitha Widya Kusuma (PDI-P)
  • Harris Turino (PDI-P, mengggantikan Muhammad Prakosa)
  • Dewi Aryani Hilman (PDI-P)
  • Agung Widiyantoro (Golkar)
  • Abdul Fikri Faqih (PKS)
Jawa Tengah X
  • Muhammad Fauzan Nurhuda Yusro (PKB, menggantikan Yaqut Cholil Qoumas)
  • Bisri Romly (PKB)
  • Ramson Siagian (Gerindra)
  • Hendrawan Supratikno (PDI-P)
  • Dede Indra Permana Soediro (PDI-P)
  • Doni Akbar (Golkar)
  • Munawaroh (PPP, menggantikan Arsul Sani)
Lihat pula: Daftar anggota DPR RI 2019–2024


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal dan pendidikan
  2. Kehidupan awal
  3. Pendidikan
  4. Karier politik
  5. Kepresidenan Megawati
  6. Dewan Perwakilan Rakyat
  7. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
  8. Penghargaan
  9. Rujukan
  10. Pranala luar

Artikel Terkait

Ansar Ahmad (politikus Indonesia)

gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia

Sugiono (politikus)

Menteri Luar Negeri RI ke-19

Fathi

politikus Indonesia (lahir 1982)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026