Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Taufiq Kiemas

Muhammad Taufiq Kiemas adalah politikus yang menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dari 1 Oktober 2009 hingga kematiannya pada 8 Juni 2013. Sebagai suami dari Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, ia menjadi Bapak Negara Indonesia dari tahun 2001 sampai 2004.

politikus Indonesia (1942–2013)
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Taufiq Kiemas
Taufiq Kiemas
Potret resmi, ca 1999
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ke-13
Masa jabatan
1 Oktober 2009 – 8 Juni 2013
WakilHajriyanto Y. Thohari
Lukman Hakim Saifuddin
Melani Leimena Suharli
Ahmad Farhan Hamid
Sebelum
Pendahulu
Hidayat Nur Wahid
Pengganti
Sidarto Danusubroto
Sebelum
Bapak Negara Indonesia
Masa jabatan
23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004
PresidenMegawati Soekarnoputri
Sebelum
Pendahulu
Sinta Nuriyah (sebagai Ibu Negara)
Pengganti
Kristiani Herrawati (sebagai Ibu Negara)
Suami Wakil Presiden Indonesia
Masa jabatan
20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001
Wakil PresidenMegawati Soekarnoputri
Sebelum
Pendahulu
Hasri Ainun Habibie (sebagai istri wakil presiden)
Pengganti
Asmaniah Haz (sebagai istri wakil presiden)
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia
Masa jabatan
1 Oktober 1999 – 8 Juni 2013
Daerah pemilihanSumatera Selatan
(1999—2004)
Jawa Barat II
(2004—13)
Masa jabatan
1 Oktober 1987 – 30 September 1997
Daerah pemilihanSumatera Selatan
Informasi pribadi
Lahir
Muhammad Taufiq Kiemas

(1942-12-31)31 Desember 1942
Jakarta, Hindia Belanda yang diduduki Jepang
Meninggal8 Juni 2013(2013-06-08) (umur 70)
Bukit Merah, Singapura
MakamTaman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata
Partai politik  PDI-P
Afiliasi politik
lainnya
  PDI (hingga 1999)
Suami/istri
Megawati Soekarnoputri
​
​
(m. 1973; cerai mati 2013)​
AnakPuan Maharani
Kerabat
  • Nazarudin Kiemas (adik)
  • Soekarno (ayah mertua)
  • Fatmawati (ibu mertua)
  • Giri Ramanda Kiemas (keponakan)
AlmamaterUniversitas Sriwijaya
Pekerjaan
  • Politikus
  • legislator
Penghargaan sipilBintang Republik Indonesia Adipradana
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Muhammad Taufiq Kiemas (31 Desember 1942 – 8 Juni 2013) adalah politikus yang menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dari 1 Oktober 2009 hingga kematiannya pada 8 Juni 2013. Sebagai suami dari Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, ia menjadi Bapak Negara Indonesia dari tahun 2001 sampai 2004.

Riwayat Hidup

Kehidupan awal

Taufiq dilahirkan di Gang Abu, kawasan Harmoni, Jakarta Pusat pada 31 Desember 1942.[1] Ia merupakan putra sulung dari pasangan Tjik Agus Kiemas dan Hamzathoen Roesyda.[1] Ayahnya berasal dari Sumatera Selatan, sedangkan ibunya berasal dari Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat dan Taufiq digelari oleh kaum ibunya dengan gelar Datuk Basa Batuah.[2][3]

Saat masa pendudukan Jepang, ayahnya aktif dalam Persatuan Warung Kebangsaan Indonesia yang berada di bawah Partai Masyumi, sedangkan ibunya pernah belajar pendidikan kebidanan dan akhirnya menjadi ibu rumah tangga. Saat pemindahan ibu kota Indonesia ke Yogyakarta, Tjik Agus yang telah menjadi perwira Tentara Nasional Indonesia lulusan pendidikan perwira Pembela Tanah Air Bogor membawa keluarganya pindah ke Yogyakarta. Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia dan pengembalian ibu kota ke Jakarta, keluarga mereka kembali ke Jakarta. Kemudian Tjik Agus diangkat menjadi pegawai Jawatan Perdagangan di Makassar. Walau ia merupakan pendukung militan Masyumi, ia menyekolahkan Taufiq di SMP Katolik Mardiyuana Sukabumi. Setelah Taufiq tamat SMP, ia bergabung dengan keluarganya yang telah menetap di Palembang. Sejak di Palembang ia menjadi pengagum Soekarno dari pidato-pidatonya di radio dan buku-bukunya. Kekagumannya ini mendorongnya saat menjadi mahasiswa fakultas hukum untuk bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Sriwijaya.[4] Keputusan ini ditentang ayahnya yang ingin anaknya bergabung dengan organisasi mahasiswa Islam. Melalui GMNI Taufiq berinteraksi dengan banyak tokoh-tokoh lokal dan nasional termausk Guntur Soekarnoputra.[1]

Pasca gerakan 30 September 1965, seperti kebanyakan pendukung Soekarno, Taufiq dijebloskan ke dalam penjara oleh pemerintahan Orde Baru. Ia dipenjara di Markas Corps Polisi Milter Palembang dan Rumah Tahanan Militer Budi Utomo Jakarta. Setelah bebas, Taufiq diperkenalkan oleh Guntur Soekarnoputra dengan Megawati Soekarnoputri, adik Guntur yang saat itu telah menjanda karena suaminya meninggal dunia. Taufiq dan Megawati menikah pada Maret 1973.[1]

Karier Politik

Taufiq Kiemas memulai karier politiknya ketika di bangku mahasiswa dengan bergabung sebagai anggota GMNI. Kemudian ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia dan terpilih sebagai anggota DPR/MPR-RI pada tahun 1992. Selama masa Orde Baru, karier politiknya banyak dikebiri oleh pihak penguasa. Kariernya mulai cemerlang setelah rezim Soeharto di tumbangkan oleh mahasiswa dan masyarakat pada tahun 1998. Pada pemilu 1999, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) keluar sebagai pemenang. Kemenangan ini mengantarkan istrinya, Megawati Soekarnoputri menjadi Wakil Presiden RI dan kemudian tepat tanggal 23 Juli 2001 menjadi Presiden Indonesia kelima menggantikan K.H. Abdurrahman Wahid setelah mandat K. H. Abdurraman Wahid di cabut oleh MPR. Semasa Mega menjabat sebagai Presiden Indonesia kelima, Taufiq menjadi tokoh pertama yang menyandang gelar Bapak Negara (berbeda dengan gelar bapak negara yang identik dengan Bapak Pembangunan Negara atau Bapak Pendiri Negara), mengingat Mega merupakan presiden wanita pertama yang memimpin Indonesia.[5]

Kini sebagai salah satu tokoh penting di partai, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu). Ia kembali terpilih menjadi Daftar anggota Dewan Perwakilan Rakyat 2009-2014 dari PDI-Perjuangan untuk Pemilu Legislatif 2009.[5]

Sebagai politikus terkemuka, banyak penulis yang mengulas karier politik Taufiq Kiemas, di antaranya ialah karya Derek Manangka yang berjudul Jurus Dan Manuver Politik Taufiq Kiemas: Memang Lidah Tak Bertulang yang terbit pada tahun 2009.

Kesehatan dan wafat

Taufiq Kiemas menderita gangguan jantung dan ginjal. Ia pernah menjalani operasi pemasangan alat pacu jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta pada Oktober 2005 dan dirawat selama dua minggu lebih.[6] Pada 17 Desember 2011, ia menjalani operasi pergantian baterai alat pemacu jantung di Rumah Sakit Harapan Kita.[7]

Setelah menjalani perawatan di Singapore General Hospital, Singapura, pada hari Sabtu, 8 Juni 2013 pukul 19.05 waktu setempat, Taufiq Kiemas meninggal dunia di Singapore General Hospital akibat sakit jantung.[8][9] Jenazahnya disalatkan di hanggar Landasan Udara Halim Perdanakusuma[10] sebelum dimakamkan secara militer pada 9 Juni 2013 di Blok M 114, Taman Makam Pahlawan Kalibata di samping makam kedua orang tuanya.[11]

Penghargaan

  • 11 Agustus 2011 - Bintang Republik Indonesia Adipradana.[12]
  • 10 Maret 2013 - Doktor honoris causa dalam bidang Kebangsaan dan Bernegara oleh Universitas Trisakti Jakarta.[13]

Dalam budaya populer

  • Dalam film Taufiq, Lelaki yang Menantang Badai (2019), Taufiq Kiemas diperankan oleh Achmad Megantara.

Galeri

  • Taufiq Kiemas saat menjabat sebagai anggota DPR RI
    Taufiq Kiemas saat menjabat sebagai anggota DPR RI
  • Taufiq Kiemas bersama keluarga
    Taufiq Kiemas bersama keluarga
  • Taufiq Kiemas saat mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Filipina.
    Taufiq Kiemas saat mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Filipina.
  • Taufiq Kiemas saat menjabat sebagai Ketua MPR RI
    Taufiq Kiemas saat menjabat sebagai Ketua MPR RI
  • Makam Taufiq Kiemas di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta.
    Makam Taufiq Kiemas di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta.

Lihat pula

  • Tanpa Rakyat Pemimpin tak Berarti Apa-apa: Jejak Langkah 60 tahun Taufiq Kiemas, Panda Nababan, Pustaka Sinar Harapan, 2002
  • Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam: 70 Tahun Taufiq Kiemas, Trimedya Panjaitan dan Imran Hasibuan, Q-Communication, 2012

Referensi

  1. 1 2 3 4 "MENGENANG TAUFIQ KIEMAS (1942-2013): Lelaki Yang Menentang Badai". Diakses tanggal 6 Mei 2025.
  2. ↑ Datuk P. P. Simulie, Mesin Ketik Tua, 2005
  3. ↑ "Taufik Kiemas Menerima Gelar Datuk Basa Batuah" Liputan6.com, 22 Desember 2003. Diakses 18 Juli 2015.
  4. ↑ Irawan, Dhani. (8 Juni 2013). "Jejak Kesetiaan Politik Taufiq Kiemas". Detik.com. Diakses 9 Juni 2013.
  5. 1 2 RI, Sekretariat Jenderal MPR. "MENGENANG TAUFIQ KIEMAS (1942-2013): Lelaki Yang Menentang Badai". mpr.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-11-14.
  6. ↑ "Taufiq Kiemas Rentan dengan Alat Pacu Jantungnya". Diakses tanggal 6 Mei 2025.
  7. ↑ "detikNews - Berita hari ini di Indonesia dan Internasional". detiknews. Diakses tanggal 6 Mei 2025.
  8. ↑ "Taufiq Kiemas Wafat Setelah Dirawat di Singapura". Diakses tanggal 6 Mei 2025.
  9. ↑ "Trimedya Benarkan Taufiq Kiemas Meninggal". Diakses tanggal 6 Mei 2025.
  10. ↑ "Jenazah Taufiq Kiemas Disalatkan di Halim, diakses dari situs TribunNews tanggal 10 Juni 2013". Diakses tanggal 6 Mei 2025.
  11. ↑ Taufiqqurahman, Muhammad. (9 Juni 2013). Taufiq Kiemas Dimakamkan di Samping Makam Kedua Orang Tuanya. Detik.com. Diakses 9 Juni 2013.
  12. ↑ [pranala nonaktif permanen]
  13. ↑ "Tepat, Taufiq Kiemas Dapat Honoris Causa". Diakses tanggal 6 Mei 2025.

Pranala luar

  • (Indonesia) [

Mengenang Taufiq Kiemas Negarawan Paripurna].

Jabatan politik
Didahului oleh:
Hidayat Nur Wahid
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
2009–2013
Diteruskan oleh:
Sidarto Danusubroto
Gelar kehormatan
Didahului oleh:
Shinta Nuriyah Wahid
Bapak Negara Indonesia
2001–2004
Diteruskan oleh:
Ani Yudhoyono
Jabatan lowong
Terakhir dijabat oleh
Hasri Ainun Besari
Suami Wakil Presiden Indonesia
1999–2001
Diteruskan oleh:
Asmainah
  • l
  • b
  • s
Daftar pasangan Presiden Indonesia

Fatmawati
Fatmawati
1945–1967

Tien
Siti Hartinah
1967–1996

Ainun
Hasri Ainun Besari
1998–1999

Sinta
Sinta Nuriyah
1999–2001

Taufiq
Taufiq Kiemas
2001–2004

Kristiani
Kristiani Herrawati
2004–2014

Iriana
Iriana
2014–2024

  • l
  • b
  • s
Pasangan Wakil Presiden Indonesia
  • 1 Siti Rahmiati
  • 2 KRA Pintakapurnama
  • 3 Nelly Malik
  • 4 Karlinah Wirahadikusumah
  • 5 Ratu Emma Norma
  • 6 Tuti Sutiawati
  • 7 Hasri Ainun Habibie
  • 8 Taufiq Kiemas
  • 9 Asmainah
  • 10 & 12 Mufidah Kalla
  • 11 Herawati Boediono
  • 13 Wury Estu Handayani
  • 14 Selvi Ananda
  • l
  • b
  • s
Megawati Soekarnoputri
Presiden Indonesia ke-5
Keluarga
Orang tua
Soekarno (ayah) dan Fatmawati (ibu)
Pasangan dan saudara
Taufiq Kiemas (suami kedua) • Surindro Supjarso (suami pertama) • Guntur Soekarnoputra (kakak) • Rachmawati Soekarnoputri (adik) • Nazarudin Kiemas (adik ipar) • Dicky Suprapto (adik ipar) • Sukmawati Soekarnoputri (adik) • Mangkunegara IX (adik ipar) • Guruh Soekarnoputra (adik) • Gusyenova Sabina Padmavati (adik ipar)
Generasi ke-2
Mohammad Rizki Pratama (anak) • Muhammad Prananda Prabowo (anak) • Puan Maharani (anak) • Puti Guntur Soekarno (keponakan) • Hendra Rahtomo (keponakan) • Didi Mahardhika (keponakan) • Paundrakarna (keponakan) • Giri Ramanda Kiemas (keponakan)
Generasi ke-3
Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari (cucu) • Praba Diwangkara (cucu)
Almamater
Universitas Padjadjaran • Universitas Indonesia
Masa pemerintahan
Pelantikan Megawati Soekarnoputri • Bom Bali 2002 • Pengeboman Hotel Marriott 2003 • Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional
← Didahului: Abdurrahman Wahid
Digantikan: Susilo Bambang Yudhoyono →
  • l
  • b
  • s
Soekarno
Presiden Indonesia ke-1
Keluarga
Orang tua
Raden Soekemi Sosrodihardjo (ayah) dan Ida Ayu Nyoman Rai (ibu)
Istri
  • Oetari
  • Inggit Garnasih
  • Fatmawati Soekarno
  • Hartini
  • Kartini Manoppo
  • Maharani Wisma Susana Siregar
  • Sakiko Kanase
  • Ratna
  • Haryati
  • Yurike Sanger
  • Heldy Djafar
  • Amelia De La Rama
Generasi ke-2
  • Guntur (anak)
  • Henny (mantu)
  • Megawati (anak)
  • Surindro (mantu)
  • Kiemas (mantu)
  • Rachmawati (anak)
  • Dicky (mantu)
  • Sukmawati (anak)
  • Mangkunegara IX (mantu)
  • Guruh (anak)
  • Sabina (mantu)
  • Taufan (anak)
  • Levana (mantu)
  • Bayu (anak)
  • Totok (anak)
  • Kartika (anak)
  • Frits (mantu)
  • Ayu (anak)
Generasi ke-3
  • Puti (cucu)
  • Rizki (cucu)
  • Prananda (cucu)
  • Puan (cucu)
  • Hendra (cucu)
  • Didi (cucu)
  • Paundrakarna (cucu)
  • Kiran (cucu)
Generasi ke-4
  • Jeje (cicit)
  • Putri (cicit)
  • Praba (cicit)
  • Prabha (cicit)
  • Diah (cicit)
Almamater
  • Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung - ITB)
Kekuasaan Soekarno
  • Revolusi Nasional Indonesia
  • Peristiwa 17 Oktober
  • Pemilihan umum legislatif Indonesia 1955
  • Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia
  • Permesta
  • Dekrit Presiden Republik Indonesia 1959
  • Pesta Olahraga Asia 1962
  • Operasi Trikora
  • Mustikarasa
  • Sarinah
  • Vivere pericoloso
  • Inggris kita linggis, Amerika kita setrika
  • Ganyang Malaysia
Budaya populer
  • Aktor pemeran Soekarno
  • Soekarno (film)
Jabatan baru
Digantikan: Soeharto →
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat Hidup
  2. Kehidupan awal
  3. Karier Politik
  4. Kesehatan dan wafat
  5. Penghargaan
  6. Dalam budaya populer
  7. Galeri
  8. Lihat pula
  9. Referensi
  10. Pranala luar

Artikel Terkait

Muhammad Sani

gubernur Kepulauan Riau

Harun Al Rasyid

Rasyid atau yang akrab disapa Rasyid (lahir 27 Desember 1942) adalah birokrat dan politikus berkebangsaan Indonesai asal Nusa Tenggara Barat. Ia pernah

Marlis Rahman

politisi dan akademisi Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026