Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Maharani Wisma Susana Siregar

Maharani Wisma Susana Siregar adalah istri kelima Sukarno, Presiden Indonesia pertama, dari 1958 sampai 1962.

Wikipedia article
Diperbarui 25 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Maharani Wisma Susana Siregar
Lahir5 Juni 1925 (umur 100)
Liverpool, Inggris
KewarganegaraanBelanda
Indonesia
Pekerjaan
  • Aktivis kemerdekaan
Suami/istri
    Firdaus Harahap
    ​
    (bercerai)​
    • ​
    ​
    (m. 1963)​
      Sukarno
      ​
      ​
      (m. 1958; bercerai 1962)​
      Anak5

      Maharani Wisma Susana Siregar (lahir 5 Juni 1925) adalah istri kelima Sukarno, Presiden Indonesia pertama, dari 1958 sampai 1962.

      Kehidupan awal

      Siregar lahir pada 5 Juni 1925 di Liverpool, Inggris, putri dari pasangan Nuriah Sabiah Nasution dan Hasan Basari Siregar, seorang pegawai negeri.[1] Ia pandai balet dan bernyanyi, dan belajar di Uni Soviet.[1]

      Kehidupan pribadi

      Siregar diperkenalkan kepada Presiden Sukarno, seorang teman ayahnya pada masa kecil.[1] Orangtuanya menolak usulan pernikahannya karena mereka tak ingin ia berada dalam pernikaahn poligami.[1] Siregar kemudian menikahi Firdaus Harahap, seorang kepala polisi Nusa Tenggara Timur, dan mereka memiliki tiga putri: Roswita, Linda, dan Mona.[1] Sukarno kemudian memindahkan keluarganya ke Jakarta dan mengirim Hoegeng Iman Santoso, Sutan Sjahrir, dan Hamengkubuwono IX agar membujuk Harahap untuk menceraikan Siregar.[1] Sukarno berusia 23 tahun lebih tua darinya, dan kemudian mendapatkan seorang putri darinya, Siti Aisyah Margaret Rose, yang menjadi seorang bankir.[1] Mereka menjalani waktu mereka dengan berjalan santai di Istana Bogor dan menyantap telur mata sapi yang dimasak olehnya.[2] Kala Sukarno menikahi Naoko Nemoto pada 1962, Siregar menceraikannya.[1] Ia kemudian menikah lagi dengan Harahap dan melahirkan putri lainnya, Meli.[1]

      Gerakan kemerdekaan Indonesia

      Dalam menentang kolonialisme Belanda, ia merobek bendera Belanda dan menggantinya dengan bendera Indonesia, yang membuatnya meraih sebuah penghargaan.[1] Setelah itu, kehidupannya jarang dibahas.[1]

      Dalam wawancara pada 2010, Siregar menyatakan bahwa ia merasa sedih melihat kondisi miskin rakyat Indonesia, yang memotivasikannya untuk mengadopsi kehidupan sederhana.[2] Ia menyerahkan warisan Sukarno kepada anak-anaknya sendiri dan anak-anak yatim piatu, dan berharap untuk dikebumikan di sampingnya kala ia meninggal.[2]

      Referensi

      1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Liputan6.com (2014-08-05). "Siti Aisyah Soekarno Putri: Saya Putri Bung Karno, Tapi Takut..." liputan6.com. Diakses tanggal 2023-12-09. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
      2. 1 2 3 Okezone (2010-09-06). ""Bung Karno Suka Makan Telor Mata Sapi" : Okezone Nasional". nasional.okezone.com/. Diakses tanggal 2023-12-09.
      • l
      • b
      • s
      Soekarno
      Presiden Indonesia ke-1
      Keluarga
      Orang tua
      Raden Soekemi Sosrodihardjo (ayah) dan Ida Ayu Nyoman Rai (ibu)
      Istri
      • Oetari
      • Inggit Garnasih
      • Fatmawati Soekarno
      • Hartini
      • Kartini Manoppo
      • Maharani Wisma Susana Siregar
      • Sakiko Kanase
      • Ratna
      • Haryati
      • Yurike Sanger
      • Heldy Djafar
      • Amelia De La Rama
      Generasi ke-2
      • Guntur (anak)
      • Henny (mantu)
      • Megawati (anak)
      • Surindro (mantu)
      • Kiemas (mantu)
      • Rachmawati (anak)
      • Dicky (mantu)
      • Sukmawati (anak)
      • Mangkunegara IX (mantu)
      • Guruh (anak)
      • Sabina (mantu)
      • Taufan (anak)
      • Levana (mantu)
      • Bayu (anak)
      • Totok (anak)
      • Kartika (anak)
      • Frits (mantu)
      • Ayu (anak)
      Generasi ke-3
      • Puti (cucu)
      • Rizki (cucu)
      • Prananda (cucu)
      • Puan (cucu)
      • Hendra (cucu)
      • Didi (cucu)
      • Paundrakarna (cucu)
      • Kiran (cucu)
      Generasi ke-4
      • Jeje (cicit)
      • Putri (cicit)
      • Praba (cicit)
      • Prabha (cicit)
      • Diah (cicit)
      Almamater
      • Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung - ITB)
      Kekuasaan Soekarno
      • Revolusi Nasional Indonesia
      • Peristiwa 17 Oktober
      • Pemilihan umum legislatif Indonesia 1955
      • Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia
      • Permesta
      • Dekrit Presiden Republik Indonesia 1959
      • Pesta Olahraga Asia 1962
      • Operasi Trikora
      • Mustikarasa
      • Sarinah
      • Vivere pericoloso
      • Inggris kita linggis, Amerika kita setrika
      • Ganyang Malaysia
      Budaya populer
      • Aktor pemeran Soekarno
      • Soekarno (film)
      Jabatan baru
      Digantikan: Soeharto →

      Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

      • l
      • b
      • s

      Bagikan artikel ini

      Share:

      Daftar Isi

      1. Kehidupan awal
      2. Kehidupan pribadi
      3. Gerakan kemerdekaan Indonesia
      4. Referensi

      Artikel Terkait

      Technische Hoogeschool te Bandoeng

      universitas di Indonesia

      Jakarta Aktual
      Jakarta Aktual© 2026