Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiFeisal Tanjung
Artikel Wikipedia

Feisal Tanjung

Jenderal TNI (Purn.) Feisal Edno Tanjung, adalah seorang tokoh militer Indonesia. Feisal adalah alumni dari Akademi Militer Nasional Angkatan 1961. Seorang perwira yang memiliki pengalaman di bidang tempur, teritorial dan pendidikan. Awal kariernya banyak dihabiskan di pasukan khusus; Grup Sandhi Yudha RPKAD dan kemudian di Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad.

tokoh militer Indonesia
Diperbarui 15 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Feisal Tanjung
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Ini adalah nama Batak Toba, marganya adalah Tanjung.
Feisal Tanjung
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia ke-5
Masa jabatan
16 Maret 1998 – 20 Oktober 1999
PresidenSoeharto
Bacharuddin Jusuf Habibie
Sebelum
Pendahulu
Soesilo Soedarman
Pengganti
Wiranto
Sebelum
Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ke-11
Masa jabatan
21 Mei 1993 – 12 Februari 1998
PresidenSoeharto
Sebelum
Pendahulu
Edi Sudradjat
Pengganti
Wiranto
Sebelum
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ke-6
Masa jabatan
26 Juli 1992 – 15 Mei 1993
Sebelum
Pendahulu
Soedibyo Rahardjo
Pengganti
Herman Bernhard Leopold Mantiri
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir(1939-06-17)17 Juni 1939
Tarutung, Silindung, Keresidenan Tapanuli, Hindia Belanda
Meninggal18 Februari 2013(2013-02-18) (umur 73)
Jakarta, Indonesia
Suami/istriMasrowida Lubis
Anak3
AlmamaterAkademi Militer Nasional (1961)
PekerjaanTentara
Penghargaan sipilICSA Awards 2008
Karier militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabang TNI Angkatan Darat
Masa dinas1961—1998
Pangkat Jenderal TNI
NRP18803
SatuanInfanteri (Kopassus)
Pertempuran/perang
  • Operasi Masohi (1963)
  • Operasi Trikora (1963)
  • Operasi Dwikora (1965)
  • Operasi G30S/PKI (1965)
  • Operasi Kamtib (1967)[1]
  • Operasi Wibawa OPM (1967)
  • Penentuan Pendapat Rakyat (1969)
  • Operasi Bhakti Kodam XVII/Tjenderawasih (1969)
  • Pasukan Garuda ICCS IV (1973)
  • Operasi Seroja Timor Timur (1976)
Penghargaan
  • (1995) Grand Cross of the Cross of Military Merit with White Decoration (en) Terjemahkan
  • Bintang Republik Indonesia Utama
  • Bintang Mahaputera Adipradana Suntingan nilai di Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Jenderal TNI (Purn.) Feisal Edno Tanjung (17 Juni 1939 – 18 Februari 2013), adalah seorang tokoh militer Indonesia. Feisal adalah alumni dari Akademi Militer Nasional Angkatan 1961. Seorang perwira yang memiliki pengalaman di bidang tempur, teritorial dan pendidikan. Awal kariernya banyak dihabiskan di pasukan khusus; Grup Sandhi Yudha RPKAD (sekarang Kopassus) dan kemudian di Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad.

Latar belakang

Putra ke-5 dari 10 bersaudara dari pasangan Amin Husin Abdul Mun’im Tanjung, seorang tokoh Muhammadiyah di Tapanuli Utara[2] dan Siti Rawani Hutagalung. Nama tengah "Edno" pada namanya disesuaikan dengan urutan kelahirannya (E adalah huruf ke-5 alfabet). Nama keluarga "Tanjung" bukan nama yang dibawa dari lahir. Tapi baru diadopsi ketika saudara tertua Feisal, Fahmi Ahda Tanjung, mulai memasuki bangku perkuliahan.[3]

Feisal merupakan seorang muslim yang taat, menghabiskan masa kecil di daerah pesisir pantai menimbulkan minat yang besar pada diri Feisal untuk menjadi seorang perwira Angkatan Laut. Dua kali Feisal mencoba mendaftar seleksi Akademi Angkatan Laut, dan dua kali ia tidak berhasil. Pertama, setelah lulus SMP, ia mencoba mendaftar menjadi aspiran kadet Akademi Angkatan Laut tetapi gagal karena tidak cukup umur. Kemudian setelah lulus SMA, Feisal mencoba kembali mendaftar untuk mengikuti seleksi kadet Akademi Angkatan Laut. Selain mendaftar ke AAL kali ini Feisal juga mendaftar untuk seleksi taruna Akademi Militer Nasional. Surat panggilan dari AMN datang terlebih dahulu, sehingga Feisal terpaksa membatalkan niatnya untuk menjadi perwira Angkatan Laut.[4]

Farouk Freddy Tanjung, adik kandung Feisal, kemudian mengikuti cita-cita awal abangnya untuk mendaftar ke Akademi Angkatan Laut. Farouk berhasil mencapai pangkat Brigjen Marinir, dengan jabatan terakhir Kastaf Korps Marinir TNI AL, sebelum kemudian ia meninggal dunia karena sakit.[5]

Karier

Riwayat Pendidikan

  • Akademi Militer Nasional 1961
  • Kursus Dasar Para 1962
  • Kursus Komando 1965
  • Kursus Sandhi Yudha 1967
  • Kursus Perwira Lanjutan Satu Infanteri 1967
  • Kursus Perwira Lanjutan Dua Infanteri 1968
  • Fuhrungsakademie (Seskoad), Hamburg, Jerman 1971
  • Sekolah Staf dan Komando Gabungan 1977
  • International Defence Management Course, Monterey, Amerika Serikat 1981
  • Lemhanas 1982

Riwayat Operasi

  • Operasi Masohi / RMS tahun 1963
  • Operasi Trikora tahun 1963
  • Operasi Dwikora tahun 1965
  • Operasi G30S/PKI tahun 1965
  • Operasi Wibawa OPM tahun 1967
  • Penentuan Pendapat Rakyat tahun 1969
  • Operasi Bhakti Kodam XVII/Tjenderawasih (Ekspedisi Lembah X) tahun 1969
  • Pasukan Garuda ICCS IV Vietnam tahun 1973
  • Operasi Seroja Timor Timur tahun 1976

Riwayat Jabatan

Di bawah ini adalah karier Feisal Tanjung sejak di militer hingga memiliki jabatan di Kabinet Pembangunan VII:[6][7][8]

  1. Komandan Peleton 1 Kompi 2 Yonif 152 Kodam XV/Pattimura
  2. Komandan Kompi 2 Yonif 152 Kodam XV/Pattimura
  3. Komandan Kompi Tanjung Batalyon 2 RPKAD
  4. Komandan Detasemen 41 Grup 4 RPKAD
  5. Komandan Karsa Yudha 1 Grup 4 RPKAD
  6. Komandan Tim Ekspedisi Lembah X
  7. Wakil Komandan Grup 1 RPKAD (Grup 1/Para Komando)
  8. Dosen Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (1972)
  9. Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad
  10. Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad (1976)
  11. Asisten Operasi Kepala Staf Kostrad
  12. Kepala Staf Komando Tempur Lintas Udara Kostrad
  13. Panglima Komando Tempur Lintas Udara Kostrad (Divisi Infanteri 1/Kostrad) (1981–1983)
  14. Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (1983–1985)
  15. Panglima Kodam VI/Tanjungpura (1985–1988)
  16. Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (1988–1992)
  17. Kepala Staf Umum ABRI (1992–1993)
  18. Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (1993–1998)
  19. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dalam Kabinet Pembangunan VII masa kerja (14 Maret 1998 – 21 Mei 1998)
  20. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dalam Kabinet Reformasi Pembangunan masa kerja (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999)

Ekspedisi Lembah X

Feisal Tanjung dan suku terasing di Lembah X

Pada tahun 1969 Pierre Dominique Gaisseau, menemui Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Sarwo Edhie Wibowo, dengan maksud meminta izin untuk melakukan film dokumenter di sebuah lembah terasing di Irian Jaya.

Sarwo Edhie kemudian mengeluarkan perintah Operasi Bhakti Kodam XVII/Cenderawasih atau lebih dikenal dengan sebutan Ekspedisi Lembah X.

Untuk mendampingi Gaisseau dan kru televisi NBC Amerika serikat, dibentuklah tim gabungan personil RPKAD, Kodam XVII/Cenderawasih, dan TVRI[9][10] yang terdiri dari:

  1. Kapten Inf Feisal Edno Tanjung (RPKAD), komandan tim
  2. Kapten Azhim Zahif (Kodam XVII/Cenderawasih), wakil komandan tim
  3. Kapten Cdm dr. Bondan Haryono (RPKAD), perwira kesehatan
  4. Kapten Drs. Hadiritma (RPKAD), perwira sosial budaya
  5. Lettu Inf Sintong Panjaitan (RPKAD) perwira operasi
  6. Lettu Czi Agung Harmono (Zidam XVII/Cenderawasih), perwira zeni
  7. Capa Marwoto (RPKAD), perwira perhubungan
  8. Sersan Mayor Suparmin (RPKAD), bintara logistik
  9. Koptu Solichin (RPKAD), tamtama penghubung
  10. Prada Mami (Kodam XVII/Cenderawasih), putra daerah
  11. Prada Derek Vugu (Kodam XVII/Cenderawasih), putra daerah
  12. Hendro Subroto (TVRI), wartawan perang

Ekspedisi ini sukses melakukan kontak dengan suku terasing yang belum tersentuh peradaban luar. Namun disayangkan hasil film dokumenter Gaisseau dan kru NBC hilang terbawa arus sungai Meitanyeh.[11] Sehingga Gaisseau kemudian melakukan ekspedisi kedua dengan tim yang berbeda yang diberi nama Ekspedisi Nusantara Jaya.[10]

Pangdam VI/Tanjungpura

Karier militer Feisal Tanjung dari sejak lulus dari Akademi Militer Nasional sampai menjadi Panglima Kodam termasuk gemilang. Perwira dengan sembilan penugasan operasi militer ini mencapai pangkat Brigjen pada usia 43 tahun dan pangkat Mayjen pada usia 46 tahun.[8]

Pada pangkat Mayjen inilah, Feisal Tanjung mendapat kepercayaan menjabat Panglima Kodam VI/Tanjungpura. Proses penggabungan TNI AD pada tahun 1984-1985 menjadikan wilayah Kodam VI/Tanjungpura sangat luas, yaitu meliputi seluruh pulau Kalimantan. Sebelum penggabungan, pada pulau Kalimantan terdapat empat kodam; Kodam IX/Mulawarman, Kodam X/Lambung Mangkurat, Kodam XI/Tambun Bungai, dan Kodam XII/Tanjungpura. Feisal adalah panglima pertama di Kodam VI/Tanjungpura.[12]

Dewan Kehormatan Militer

Nama Komandan Seskoad Mayjen TNI Feisal Tanjung mulai menjadi pembicaraan hangat setelah memimpin DKM (Dewan Kehormatan Militer) untuk tragedi Santa Cruz di Timor Timur tahun 1991. Penunjukan Feisal Tanjung oleh Presiden Soeharto saat itu membuat heran banyak orang karena saat itu KSAD Edi Sudrajat tidak menyodorkan namanya sebagai calon ketua DKM. Hasil rekomendasi DKM yang paling nyata adalah pencopotan Mayjen TNI Sintong Panjaitan - salah satu perwira yang bersinar saat itu - dari jabatan Pangdam Udayana. Selain itu juga diberhentikannya Brigjen Rudolf Warouw dari Panglima Komando Pelaksana Operasi Timor Timur serta Kapten Choki Aritonang dan beberapa bawahannya sebagai perwira pelaksana di lapangan. Semuanya dicopot sebagai reaksi pemerintah memenuhi tuntutan internasional akan penanggung jawab terjadinya kerusuhan di Santa Cruz Timor Timur yang mencoreng citra NKRI di masa itu.[13]

Menjadi Panglima ABRI

Feisal Tanjung yang saat itu menjadi Kepala Staf Umum (Kasum) ABRI sebelumnya tidak masuk prediksi sebagai bursa calon Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia mengingat saat itu ada calon kuat lain, yakni Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar yang saat itu memegang jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD). Feisal Tanjung merupakan salah seorang perwira ABRI yang memegang jabatan tertinggi tanpa melalui jenjang KASAD. Sebelumnya, Jenderal TNI LB Moerdani juga melaju ke jabatan Panglima ABRI tanpa melalui jabatan KASAD, tetapi dari jabatan Asisten Intelijen Hankam/ABRI/Kopkamtib merangkap Wakil Kepala BAKIN.[13]

Pada awal 1990-an diisukan terdapat friksi pada internal ABRI hingga terdapat penggolongan ABRI Merah Putih dan ABRI Hijau. Menurut Kivlan Zein, ABRI Merah Putih diistilahkan kepada tentara yang dianggap nasionalis dan tidak membawa embel-embel agama seperti Jenderal L. B. Moerdani. Sementara ABRI Hijau adalah tentara yang berasal dari subkultur Islam dan dekat dengan kalangan Islam seperti Jenderal Feisal Tanjung dan Jenderal TNI R. Hartono (KSAD).[14][15] Selanjutnya pada masa Feisal Tanjung menjabat sebagai Panglima ABRI, terjadi friksi dengan R. Hartono yang dilabeli sebagai ABRI Kuning karena membawa ABRI untuk mendukung Golkar.[16]

Pernikahan

Jenderal TNI Feisal Tanjung memiliki seorang istri bernama dr. Masrowida Lubis dan dikaruniai 3 orang anak, yakni Astrid Tanjung, Yasser Tanjung, Yusuf Tanjung.

Kematian

Makam Feisal Tanjung di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta

Jenderal TNI Feisal Tanjung meninggal pada Hari Senin tanggal 18 Februari 2013 di Jakarta dan dimakamkan di TMP Kalibata.[17][18]

Penghargaan

Tanda Jasa dan Brevet

Di bawah ini adalah tanda jasa Feisal Tanjung dari dalam dan luar negeri:[19]

Dada kanan Dada kiri
Wing Penerbang TNI AU Kelas I
Brevet Hiu Kencana
Parachutist Badge in Gold (German Armed Forces)
Master Parachutist Badge (US Army) Air Assault Badge (US Army)
Brevet Pandu Udara (Pathfinder)
Brevet Brevet Kualifikasi Komando Kopassus
Brevet Brevet Para Utama
Baris ke-1 Bintang Republik Indonesia Utama (1998)[20] Bintang Mahaputera Adipradana (1995)[21] Bintang Dharma (1994) Bintang Yudha Dharma Utama (1993)
Baris ke-2 Bintang Kartika Eka Paksi Utama (1993) Bintang Jalasena Utama (1993) Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama (1993) Bintang Bhayangkara Utama (1993)
Baris ke-3 Bintang Yudha Dharma Pratama (1991) Bintang Kartika Eka Paksi Pratama (1989) Bintang Kartika Eka Paksi Nararya (1981) Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun (1987)
Baris ke-4 Satyalancana G.O.M III (1964) Satyalancana Satya Dharma (1963) Satyalancana Wira Dharma (1965) Satyalancana Dwidya Sistha (1973)
Baris ke-5 Satyalancana Penegak (1965) Satyalancana G.O.M. VIII (1965) Satyalancana G.O.M. IX (1969) Satyalancana Pepera (1970)
Baris ke-6 Satyalancana Seroja (1976) Satyalancana Santi Dharma (1973)[a] Pahlawan Angkatan Tentera (P.A.T.) - Malaysia (1986)[22] Nishan-e-Imtiaz - Pakistan (1993)[23]
Baris ke-7 Grand Cross of the Royal Order of Sahametrei - Kamboja (1994)[24] Pingat Panglima Gagah Angkatan Tentera (P.G.A.T.) - Malaysia (1994) Panglima Setia Mahkota (P.S.M.) - Malaysia (1994)[25][26] Darjah Utama Bakti Cemerlang - Tentera (D.U.B.C.) - Singapura (1994)[27][28]
Baris ke-8 Knight Grand Cross of the Order of Orange-Nassau - Belanda (1995) Order of National Security Merit - 1st Class (Tong-il Medal) - Korea Selatan (1995) Commander of the Legion of Merit - Amerika Serikat (1995) Darjah Paduka Keberanian Laila Terbilang Yang Amat Gemilang - Peringkat Pertama (D.P.K.T.) - Brunei (1995)[29]
Baris ke-9 Knight Grand Cross of the Most Noble Order of the Crown of Thailand - Thailand (1995)[30][31] Grand Cross (White Decoration) of the Order of Military Merit - Spanyol (1995)[32] Knight Grand Cross of the Most Exalted Order of the White Elephant - Thailand (1996) Grand Decoration of Honour in Gold of the Decoration of Honour for Services to the Republic of Austria - Austria (1996)[33]

Referensi

  1. ↑ Matanasi, Petrik. "Baret Merah Menggebuk Mbah Suro". tirto.id. Tirto. Diakses tanggal 18 Mei 2025.
  2. ↑ Syaifullah, Gerak Politik Muhammadiyah dalam Masyumi, PT Pustaka Utama Grafiti, Jakarta, 1997, hal.75
  3. ↑ Usamah Hisyam (Ketua Tim Penyusun), Feisal Tanjung:Terbaik untuk rakyat, terbaik bagi ABRI, Jakarta: Dharmapena, 1999, hal.32
  4. ↑ Usamah Hisyam (Ketua Tim Penyusun), Feisal Tanjung:Terbaik untuk rakyat, terbaik bagi ABRI, Jakarta: Dharmapena, 1999, hal.63-67.
  5. ↑ Administrator (15 Mei 1993). "Jagoan tangan kosong dari ujung kampung". Tempo.co. Majalah.Tempo.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-14. Diakses tanggal 2020-07-22. ;
  6. ↑ "Profil Menteri, Feisal Tanjung". Kepustakaan Presiden Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-07. Diakses tanggal 2013-02-18.
  7. ↑ Santosa, Iwan (18 Februari 2013). Ksp, Robert Adhi (ed.). "Rekaman Karier Feisal Tanjung". Kompas.com. Kompas. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-17. Diakses tanggal 30 Oktober 2014. ; ;
  8. 1 2 Usamah Hisyam (Ketua Tim Penyusun), Feisal Tanjung:Terbaik untuk rakyat, terbaik bagi ABRI, Jakarta: Dharmapena, 1999, hal.748.
  9. ↑ Usamah Hisyam (Ketua Tim Penyusun), Feisal Tanjung:Terbaik untuk rakyat, terbaik bagi ABRI, Jakarta: Dharmapena, 1999, hal.261.
  10. 1 2 AS, Edmundus Duanto (10 Juli 2019). "Misteri Lembah X Akhirnya Terbongkar, Kopassus Kirim Pasukan untuk Misi Berisiko Tinggi ke Papua". Tribunnews.com. TribunJambi.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-11. Diakses tanggal 2020-07-21. ;
  11. ↑ Usamah Hisyam (Ketua Tim Penyusun), Feisal Tanjung:Terbaik untuk rakyat, terbaik bagi ABRI, Jakarta: Dharmapena, 1999, hal.281.
  12. ↑ Usamah Hisyam (Ketua Tim Penyusun), Feisal Tanjung:Terbaik untuk rakyat, terbaik bagi ABRI, Jakarta: Dharmapena, 1999, hal.375.
  13. 1 2 RI, Oleh Humas Kemenko Polhukam (1998-03-14). "Feisal Tanjung". polkam.go.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-11-14.
  14. ↑ Ahsan, Ivan Aulia. "ABRI Merah-Putih vs ABRI Hijau: Sentimen Agama di Tubuh Tentara". tirto.id. Diakses tanggal 2023-11-14.
  15. ↑ Sufila Iswanti (2016-02-10). "JENDERAL FEISAL TANJUNG: PANGLIMA ABRI YANG MEMPERERAT HUBUNGAN ABRI DENGAN GOLONGAN ISLAM (1993-1998)" (dalam bahasa Inggris). UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
  16. ↑ Matanasi, Petrik. "Jelang Soeharto Lengser, Sebagian ABRI Hijau Menjadi ABRI Kuning". tirto.id. Diakses tanggal 2023-11-14.
  17. ↑ Nur Alfiyah (18 Februari 2013). "Mantan Panglima ABRI Feisal Tanjung Meninggal". Tempo.co. Tempo.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-07-13. Diakses tanggal 18 Februari 2013.
  18. ↑ Rico Afdiro (18 Februari 2013). "Mendiang Feisal Tanjung dikenang sebagai senior yang baik". Sindonews.com. SindoNews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-06-16. Diakses tanggal 18 Februari 2013.
  19. ↑ Usamah Hisyam (Ketua Tim Penyusun), Feisal Tanjung:Terbaik untuk rakyat, terbaik bagi ABRI, Jakarta: Dharmapena, 1999, hal.749.
  20. ↑ Daftar WNI yang Menerima Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia 1959 - sekarang (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-07-29. Diakses tanggal 3 September 2021.
  21. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-08-05. Diakses tanggal 3 September 2021.
  22. ↑ Administrator (1986-10-11). "Gelar pahlawan angkatan tentara". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-27. Diakses tanggal 2023-04-22.
  23. ↑ Pusat Penerangan HANKAM, Indonesia (1993). Dharmasena. Indonesia: Indonesia. Departemen Pertahanan-Keamanan. hlm. 79. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  24. ↑ Metropol, News (2011-09-30). "NEWS METROPOL: Panglima TNI Terima Bintang Kehormatan Dari Kerajaan Kamboja". NEWS METROPOL. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-28. Diakses tanggal 2023-06-26. ;
  25. ↑ "Senarai Penuh Penerima Darjah Kebesaran, Bintang dan Pingat Persekutuan Tahun 1994" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2018-12-23. Diakses tanggal 2022-01-30.
  26. ↑ Departemen Pertahanan Keamanan, Staf Pembinan Karyawan, Indonesia (1994). Mimbar kekaryaan ABRI., Masalah 283-292. Indonesia: Angkatan Bersenjata Indonesia. hlm. 72. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  27. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-02-05. Diakses tanggal 2023-02-05.
  28. ↑ Author (1994-06-22). "Abri chief gets S'pores top military award". NewspaperSG. Diakses tanggal 2024-10-26.
  29. ↑ Departemen Pertahanan Keamanan, Staf Pembinaan Karyawan, Indonesia (1995). Mimbar kekaryaan ABRI. Edisi 293-296. Indonesia: Angkatan Bersenjata Indonesia. hlm. 70. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  30. ↑ Markas Besar Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Indonesia (1995). 50 tahun ABRI. Indonesia: Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI. hlm. 643. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  31. ↑ ประกาศสำนักนายกรัฐมนตรี เรื่อง พระราชทานเครื่องราชอิสริยาภรณ์ (ให้แก่ชาวต่างประเทศ พลเอก ไฟซาล ตันยุง) (PDF) (dalam bahasa Thai). Diakses tanggal 26 Februari 2024.
  32. ↑ "Bollettino Ufficiale di Stato" (PDF).
  33. ↑ "Eingelangt am 23.04.2012 : Dieser Text wurde elektronisch übermittelt. Abweichungen vom Original sind möglich. Bundeskanzler Anfragebeantwortung" (PDF). Parlament.gv.at. Diakses tanggal 10 February 2019.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Feisal Tanjung.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Soesilo Soedarman
Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan
1998–1999
Diteruskan oleh:
Wiranto
Jabatan militer
Didahului oleh:
Edi Sudradjat
Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
1993–1998
Diteruskan oleh:
Wiranto
Didahului oleh:
Soedibyo Rahardjo
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
1992–1993
Diteruskan oleh:
HBL Mantiri
Didahului oleh:
Darwanto
Komandan Seskoad
1988-1992
Diteruskan oleh:
Herman Musakabe
Didahului oleh:
Jabatan baru. Penggabungan Kodam IX/Mulawarman, Kodam X/Lambung Mangkurat dan Kodam XII/Tanjungpura menjadi Kodam VI/Tanjungpura
Pangdam VI/Tanjungpura
1985–1988
Diteruskan oleh:
Z.A. Maulani
Didahului oleh:
H. Simanjuntak
Komandan Pussenif
1983–1985
Diteruskan oleh:
Samsudin
Didahului oleh:
Edi Sudrajat
Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad
1981–1983
Diteruskan oleh:
Soegito
  • l
  • b
  • s
Kabinet Reformasi Pembangunan (1998–1999)
Presiden: Bacharuddin Jusuf Habibie
Menko Polkam: Feisal Tanjung • Menko Ekuin: Ginandjar Kartasasmita, Hartarto Sastrosoenarto (Plt.) • Menko PP-PAN: Hartarto Sastrosoenarto • Menko Kesra : Haryono Suyono • Mendagri: Syarwan Hamid, Feisal Tanjung (Plt.) • Menlu: Ali Alatas • Menhankam/Panglima ABRI: Wiranto • Menhak: Muladi • Menteri Penerangan: Yunus Yosfiah • Menkeu: Bambang Subianto • Menperindag: Rahardi Ramelan • Mentan: Soleh Solahudin • Mentamben: Kuntoro Mangkusubroto • Menhutbun: Muslimin Nasution • Menteri PU: Rachmadi Bambang Sumadhijo • Menhub: Giri Suseno Hadihardjono • Menparsenbud: Marzuki Usman, Giri Suseno Hadihardjono (Plt.) • Menkopukm: Adi Sasono • Menaker: Fahmi Idris, A.M. Hendropriyono (Plt.) • Menteri Trans-PPH: A.M. Hendropriyono • Menkes: Faried Anfasa Moeloek • Mendikbud: Juwono Soedarsono • Menag: Abdul Malik Fadjar • Mensos: Justika Baharsjah • Menteri PPN: Boediono • Menristek: Muhammad Zuhal • Menteri BUMN: Tanri Abeng • Menteri P dan H: A.M. Saefuddin, Soleh Solahudin (Plt.) • Menteri Kependudukan: Ida Bagus Oka • Menves: Hamzah Haz, Marzuki Usman, Muhammad Zuhal (Plt.) • Menteri Agraria: Hasan Basri Durin • Menpera: Theo L. Sambuaga, Rachmadi Bambang Sumadhijo (Plt.) • Menteri LH: Panangian Siregar • Menperwan: Tuti Alawiyah • Menpora: Agung Laksono, Juwono Soedarsono (Plt.) • Jaksa Agung: Soedjono C. Atmonegoro, Andi Muhammad Ghalib • Mensesneg: Akbar Tandjung, Muladi (Plt.)
  • l
  • b
  • s
Kabinet Pembangunan VII (1998)
Presiden: Soeharto | Wakil Presiden: Bacharuddin Jusuf Habibie
Menko Polkam: Feisal Tanjung • Menko Ekuin/Kepala BAPPENAS: Ginandjar Kartasasmita • Menko PP-PAN: Hartarto Sastrosoenarto • Menko Kesra/Kepala BKKBN: Haryono Suyono • Mendagri: R. Hartono • Menlu: Ali Alatas • Menhankam/Panglima ABRI: Wiranto • Menhak: Muladi • Menteri Penerangan: Muhammad Alwi Dahlan • Menkeu: Fuad Bawazier • Menperindag: Mohammad Hasan • Mentan: Justika Baharsjah • Mentamben: Kuntoro Mangkusubroto • Menhutbun: Sumahadi • Menteri PU: Rachmadi Bambang Sumadhijo • Menhub: Giri Suseno Hadihardjono • Menparsenbud: Abdul Latief • Menkopukm: Subiakto Tjakrawerdaya • Menaker: Theo L. Sambuaga • Menteri Trans-PPH: AM Hendropriyono • Mendikbud: Wiranto Arismunandar • Menkes: Faried Anfasa Moeloek • Menag: Muhammad Quraish Shihab • Mensos: Siti Hardijanti Rukmana • Menristek: Rahardi Ramelan • Menves: Sanyoto Sastrowardoyo • Menteri Agraria: Ary Mardjono • Menpera: Akbar Tanjung • Menteri LH: Juwono Sudarsono • Menteri Panhorbat: Haryanto Dhanutirto • Menteri BUMN: Tanri Abeng • Menperwan: Tuti Alawiyah • Menpora: Agung Laksono • Jaksa Agung: Soedjono C. Atmonegoro • Gubernur Bank Indonesia: Syahril Sabirin • Mensesneg: Saadillah Mursjid
  • l
  • b
  • s
Kabinet Pembangunan VI (1993–1998)
Presiden: Soeharto | Wakil Presiden: Try Sutrisno
Menko Polkam: Soesilo Soedarman • Menko Eko-PP: Saleh Afiff • Menkoprodis: Hartarto Sastrosoenarto • Menko Kesra: Azwar Anas • Mendagri: Yogie Suardi Memet • Menlu: Ali Alatas • Menhankam/Panglima ABRI: Edi Sudradjat, Feisal Tanjung, Wiranto • Menhak: Oetojo Oesman • Menteri Penerangan: Harmoko, R. Hartono • Menkeu: Mar'ie Muhammad • Mendag (digabungkan dengan Menteri Perindustrian pada 6 Desember 1995): Satrio Budihardjo Joedono • Menperin (bernama Menteri Perindustrian dan Perdagangan sejak 6 Desember 1995): Tungki Ariwibowo • Mentan: Sjarifuddin Baharsjah • Mentamben: Ida Bagus Sudjana • Menhut: Djamaloedin Soeryohadikoesoemo • Menteri PU: Radinal Mochtar • Menhub: Haryanto Dhanutirto • Menparpostel: Joop Ave • Menkop-PPK: Subiakto Tjakrawerdaya • Menaker: Abdul Latief • Menteri Trans-PPH: Siswono Yudo Husodo • Mendikbud: Wardiman Djojonegoro • Menkes: Sujudi • Menag: Tarmizi Taher • Mensos: Endang Kusuma Inten Soeweno • Menteri PPN: Ginandjar Kartasasmita • Menristek: Bacharuddin Jusuf Habibie • Menteri Pangan: Ibrahim Hassan • Beddu Amang • Menteri Kependudukan: Haryono Suyono • Menves: Sanyoto Sastrowardoyo • Menteri Agraria: Soni Harsono • Menpera: Akbar Tanjung • Menteri LH: Sarwono Kusumaatmadja • Menperwan: Mien Sugandhi • Menpora: Hayono Isman • Menpan: T.B. Silalahi • Mensus: Harmoko • Jaksa Agung: Singgih • Gubernur Bank Indonesia: Sudrajad Djiwandono, Syahril Sabirin • Mensesneg: Moerdiono
Sekretaris Kabinet: Saadillah Mursjid
  • l
  • b
  • s
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Indonesia
  1. Maraden Panggabean
  2. Surono Reksodimedjo
  3. Sudomo
  4. Soesilo Soedarman
  5. Feisal Tanjung
  6. Wiranto
  7. Soerjadi Soedirdja
  8. Susilo Bambang Yudhoyono
  9. Agum Gumelar
  10. Susilo Bambang Yudhoyono
  11. Widodo AS
  12. Djoko Suyanto
  13. Tedjo Edhy Purdijatno
  14. Luhut Binsar Panjaitan
  15. Wiranto
  16. Mahfud MD
  17. Hadi Tjahjanto
  18. Budi Gunawan
  • l
  • b
  • s
Menteri Pertahanan Indonesia
Kementerian Pertahanan
  • Soeprijadi
  • Raden Imam Mohammad Soelijoadikoesoemo
  • Amir Sjarifuddin
  • Mohammad Hatta
  • Sutan Rasjid
  • Sri Sultan Hamengkubuwono IX
  • Abdoel Halim
  • Sewaka
  • Sri Sultan Hamengkubuwono IX
  • Wilopo
  • Iwa Kusumasumantri
  • Burhanuddin Harahap
  • Ali Sastroamidjojo
  • Djoeanda Kartawidjaja
  • A. H. Nasution
  • M. Sarbini
  • Soeharto
  • Maraden Panggabean
  • M. Jusuf
  • Poniman
  • Leonardus Benyamin Moerdani
  • Edi Sudradjat
  • Wiranto
  • Juwono Sudarsono
  • Mohammad Mahfud
  • Agum Gumelar
  • Matori Abdul Djalil
  • Juwono Sudarsono
  • Purnomo Yusgiantoro
  • Ryamizard Ryacudu
  • Prabowo Subianto
  • Sjafrie Sjamsoeddin
  • Category Kategori
  • List-Class article Daftar
  • l
  • b
  • s
Panglima Tentara Nasional Indonesia
Panglima Besar TKR
  • Soedirman
Kepala Staf Angkatan Perang
  • T.B. Simatupang
Ketua Gabungan Kepala-Kepala Staf
  • A.H. Nasution
  • Soerjadi Soerjadarma
Kepala Staf Angkatan Bersenjata
  • A.H. Nasution
Panglima ABRI
  • Soeharto
  • Maraden Panggabean
  • M. Jusuf
  • L.B. Moerdani
  • Try Sutrisno
  • Edi Sudradjat
  • Feisal Tanjung
  • Wiranto
  • Widodo A. S.
Panglima TNI
  • Widodo A. S.
  • Endriartono Sutarto
  • Djoko Suyanto
  • Djoko Santoso
  • Agus Suhartono
  • Moeldoko
  • Gatot Nurmantyo
  • Hadi Tjahjanto
  • Andika Perkasa
  • Yudo Margono
  • Agus Subiyanto

Catatan

  1. ↑ Diberikan atas jasa dalam penugasan pada Kontingen Garuda IV sebagai ICCS (International Commission of Cantre and Supervision) di Vietnam
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Karier
  3. Riwayat Pendidikan
  4. Riwayat Operasi
  5. Riwayat Jabatan
  6. Ekspedisi Lembah X
  7. Pangdam VI/Tanjungpura
  8. Dewan Kehormatan Militer
  9. Menjadi Panglima ABRI
  10. Pernikahan
  11. Kematian
  12. Penghargaan
  13. Tanda Jasa dan Brevet
  14. Referensi
  15. Pranala luar
  16. Catatan

Artikel Terkait

Daftar-daftar tokoh Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Teddy Indra Wijaya

Sekertaris Kabinet Indonesia

Afifuddin Thaib

Jakarta Pendidikan Militer Suslapa, Bandung Pendidikan Militer Seskoad, Bandung Pendidikan Militer Seskogab, Bandung Pendidikan Militer Susstaf Senior, Bandung

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026