Andika Muhammad Perkasa adalah seorang purnawirawan TNI yang menjabat Panglima Tentara Nasional Indonesia pada tahun 2021 sampai 2022. Andika merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1987. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Pada saat dilantik, ia adalah Panglima TNI tertua sepanjang sejarah, tetapi catatan tersebut selanjutnya dipecahkan oleh Laksamana Yudo Margono yang dilantik menggantikannya pada tanggal 19 Desember 2022. Selain itu juga berasal dari keluarga campuran Magelang, Jawa Tengah dan Blitar, Jawa Timur.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Andika Perkasa | |
|---|---|
| Panglima Tentara Nasional Indonesia ke-21 | |
| Masa jabatan 17 November 2021 – 19 Desember 2022 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-32 | |
| Masa jabatan 22 November 2018 – 17 November 2021 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Wakil |
|
| Panglima TNI | Hadi Tjahjanto |
| Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ke-39 | |
| Masa jabatan 23 Juli 2018 – 22 November 2018 | |
| Komandan Kodiklat TNI AD | |
| Masa jabatan 5 Januari 2018 – 23 Juli 2018 | |
| Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura | |
| Masa jabatan 22 Mei 2016 – 5 Januari 2018 | |
| Komandan Pasukan Pengamanan Presiden | |
| Masa jabatan 22 Oktober 2014 – 22 Mei 2016 | |
| Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat | |
| Masa jabatan 15 November 2013 – 22 Oktober 2014 | |
| Komandan Korem 023/Kawal Samudera | |
| Masa jabatan 4 April 2012 – 15 November 2013 | |
| Komandan Resimen Induk Kodam Jaya | |
| Masa jabatan 14 November 2011 – 4 April 2012 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 21 Desember 1964 Bandung, Jawa Barat, Indonesia |
| Partai politik | PDI-P (2023—sekarang) |
| Suami/istri | Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono
(m. 1992) |
| Anak | 3 |
| Orang tua |
|
| Kerabat |
|
| Almamater | Akademi Militer (1987) |
| Pekerjaan | Tentara |
| Karier militer | |
| Pihak | Indonesia |
| Dinas/cabang | |
| Masa dinas | 1987–2022 |
| Pangkat | |
| NRP | 31100 |
| Satuan | Infanteri (Kopassus) |
| Pertempuran/perang | |
| Penghargaan | |
Andika Muhammad Perkasa (nama lahir: Fransiskus Xaverius Emanuel Andika Perkasa[1] lahir 21 Desember 1964) adalah seorang purnawirawan TNI yang menjabat Panglima Tentara Nasional Indonesia pada tahun 2021 sampai 2022.[3] Andika merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1987. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat.[4] Pada saat dilantik, ia adalah Panglima TNI tertua sepanjang sejarah, tetapi catatan tersebut selanjutnya dipecahkan oleh Laksamana Yudo Margono yang dilantik menggantikannya pada tanggal 19 Desember 2022. Selain itu juga berasal dari keluarga campuran Magelang, Jawa Tengah dan Blitar, Jawa Timur.[5]


Andika mengawali kariernya sebagai perwira pertama infanteri di jajaran korps baret merah (Kopassus) Grup 2 /Para Komando dan Satuan-81 /Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus selama 12 tahun, dan setelah penugasan di Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Mabes TNI-AD kembali bertugas di Kopassus sebagai Komandan Batalyon 32/Apta Sandhi Prayuda Utama, Grup 3/Sandhi Yudha;[6]
Jenderal TNI Andika Perkasa mengenyam pendidikan tinggi Strata-1 (Sarjana Ekonomi) di Universitas Terbuka[7] dan meraih 3 gelar akademik Strata-2 (M.A., M.Sc., M.Phil.)[8][9] serta 1 gelar akademik Strata-3 (Ph.D) dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Amerika Serikat.
Jabatan sebelumnya sebagai perwira menengah (pamen) pada kepangkatan Kolonel (Inf.) adalah Sespri Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Komandan Resimen Induk (Danrindam) Kodam Jaya/Jayakarta di Jakarta, Komandan Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera Kodam I/Bukit Barisan berkedudukan di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara. Kemudian dipromosikan ke jabatan perwira tinggi (pati) dengan pangkat Brigadir Jenderal TNI sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI-AD (Kadispenad), Jakarta pada tanggal 25 November 2013 berdasarkan Keputusan Panglima TNI No. Kep/871/XI/2013 tanggal 8 November 2013.[10]
Pada November 2021, ia dicalonkan oleh Presiden Joko Widodo untuk memegang jabatan Panglima Tentara Nasional Indonesia, menggantikan Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa purna tugas.[11]
Andika Perkasa mengawali kiprah politiknya sebagai salah satu Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud pada Pemilihan Presiden 2024.[12]
Andika Perkasa mengikuti kontestasi pemilihan gubernur untuk wilayah Jawa Tengah pada tahun 2024, berpasangan dengan Hendrar Prihadi atau khalayak biasa menyapa dengan sebutan Hendi . Andika dan Hendi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), melawan calon gubernur lainnya yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM Plus) yaitu Ahmad Luthfi dan Taj Yasin.
Ayah Andika, F.X. Soenarto, merupakan seorang pensiunan ABRI dari korps Zeni.[13]
Andika menikah dengan Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono yang merupakan anak perempuan dari Jenderal TNI A.M. Hendropriyono. Andika sebelumnya beragama Katolik dan kemudian beralih keyakinan menjadi Muslim saat menikah.[2]



| Brevet Kehormatan | |
|---|---|
| Airborne Tab (US Army) | |
| Brevet "Setia Waspada" Pasmampres | |
| Brevet Korps Artileri Medan (2018)[30] | |
| Brevet Cesar Armed (2018)[30] | |
| Brevet Astros (2018)[30] | |
| Wing Penerbang TNI AU Kelas I (2019)[31] | |
| Brevet Trimedia Intai Amfibi Korps Marinir (2022)[32] | |
| Brevet Anti-Teror Aspek Laut (2022)[32] | |
| Brevet Komando Kopasgat (2022)[33] | |
| Brevet Anti-Teror Aspek Udara (2022)[33] | |
| Brevet Pengendali Tempur (Dalpur) Kopasgat (2022)[33] | |
| Jabatan militer | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Hadi Tjahjanto |
Panglima Tentara Nasional Indonesia 2021–2022 |
Diteruskan oleh: Yudo Margono |
| Didahului oleh: Mulyono |
Kepala Staf TNI Angkatan Darat 2018–2021 |
Diteruskan oleh: Dudung Abdurachman |
| Didahului oleh: Agus Kriswanto |
Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat 2018 |
Diteruskan oleh: Besar Harto Karyawan |
| Komandan Kodiklat TNI-AD 2018 |
Diteruskan oleh: Anto Mukti Putranto | |
| Didahului oleh: Agung Risdhianto |
Panglima Kodam XII/Tanjungpura 2016–2018 |
Diteruskan oleh: Achmad Supriyadi |
| Didahului oleh: Doni Monardo |
Komandan Paspampres 2014–2016 |
Diteruskan oleh: Bambang Suswantono |
| Didahului oleh: Rukman Ahmad |
Kepala Dinas Penerangan TNI-AD 2013–2014 |
Diteruskan oleh: Wuryanto |