Wanua Waru adalah sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Dalam bahasa Bugis: Wanua berarti "perkampungan, kampung" dan Waru merupakan sebutan untuk sebuah pohon Waru(hati). Jadi Wanua Waru adalah perkampungan yang ditumbuhi pohon Waru. Pohon Waru itu seperti buah hati, sebutan ini juga dalam bahasa bugis disebut daun paru. Desa Wanua Waru berstatus sebagai desa definitif dan tergolong pula sebagai desa swasembada. Desa Wanua Waru memiliki luas wilayah 21,22 km² dan jumlah penduduk sebanyak 1.567 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 73,85 jiwa/km² pada tahun 2017. Pusat pemerintahan desa ini berada di Dusun Wanua Waru. Desa ini mudah diakses karena dilintasi oleh Jalan Nasional Poros Maros–Bone. Dalam sejarahnya masa silam, Wanua Waru merupakan salah satu dari tujuh wilayah distrik dari Konfederasi Lebbo Tengae atau Persekutuan Pitu Bila-Bila.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Wanua Waru | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Pemandangan persawahan terasering di Desa Wanua Waru | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Sulawesi Selatan | ||||
| Kabupaten | Maros | ||||
| Kecamatan | Mallawa | ||||
| Kode pos | 90563[1] | ||||
| Kode Kemendagri | 73.09.06.2004 | ||||
| Luas | 21,22 km² tahun 2017 | ||||
| Jumlah penduduk | 1.567 jiwa tahun 2017 | ||||
| Kepadatan | 73,85 jiwa/km² tahun 2017 | ||||
| Jumlah RT | 10 | ||||
| Jumlah RW | 3 | ||||
| |||||
Wanua Waru (Ejaan Van Ophuijsen: Wanoe Waroe; Lontara Bugis: ᨓᨊᨘᨕ ᨓᨑᨘ, transliterasi: Wanua Waru) adalah sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Dalam bahasa Bugis: Wanua berarti "perkampungan, kampung" dan Waru merupakan sebutan untuk sebuah pohon Waru(hati). Jadi Wanua Waru adalah perkampungan yang ditumbuhi pohon Waru. Pohon Waru itu seperti buah hati, sebutan ini juga dalam bahasa bugis disebut daun paru. Desa Wanua Waru berstatus sebagai desa definitif dan tergolong pula sebagai desa swasembada. Desa Wanua Waru memiliki luas wilayah 21,22 km² dan jumlah penduduk sebanyak 1.567 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 73,85 jiwa/km² pada tahun 2017. Pusat pemerintahan desa ini berada di Dusun Wanua Waru. Desa ini mudah diakses karena dilintasi oleh Jalan Nasional Poros Maros–Bone. Dalam sejarahnya masa silam, Wanua Waru merupakan salah satu dari tujuh wilayah distrik dari Konfederasi Lebbo Tengae atau Persekutuan Pitu Bila-Bila.
Saat ini Desa Wanua Waru terbagi atas tiga dusun, yaitu Dusun Wanua Waru, Dusun Langi, dan Dusun Tanete. Walaupun begitu, Desa Wanua Waru memiliki sejarah yang tak singkat. Wanua Waru dalam bahasa Bugis: Wanua berarti "perkampungan, kampung" dan Waru merupakan sebutan untuk sebuah pohon Waru. Jadi Wanua Waru adalah perkampungan yang ditumbuhi pohon Waru. Pohon Waru itu seperti buah hati, sebutan ini juga dalam bahasa bugis disebut daun paru. Pohon jenis ini tumbuh di Wanua Kampung Bugis. Pohon Waru ini kulitnya sebagai pengikat padi dan dan daunnya sebagai pembungkus lontong. Dari sinilah nama kampung Wanua Waru berawal dan saat ini menjadi salah satu dusun di Desa Wanua Waru. Dusun Wanua Waru sendiri terdiri atas enam wilayah, yaitu Wanua Bugis, Galunge, Batu Massong, Lappo Batu, Temmajera, dan Kacicu.
Adapun nama Dusun Langi dalam bahasa Bugis merupakan sebuah pohon yang berwarna hijau berbintik-bintik kuning dan putih. Pohon ini tumbuh di atas gunung yang tinggi (dalam sebutan bahasa Bugis disebut Bulu Langi). Nama Langi diberikan oleh nenek moyang zaman dahulu ketika melihat sebuah pohon bernama Langi. Alkisah semua penduduk kampung Wanua Bugis berdatangan mengupas kulitnya yang tumbuh ditempat itu untuk dipakai mencuci rambut sebagai pengganti sampo yang dalam bahasa Bugis disebut Mallangi. Wilayah Dusun Langi terdiri atas beberapa kampung Wanua Bugis, yaitu Lappa Warue, Amassangeng, Lompo, dan Latebbu.
Salah satu dusun di Desa Wanua Waru bernama Tanete yang dalam bahasa Bugis merupakan sebutan untuk Bulu (Gunung)/Tanete. Gunung tersebut dipisahkan oleh dua sungai, yaitu Sungai Mattekoe dan Sungai Calanro. Sehingga menjadi perantara dalam bahasa Bugis yang disebut Pa'baeng-Baeng atau perbatasan antara Gattareng Matinggi dan Wanua Waru. Ada pula sebutan lainnya, yaitu Mattau Walie atau Airnya Lao Wali. Alkisah, dari sinilah warga kampung Wanua Bugis memberikan nama Kampung Tanete karena Salo (sungai) Wali-wali.
Wanua Waru terdiri dua arti Wanua berarti kampung (pemukiman), Waru berarti bersahaja juga dapat diartikan tolak bala, Makkawaru arti dalam bahasa Bugis mattula'bala, asal mula Wanua Waru diambil dari nama pohon yang banyak tumbuh secara alami, yakni pohon Waru, pohon Waru tersebut banyak manfaatnya pada zaman dulu hingga sekarang terutama dalam acara ritual adat masyarakat setempat disamping itu masyarakat juga menggunakan sebagai pembungkus yang dikenal dengan doko'-doko', doko'-doko' arelle atau doko'-doko' benni' sebuah sebutan dan nama makanan khas orang Wanua Waru zaman lampau.
Menurut sejarah Wanua Waru sudah mengenal yang namanya kerajaan Sombae ri Gowa, Mangkaue ri Bone dan Pajung ri Luwu. Wanua Waru pada saat itu diberikan hak otonomi untuk mengatur daerahnya sendiri dalam bahasa Bugis setempat disebut matoro'i kamponna. Adapun struktur pemangku wanua (kampung) ketika itu yang terdiri dari 5 gelar sebagai berikut:
Kelima pemangku wanua tersebut mempunyai tupoksi masing-masing yang merupakan satu kesatuan tak terpisahkan. Kelima pemangku wanua memegang peranan penting dalam kegiatan adat dan kemasyarakatan, seperti dalam penentuan waktu mappano'bine, appabottingeng/pammulang tau, attampungeng/paccapureng tau, mangade, mabbakkang, dan sebagainya.
Wilayah perkampungan di wilayah Wanua Waru memiliki makna tersendiri:
Desa Wanua Waru awalnya masuk dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Camba, tetapi pada tanggal 23 mei 1992 desa ini masuk dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Mallawa yang dimekarkan menjadi kecamatan baru. Pemekaran wilayah tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 Tahun 1992 Pasal 6 Ayat 1 & 2.
Desa Wanua Waru memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:
| Sebelah | Berbatasan |
|---|---|
| utara | Desa Polewali (Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone) dan Desa Mattampawalie (Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone) |
| selatan | Desa Gattareng Matinggi dan Desa Batu Putih |
| barat | Desa Samaenre (Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone) dan Desa Gattareng Matinggi |
| timur | Desa Mattampawalie (Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone) |


Desa Wanua Waru terletak pada wilayah dataran tinggi dengan ketinggian 700 mdpl.
Beberapa lokasi pada jarak orbitrasi atau pusat pemerintahan dari Desa Wanua Waru adalah sebagai berikut:
Desa Wanua Waru memiliki luas 21,22 km² dan penduduk berjumlah 1.760 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 82,94 jiwa/km² pada tahun 2021. Adapun rasio jenis kelamin penduduk Desa Wanua Waru pada tahun tersebut adalah 108,78. Artinya, tiap 100 penduduk perempuan ada sebanyak 108 penduduk laki-laki. Berikut ini adalah data jumlah penduduk Desa Wanua Waru dari tahun ke tahun:
| Tahun | Laki-laki | Perempuan | Rasio Jenis Kelamin | Jumlah Rumah Tangga | Total Penduduk (jiwa) | Pertumbuhan Penduduk (jiwa) | Kepadatan Penduduk (jiwa/km²) | Referensi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2009 | 817 | 839 | 97,38 | N/A | 1.656 | N/A | 78,04 | [2] |
| 2010 | 723 | 730 | 99,04 | N/A | 1.453 | 68,47 | [3] | |
| 2011 | 726 | 733 | 99,05 | 386 | 1.459 | 68,76 | [3] | |
| 2012 | 730 | 735 | 99,32 | 387 | 1.465 | 69,04 | [4] | |
| 2013 | 739 | 745 | 99,19 | N/A | 1.484 | 69,93 | [5] | |
| 2014 | 759 | 764 | 99,35 | 399 | 1.523 | 71,77 | [6] | |
| 2015 | 766 | 772 | 99,22 | 403 | 1.538 | 72,48 | [7] | |
| 2016 | 774 | 780 | 99,23 | N/A | 1.554 | 73,23 | [8] | |
| 2017 | 782 | 785 | 99,62 | 420 | 1.567 | 73,85 | [9] | |
| 2018 | 789 | 792 | 99,62 | 424 | 1.581 | 74,51 | [10] | |
| 2019 | 796 | 798 | 99,75 | 428 | 1.594 | 75,12 | [11] | |
| 2020 | 898 | 836 | 107,42 | 467 | 1.734 | 81,72 | [12] | |
| 2021 | 917 | 843 | 108,78 | 550 | 1.760 | 82,94 | [13] | |
Desa Wanua Waru memiliki tiga wilayah pembagian administrasi daerah tingkat V berupa dusun sebagai berikut:
Desa Wanua Waru memiliki 3 wilayah pembagian administrasi berupa rukun warga (RW) sebagai berikut:
Desa Wanua Waru memiliki 10 wilayah pembagian administrasi berupa rukun tetangga (RT) sebagai berikut:
Berikut ini adalah daftar kepala desa di Desa Wanua Waru dari masa ke masa:
| No. | Foto | Nama | Awal Menjabat | Akhir Menjabat | Keterangan | Referensi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. | - | - | - | - | - | - |
| 2. | - | - | - | - | - | - |
| 3. | - | Abdul Hannan | - | - | kepala desa definitif | - |
| 4. | - | - | - | 29 Mei 2013 | - | - |
| 5. | - | Suharni | 29 Mei 2013 | 2019 | kepala desa definitif | - |
| 6. | - | - | 2019 | 15 Mei 2019 | plt. kepala desa | - |
| (3.) | - | Abdul Hannan | 15 Mei 2019 | sedang menjabat | kepala desa definitif; pemenang Pilkades Tellumpanuae 2018 | [14] |
Data informasi mengenai Indeks Desa Membangun (IDM) berperan membantu upaya pemerintah dalam memahami kondisi desa. Data yang diekspos sangat penting dalam perencanaan agar setiap tahun ada peningkatan status desa. Setiap tahun status desa diperbarui sesuai dengan capaian yang ada dalam indeks desa membangun. Tim ahli IDM yang menilai terdiri dari tenaga ahli bidang infrastruktur, pengembangan masyarakat desa, perencanaan partisipatif, dan pelayanan sosial dasar. IDM ini mengukur aspek indeks pembangunan desa, yakni ketahanan sosial, ketahanan lingkungan, dan ketahanan ekonomi. Indeks Desa Membangun meliputi kategori sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri. Kategori desa mandiri adalah kategori ideal yang ingin dicapai.
Pada tahun 2020, prestasi Indeks Desa Membangun (IDM) dari Desa Wanua Waru mendapatkan raihan nilai 0,6362 dan diklasifikasikan dengan status desa berkembang di Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros.
| Tahun | Nilai IDM Desa | Status IDM Desa | Peringkat | Referensi | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Dalam Kecamatan | Dalam Kabupaten | Dalam Provinsi | Nasional | ||||
| 1996 | Indeks Desa Tertinggal (IDT) | [15] | |||||
| 2010 | |||||||
| 2011 | |||||||
| 2012 | |||||||
| 2013 | |||||||
| 2014 | |||||||
| 2015 | |||||||
| 2016 | 0,4887 | sangat tertinggal | 10 | 80 | 2.086 | 60.590 | [16] |
| 2017 | |||||||
| 2018 | 0,5368 | tertinggal | 10 | 73 | 1.853 | 53.192 | [17] |
| 2019 | |||||||
| 2020 | 0,6362 | berkembang | 6 | 58 | 1.300 | 40.287 | [18] |
| 2021 | 0,6362 | berkembang | 6 | 66 | 1.547 | 44.614 | [19] |
| 2022 | 0,7103 | maju | 25.559 | ||||
| IDM Desa Wanua Waru Sumber: Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kemendes PDTT RI |
|||||||


Gua Liang Panning atau dikenal pula dengan gua kelelawar adalah salah satu gua yang terkenal di Sulawesi. Letaknya di Dusun Lappa Warue, desa Wanua Waru kecamatan Mallawa Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Gua ini terletak di bawah jalan, sehingga bila mobil melintas diatas gua suaranya terdengar di dalam gua. Dengan ukuran yang cukup luas bagaikan stadion sepak bola. Karena terdiri dari dua susun atau bertingkat dua. Gua ini sudah dikunjungi oleh banyak wisatawan dari berbagai daerah, mulai dari Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai dan dari wisatawan lain yang ada di Sulawesi Selatan. Gua ini dihuni oleh ribuan kelelawar, dengan sungai di bagian bawah, ini menjadi sangat menarik. Konon katanya gua ini dahulu dijadikan sebagai tempat menyusun strategi perang dan sebagai tempat peristirahatan. Hingga saat ini banyak wisatawan yang sering bermalam di gua ini. Di dalam gua dan di luarnya banyak bentuk bentuk yang menarik. Jika memandangi dan memasuki gua ini perasaan akan terasa nyaman.
Leang Panninge hingga saat ini telah dikembangkan baik menjadi wisata edukasi sejarah, geologi, arkeologi, maupun wisata petualangan susur gua. Mulai dari jalan menuju gua ini telah dibeton dan fasilitas penginapan telah ada sekitar gua ini.
| Tahun | Nomenklatur | Nilai | Kategori | Posisi ADWI | Status | Referensi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2021 | Desa Wisata Wanua Waru | Berkembang | Tidak masuk | Terverifikasi Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Maros | [20] | |
| 2022 | Desa Wisata Leang Panning Park | 40,00 | Berkembang | Tidak masuk | Terverifikasi Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Maros | [20] |
| 2023 | Desa Wisata Leang Panning Park | Berkembang | Tidak masuk | Terverifikasi Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Maros | [20] | |
4°44′57″S 119°53′07″E / 4.7490386°S 119.8852949°E / -4.7490386; 119.8852949[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Wanua_Waru,_Mallawa,_Maros¶ms=4.7490386_S_119.8852949_E_ <span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">4°44′57″S</span> <span class=\"longitude\">119°53′07″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">4.7490386°S 119.8852949°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">-4.7490386; 119.8852949</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBN0\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt106\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBN4\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwBN8\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Wanua_Waru,_Mallawa,_Maros&params=4.7490386_S_119.8852949_E_\" class=\"external text\" id=\"mwBOA\"><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwBOE\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwBOI\"><span class=\"latitude\" id=\"mwBOM\">4°44′57″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwBOQ\">119°53′07″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwBOU\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwBOY\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwBOc\"></span></span><span class=\"geo-default\" id=\"mwBOg\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwBOk\">4.7490386°S 119.8852949°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwBOo\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwBOs\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwBOw\">-4.7490386; 119.8852949</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwBO0\"/></span>"}' id="mwBO4"/>