Drs. H. Mochammad Alwy Rum, S.H. atau lebih dikenal dengan nama M. Alwy Rum atau Alwy Rum adalah seorang Birokrat karier atau Pamong praja di wilayah Sulawesi Selatan. Alwy Rum telah banyak berperan di bidang pemerintahan di Sulawesi Selatan. Tercatat ia pernah menduduki jabatan strategis di pemerintahan, antara lain: Penjabat Wali Kota Palopo, Penjabat Bupati Majene, Bupati Maros, Bupati Barru, Pelaksana Tugas Wali kota Makassar, dan lain-lain. Kariernya penuh dengan dedikasi, integritas serta petuah dan wejangan yang sangat penting untuk diteladani.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mochammad Alwy Rum | |
|---|---|
![]() Foto diri Alwy Rum saat menjabat Bupati Maros | |
| Bupati Maros ke-10 | |
| Masa jabatan 13 September 1989 – 13 September 1994 | |
| Presiden | Soeharto |
| Gubernur | Ahmad Amiruddin Zainal Basri Palaguna |
| Pelaksana Tugas Wali Kota Ujung Pandang | |
| Masa jabatan 1999 – Mei 1999 | |
| Presiden | B. J. Habibie |
| Gubernur | Zainal Basri Palaguna |
Pendahulu H. Andi Malik Baso Masry, S.E., M.Si. Pengganti Drs. H. Baso Amiruddin Maula, S.H., M.Si. | |
| Wali Kota Administratif Palopo | |
| Masa jabatan 1986–1989 | |
| Presiden | Soeharto |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 1944 Malimbu, Luwu, Jepang |
| Meninggal | 8 Februari 2021(2021-02-08) (umur 76–77) Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia |
| Makam | TPU Desa Malimbu, Luwu Utara, Sulawesi Selatan |
| Suami/istri | Siti Aminah Madjid |
| Anak | 4 |
| Profesi | Birokrat |
Drs. H. Mochammad Alwy Rum, S.H. atau lebih dikenal dengan nama M. Alwy Rum atau Alwy Rum (lahir di Malimbu, Luwu Utara, Sulawesi Selatan) adalah seorang Birokrat karier atau Pamong praja di wilayah Sulawesi Selatan. Alwy Rum telah banyak berperan di bidang pemerintahan di Sulawesi Selatan. Tercatat ia pernah menduduki jabatan strategis di pemerintahan, antara lain: Penjabat Wali Kota Palopo, Penjabat Bupati Majene, Bupati Maros, Bupati Barru, Pelaksana Tugas Wali kota Makassar, dan lain-lain. Kariernya penuh dengan dedikasi, integritas serta petuah dan wejangan yang sangat penting untuk diteladani.
Kota administratif Palopo diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri, Soepardjo Rustam tahun 1986 sebagai pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 1986. Pada tahun itu juga, Alwy Rum dilantik oleh Gubernur KDH TK I Sulawesi Selatan Ahmad Amiruddin atas nama Menteri Dalam Negeri menjadi Wali Kota Administratif Palopo yang pertama.[1]
Alwy Rum dikenal sebagai sosok yang tegas dan disiplin. Saat menjadi Guru Matematika di SMP Negeri 6 Makassar, Ia pernah menghukum dengan memukul Syahrul Yasin Limpo yang menjadi muridnya dengan penggaris hingga patah karena ulahnya yang berbuat keributan di kelas. Dia juga pernah membubarkan pengunjuk rasa yang brutal dengan turun langsung ke lapangan saat menjadi bupati di Kabupaten Maros. Selama menjadi birokrat di dalam Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan, Alwy Rum juga turut andil dalam ide-ide pemekaran di daerah Kabupaten Luwu yang sekarang ini telah terbentuk dan dikenal Kabupaten Luwu Utara. Oleh karena itu, Alwy Rum dikenal sebagai tokoh pemekaran. Alwy Rum turut memfasilitasi proyek pendirian Masjid Agung Luwu Palopo, Lembaga Pendidikan Dato Sulaiman (1981), dan pesantren di Luwu.

Alwy Rum meninggal dunia pada 8 Februari 2021 sekitar pukul 08.00 WITA pagi dalam usia 77 tahun di Rumah Sakit Awal Bros Makassar.[4] Ia sempat mengalami sakit pada beberapa hari sebelumnya. Jenazah Alwy Rum dimakamkan pada keesokan harinya 9 Februari 2021 pada siang di Tempat Pemakaman Umum Desa Malimbu, Kecamatan Sabbang, Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Brigjen. Pol. Drs. H. Muhammad Arief Wangsa |
Bupati Maros 1989–1994 |
Diteruskan oleh: Drs. H. Nasrun Amrullah |
| Didahului oleh: H. Andi Malik Baso Masry, S.E., M.Si. |
Pelaksana Tugas Wali Kota Makassar 1999 |
Diteruskan oleh: Drs. H. Baso Amiruddin Maula, S.H., M.Si. |