Jenetaesa adalah nama sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Desa Jenetaesa berstatus sebagai desa definitif dan tergolong pula sebagai desa swakarsa. Desa Jenetaesa memiliki luas 10,08 km² dan penduduk berjumlah 4.663 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 462,60 jiwa/km² pada tahun 2021. Pusat pemerintahan desa ini berada di Dusun Bantimurung. Aktivitas ekonomi Jenetaesa digerakkan oleh sektor pertanian dan Agrobisnis. Desa ini mudah diakses karena dilintasi oleh Jalan Nasional Poros Maros–Bone.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jenetaesa | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Kantor Desa Jenetaesa | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Sulawesi Selatan | ||||
| Kabupaten | Maros | ||||
| Kecamatan | Simbang | ||||
| Kode pos | 90560[1] | ||||
| Kode Kemendagri | 73.09.09.2001 | ||||
| Luas | 10,08 km² tahun 2017 | ||||
| Jumlah penduduk | 4.019 jiwa tahun 2017 | ||||
| Kepadatan | 398,71 jiwa/km² tahun 2017 | ||||
| Jumlah RT | 15 | ||||
| Jumlah RW | 4 | ||||
| |||||
Jenetaesa (Lontara Bugis & Lontara Makassar: ᨍᨙᨊᨙᨈᨕᨙᨔ, transliterasi: Jénétaésa) adalah nama sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Desa Jenetaesa berstatus sebagai desa definitif dan tergolong pula sebagai desa swakarsa. Desa Jenetaesa memiliki luas 10,08 km² dan penduduk berjumlah 4.663 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 462,60 jiwa/km² pada tahun 2021. Pusat pemerintahan desa ini berada di Dusun Bantimurung. Aktivitas ekonomi Jenetaesa digerakkan oleh sektor pertanian dan Agrobisnis. Desa ini mudah diakses karena dilintasi oleh Jalan Nasional Poros Maros–Bone.
Kata Jenetaesa dalam bahasa Makassar terdiri dari dua kata, yaitu je'ne yang berarti "air/sungai" dan taesa berarti "tak pernah kering/tidak surut" jadi secara harfiah Jenetaesa berarti "air sungai yang tak pernah kering". Hal ini berasal dari sejarah di mana pada tahun 1957 Desa ini memiliki sumber mata air yang sangat besar yang saat ini dikenal dengan nama 'Air Terjun Taman Wisata Alam Bantimurung'.
Dalam catatan sejarah, sebelum dikenal Desa Jenetaesa, wilayah ini hanyalah sebuah perkampungan yang dipimpin oleh seorang yang bergelar Pangulua. Di wilayah ini, tepatnya Balla Lompoa, Maros ikrar perdamaian antara pimpinan Kerajaan Bone dan Kerajaan Gowa yang sebelumnya saling berperang dihasilkan. Pangulua menjadi penengah. Pangulua melakukan pendekatan terhadap kedua pucuk pimpinan kerajaan. Lobi tersebut menghasilkan perjanjian damai. Perdamaian Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone tersebut ditandai dengan ditanamnya dua simbol, yakni batu dan besi sebagai wujud berakhirnya peperangan. Saat itu, pihak Kerajaan Bone mengambil batu dari wilayah Bone dan pihak Kerajaan Gowa mengambil besi dari wilayah Gowa. Benda itu lalu ditanam di Balla Lompoa, Maros. Batu dan besi yang bersatu tersebut berada tepat di tengah Balla Lompoa. Setelah perjanjian itu, peperangan antara Gowa dan Bone juga berakhir. Untuk mengingat, perjanjian yang ditandai batu dan besi tersebut, lokasi berdirinya Balla Lompoa, dinamakan perkampungan Batubassi, cikal bakal wilayah Desa Jenetaesa saat ini. Dan begitu pula Maros diberi julukan Butta Salewangang sebagai negeri pendamai.

Desa Jenetaesa terletak pada wilayah dataran rendah dengan ketinggian 38 mdpl.
Beberapa lokasi pada jarak orbitrasi atau pusat pemerintahan dari Desa Jenetaesa adalah sebagai berikut:
Desa Jenetaesa memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:
| Sebelah | Berbatasan |
|---|---|
| Utara | Kelurahan Kalabbirang dan Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung |
| Selatan | Desa Simbang, Kecamatan Simbang |
| Barat | Desa Tanete, Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung |
| Timur | Desa Samangki, Kecamatan Simbang |
Desa Jenetaesa memiliki luas 10,08 km² dan penduduk berjumlah 4.663 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 462,60 jiwa/km² pada tahun 2021. Adapun rasio jenis kelamin penduduk Desa Jenetaesa pada tahun tersebut adalah 96,01. Artinya, tiap 100 penduduk perempuan ada sebanyak 96 penduduk laki-laki. Berikut ini adalah data jumlah penduduk Desa Jenetaesa dari tahun ke tahun:
| Tahun | Laki-laki | Perempuan | Rasio Jenis Kelamin | Jumlah Rumah Tangga | Total Penduduk (jiwa) | Pertumbuhan Penduduk (jiwa) | Kepadatan Penduduk (jiwa/km²) | Referensi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1981 | 4.969 | 5.794 | N/A | 10.763 | N/A | [2] | ||
| 2010 | 1.797 | 1.949 | 92,20 | 843 | 3.746 | N/A | 371,63 | [3] |
| 2011 | 1.805 | 1.958 | 92,19 | 843 | 3.763 | 373,31 | [4] | |
| 2012 | 1.813 | 1.964 | 92,31 | 860 | 3.777 | 374,70 | [5] | |
| 2013 | 1.835 | 1.995 | 91,98 | 876 | 3.830 | 379,96 | [6] | |
| 2014 | 1.882 | 2.031 | 92,66 | 887 | 3.913 | 388,19 | [7] | |
| 2015 | 1.902 | 2.048 | 92,87 | 895 | 3.950 | 391,87 | [8] | |
| 2016 | 1.921 | 2.071 | 92,76 | 904 | 3.992 | 396,03 | [9] | |
| 2017 | 1.939 | 2.080 | 93,22 | 904 | 4.019 | 398,71 | [10] | |
| 2018 | 1.956 | 2.095 | 93,37 | 939 | 4.051 | 401,88 | [11] | |
| 2019 | 1.973 | 2.109 | 93,55 | 948 | 4.082 | 404,96 | [12] | |
| 2020 | 2.279 | 2.374 | 96,00 | 964 | 4.653 | 461,61 | [13] | |
| 2021 | 2.284 | 2.379 | 96,01 | 1.398 | 4.663 | 462,60 | [14] | |
Kepadatan dan Distribusi Penduduk per Dusun dalam wilayah Desa Jenetaesa diuraikan dalam tabel 1 berikut ini :
| No. | Dusun | Jumlah Penduduk (Jiwa) | Luas Wilayah (Km²) | Kepadatan Penduduk (Jiwa/Km²) | Distribusi Penduduk (%) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Batubassi | 2088 | 19.5 | 828.9 | 40.3 |
| 2. | Bantimurung | 1812 | 10.2 | 560.2 | 20.1 |
| 3. | Tanadidi | 286 | |||
| 4. | Bontolabbu | 261 | |||
| Jumlah | 4447 | 29.7 | 1389.1 | 60.4 | |
Sumber : File Desa Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010.
Kekayaan dan keragaman budaya Desa Jenetaesa sebagai satu rumpun budaya hanya terdiri dari Bugis dan Makassar. Rumpun Bugis dominan di Dusun Bantimurung, sedangkan Rumpun Makassar dominan berada di Dusun Batubassi,Tanadidi,Bontolabbu.Kemajemukan ini terkait pula dengan potensi kearifan lokal yang bisa berkembang dalam tatanan sosial budaya. Sarana dan prasarana sosial yang ada yaitu :
Sumber perekonomian utama bagi warga Desa Jenetaesa yaitu bidang pertanian sebagai petani padi, di samping profesi lainnya sebagai peternak, pedagang, wirausaha, pegawai swasta, PNS, dan anggota TNI/Polri. Petani pada umumnya masih sekadar memproduksi gabah/beras tanpa berusaha menambah nilai lebih. Hal ini mungkin dikarenakan mereka kebanyakan hanya sebagai petani penggarap bukan sebagai petani pemilik lahan. Petani belum terorganisir secara baik sehingga harga hasil produksinya masih sangat ditentukan oleh para pedagang. Pemilik modal tersebut memiliki gudang dan pabrik penggilingan beras sehingga mampu menampung semua gabah dari petani. Peternak unggas yang ada merupakan skala usaha produksi yang mana masyarakat bermitra dengan perusahaan.Namun bagi peternak hewan besar (sapi/kerbau) sebagai peternak bagi hasil, tetapi adapun sebagian masyarakat yang merupakan pemilik ternak sendiri. Wirausahawan yang ada masih sedikit dan usahanya relatif masih sederhana yaitu usaha perbengkelan tradisional, pembuatan souvenir (Cendra mata) dan usaha jahit-menjahit.




Pusat pemerintahan Desa Jenetaesa berada di Jl. Poros Maros–Camba Km. 35, Kampung Parangtinggia, Dusun Batubassi. Desa Jenetaesa masuk wilayah Kecamatan Simbang terletak sekitar 10 km dari Ibukota Kabupaten Maros dan merupakan Pusat Pemerintahan Kecamatan Simbang. Daratannya terdiri atas tanah persawahan dan kebun yang subur terbentang luas sekitar 10,08 km dengan jumlah penduduk sebanyak 3658 jiwa berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010.
Desa Jenetaesa memiliki empat wilayah pembagian administrasi daerah tingkat V (lima) berupa dusun sebagai berikut:
Desa Jenetaesa memiliki 4 wilayah pembagian administrasi berupa rukun warga (RW) sebagai berikut:
Desa Jenetaesa memiliki 15 wilayah pembagian administrasi berupa rukun tetangga (RT) sebagai berikut:
Berikut ini adalah daftar kepala desa di Desa Jenetaesa dari masa ke masa:
| No. | Foto | Nama | Awal Menjabat | Akhir Menjabat | Keterangan | Referensi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Karaeng Tompo | 1957 | 1965 | |||
| 2. | - | H. Sadollah | 1965 | 1999 | - | - |
| 3. | - | Mappong | 1999 | 2007 | - | - |
| 4. | Kamaruddin | 2007 | 2012 | |||
| 5. | - | Hasanuddin T. | 2013 | 2018 | - | - |
| 6. | Abdul Latif | 15 Mei 2019 | sedang menjabat | kepala desa definitif; pemenang Pilkades Jenetaesa 2018 | [15] |
Data informasi mengenai Indeks Desa Membangun (IDM) berperan membantu upaya pemerintah dalam memahami kondisi desa. Data yang diekspos sangat penting dalam perencanaan agar setiap tahun ada peningkatan status desa. Setiap tahun status desa diperbarui sesuai dengan capaian yang ada dalam indeks desa membangun. Tim ahli IDM yang menilai terdiri dari tenaga ahli bidang infrastruktur, pengembangan masyarakat desa, perencanaan partisipatif, dan pelayanan sosial dasar. IDM ini mengukur aspek indeks pembangunan desa, yakni ketahanan sosial, ketahanan lingkungan, dan ketahanan ekonomi. Indeks Desa Membangun meliputi kategori sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri. Kategori desa mandiri adalah kategori ideal yang ingin dicapai.
Pada tahun 2021, prestasi Indeks Desa Membangun (IDM) dari Desa Jenetaesa mendapatkan raihan nilai 0,7473 dan diklasifikasikan dengan status desa maju di Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.
| Tahun | Nilai IDM Desa | Status IDM Desa | Peringkat | Referensi | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Dalam Kecamatan | Dalam Kabupaten | Dalam Provinsi | Nasional | ||||
| 2010 | |||||||
| 2011 | |||||||
| 2012 | |||||||
| 2013 | |||||||
| 2014 | |||||||
| 2015 | |||||||
| 2016 | 0,6660 | berkembang | 1 | 5 | 110 | 9.087 | [19] |
| 2017 | |||||||
| 2018 | 0,6363 | berkembang | 3 | 25 | 551 | 20.973 | [20] |
| 2019 | |||||||
| 2020 | 0,7286 | maju | 1 | 5 | 209 | 10.085 | [21] |
| 2021 | 0,7473 | maju | 2 | 13 | 328 | 11.024 | [22] |
| 2022 | 0,8268 | mandiri | 4.962 | ||||
| IDM Desa Jenetaesa Sumber: Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kemendes PDTT RI |
|||||||
| Tahun | Nomenklatur | Nilai | Kategori | Posisi ADWI | Status | Referensi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2021 | Desa Wisata Jenetaesa | 25,00 | Rintisan | Tidak masuk | Terverifikasi Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Maros | [23] |
| 2022 | Desa Wisata Jenetaesa | Berkembang | Tidak masuk | Terverifikasi Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Maros | [23] | |
| 2023 | Desa Wisata Jenetaesa | Rintisan | Tidak masuk | Terverifikasi Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Maros | [23] | |

5°01′18″S 119°38′14″E / 5.0217098°S 119.6373404°E / -5.0217098; 119.6373404[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Jenetaesa,_Simbang,_Maros¶ms=5.0217098_S_119.6373404_E_ <span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">5°01′18″S</span> <span class=\"longitude\">119°38′14″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">5.0217098°S 119.6373404°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">-5.0217098; 119.6373404</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBlY\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt110\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBlc\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwBlg\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Jenetaesa,_Simbang,_Maros&params=5.0217098_S_119.6373404_E_\" class=\"external text\" id=\"mwBlk\"><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwBlo\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwBls\"><span class=\"latitude\" id=\"mwBlw\">5°01′18″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwBl0\">119°38′14″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwBl4\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwBl8\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwBmA\"></span></span><span class=\"geo-default\" id=\"mwBmE\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwBmI\">5.0217098°S 119.6373404°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwBmM\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwBmQ\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwBmU\">-5.0217098; 119.6373404</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwBmY\"/></span>"}' id="mwBmc"/>